Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
S2.Firasat ibu hamil .


__ADS_3

Waktu pun berjalan cepat ,dimas pergi meninggalkan istrinya untuk pekerjaan yang sudah di janjikan nya di bulan lalu yang dimana dirinya harus melihat perkembangan proyek di kota lain .


Dista hanya bisa menghela napas nya berat yang sebenarnya hatinya tidak mengijinkan suaminya untuk pergi ,tapi apa boleh buat sebulan penuh ini dia melarang suaminya untuk tidak ke kantor dan menemaninya , mau tak mau Dista pun mengiyakannya dan dia pun tidak mungkin egois terus.


Kepergian suaminya membuat Dista merasa kesepian , sudah satu Minggu semenjak kepergian Dimas membuat Dista merasa kehilangan sosok yang biasanya menemaninya ,tidak ada lagi yang bisa dia peluk selain guling yang biasanya Dista memeluk suaminya itu ,tidak ada lagi belaian tangan kekar yang selalu membelai rambut nya dengan penuh kasih sayang .


Dista merindukan setiap sentuhan yang di berikan suaminya itu ,perutnya yang semakin membesar membuat Dista malas bergerak ,bahkan untuk pergi ke kamar mandi pun dia malas ,yang dimana biasanya dia di bantu oleh Dimas ,bahkan pria itu selalu membantu memandikan dirinya .


"Aku kangen kamu kak ." gumam Dista yang kini bangun dari tidurnya.


Dista duduk di tepi ranjang dan meraih ponsel nya di atas nakas ,sudah 2 hari Dimas tidak ada kabar dan itu pun membuat nya menjadi sedih , tapi dia juga tidak mau egois ,dia tahu jika pekerjaan suaminya pasti banyak yang harus di kerjakan ,apalagi mengurusi proyek untuk perusahaan yang akan dista miliki ,Dista pun paham ,pekerjaan suaminya pasti banyak hingga tidak sempat mengabarinya .


Dista melangkah ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri ,di saat dia melangkah beberapa langkah ponselnya berdering tanda ada telpon ,dengan cepat Dista berbalik dan melihat ponselnya ,dia tersenyum saat melihat nama panggilan itu ,Yah ! saat ini Dimas menelpon Dista dengan video call .


"Kak ... kamu kemana aja, gak mengabari ku sudah tiga hari ini ." ucap Dista dengan mengerucutkan bibir nya.


Di seberang sana Dimas hanya tersenyum ,bahkan baru saja dia itu mau ngomong , istrinya sudah terlebih dahulu berbicara .


"Muka nya jangan di tekuk gitu dong , !! kamu masih bisa marah-marah saat aku pergi juga ." ucap Dimas .


"Gimana aku gak marah ?! kakak gak memberi kabar sudah 2 hari ini ," jawab Dista .


"maffin aku sayang ?! 2 hari ini aku meninggalkan ponsel di hotel karna hari kemarin pekerjaan mendadak ,dan aku tidak sempat membawa ponsel !! udah dong muka nya jangan di tekuk gitu ,kan sekarang aku sudah mengabari mu ." jawab dimas .


"Hemm ....kapan pulang !! bukannya janjinya cuman seminggu ,ini sudah satu Minggu ." ucap Dista dengan mengerucutkan bibir nya.


"Siang ini aku pulang ?! kenapa , kangen ya "ucap Dimas dengan tersenyum menggoda sang istri .


"Hummmmmm.." jawab Dista dengan deheman saja .


Dimas melihat istri nya yang kini dengan posisi meringkuk ,tapi tiba-tiba keningnya berkerut saat melihat istrinya masih berbaring di tempat tidur .


"Kenapa masih di tempat tidur ,ini sudah jam waktu nya sarapan pagi ,kamu jangan melewati sarapan pagi nya ." ucap Dimas .


"Aku gak semangat !! dan males untuk mandi ,makan pun aku tidak berselera ." ucap Dista .


Dimas mengerutkan keningnya ,istrinya itu semenjak kapan tidak berselera makan ,sebulan lalu dia menemani istrinya yang dimana waktu itu Dista sedikit-sedikit makan , bentar-bentar makan .


"Mandi dulu , setelah itu sarapan " ucap Dimas .


"Tapi aku males ,aku udah biasa di layani kamu kak." jawab Dista manja


"Jadi semenjak aku pergi , kamu hanya bisa bermalasan ,hmmm ."ucap Dimas .


