Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
Kesedihan ana .


__ADS_3

Erland kini kembali ke mansion Anggara , setelah apa yang di katakan Stevan membuat dia harus pergi meninggalkan istri nya lebih dari seminggu ,tak butuh waktu lama ,Erland sampai di mana dirinya kini berada di mansion .


Erland melangkah kan kaki nya ke kamar dirinya dan juga ana ,dia melihat gadis yang tengah tertidur itu hampir tak terlihat ,karna badan sang istri kecil .


"Jika tidak di lihat dengan teliti ,aku berfikir kalau di ranjang tidak ada orang ,huh dengan badan nya yang begitu mungil ,kau benar-benar tidak kelihatan sama sekali ."


Erland duduk di sofa yang tak jauh dengan ranjang ,dia menatap ana yang tidur begitu nyenyak , dengan pikiran kalut nya dia mengeluarkan sebuah roko dan menyalakan nya .


"Gadis ini tidur dengan lelap sekali ..aku sangat ingin membangun kan nya dan berbagi cerita Kesah keluh sedikit dengan nya ."


Di saat Erland akan menyalakan roko nya lagi, ana menggeliat kan tubuh nya ,di saat dia membuka mata nya, dia di kaget kan seseorang yang tengah duduk di sofa .


"Akhh .. Erland kau di sini ." ucap ana dengan kaget nya .


Erland tidak menjawab pertanyaan ana , dia menghisap roko ,tanpa melihat ke arah ana


"Kali ini dia tidak mengganggu ku dan tidak naik ke ranjang ,? ada apa dengan nya ,apa terjadi sesuatu .? tunggu ,kenapa banyak sekali ujung roko di asbak , apa dia ingin mengajak ku mati bersama ."


Ana melihat ujung roko begitu banyak di asbak yang ada di hadapan erland ,Di saat ana akan turun ,Erland tiba-tiba membuka suara nya menatap ana dengan tatapan sendu nya .


"Anatasya ,aku akan pergi ke luar negri untuk beberapa hari ,ada urusan penting yang harus aku urus."


"Ke luar negri ,apa kau tidak membawa Dimas juga untuk melakukan operasi." ucap ana sedikit kaget


"Walaupun aku ingin menyelamat kan dia ,dan akhir nya juga akan menjadi orang hidup ,tanpa keinginan hidup ,lebih baik mati di sini ,di bandingkan mati di luar negri , bukan berarti sekarang aku menyerah , dirinyalah yang menyerah untuk sembuh hanya karna seorang wanita yang di nyatakan sudah mati, sampai saat inilah dia begitu tetap ingin hidup seperti itu ." ucap Erland dengan memenjam kan mata nya .


Ana tertegun dengan ucapan Erland di hadapan nya ,gimana jika sampai Erland menyerah untuk menyembuhkan Dimas ,gimana ke depan nya kehidupan Dimas .


"Aku tak menyangka, Dimas demi Sahara yang sudah mati menyerah pada hidup nya , perasaan yang dia miliki sekarang ingin hidup dan mati bersama dengan wanita itu , dan pria yang ingin mengikutinya itu adalah suami ku sendiri."


"Erland aku mohon sama kamu jangan pernah menyerah untuk menyembuhkan Dimas, walau begitu aku yang meminta nya padamu ," ucap ana yang turun dari ranjang nya .


"Bukan aku yang menyerah , tapi dirinya lah yang menyerah untuk hidup , aku sebagai adik nya ,tidak akan pernah menyerah pada nya , kecuali aku mati ."ucap Erland dengan amarah nya .

__ADS_1


"Terima kasih ." ucap ana menundukan kepala nya


"Kenapa gadis ini berterima kasih , apa dia masih menganggap dirinya itu adalah kakak ipar ku ."


Erland menatap ana ,kenapa dirinya begitu perduli dengan kakak nya itu , jika dirinya seperti Dimas apa dia akan menerima nya .


"Bahkan dia begitu khawatir dengan kakak ku ,apa dia takut jika kak Dimas mati ,apa karna dia takut jadi janda , cihh ,?kau tahu Anatasya ,suami mu ada di hadapan mu ,"


"Ohh iya ,? jika nanti aku tidak ada di rumah kau jangan kabur tanpa ijin dariku ,dan jangan menjadi liar ."


Ana di buat marah dengan perkataan nya itu ,bagaimana bisa pria itu berbicara seenak jidat.


"Hey pria tembok ,aku apa nya liar ,kau pikir aku kucing yang tak terurus gitu, kau pikir kau siapa aku ,"


"Kau harus memperhatikan pergerakan kakakku jika aku tidak ada ,jika dia melakukan melalui batas ,kau tinggal bilang saja ,bahwa Sahara masih hidup ." ucap Erland yang tengah menghisap roko nya .


