
Dua hari telah berlalu ,,, Dimas menuruti apa yang di inginkan Sahara ,Bahkan Dimas pun mengijinkan apa yang ingin wanita itu lakukan ,termasuk pergi keluar dari mansion dengan sesuka hatinya ,baginya dia sudah tidak perduli apapun yang di lakukan oleh wanita itu ,yang Dimas lakukan sekarang dia hanya ingin melihat wanita itu dengan apa saja yang di lakukan oleh wanita itu dengan gelagat di mansion atau pun di luaran sana ,bahkan Sahara pun tidak mengetahui bahwa apapun yang dia lakukan di ketahui oleh suruhan Dimas .
Di sisi lain Erland pun sudah berencana akan membawa ana untuk fitting baju pengantin untuk resepsi pernikahan mereka di Minggu yang akan datang , Erland sengaja tidak memberi tahu ana ,bahwa resepsi itu akan di senggelarakan Minggu depan , bahkan undangan pun sudah di urus oleh Bryan dan juga Niken untuk mengundang para kolega di perusahaan Dimas dan juga dirinya .
Erland yang baru keluar kamar mandi melihat sang istri sedang memilihkan pakaian kantor dirinya , Erland berjalan cepat menghampiri istrinya itu agar tidak di lanjutkan .
"Sayang ?! jangan menyiapkan nya lagi , aku hari ini gak ke kantor ,dan sudah ku bilang jangan suka menyiapkan apapun mulai sekarang " ucap Erland menahan tangan ana .
"Mas ... kau berlebihan sekali ,aku hanya menyiapkan keperluan mu saja tidak akan terjadi sesuatu pada aku dan juga anak kita , dan kenapa kau hari ini gak ke kantor ,apa kak Dimas sekarang udah mulai ke kantor. " ucap ana
"Aku tidak ingin kau kecapean sayang ?! udah ya turuti saja apa kata suami ,?! kak Dimas satu bulan ini tidak akan ke kantor dulu ,dia bilang ingin bersenang-senang dulu bersama Sahara." jawab Erland yang kini menaruh baju kantor .
"Bersiaplah ,!! aku akan membawamu ke suatu tempat ." ucap Erland mencium kening ana .
"Mas .... kenapa kau tidak memberi tahu kak Dimas tentang Sahara yang sebenarnya, aku kasian sama kak Dimas ,bahkan kak Dimas mempertahankan Sahara di mansion ," ucap ana yang kini melihat ke arah suaminya yang tengah mengenakan baju .
"Sayang ...!!! kau jangan memikirkan itu ,ingat kau sedang mengandung loh ...soal kak Dimas aku bukan gak ingin ngasih tahu ,kak Dimas itu sudah keras, bahkan cinta mati sama wanita beracun itu ,biarkanlah biar dia sendiri yang akan tahu siapa Sahara ." jawab Erland membuang napasnya dengan kasar.
"Tapi mas sampai kapan ,apa kau tidak kasihan melihat kakakmu di bodohi oleh Sahar...
"Sayang .... dulu bahkan aku sudah memaksa nya untuk jauhin Sahara ,bahkan setiap harinya ,tapi kakakku tetap saja bersikeras ... sudahlah kau berganti pakaian ," ucap Erland dengan di angguki ana .
Kini ana melangkah ke ruang ganti dengan baju yang sudah di sediakan Erland , sementara Erland dia memikirkan perkataan ana .
"Bahkan saat ini kak Dimas masih saja menuruti apa kemauan wanita itu ,?! Tapi kenapa aku merasa ada yang aneh dengan kak Dimas ."
Erland menghela napasnya berat dan melanjutkan memakai pakaian nya ,tak butuh waktu lama kini dirinya sudah rapi dan terlihat cool layak nya jaman anak muda SMA.
Ana yang melihat suami nya menghadap cermin dengan menundukan kepala dengan ponsel di tangan nya ,ana menelan salipnya dengan kasar, baru pertama kalinya melihat suaminya itu memakai celana jeans dan kaos tipis di dalam nya dengan di baluti kemeja putih terbuka tanpa di kancing kan dengan kemeja lengan yang tergulung di siku tangannya , hingga membuat pria itu terlihat tampan dan cool .