"Mandi gih ... biar tambah cantik , aku janji akan segera cepat pulang !! setelah sampai rumah aku akan membawa mu ke suatu tempat ." ucap Dimas lagi dengan membelai wajah Dista di balik ponsel .


Dista yang mendengar Dimas akan membawanya pergi ke suatu tempat ,seketika bangun dari tidurnya dengan berbinar .


"Kak Dimas mau membawa aku kemana ,kak Dimas benar mau cepat pulang ,dan mau membawa aku ke suatu tempat !! tempat apa itu. " ucap Dista .


"Tempat yang sangat indah , dan tentunya itu untuk istriku ." Jawab Dimas .


"Benarkah " ucap dista dengan di angguki Dimas. .


"Baiklah .. aku akan mandi dan sarapan !! tapi kak Dimas benar ya , akan segera cepat pulang ." ucap Dista yang lagi-lagi Dimas menganggukkan kepalanya .


"Kak aku merindukan mu ." gumam Dista.


"Apa " ucap Dimas yang tidak mendengar ucapan Dista .


"Enggak-enggak... gapapa !! cepat pulang , anak-anak merindukan mu ." jawab Dista .


Dimas terkekeh melihat wajah istrinya memerah ,bahkan Dimas menggoda istrinya yang tengah malu-malu itu ,Dimas tahu ,bukan anak-anaknya yang merindukannya ,tapi ibunya lah yang merindukannya ,Dista di buat kesal dengan Dimas yang hanya tertawa saja ,dengan cepat Dista mematikan telponnya dengan kekesalannya.


.


.


.


Tak terasa hari sudah siang .


Dimas yang kini siap-siap untuk pulang ,pandangannya teralihkan ke arah ponsel nya yang tengah bergetar ,dia melihat pesan sang istri yang meminta ingin di belikan cemilan keripik nangka kesukaan nya ,Dimas pun membalasnya dan memberikan emot kiss pada sang istri .


Kini Dimas melangkah ke arah lift untuk ke lantai bawah ,setelah itu dia melangkah ke arah dimana parkiran itu berada , Dimas menaiki mobilnya ,setelah itu dia pergi meninggalkan parkiran tersebut,

__ADS_1


Di perjalanan ,Dimas hanya pokus menyetir dia sudah berniat untuk membeli keripik nangka yang di minta oleh istrinya , toko perbelanjaan pun sudah sampai dekat dan Dimas pun akan siap berhenti ,di saat dirinya sudah dekat dengan toko itu ,Dimas tidak bisa memberhentikan mobilnya malah terus melaju Melawati toko tersebut, dimas sudah panik dan tidak bisa mengendalikan mobilnya ,yang membuat dirinya syok kini dia tengah menghadapi lampu merah yang dimana di depannya banyak kendaraan lain


Dimas tidak mungkin melajukan mobil ke arah lampu merah ,dia membelokan stir nya ke arah lain ,Agar bisa menghindari dan tidak membuat kecelakaan orang lain ,tapi itu justru sebaliknya ,dialah yang terpental ke arah jalan lain yang dimana sebuah mobil truk yang mengangkut mobil kini tengah melaju tepat di depannya ,Dimas yang sudah berusaha mengendalikan nya tidak bisa dia lakukan ,hanya demi cara lain yang harus dia lakukan dan menghindari kendaraan lain .


Dimas terpaksa harus membawa mobilnya ke arah sisi jalan yang dimana dia bisa menghindari dari kendaraan lain ,karna rem nya blong dia kini terpaksa harus membuka pintu mobilnya untuk melompat ,di saat dia akan membuka pintu mobil ,sebuah mobil besar di belakangnya tengah melaju cepat ke arah mobilnya ,yang dimana sekarang membuat mobil yang di tempati Dimas terseret hingga mobilnya kini terbalik .


Para pengemudi seketika berhenti saat melihat mobil yang di tumpangi Dimas terbalik ,Dimas yang kini merasakan kakinya terjepit tidak bisa berbuat apa-apa ,tidak hanya itu kepala bagian belakangnya pun mengeluarkan darah yang begitu banyak ,dengan merasakan rasa sakit nya Dimas masih melihat bayangan sang istri , tak hanya itu pikirannya dia mengingat istri dan calon anak-anak nya ,


"Di_dista "


Para pengemudi turun dari mobilnya dan melihat ke arah mobil Dimas ,mereka berusaha membantu Dimas yang kini sudah tak sadarkan diri ,ada banyak orang yang memotret kejadian itu ,polisi pun kini tengah berada di tempat kejadian , ada banyak orang yang mengenali wajah pria yang kini di penuhi dengan berlumuran darah itu , mereka terkejut saat melihat wajah pengusaha muda itu kini mengalami kecelakaan .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di mansion Anggara .


