Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
Pulang nya ana ke keluarga Pratama .


__ADS_3

" Kak kulit mu ini sudah di rawat setiap hari , gak harus kulit mu yang terawat ."


"Tapi pola makan mu juga harus di jaga."


Dimas tidak mendengar kan perkataan Erland ,dia sedang memikir kan di mana hari pertama ana datang ke mansion ini ,memakan masakan gadis itu ., Dimas menatap Erland dengan tersenyum ,seharus nya Erland beruntung mempunyai istri yang sangat peduli terhadap suami nya , andai kan dari balik khayalan jika itu terjadi pada Erland ,sungguh beruntung hidup Erland mempunyai istri yang begitu peduli dan perhatian pada nya , dan menerima keadaan yang begitu buruk pada dirinya .


"Kau baru saja menikah Erland , antarlah ana pulang dulu ke rumah paman nya , aku lihat di balik cctv gadis itu sungguh kesepian ,aku tahu dia sungguh terganggu oleh permainan mu itu ."


"Hari ini kau tak perlu pergi ke kantor , biarkan Bryan yang mengurusi nya , dia juga pasti akan paham akan hal ini ."


" Kau temenin ana pergi untuk pulang ,dan bersiap-siap lah untuk berkunjung ke rumah mertua mu ."


Erland tercengang apa yang di katakan Dimas ,begitu enteng nya pria yang berbaring lemah itu berbicara .


"Baiklah jika itu mau ." ucap Erland dengan napas berat nya .


...----------------...


Di sisi lain , gadis yang masih termenung akan hal kehidupan nya kini tergantikan dengan kehidupan penuh watir, dia di hadapi dengan pria yang begitu menjengkel kan bahkan pria itu adalah adik iparnya sendiri ,


Ana tidak sadar , bahwa pintu kamar nya sudah di ketuk berulang kali oleh pelayan yang tak lain adalah bi Ani .


"Non , non di perintah kan untuk siap-siap karna hari ini non ana akan kembali ke keluarga Pratama ." ucap bi Ani yang di angguki ana.

__ADS_1


Tanpa berlama-lama kini ana sudah siap dengan style yang sederhana, di saat dia akan melangkah , dia melihat ke bawah penuh dengan barang yang begitu banyak , dia tahu barang itu untuk di bawa ke keluarga Pratama ,karna sejak tadi dia sempat mengobrol sedikit dengan pelayan yang lain nya , bahwa kedatangan mobil yang terparkir di halaman luas mansion telah membawa barang-barang untuk keluarga Pratama , dalam pikiran ana tidak menyangka barang terlalu banyak itu harus di bawa ke keluarga pratama .


"Barang sebanyak ini sayang sekali jika harus di angkut ke keluarga Pratama , bahkan kehidupan bibi dan paman juga mereka memiliki segala nya ,dan tak mungkin kekurangan barang kan ." gumam ana


Di saat ana menoleh ke arah tangga ,dia tertegun melihat pria yang seharian ini bikin kesal , ana terperangah melihat pria itu seperti pangeran yang begitu tampan .


"Kenapa pria itu tampan sekali , ahh tidak-tidak apa yang aku pikir kan ,Ana jangan tergoda oleh ketampanan nya , dia adalah pria pisikopatt." umpat ana dalam hati.


"Tuan Erland ,hari ini hari dimana pulang nya nona ana untuk pulang ke kediaman Pratama , bisakah anda ada luang untuk mengantarkan nona ana ,"Ucap Roy sambil tersenyum tipis ..


"Aku sudah tahu ,tak perlu kau ulang untuk berbicara ." ucap Erland dingin ,mata nya tertuju pada gadis yang ada di depan nya .


Bi Ani dan juga Roy saling pandang , tidak ada salah nya jika mereka berbicara karna desakan Dimas .


Kini Erland melangkah beberapa langkah ke hadapan ana .


"Kau pikir aku akan mengantarkan mu , cihh .. buang-buang waktu saja ." ucap Erland yang melewati ana .


Ana saat ini sungguh di buat kesal oleh adik iparnya itu, dia ingat dengan Bryan sekertaris suami nya ,mereka memiliki sifat dingin dan datar ,tapi di banding dengan Bryan ,dia lebih kesal dengan Erland si tembok keras itu .


"Roy aku bisa pulang sendiri tanpa harus di antarkan oleh pria yang tidak punya sopan santun itu ."ucap ana kesal.


Erland hanya tersenyum kecut mendengar perkataan ana.

__ADS_1


" Keluarga Pratama tidak butuh siapa yang akan datang dan tak butuh siapa yang akan mereka terima sebagai tamu , hanya datang nya uang saja mereka akan langsung menghormati nya dengan senang hati , bukan kah begitu nona Pratama " ucap Erland menyindir ana lebih tepat nya keluarga Pratama .


Ana semakin kesal dengan sikap pria yang ada di ambang pintu keluar itu ,dari bicara nya sungguh pedas .


"Heyy kau benar-benar tidak punya sopan santun , aku ini adalah istri dari kakak mu ,lebih tepat nya aku ini kakak ipar mu , apa kau tak pernah di ajari cara nya sopan santun ." ucap ana menahan amarah nya


Erland menghampiri gadis itu ,dan menatap nya dengan tajam , ana terkejut dengan apa yang dia lihat , kenapa pria tampan seperti Erland Anggara bisa seseram itu di saat mata terbuka untuk melahap santapan nya.


"Aku hidup tidak pernah di ajarkan sopan santun , bahkan aku tidak bisa untuk melakukan hal seperti apa yang kamu katakan , gimana jika kau yang mengajariku untuk bisa sopan santun." ucap Erland mendekat kan wajah nya ke wajah ana .


Kini Erland menjauh dari hadapan gadis itu.,dan berjalan tanpa melihat siapapun yang ada di ruangan itu .


"Roy , bisakah aku bertemu dengan suami ku , aku ingin ijin terlebih dahulu pada suami ku ..".


Roy terkejut dengan apa yang barusan nona muda nya katakan , dia tidak bisa berbuat apa-apa selain bikin alasan yang konyol .


"Maaf nona tuan Dimas sedang istirahat dan tidak bisa di ganggu untuk kesehatan nya ,dan saya juga takut jika tuan Dimas tidak bisa menemui anda ."


"Tuan Dimas hanya memerintahkan saya , agar anda kembali ke keluarga Pratama hanya untuk mengantarkan nya sampai tujuan ."


Ana hanya menghela nafas nya panjang ,dia tidak memaksa untuk berpamitan ke suami nya , hanya saja dia ingin meminta maaf atas kejadian malam pengantin di waktu pertama dirinya tinggal di mansion anggara.


"Baiklah .."

__ADS_1


Kini ana keluar untuk menaiki mobil yang akan mengantarkan nya pulang ke kediaman nya Pratama.


__ADS_2