
Dua hari lagi pasca pernikahan ana ,gadis itu termenung dalam lamunan nya , dua hari lagi dia akan menjadi seorang istri dari tuan muda keluarga Anggara .
Lamunan ana terbuyar , saat mendengar panggilan seseorang dari luar ..
"Non , nyonya Sintia menyuruh non kebawah untuk mempersiap kan gaun yang akan non ana coba di ruang ganti.." ucap bi Arum
"Bukan nya pernikahan ku ,tidak akan di gelar kan kemewahan bi, kenapa mesti harus mencoba gaun itu ." ucap ana dengan tatapan yang sulit di artikan .
" Bibi juga tidak tahu non , lebih baik non ikuti saja apa yang di katakan nyonya."
"Baik lah bi Arum, bi Arum boleh kembali ,aku akan segera ke bawah
Mata ana terbulat sempurna ,di saat dia melihat barang-barang yang ada di ruang tamu itu ,dia bingung barang sebanyak ini datang dari mana , apa Sintia membeli keperluan ini untuk hari pernikahan nya ,tapi untuk apa ,
di saat mata nya melihat ke kiri , ada seseorang pria yang tengah berdiri ,dan menundukan kepala nya tanda menyapa nya
"Ana lihat ,betapa beruntung nya dirimu menikah dengan pria cacat seperti Dimas Anggara ,hahaha.."
"Tapi dia memberikan seserahan semua ini untuk mu .."
" Aku dengar, sebelum kecelakaan itu terjadi pada tuan muda Dimas Anggara ,pria itu tampan dan berwibawa ,baik hati, dan lembut ..
" Tapi sungguh di sayang kan ,jika seorang pria tampan bisa cacat dengan seluruh tubuh nya, andai dia tidak seperti itu aku mau menjadi sebagai istri nya itu , sudah kaya pula ,hahaha..." ucap jeni yang tengah berbicara di depan ana.
"Cukup Jenika jangan menghina calon suami ku,."
" Mau gimana pun keadaan dia , dia adalah calon suami ku ,kau jangan menghina nya ." ucap ana kesal .
__ADS_1
"Cih ... selera mu benar-benar buruk sekali ana, menerima pernikahan dengan pria buruk rupa ," timpal Sintia tanpa memperdulikan Bryan yang tengah berdiri di antara mereka
"Bu jangan seperti itu ,kau membuat ana menangis karna dia mau menikah dengan tuan Dimas, sudah ana sekarang kamu coba gaun itu ,kau pasti sangat terlihat cantik dengan gaun mewah itu ." ucap vikaa..
"Dengar baik-baik ana, jangan pasang muka kusut mu itu di depan suruhan Dimas Anggara, mereka mengira aku sudah berbuat yang tidak-tidak terhadap mu ," bisik Sintia
Ana hanya bisa diam mematung di ruang tersebut ,kenapa takdir hidup nya selalu di rendah kan oleh keluarga Pratama.
"Ya Tuhan ,apa salah ku ." batin ana dengan buliran air mata yang jatuh
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Bryan apa kau sudah mengirim kan barang-barang itu untuk calon istri Erland ."
"Sudah dim , kau tenang saja bahkan si awan mendung itu tidak banyak bicara saat aku mengirimkan barang-barang itu ke keluarga Pratama.." ucap Bryan.
"Dari tampang keluarga mereka ,mereka sangat begitu antusias dengan kemewahan itu ."
"Tapi ada satu hal yang bikin aku tidak mengerti , di saat aku bilang barang itu buat calon istri tuan muda Anggara ,nyonya Sintia dari istri tuan Erik meminta pelayan untuk memanggil seseorang gadis ,yang notabe nya seperti gadis biasa dan sederhana ."
"Setahu ku tuan Erik memiliki tiga putri saja ," ucap Bryan dengan berpikir akan hal keluarga Pratama .
Dimas yang mendengarkan perkataan Bryan pun berpikir ,apa Erik memliki empat putri. .
Tapi setahu Dimas, Erik hanya memiliki tiga putri .
"Apa tuan Erik menyembunyikan satu putri lagi dari indentitas nya ." ucap Dimas
__ADS_1
" Aku juga tidak tahu , kaya nya gadis itu tidak di perlakukan dengan baik di keluarga itu ."
"Kau tahu Dimas, anak ke dua dari tuan Erik sungguh menghina mu di luar batas ,sungguh menilai uang itu poiritas nya yang paling utama dari hidup nya.."
" Tapi aku tertegun di saat calon istri Erland itu membela mu ,secara dia tidak ingin calon suami nya di hina seperti itu ." ucap Bryan .
Dimas hanya tersenyum dengan apa yang di katakan Bryan , semoga saja pilihan calon istri buat Erland tidak salah pilih.
"Apa kau tahu nama calon istri Erland."
"Aku dengar ,nama nya ana ,tapi aku tidak tahu jelas nama asli nya ." .
"Baiklah kau boleh keluar ,aku ingin istirahat." ucap Dimas yang di angguki Bryan
...----------------...
Seseorang pria tengah tersenyum tipis ,akhir dari hari ini dia akan menjadi suami dengan beberapa jam lagi .
"Cih ... menikahi putri dari keluarga Pratama itu pasti akan membuat ku merepot kan , "
Erland sudah tahu gimana sipat dari anak-anak pratama itu ,hanya dengan uang mereka bisa berubah menjadi ****** yang menjijikan.
"Siapa pun kau yang akan menjadi istri ku ,aku akan memberikan pelajaran padamu .." ucap Erland dengan senyum jahat nya.
Erland memikir kan perkataan Bryan yang semalam , keluarga Pratama ada empat gadis ,yang akan menikah dengan nya hanya seorang gadis sederhana di banding kan dengan tiga putri pratama yang dia ketahui , persetan pikiran yang tidak ada guna nya Erland tidak memperdulikan itu ,semua putri dari pratama hanya di isi dengan kemewahan dan uang .
" Menjijikan , " ucap Erland dengan penuh kesal nya
__ADS_1