Dista kini tengah bercengkrama dengan ana ,mereka bercerita tentang kehidupan anak-anak nya nanti kelak saat dewasa ,dari obrolan itu tiba-tiba perut Dista merasakan sakit yang dimana kedua anaknya itu menendang dengan sangat keras , ana yang melihat Dista meringis kesakitan membuatnya pun khawatir .


"Dista , kamu tidak apa-apa ." ucap ana .


"Gapapa an .. mereka hanya nendang terlalu kuat .... aww ..." ucap Dista yang kini mulai merasakan sakit di perutnya .


"Dis ....


"Gapapa an ... sakit nya sudah hilang kok , aku ke dapur dulu ya ..aku ingin minum .." ucap dista .


"Biar aku aja yang ambil ...


"Tidak ana ... biarkan aku sendiri ,aku sengaja ingin jalan ,biar rasa sakit di perutku hilang. ", ucap Dista melangkah ke arah dapur .


Dista merasakan haus yang menerpa , kini dia berjalan untuk mengambil air minum di meja makan ,tapi di saat dia akan menuangkan air , tiba-tiba perutnya merasakan sakit lagi .


"Kenapa perasaanku tidak enak !! dan kenapa perutku sakit ." .gumam dista .


"Anak-anak ku sayang ,kalian kenapa !? apa yang membuat kalian menendang perut mama sekuat itu ." ucap Dista mengelus perut buncit nya.


"Kak Dimas ,kenapa aku tiba-tiba ingat dia ,!! chat pun belum di balas ,?! kenapa perasaanku tidak enak ."


Kini dista Kembali lagi ke ruang samping dimana tadi dirinya dan ana berada ,sesampainya di ruang samping dan duduk di sofa , tiba-tiba foto frewedding Dista dan Dimas jatuh ,yang dimana ana dan Dista terlonjak kaget saat foto itu terjatuh .


Ana melihat foto itu ,kini pandangannya melihat foto pernikahan dirinya dan Erland terpasang di dinding ,dalam pikirannya ,tidak ada angin tidak ada getaran bumi ,tapi kenapa foto itu bisa jatuh ,dan cuman hanya foto Dista dan juga Dimas .


Kini Dista menyingkirkan pecahan kaca itu dari foto mereka ,di saat Dista mengambil pecahan itu tiba-tiba pecahan kaca itu mengenai jari telunjuknya hingga mengeluarkan darah yang begitu sangat cepat ,bahkan darah itu jatuh tepat di wajah Dimas .


"Kak Dimas ?! semoga suamiku tidak terjadi apa-apa ,?! enggak... enggak ... ini hanya perasaanku saja ,tadi aku meminta dirinya untuk membelikan sesuatu ,dan dia pun membalasnya "


"Dista ,udah jangan di bereskan ?! biar pelayan saja ,ayo kamu berdiri ,tubuh kamu bergetar ." ucap ana merangkul pundak Dista .


"An .... kenapa perasaanku tidak enak !! bahkan kak Dimas nomornya tidak aktif ." ucap Dista lirih .


"Semoga kak Dimas baik-baik saja , kita berdoa semoga di sana dia baik-baik saja ,ayo duduk dulu ,aku akan ambil air minum untukmu dan sekalian panggil pelayan untuk membereskan " ucap ana


Dista masih saja memikirkan Dimas ,kecemasan pada dirinya semakin kian memuncak, Dista mengelus perut buncitnya sembari bergumam .


"Semoga tidak terjadi apa-apa pada kak Dimas ." gumam dista .


Dista berusaha menenangkan dirinya ,dia kini melihat pelayan tengah membereskan pecahan kaca wallpaper itu ,kini dirinya menggenggam ponsel di tangannya untuk menunggu kabar dari Dimas ,namun sayang ,pria itu masih saja belum membalas pesannya ,Kini pandangan nya teralihkan ke arah Tivi ,, dia menyalakan Tivi untuk menonton agar kecemasan nya terlupakan .


.


.


.


Di tempat lain .


Seseorang pria tampan kini tengah berada di ruang rapat ,pria itu yang tak lain adalah Erland si pengusaha muda yang terkaya di kota Xxxxx ,saat ini dirinya tengah melakukan rapat dengan serius ,bahkan ponselnya sudah menyala sedari tadi ,tapi Erland tidak menghiraukannya dan bahkan ponselnya pun di Mode senyap kan.