Tapi tiba-tiba ana mengerucutkan bibirnya dengan berdecak menghampiri suaminya itu ,dia marah melihat suaminya berpenampilan seperti itu , Erland yang melihat istrinya jemberut mengerutkan keningnya .
"Sayang kau kenapa ." tanya Erland dengan heran .
"Kenapa kau berpenampilan seperti ini ,kau mau menggoda wanita-wanita di luaran sana ." jawab ana dengan kesal.
Erland tercengang dengan perkataan ana ,padahal dia hanya memakai pakaian biasa ,tidak begitu keren dalam pikirannya ,Erland yang melihat wajah ana di tekuk dengan bibir manyunnya membuat pria itu membungkam bibir istrinya .
"Mmmm ...lep....mmmm .
"Sayang kau kenapa sih ,?! aku sengaja berpakaian seperti ini ,bahkan ini menurut ku biasa saja ,aku enggak akan menggoda wanita lain... tapi aku ak...
"Katamu biasa saja,?! pandangan mereka pasti tertarik padamu ,apalagi kau seper...
"Sayang !! apa kau tertarik padaku ,hingga kau cemburu hanya dengan aku berpakaian seperti ini ." ucap Erland dengan senyum menggoda .
"Diam !! aku gak mau digodain sama kam...
Cup.......
"Mass.. Kam.....
Erland membungkam istrinya yang sedang jemberut itu ,dia tidak ingin membuat istrinya itu jemberut hanya Karana pakaian yang dia pakai .
"Sayang !! meskipun wanita lain tergoda padaku , tapi aku tidak akan melihat ke arah mereka ,aku hanya akan melihat istriku ." ucap Erland membelai wajah ana dengan sayang .
"Tap....
"Syuutt ... jangan takut ,?! aku tidak akan di miliki siapapun ,aku hanya milikmu seorang ,cepat bersiap aku tunggu di bawah ,sebelum kita berangkat sarapan terlebih dahulu ." ucap Erland dengan di angguki ana.
Kini Erland sampai dimana dia di bawah ,dia melihat Dimas yang tengah duduk di ruang tamu dengan laptop di pahanya ,Erland melihat ke arah wanita paruh baya yang kini berada di meja makan membatu menyiapkan sarapan , kini Erland menghampiri omahnya itu .
"Omah !! kenapa kau melakukan ini , omah duduklah ,biar bi Ani dan yang lainnya yang melakukan ini ." ucap Erland menahan kedua pundak omah nya itu .
"Kau ini , omah hanya membantu mereka ,?! Erland dimana ana ,kita sarapan bersama ," ucap omah yang kini akan melepaskan tangan Erland .
"Istriku masih di atas , sebentar lagi turun ." ucap Erland dengan tersenyum .
"Kau jangan meninggalkan istrimu begitu saja ,apalagi di lantai atas ,kandungan ana udah mau memasuki 4 bulan ,kasian harus bolak balik ,meski memakai lift tapi omah tetap khawatir padanya ."
"Omah tenang saja ,sudah selesai resepsi aku akan pindah kamar ke bawah ,aku juga khawatir akan halnya ," ucap Erland dengan di angguki omah .
Kini omah dan Erland melangkah ke ruang tamu dimana Dimas berada.
Tanpa mereka sadari sahara melihat ke arah mereka dan mendengar kan ucapan mereka ,Sahara melangkah ke dapur untuk membuat kopi latte kesukaan Dimas ,di saat dia melangkah dia melihat minyak yang tak jauh dari pandangan nya ,dalam pikiran nya sudah mulai keluyuran dengan tersenyum menyeringai .
Sahara melihat ke arah lift yang tak jauh dari area dapur tersebut ,dia melihat ke sekeliling hanya melihat pelayan yang tengah merapihkan belanjaan di kulkas ,kini pandangan nya ke tiga orang yang sedang duduk di ruang tamu itu ,di saat tangan nya menyentuh botol minyak tersebut Sahara melihat Roy yang kini akan melangkah ke dapur untuk menaruh gelas .