"Apaa ? Sahara masih hidup."


"Berapa lama kau akan pergi ." ucap ana


"Belum pasti ,paling lama satu minggu ,aku akan kembali dalam sepuluh hari dan tolong sekalian bantu aku masukan baju ke koper ." ucap Erland yang akan berbaring di ranjang yang tadi ana tepati .


Di saat ana akan masuk kamar mandi ,ana terkejut melihat Erland yang tengah berbaring di ranjang nya .


"Hey Erland apa yang kau lakukan di situ ,itu tempat tidur ku dan juga Dimas ." ucap ana yang tengah meneriaki Erland .


Erland tidak mendengarkan perkataan ana ,dia menyelimuti tubuh nya di ranjang itu ,ana yang melihat Erland tidur seenak nya di buat kesal .


****


Keesokan hari nya ,Erland telah bersiap untuk pergi keluar negri ,di saat akan kepergian erland ,di atas jendela kamar atas ada seseorang yang telah melihat nya dari arah jendela .


"Kenapa aku sedih di saat dia akan pergi jauh ."

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sudah tiga hari berlalu kepergian Erland membuat ana tenang dan juga ada rasa sedih yang menghantui perasaan nya .


"Seharus nya aku senang di saat kepergian dia ,kenapa aku sedih seperti ini ,,Di saat dia pergi kan enak gak ada yang mengganggu ku ."


"Lebih baik aku ke bawah dan membuat salad buah untuk suami ku ." ucap ana yang tengah berjalan ke bawah .


Kini ana melangkah kan kaki nya menuju dapur dan mengambil buah yang ada di kulkas ,dan sekarang ana berkutat sibuk akan membuat salad buah itu ,tak butuh waktu lama , ana sudah selesai membuatkan nya untuk Dimas .


Ana melangkah kan kaki nya menuju arah lift untuk ke lantai tiga , di saat dia sampai lagi-lagi dia bertemu orang Yang sama dan hanya itu-itu saja .


"Maaf sebelum nya nyonya , sebenarnya tuan Dimas tidak ingin bertemu anda ," ucap sang dokter


Ana sudah mengerti dengan perkataan dokter Wilson dan juga Roy , tapi ana tidak akan menyerah untuk terus datang menghampiri Dimas ,sampai mereka menyerah .


"Kenapa ? kenapa aku yang adalah istrinya tidak di ijinkan masuk , padahal dia adalah suami ku ."


Roy yang melihat ana menundukan kepalanya lagi-lagi ana di bikin kecewa dengan alasan yang mereka buat ,pasal nya memang kenyataan bahwa Dimas tidak ingin bertemu dengan ana.


"Sebenernya tuan Dimas bisa melihat nyonya ana lewat cctv setiap hari ,dan itupun sudah cukup bagi nya, tuan Dimas tidak ingin bertemu dengan nyonya ana Karna tidak percaya diri dengan keadaanya ."


Ana yang tengah berjalan pun tidak bisa berbuat apa-apa lagi ,sudah tiga hari ia lakukan itu ,tapi hasil nya nihil untuk bisa bertemu dengan Dimas .


"Kenapa Dimas tidak ingin bertemu dengan ku , jelas-jelas dia sangat baik pada ku saat dimana waktu hari pertemuan rapat di perusahaan itu.,, apa karna Sahara , yang membuat nya tidak ingin bertemu dengan ku ."


Ana mengingat perkataan Erland bahwa yang bernama Sahara itu masih hidup ,gimana jika dirinya bilang ke Dimas bahwa wanita yang selama ini ada dalam hidup nya masih hidup


"Apa aku bilang ke Dimas ,bahwa Sahara masih hidup .? kemungkinan dia untuk hidup akan kembali ,?kenapa begitu rumit sekali ,apakah ada yang di sembunyikan di tengah-tengah ini ."


"Dan lagi Erland pergi dan tak pernah menelpon ,aku juga tidak tahu apa dia di sana makan ,dan tidur dengan nyenyak ,apakah di sana dia sendirian ,bahkan dirinya pergi dengan kondisi emosinya yang tidak baik."


"Ahhhh.... ohh tuhan ,?untuk apa aku mikirin dia .,tidak ..ana kau sudah gila .? tunggu ,tapi aku kan kakak ipar nya ,tidak salah kan jika aku perduli padanya ." gumam ana yang sembari menepuk kedua pipi nya.

__ADS_1


__ADS_2