Lagi-lagi ponselnya menyala , Erland melirik ke arah ponselnya yang dimana ponsel nya itu mendapatkan panggilan , sudah beberapa kali ponselnya menyala karna seseorang telah memanggilnya ,awalnya Erland mengacuhkannya ,tapi entah kenapa hatinya merasa ingin menerima panggilan itu .


"Mohon maaf ... rapat kita sampai sini saja ,kalian boleh kembali ", ucap Erland melangkah ke arah luar terlebih dahulu dengan sembari menerima panggilan .


"Hallo "


" ...... !!! ..... ..... , ..... "

__ADS_1


Seketika Erland berhenti dari langkahnya saat mendengar perkataan seseorang di balik telpon , hingga kini ponselnya pun jatuh ke lantai saat mendengar kabar itu .


"Tidak !! tidak mungkin ,, aku harus memberi tahu Roy terlebih dahulu ,jangan sampai dista tahu akan hal apa yang terjadi ," ucap Erland mengambil ponsel nya kembali ,untuk menelpon Roy.


Di saat dia akan menelpon ,Erland mendapatkan notifikasi terjadinya kecelakaan di jalan kota B , Erland lagi-lagi terkejut saat melihat berita itu yang dimana dia pun melihat Dimas dengan di penuhi darah .


"Tidak. .. tidak ...tidak mungkin .!! ..


Erland langsung menelpon roy , jangan sampai berita itu Dista tahu terlebih dahulu ,karna Erland tahu kakak iparnya rajin siaran langsung ,jika sampai tahu berita itu tidak akan baik untuk kehamilannya ,Roy yang mendapatkan telpon dari Erland terkejut saat Erland mengatakan perihal Dimas .


Kini Roy melangkah ke arah dimana ana dan Dista berada , sesampainya di ruangan samping dia terkejut saat Dista tengah menangis di depan Tivi , ana yang kini tengah menenangkan dista tidak bisa berbuat apa-apa , bahkan ana di dorong oleh Dista ,dia mencoba pergi ke arah luar untuk pergi ke rumah sakit , Dista melihat berita di Tivi tadi membuat nya langsung lemas saat melihat wajah suaminya di lumuri darah.


"Dista berhenti !! kamu tenang dulu !! berita itu pasti palsu ." ucap ana .


"Palsu katamu ,!! ana ,aku lihat jelas itu kak Dimas ,dan bahkan mobil itu .... hiks ....


Dista tidak melanjutkan perkataannya dia melangkah pergi untuk keluar ,Roy yang melihat itu langsung mencegah Dista untuk menahannya .


"Nyonya !! perhatikan kondisi anda sekarang ?! tuan Dimas sekarang sudah di atasi di rumah sakit ,bahkan tuan Erland juga menuju perjalanan rumah sak...


Entah kebaranian dari mana Dista mendorong Roy yang tubuh tinggi dan kekar itu ,dia dengan sekuat tenaga mendorong Roy dan melanjutkan jalanya Kemabli untuk pergi menemui suaminya yang kini berada di rumah sakit .


Tiba-tiba langkahnya terhenti saat Dista merasakan sakit di kepalanya ,ana dan Roy yang melihat itu segera melangkah cepat mengahmpiri Dista yang hampir tak sadarkan diri .


"Dis !! tenang dulu , keadaan mu sedang tidak baik-baik saja , kita do'akan agar kak Dimas baik-baik saja ." ucap ana yang kini tengah menahan Dista yang gemetar .


"An . . kak Dimas an ... aku .. aku ingin menemuinya ,aku ingin lihat keadaannya an , lepaskan aku an ..." ucap Dista menepis tangan ana.


"Tidak dis ... kamu jangan pergi ke rumah sakit sendiri ,oke ... aku akan ikut dengan mu ke rumah sakit ,?! Roy ...." ucap ana menatap Roy dengan anggukan kecilnya .


"Tapi nyonya ..


"Rooooyy...." ucap ana menatap Roy dengan menunjukan mata untuk menyetujuinya .


Roy mengangguk dan mengijinkan kedua wanita itu untuk pergi ke rumah sakit ,ana berusaha menenangkan sahabat sekaligus kakak iparnya itu ,ana membawa Kenzie dan juga dia menyuruh bi Ani untuk ikut .