Sahara yang melihat Roy langsung kembali menghela napas nya lega ,kini dia mengambil botol minyak tersebut dan melangkah ke arah pintu lift untuk menaburi minyak tersebut .
"Dengan cara ini ,kau pasti akan terjatuh dan bayi yang ada di kandungan mu tidak akan selamat ,"
Sahara melihat ke seluruh ruangan dan penjuru mansion itu ,dia tidak melihat kepala pelayan yang tak lain adalah bi Ani ,matanya kini melihat kedua pelayan yang masih membereskan bahan-bahan ke dalam kulkas .
"Para Pelayan itu pasti sudah di suruh nenek tua itu ketempat ruang bahan ..?! dengan begitu aku tidak susah- susah dengab mempertimbangkan nya ."
Kini Sahara sudah membuat kopi untuk Dimas ke ruang tamu dengan perasaan yang kini sedang menunggu ana turun ke bawah, di saat dia melangkah dia melihat omah dan Erland berjalan ke arah nya untuk ke meja makan.
"Dimas ini kopi mu ." ucap Sahara .
"Sahara ,aku tidak meminum kopi sebelum makan ." ucap Dimas melihat kopi tersebut .
"Oh jadi gimana dong ,!! nanti aja kalau kau sudah sarapan di minum ya ." ucap Sahara .
Dimas tidak menjawab pertanyaan Sahara ,dia masih serius dengan laptopnya Karna menerima Email dari Bryan , selang beberapa detik ,Dimas mematikan laptop tersebut dan melihat ke arah kopi yang di buatkan Sahara ,kini pandangannya ke arah wanita yang kini duduk di sampingnya .
"Kau tidak keluar hari ini .. " ucap Dimas menatap wanita itu .
"Tidak !! oh ya .. semenjak kedatangan mu ,aku tak pernah melihat mu ngant..
"Ayo sarapan ,yang lain sudah menunggu ." ucap Dimas yang kini berdiri dengan di angguki Sahara .
Sahara melihat ke arah lantai atas, dia melihat ana yang tengah berjalan ke arah lift ,Sahara tersenyum saat ana sudah menekan tombol lift ,kini dia pun mengikuti langkah Dimas ke arah meja makan dan duduk .
Selang beberapa menit ,salah satu pelayan berjalan ke arah kolam renang ,dengan membawa pas bunga keramik untuk di simpan di meja yang ada di area kolam tersebut dan akan melewati pintu lift , pelayan itu berhenti sebelum di depan pintu lift itu Karana melihat minyak bertaburan .
"Ehh ... itu apa ya ,, seperti bukan air .."
Pelayan pun tersebut menyentuh cairan itu ,pelayan itu terkejut yang dia sentuh adalah minyak .
"Kenapa ada minyak di sini ,aku harus segera di bersihkan ,nyonya ana sering lewat sini gimana jika terpeleset itu tidak akan bahaya dengan kehamilan nya, "
Ting ...
Pelayan itu terkejut saat ana sampai di pintu lift itu ,pelayan pun segera melihat dus bekas packing baju itu dengan cepat menaruh dan menutupi minyak tersebut , ana yang melihat dus di depan nya seketika berhenti dan melihat pelayan itu ,pelayan itu merentangkan tangannya ke ana .
"Nyonya ... ayo saya bantu ." ucap pelayan tersebut .
"Ehh tidak perlu ,aku bisa sendiri ,mba Ida kenapa ada dus di sin..
"A_ ahh nyonya barusan saya habis membawa dus ini untuk di bawa ke gudang ,Karana saya tadi bawa pas bunga itu jadi saya berhenti menaruh dus di sini ,mohon maaf saya udah lancang berhenti di sini ." ucap pelayan tersebut .
"Ohh gitu ,ya gapapa , ,?! tapi mba Ida gak perlu membantu saya seperti ini ." ucap ana tersenyum
Pelayan itu hanya tersenyum kikuk ,dan pandangan nya melihat minyak yang tengah melaju itu ,beruntung pelayan itu segera menghalangi nya dengan dus .
