Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
Malam pertama yang gagal.


__ADS_3

Malam hari pun tiba ,ana yang sudah selesai mandi pergi ke ruang ganti ,dimana dia akan menggantikan baju nya ,setelah itu ana berjalan ke arah meja rias dan akan mengeringkan rambut nya dengan hairdryer ,dan tidak lupa dia memakai parfum ke tubuh nya .


"Apa yang akan terjadi nanti , ? apa malam ini harta berharga ku akan sirna ,aku memikirkan nya stengah hari ini benar-benar tegang ."


Di saat ana bercermin , tiba-tiba dia di kaget kan dengan suara bi Ani ,dia langsung berdiri dan menghampiri nya .


"Nyonya saya mengantar kan susu jahe hangat untuk anda ."


"Terima kasih bi Ani " ucap ana yang di angguki bi Ani ..


Di saat bi Ani melangkah , tiba-tiba ana memanggil nya . " bi Ani bisa tunggu sebentar , bisa temani aku untuk lebih lama lagi tidak ." ucap ana dengan sedikit lemas .


Bi ani yang melihat ekspresi nyonya nya sudah tahu ,apa yang akan di katakan nya itu ,bi Ani langsung sumringah di saat ekspresi nyonya dengan melemas akan hal dengan malam yang akan ia rasakan


"Nyonya , jangan takut ,semua wanita akan mengalami dan merasakan dengan yang nama nya malam pertama, dan bisa hamil dengan beberapa anak ,dan anda akan menjadi seorang ibu ,kalau begitu saya permisi dulu nyonya ," ucap bi Ani dengan sumringah ,dan berlalu pergi


Ana yang melihat ekspresi bi Ani tertegun dengan apa yang di katakan nya itu ,dia begitu heran kenapa pertanyaan bi Ani bisa membaca pikiran ana yang kalut itu .


"apa-apaan bi Ani ini ,kenapa dia seperti mendapat hadiah saat mengatakan itu , Bahkan kenapa dia begitu bisa membaca pikiran ku ,terlebih nya lagi ,dia terlalu berpikir jauh ." gumam ana


Ana mematung dan berdiri memikirkan perkataan ana ,di saat ana kalut dengan pemikiran nya , tiba-tiba lampu kamar nya mati dan sangat gelap ,dan lebih kaget nya lagi tangan ana di tarik oleh seseorang .


"Bi Ani jangan menakuti ku ." ucap ana ketakutan ,tapi dia merasa ada yang aneh kenapa tangan nya di pegang seperti bukan tangan bi Ani , tiba-tiba ana di tarik dan di peluk oleh seseorang .


"Jangan takut ,ini aku ."


Ana yang mendengar suara itu pun tahu ,siapa yang memeluk nya itu .


"Dimas kenapa lampunya mati ,dan gelap seperti ini ." ucap ana dengan tercekat .


"Aku sengaja mematikan lampu , aku hanya tidak ingin kamu gugup saat melihat tubuh dan wajah ku ."


"Dimas ?tolong nyalakan lampu nya ,aku sudah tidak gugup melihat mu ,dan aku tidak takut akan hal keadaan mu ."


Erland memeluk ana dengan mengusap kepala nya ,dia sengaja mematikan lampu Karana saat ini dia tidak memakai topeng wajah nya .

__ADS_1


" Tidak apa-apa ana ,ada aku ?kau tak perlu takut dengan keadaan gelap ini ,"


Jantung ana berdegup sangat kencang, saat Erland memeluk nya dengan lembut dan hangat .


"Nyaman sekali pelukan ini ., kenapa jantung ku berdegup sangat kencang ,jantung ini dan perasaan ini ,sama seperti aku dekat dengan Erland ."


Ana masih nyaman dengan pelukan itu ,dan tidak melepaskan nya ,dia sadar dia telah menikmati pelukan nya, ana berpikir di saat di peluk seperti itu ,dia merasa di sayangi oleh suami nya , Erland yang melengkungkan bibir nya tersenyum senang ,saat gadis itu tidak menghindari nya ,tapi dia merasa bersalah dengan apa yang telah di lakukan pada gadis itu.


"Kulit palsu itu terlalu panas ,aku hanya memakai bagian badan dan tangan saja ,dan masih ada alat pengubah suara ,?jika lampu ini nyala dia akan tahu siapa aku sebenarnya ,"


"Dimas aku mohon nyalakan lampu nya , aku benar-benar tidak takut sama kamu kok ,kalau tidak percaya aku akan menyentuh wajah mu " ucap ana yang melepaskan pelukan nya ,tapi tiba-tiba tangan nya di cengkram oleh Erland .


"Jangan bergerak ,ingat kita akan melakukan nya tanpa lampu menyala , kau tak perlu meraba wajah ku ,kau hanya perlu baik-baik berbaring Saja ." ucap Erland enteng


"Dimas gimana bisa kamu bicara seperti itu ,apa kau menganggap ku seperti bantal dan guling itu ,yang hanya berbaring saja ."