Erland yang kini di rumah sakit tengah menunggu di luar ruang ICU ,dia bolak balik dengan tidak tenang ,Erland sudah mendapatkan informasi dari polisi atas kejadian yang menimpa Dimas ,mobil yang sudah di evakuasi oleh polisi ternyata mengalami rem blong yang mungkin di sengaja di rencanakan seseorang.


Saat ini Erland bersitegang ,saat mendengar Dimas membutuhkan darah yang sama dengan golongan darah Dimas, Dimas kini masih bisa bertahan oleh peralatan medis di rumah sakit .


Dengan cepat Erland menghubungi bryan untuk bisa mendapatkan darah yang cocok untuk Dimas .


Erland duduk di kursi tunggu dengan menggepalkan tangannya , dia memikirkan ke satu orang yang mungkin orang itulah yang membuat Dimas di larikan ke rumah sakit.


"Musuh masih hidup , tidak akan aku biarkan mereka mengusik kakakku lagi ,


Dokter wil keluar dari ruangan Dimas ,Erland yang melihat dokter wil keluar langsung berdiri dari duduknya .


"Dok .. gimana ke keadaaan kakakku" ucap erland .


"Hanya satu ,?! yaitu mencari Golongan darah AB ..agar tuan Dimas bisa bertahan tuan ,di rumah sakit tidak mendapatkan golongan darah AB, saya harap anda bisa mencari darah AB untuk tuan Dimas ." ucap dokter will ...


Erland terkulay lemas ,jika sampai Bryan tidak mendapatkan golongan darah AB , kemungkinan Dimas tidak akan selamat.


Seseorang yang baru datang ,dia terkejut saat mendengar perkataan dokter ,bahwa Dimas membutuhkan darah AB ,di saat Dista dan ana akan melangkah menghampiri dokter tersebut , tiba-tiba seorang perawat memanggil dokter


"Dok pasien di dalam detak jantung nya semakin melemah ," ucap perawat .


Dokter langsung berlari masuk ke ruangan Dimas ,keadaan Dimas semakin memburuk , karna Dimas juga belum mendapatkan donor darah yang sama dengannya .


"Cepat siapkan alat pacu jantung sus ,keadaan pasien sudah mulai kritis ," ucap dokter dengan teriakannya .


Jantung Dimas yang mulai melemah membuat dokter sangat kahwatir ,dan segera melakukan yang terbaik untuk Dimas ,bahkan dokter pun membuka kedua mata Dimas , di saat dokter melihat mata Dimas ,suara monitor detak jantung tiba-tiba bersuara .


Tiiiiiiiiiiiiitttttttttttttttttt .........


Alat monitor detak jantung pun sudah menandakan ,bahwa Dimas sudah tidak bisa tertolong kan, namun dengan cepat dokter langsung memacu jantung Dimas dengan alat pacu jantung.


Dokter pun sudah berusaha sebisa mungkin ,tapi detak jantung Dimas tidak juga kembali membaik, dokter pun melakukan segala cara agar jantung Dimas kembali normal ,dokter menekan kedua tangannya ke arah dada Dimas ,tapi sayang, Dimas benar-benar sudah tidak di selamatkan .


Perawat dan dokter pun hanya bisa menghela napasnya dan melangkah ke luar untuk memberi tahu kepada Erland .


"Dok. .. gimana keadaan suami saya dok , gimana keadaan nya. " ucap Dista menarik kerah Jaz sang dokter.


"Mohon maaf nyonya !! ,kami sudah berusaha sebisa mungkin,tapi Tuhan berkehendak lain ,tuan Dimas tidak bisa di selamatkan ." ucap dokter .

__ADS_1


"Tidakkk ... ini gak mungkin .. suamiku gak mungkin meninggal dok , kalian salah ,kalian pasti bohong ,tidak .. tidak mungkin ." ucap dista dengan histeris .


Dista mendorong dokter itu yang kini berada di ambang pintu ,Dista masuk dan menghampiri Dimas ,Erland terkejut dengan apa yang di katakan dokter ,dia masih belum percaya dengan apa yang terjadi ,begitu juga dengan Bryan ,dia benar-benar bodoh saat dirinya waktu itu tidak ikut untuk menemani dimas ,bryan mengingat dimana dirinya bersikeras ingin ikut untuk menemani Dimas ,namun Dimas menolak dan pergi sendiri , bahkan Bryan ke rumah sakit dengan tangan kosong dan tidak mendapatkan donor darah .


__ADS_2