__ADS_1
"Jika tidak segera aku halangi ,nyonya ana bisa jatuh terpeleset ,kenapa ada minyak disini ,apa tadi belanjaan jatuh di sini."
Pelayan itu berpikir keras dan menggelengkan kepalanya, ana yang melihat pelayan itu di buat heran .
"Mba kena....
"Sayang ,!! kenapa berdiri di situ ,ayo sarapan ." ucap Erland menghampiri ana ...
"Ahhh iya-iya mas ." ucap ana tersenyum pada pelayan tersebut .
Pelayan itu menghela napasnya lega , kini dia segera membersihkan minyak itu sebelum tuan rumah tahu , sementara di meja sana Sahara tengah menggepalkan tangan nya saat melihat ana tengah duduk di kursi meja makan.
"Kenapa bisa ,"
Sahara membalikan tubuhnya ,dia begitu terkejut seorang pelayan tengah membersihkan lantai tepat di depan pintu lift itu .
"Kurang ajar , oke kali ini dia beruntung ."
"Sahara ,kau lihat apa ," ucap Dimas melihat ke arah Sahara .
"Ahh ... tidak kok .."jawab Sahara.
Sahara yang melihat ana tengah menyiapkan sarapan untuk Erland menatapnya dengan penuh kebencian , kini dirinya menggenggam sendok yang ada di tangan nya dengan kuat .
Wanita paruh baya yang melihat Sahara di buat heran , kenapa menatap ana seperti melihat musuh ,wanita paruh baya pun melanjutkan makannya ,dengan masih memikirkan tatapan Sahara pada ana .
"Ahh Dimas dan semuanya, aku sudah kenyang ,?! aku duluan ya ." ucap Sahara berdiri dari duduknya .
"Sahara, ?! makan mu belum sele.
"Tapi aku udah kenyang dim." ucap nya dengan tersenyum paksa .
Dimas di buat heran dengan wanita yang tengah melangkah itu ,tapi dia tidak ingin berpikir panjang dan melanjutkan makannya , selang beberapa menit mereka tengah selesai makan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Erland tersenyum saat melihat ana tengah tersenyum pada wanita paruh baya yang tak lain adalah omah ,dia melihat istrinya pagi ini terlihat sangat cantik dengan senyuman manisnya ,Dimas melihat adiknya tengah senyum ke arah ana menyenggol tangan adiknya itu .
"Ehem ..ehemm ..." dehem Dimas .
"Cepat sana samperin ,jangan hanya di lihatin saja ." senggol Dimas dengan menatap kedua wanita yang tengah bercengkrama itu .
"Erland apa kau sudah menyiapkan semuanya untuk resepsi pernikahan mu ." ucap Dimas kembali tanpa melihat ke arah Erland .
"Hemmmm .... " ucap nya kini berjalan meninggalkan Dimas .
Dimas hanya menggelengkan kepalanya ,melihat tingkah adiknya yang tersenyum dengan tak lepas dari pandangan istrinya .
"Cinta kan sekarang kau ."
Erland menghampiri kedua wanita itu dengan masih tersenyum ke arah istrinya, ana yang melihat Erland menghampirinya berdecak kesal .
"Mas ... sebenarnya kita mau kemana sih ." ucap ana .
"Sayang kau cantik sekali ." ucap Erland menatap wajah istrinya
"Mas... aku bertanya juga ." ucap ana yang mencubit tangan Erland .
Omah yang melihat mereka menggelengkan kepalanya dan pergi meninggalkan mereka .
Erland dan ana kini berjalan ke arah dimana mobil Erland berada ,ana hanya masuk dan menuruti aja ,kini mereka pun pergi meninggalkan halaman mansion .
"Mas .. kau mau ngajak aku kemana sih ." ucap ana penasaran.
"Fitting baju sayang ." ucap Erland menggenggam tangan istrinya .
" Fitting gaun pengantin sayang ." ucap Erland mencium tangan ana
"M_mas kau ....