"Kau turuti saja apa perkataan ku ana ." ucap Erland dengan menahan amarah nya .


"Tapi Dimas ,aku serius tidak takut melihat wajah mu ,aku sudah melihat mu ,dan sekarang tolong nyalakan lampu nya ."


" Jangan buang-buang waktu , kita akan melakukan nya sekarang juga ana ." ucap Erland yang sudah menindih ana .


Mendengarkan perkataan yang di keluarkan dari mulut pria itu membuat ana merinding, dia berpikir mungkin dirinya akan berakhir di malam ini ,


"Ya Tuhan ,,dia sungguh berat sekali ."


"Dimas jangan begini ,aku pengap ?


Erland masih saja tidak mendengarkan perkataan ana ,dia malah menikmati leher jenjang ana dan mencium nya , ana yang merasakan itu seperti akan melayang ,tapi saat ini dia bergetar hebat ,karna masih takut .


"Jangan bergerak , menurut lah ," ucap Erland yang masih saja menggerayangi leher ana ,


Ana tidak bisa melakukan apapun lagi ,mau lari pun tidak bisa karna saat ini tenaga Erland begitu kuat menindih ana .


"Mau gimana pun aku menolak nya ,sekarang pun juga tidak bisa ,Karana aku adalah istri nya ,terpaksa aku harus menyerahkan harta berharga ku pada suami ku sendiri ."

__ADS_1


Ana kaget di saat tangan nya di tahan oleh Erland agar bisa membuat nya nyaman ,


"Dimas jangan lakukan ini aku mohon ,aku butuh wak....." ucap ana berhenti Karana bibir nya di serang oleh Erland .


Erland ******* bibir ana dengan tangan nya menahan tangan ana agar gadis itu tidak memberontak ,Erland masih melakukan ritual nya dengan lembut ******* bibir ana ,baginya ini yang kedua kali nya dia mencium bibir istri nya itu dengan lembut dan berperasaan ,


setelah beberapa menit Erland melepaskan ciuman itu ,dia berpindah tempat ke arah lain dan dia meraba dua gundukan kembar ana ,ana yang di perlakukan seperti itu cuman hanya bisa menggigit bibir bawah nya ,badan nya berdesir hebat dengan sentuhan suami nya itu .


"Ana jangan di tahan ,keluarkan suaramu ," ucap Erland dengan suara parau nya .


Ana tidak menjawab pertanyaan Erland ,dia tidak bisa melakukan itu ,dia pasti akan malu sendiri setelah apa yang di suruh suami nya itu , di saat hasrat Erland memuncak dai membuka kancing piyama ana ,ana kaget di saat pria itu membuka kancing baju piyama nya .


"Di_dimas ku mohon ,a_ku butuh waktu ." ucap ana dengan terbata.


Erland marah , di saat hasrat nya memuncak kini telah hilang ,Karna gadis itu menyebut nama Dimas di saat dia telah menikmati stengah nya yang akan dia lakukan itu .


"Berhenti memanggil ku dimas ,panggil aku suami ku , SUAMI KU ." ucap Erland meninggi


Kini Erland menyerang bibir ana dengan kasar ,dia sangat marah setelah apa yang telah terjadi barusan ,dia terus saja ******* bibir ana dengan ganas ,ana yang merasakan nya pun tidak bisa lepas dari bungkaman mulut Erland , di saat Erland melepaskan ciuman itu ,erland melanjut kan membuka kancing piyama ana , tiba-tiba ana merasakan sakit yang begitu hebat pada perut nya .


"Aduh sakit sekali ,apa yang terjadi dengan perut ku .? ohh iya , haid ku datang ."


Baju piyama ana sudah terlepas ,kini hanya tinggal sebuah benda kecil yang menghalangi gunung kembar ana ,di saat Erland akan membuka nya ana berteriak ,dan menangis.


"Su_suami ku berhenti , jangan lakukan itu , aku sedang datang bulan ." ucap ana dengan tangis nya .


Erland melepaskan Kungkungan nya dan melepaskan ana , dia begitu kecewa setelah apa yang di katakan gadis itu .


"Sial , aku benar-benar sial ,dia sedang tidak membohongi ku kan ."


"Dimas aku serius ,aku tidak berbohong padamu , aku benar-benar datang bulan." ucap ana dengan suara tangis nya .


Erland begitu tidak yakin setelah apa yang di ucapkan ana ,agar dirinya yakin dia meraba paha ana dan melihat nya , dia tertegun tenyata yang di katakan gadis yang tengah berbaring itu benar adanya .


"Sial ,malam pertama ku beberapa bulan ini gagal."

__ADS_1


Erland turun dari ranjang dengan perasaan marah dan kecewa ,dia keluar dan membanting kan pintu kamar itu dengan keras ,ana yang mendengar kan nya pun benar-benar takut ,dan semakin terisak-isak.


__ADS_2