"Aku udah nyiapin segalanya ,undangan pun sore ini Bryan yang sudah mengurusnya ,tinggal nunggu hari Minggu untuk acara nya sayang ,makannya sekarang aku ajak kau untuk fitting baju ." ucap Erland .
"Mas ... tapi kan perutku sudah hampir kelihatan , aku sebenarnya ingin menolak dengan resep.....
Erland memberhentikan mobilnya dengan pelan ,dia melihat ke arah istrinya dengan tersenyum.
"Sayang !! aku kan sudah bilang aku ingin semua orang tahu ,bahwa kau istriku ,?! lagian kan perutmu belum terlalu buncit ,jangan menolak oke , aku sudah janji sama diriku jauh-jauh hari untuk resepsi pernikahan kita ini di saat kak Dimas kembali ,dan sekarang udah waktu nya ." ucap Erland membelai kepala ana dan langsung menyalakan mobilnya kembali .
Ana hanya menganggukkan kepalanya dengan pasrah , sebenernya dia tidak berharap bisa mengadakan resepsi, kehidupan yang sekarang dia alami sudah dia rasakan ,hidup bersama orang yang dia cintai.
Dan sekarang dalam kehidupan keluarga kecilnya ada sosok bayi mungil yang di kandung ana ,dengan hanya itupun ana sudah merasakan kebahagiaan dalam hidupnya .
Tak butuh waktu lama Erland sampai di butik baju pengantin keluarga Zhao, Erland keluar dan membukakan pintu untuk ana , setelah itu mereka masuk dan dengan di sambut dengan hormat oleh para pelayan butik tersebut .
Seseorang wanita paruh baya kini telah keluar bersama salah satu karyawan nya untuk menyambut tuan muda anggara ,Rengganis tersenyum saat melihat wanita yang kini bersama Erland tengah duduk di ruang tunggu .
"Hai gadis cantik , kita bertemu lagi ." ucap nya menyapa ana .
"Bu Rengganis ," ucap ana .
"Mas...
"Iyaa sayang ,Tante Rengganis pemilik butik ini ,dia adalah ...
"Tante adalah mommy nya Steven ,Steven sudah menceritakan semuanya tentang mu ,Tante gak nyangka ternyata kau menikah dengan anak datar ini ." ucap rengganis melihat ke arah Erland dengan tawa kecilnya .
"Tante ...berhenti untuk mengatai aku datar ,itu dulu ?! tapi sekarang datarku tergantikan dengan berbelok-belok " ucap nya tanpa melihat ke dua wanita itu .
"Pilihkan gaun pengantin untuk istriku yang pas untuk wanita hamil ." ucap Erland lagi menatap wanita paruh baya itu .
"Hahh ... kau pikir disin ........apa ?! kau hamil ... ya ampun Tante gak sempat sadar loh Erland " ucap nya yang kini menatap perut ana .
"Ayo .. tenang saja ,Tante akan pilihkan gaun pengantin dengan size yang cocok untukmu ." ucap nya yang kini manarik tangan ana untuk memilih gaun yang cocok .
Sepuluh menit telah berlalu wanita paruh baya itu mengumpulkan gaun yang menurutnya cocok untuk Anatasya , dengan senang hati Rengganis membantu ana untuk memilih dan melayani ana tanpa menyuruh pelayan , selang beberapa menit ,kini ana mencoba gaun tersebut .
"Wahh .... Perfect...kau cantik sekali ana, ayo tunjukan pesona mu pada si datar itu ." ucap rengganis dengan berbinar .
"Tapi Tante ,i_ini terlalu terbuka .." ucap ana melihat punggung nya terekspos di balik kaca .
"Ya udah kita coba tunjukan dulu pada suamimu ,jika dia tidak mengijinkannya kita ganti lagi ." ucap rengganis dengan menggandeng tangan ana.
Kini wanita paruh baya itu keluar dengan menggandeng tangan ana ,kedua wanita itu melihat Erland yang sedang memainkan ponsel dengan tidak sadar bahwa mereka berdua ada di hadapannya .
"Erland bagaimana ,istrimu cantik bukan ." ucap rengganis .
Erland langsung mendongkak kan kepalanya melihat ke arah asal suara ,Erland melihat ana dari bawah hingga atas membuat pandangan nya tak berkedip sedikitpun .
"Sayang ... " ucap Erland terpesona melihat ana .
"Baiklah ,?! itu saja Tante .." ucap Erland yang masih menatap istrinya itu .
"Tapi mas ini....
"Oke kalau gitu ,giliran kau Erland untuk mencoba baju mu ." ucap rengganis yang kini membalikan tubuh ana untuk masuk ke ruang ganti ...
__ADS_1
Erland terkejut saat ana membalikan tubuhnya ,dia melihat punggung putih istrinya terekspos jelas , dia tidak ingin di pernikahannya nanti tubuhnya di lihat pria lain .
"Tante ... ganti gaun lagi ,aku berubah pikiran ,gaun itu tidak cocok untuk istriku ." ucapnya memberhentikan langkah dua wanita itu .
"Haahh ..... ?! Erland bukankah kau tadi sudah setuju dan ...
"Aku tidak ingin tubuh istriku di lihat oleh pria lain ,cepat ganti ." ucap Erland menggelengkan kepalanya dengan mata terpejam
Kini mereka berdua pun telah ganti model lain lagi ,sudah ketiga kalinya gaun yang di coba ana membuat Erland geleng kepala, lagi-lagi ana harus mengantikan kembali , tak butuh waktu lama keduanya Kembali lagi menghadap pria yang tengah duduk itu , lagi-lagi Erland di buat terkejut dengan gaun yang dipilih wanita paruh baya itu .
"Tante ....apa Tante sengaja akan memperlihatkan tubuh istriku pada pria lain ." ucap Erland yang kini melihat belahan dada ana .
"Erland ini udah yang ke empat kalinya loh ,masa Dimata mu gak ada yang cocok , istrimu memakai gaun empat itu sungguh cantik ,apa matamu bermasalah ," ucap wanita paruh baya itu .
"Aku tidak bermasalah ,tapi masalahnya dengan baju yang terbuka ini ?!,apa tidak ada gaun lagi yang sedikit tertutup ." ucap Erland yang kini menarik tangan ana untuk menutupi nya dengan kemeja yang dia pakai .
Rengganis menepuk jidatnya ,sahabat dari anaknya itu kini kian posesif, bahkan di butiknya pun tidak ada pria sama sekali, tapi Erland mesti sibuk membuka kemeja yang dia pakai untuk menutupi tubuh istrinya itu , ana sendiripun sebenarnya risih dengan gaun-gaun tadi .
"Ya sudah ada dua gaun lagi yang pastinya itu tidak memperlihatkan tubuh istrimu ini , ayo ana kita ke ruang ganti lagi ,?! huh suami mu itu sungguh Nora.." ucap wanita paruh baya itu dengan menggandeng tangan ana.
Tak butuh waktu lama kini dua wanita itu keluar kembali ke hadapan pria yang sudah mondar-mandir kaya gosokan itu ,di saat pria itu berbalik Erland terkesima dengan gaun yang ana pakai ,pria itu berjalan menghampiri ana dan melihat seluruh tubuh ana tanpa terbuka sedikit pun .
"Cantik ." gumam Erland .
"Aku pilih yang ini ...ini cocok untuk istriku ,Tante aku pilih gaun yang ini ." ucap Erland menatap sang istri tanpa melihat ke belakang .
"Hey yang punya toko di belakang mu ,bukan di hadapan mu ." ucap rengganis menepuk pundak Erland .
Erland tak memperdulikan wanita paruh baya itu ,dia masih saja melihat ke arah istrinya ,ana yang melihat suami nya menatapnya menjadi kikuk karna di lihatin pelayan toko dan juga Bu Rengganis .
"Mas ... sudah sana kau pilih baju mu yang cocok dengan ku" ucap ana mendorong tubuh suaminya itu .
Tak butuh waktu lama Erland pun tengah mencoba baju yang cocok dan senada dengan gaun yang ana pakai , Erland pun keluar dan memberi pesonanya ke hadapan ana, ana yang melihatnya pun tidak bisa berkata apa-apa, pria itu hanya mencoba satu kali fitting baju saja sudah terlihat tampan .
"Pria ini mau pakai baju apapun tetap tampan ,apalagi sekarang pakai Jaz pengantin itu ,dia seperti pangeran yang ada di dalam mimpiku ."
"Sayang baga....
"Istimewa ... pelayan cepat ambil Kamera ku , aku ingin memotret dua pasutri ini ." ucap rengganis dengan berbinar .
Ana dan Erland saling pandang ,kenapa wanita paruh baya itu rame sekali hanya Karna melihat mereka berdua ,di saat Erland dan ana saling pandang ,wanita paruh baya itu langsung memotret nya.
"Waaw .... kalian memang pasangan yang sangat cocok ." ucap nya dengan melihat hasil yang sudah dia potret .
Dua jam lebih mereka di toko itu hanya untuk mencoba gaun pengantin ,yang membuang waktu untuk Erland adalah gaun yang ana coba tadi membuatnya menolak kembali , kini mereka pun tengah pamit pada wanita paruh baya itu .
Tak butuh waktu lama ,mereka berdua kini telah pergi meninggalkan butik tersebut, ana mengelus perutnya dengan pelan ,dia merasakan ingin makan sesuatu yang di inginkan oleh anak yang ada di dalam kandungannya .
"Mas ... aku laper ." ucap ana dengan suara manja .
"Kita mampir untuk makan dulu ya .." ucap Erland dengan di angguki ana .
Tak butuh waktu lama ,Erland berhenti di salah satu restoran yang pernah dia kunjungi , kini keduanya turun dan masuk ke restoran tersebut Erland pun memilih makanan yang dia pesan untuk ana dan juga dirinya .
Selang beberapa menit pesanan pun sudah tersaji kan ,ana langsung melahap makanan nya dengan lahap ,di kehamilan nya saat ini membuat nafsu makan nya meningkat ,Erland yang melihatnya hanya tersenyum .
Dua puluh menit mereka di restoran ,Erland kini mengantar istrinya ke toilet dan menunggu nya di luar , tak butuh waktu lama ana keluar dengan tersenyum manis pada suaminya itu , kini pandangan ana melihat ke arah dimana para wanita yang telah menatap Erland yang sedang berdiri menunggunya .
Ana menahan amarahnya saat wanita-wanita yang ada di restoran itu pada menatap suaminya itu , kini ana menarik tangan Erland dengan mengerucutkan bibirnya dan melangkah pergi dari area itu ,di saat beberapa langkah ana melihat ke arah belakang dan menatap wanita-wanita itu .
"Dia milikku ." ucap ana dengan menatap tak suka pada wanita-wanita itu .
Erland tersenyum saat ana mengatakan itu pada wanita-wanita yang tengah melihatnya , sebenernya Erland sadar bahwa dia di pandangi sama wanita-wanita itu hanya saja dia tidak memperdulikannya .
Di saat mereka melangkah akan keluar tiba-tiba ada wanita yang menabrak Erland ,tanpa sengaja Erland melihat wanita itu .
"Ehh .. hati-hati ?! lain kali perhatikan ." ucap Erland melihat wanita itu .
"Terima kasih Abang tampan ." ucap wanita itu menatap Erland dengan minat .
Ana terkejut saat wanita itu memuji ketampanan suaminya ,dia mencengkram ponsel yang ada di tangan nya dengan wajah marahnya dan berlalu pergi meninggalkan Erland .
"Ehh sayang ,tunggu ?! ck.. pasti dia marah ." ucap Erland mengejar ana .
"Sayang pelankan jalanmu ," ucap Erland kembali .
Ana masih tidak menjawab pertanyaan suaminya itu ,dia benar-benar marah saat suaminya itu menyapa wanita
"Sayang sudah dong ,tadi kan wanita itu tidak sengaja , ayo kita mampir dulu untuk beli kue kacang untukmu ." ucap Erland yang kini manarik tangan ana .
"Terima kasih Abang tampan " ucap ana menepis tangan Erland .
Erland seketika diam dan melihat ke arah ana ,wanita itu tetap jalan dan menghiraukan Erland , Erland terkekeh saat melihat istrinya itu marah ,dia senang jika istrinya marah karna cemburu .
"Sayang hati-hati jalannya ." ucap Erland menahan tangan ana ..
"Terima kasih Abang tampan ." ucap ana dengan menahan amarahnya .
Lagi-lagi Erland di buat diam di tempat ,tanpa sadar orang-orang melihat mereka yang menurut mereka pasangan itu sedang saling merajuk , Erland mengikuti istrinya ke parkiran .
kini mereka sampai di parkiran mobil ,di saat dia akan membuka mobil ,Erland melihat penjual buah potongan ,kini dia melangkah untuk membeli buah melon kesukaan istrinya itu .
"Sayang aku membelikan buah melon untukmu ." ucap Erland memberikan buah itu .
"Terima kasih Abang tampan ." ucap ana kembali tanpa mengambil buah itu .
"Anatasya !! kau akan cemburu sampai kapan ,wanita tadi itu tidak sengaja menabrak ku." ucap Erland menatap ana.
"Kau tidak sadar ya ,wanita itu sengaja menabrak mu ," ucap ana mengerucutkan bibirnya .
"Udah dong sayang ,!! maafin aku yaa... tadi beneran aku aja sampai keceplosan ngomong pada wanita itu ,?! udah dong ya .." ucap Erland menatap ana .
Ana tidak menjawab pertanyaan suaminya itu ,dia pura-pura memainkan ponselnya dengan perasaan marah,Erland yang melihatnya hanya menghela napasnya panjang ,kini dia pun menyalakan mobilnya dan pergi meninggalkan parkiran restoran itu .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di keluarga Pratama , wanita paruh baya yang tak lain adalah Sintia tengah terkejut dengan undangan yang di berikan oleh Roy mengenai pernikahan ana ,yang lebih terkejutnya lagi adalah nama yang tertulis itu adalah ana dan juga Erland
Vika yang melihat nya pun terkejut ,dia tidak percaya nama yang tertulis itu adalah nama pria yang dia Incar itu .
"Ibu ... ini tidak mungkin ...?! kenapa jadi Erland yang menikah dengan ana , ayah ini semua pasti salah cetak kan ." ucap Vika yang tengah melihat Erik .
"Vika cukup ?! sudah ayah bilang kau jangan mengejar tuan Erl...
"Bukannya ana menikah dengan pria cacat ,kenapa di resepsi dan tertulis disini nama Erland ." ucap Vika dengan marah .
"Diam ..?! biar aku jelaskan pada kalian semua , yang menikah dengan Anatasya itu Erland Anggara ,bukan Dimas Anggara ,!! dan kau Vika ,dulu kenapa kau menolak pernikahan itu jika kau menyukai tuan muda kedua Anggara ." ucap Erik dengan amarahnya .
"Tapi aku tidak tahu ,bahkan ayah bilang pada kami untuk menikah dengan Dimas pria cacat itu ." ucap Vika dengan tidak percayanya .
"Itu sebabnya tuan Erland ingin mengetes kalian ,!!! dimana dia mengatakan Dimas yang akan menikah dengan kalian di situlah kalian menolak pernikahan itu ,dan ana yang siap membantu perusahaan ,dan kalian ... kalian hanya memikirkan keuangan dan juga ketampanan , dan kau berhenti untuk berbuat ulah ." ucap Erik menatap Sintia dan juga Vika ,
"Dan berhenti menghina tuan dimas dengan apa yang kau katakan itu ,sekali saja kau mengucapkan kata itu ,kau pasti tidak akan selamat Vika ,dengarkan perkataan ayah ." ucap nya kembali dan berlalu pergi .
Sintia ... wanita paruh baya itu kini menenangkan Vika ,bukan hanya dia saja yang terkejut melainkan jenika dan dila pun terkejut saat melihat surat undangan itu .
__ADS_1
next........