
Erland bersiap dengan setelan jas nya ,kini dia akan ke perusahaan mengunjungi sahabat nya itu, tanggung jawab untuk kakak nya itu tidak lah mudah ,dia akhir-akhir ini selalu di repot kan dengan gadis yang sudah berstatus istri nya itu, tak berapa lama pun Erland sampai di perusahaan.
"Erland , kau rupanya masih memperdulikan ku juga rupa nya , ? cih ..semenjak kapan kau perduli akan istri mu itu ,? cibir Bryan .
Erland tidak menggubris perkataan Bryan itu , dia duduk di kursi kerja kebesaran nya itu ,dia berpikir untuk mencari tahu keberadaan Sahara , dia ingin meminta bantuan anak buah Bryan untuk mencari keberadaan nya .
"Aku tidak ada waktu untuk membicarakan gadis itu ,dia sungguh bodoh dan merepotkan ." Dengan wajah yang di tekuk
"Apa yang membuat dirimu kusut begitu , apa yang sudah di lakukan gadis itu terhadap mu ,hingga membuat si mendung ini kusut kaya kresek bekas tahu goreng ." ejek Bryan.
Erland tidak menjawab pertanyaan Bryan ,dia mengingat ana di mana gadis itu melindungi punggung nya ,dan yang bikin dia kesal ,kenapa gadis itu selalu menganggap nya adik ipar , pasal nya emang itu salah dirinya karna menikah dengan memakai nama kakak nya sendiri .
"Erland apa kau pernah meniduri nya sebagai peran Dimas .,haha bahkan aku berkhayal di saat kau memakai kulit palsu mu itu ,mungkin dia akan loncat setelah apa yang dia lihat ,oh iya, yang pasti nyonya muda Anggara ketakutan melihat mu ." gelak tawa Bryan.
"Berhenti mengejek ku Bryan , jika kau mengejek terus ,aku tidak ijinkan kau pulang dari kantor ini selama satu bulan ,"
"Hey ...heyy.... apa kau tidak tahu nama nya orang bercanda ,kenapa kau di ambil hati dengan perkataan ku itu , "
"Dasar batu tumpul ,bahkan kau ke kantor sudah lewat sore menjelang malam begini , ini sudah hampir mau malam kau ngapain untuk datang ke perusahaan ,bahkan stengah jam lagi aku pulang ,jangan bilang ni si batu tumpul ,mau kasih kerjaan untuk ku lembur ."
"Erland kau jangan mengerjai ku lagi ,hari ini aku udah berusaha keras di perusahaan ini ,aku lebih baik tidak butuh kedatangan mu ,dari pada kau datang ke kantor di saat para pekerja akan pulang ." ucap Bryan dengan menyilangkan tangan nya .
Erland melihat ekspresi sahabat nya itu ,dia tahu apa yang di takut kan oleh bryan ,Erland tidak mudah untuk mengerjai sahabat yang ada di samping nya itu .
"Apa kau pikir aku akan menambahkan pekerjaan mu lagi ,kau tahu semenjak kakak ku di rawat ,kau di gajih besar oleh ku , kenapa kau takut sekali jika aku memberikan pekerjaan lagi, kau tenang saja ,aku tidak akan melakukan apa yang kau pikir kan itu ," ucap Erland dengan santai nya .
__ADS_1
Bryan tak percaya dengan apa yang di katakan sahabat nya itu ,pria yang ada di samping nya itu benar-benar tidak bisa di tebak , belum apa-apa jawaban nya sudah tepat.
"Kau memang manusia super komplit."
"Lalu kau ngapain kesini ,dengan di waktu jam segini ,aku pikir kau akan suruh aku bekerja untuk lembur dan kau tahu ,aku tak mau itu ,dan aku sebentar lagi selesai bekerja ." ucap Bryan dengan tampang menolak nya .
"Otak mu slalu keseleo ,belum tentu pikiranmu itu benar atau enggak , ? yah ..seperti yang kau bilang aku akan memberikan pekerjaan lagi untuk mu malam ini ."
"Erland berhenti untuk mengerjai ku, aku memang di bayar mahal oleh mu ,tapi setidak nya kau paham akan masa muda ku ini , aku juga ingin liburan Walau di hari biasa ,e_eumm maksud ku ,setelah pulang kantor juga aku ingin melihat perkembangan cafe ku yang ada di kota B , bahkan aku juga sesekali ingin melihat ke adaan Dimas , kau tahu bahkan aku udah niat jauh-jauh hari ingin melihat Dimas ," ucap Bryan dengan susah payah nya menelan salipnya dengan kasar .
"Berhenti dengan omong kosong mu itu ,aku bukan akan kasih kerjaan kantor untuk mu , tapi ini .... " ucap Erland memberikan sebuah fhoto yang di kenali Bryan .
"Apa maksud mu dengan fhoto wanita hilang di telan bumi ini , Erland aku tidak ingin berurusan dengan Sahara ,walau pun Sahara orang penting dalam hidup Dimas ,aku gak mau cari tahu tentang wanita yang tak tahu diri itu ." ucap Bryan dengan memberikan fhoto itu kembali ke tangan Erland .
"Erland ,sudah ku bilang aku tidak ingin ada sangkut paut dengan wanita itu ,apalagi menyuruh anak buah ku, aku tak mau itu ,jika kau butuh bantuan dari ku ,aku akan menyuruh teman kita ,"
Erland mengerut kan kening nya ,kenapa Bryan tidak ingin mencari tahu tengtang Sahara ,pasal nya ? di setiap apapun yang terjadi dengan kakak nya Bryan selalu siaga untuk membatu , kenapa dia menolak dengan wanita ini .
"Teman ,maksud mu ."
"Aku akan menyuruh Irsan ,kau tenang saja dia pasti akan membatu mu , dan kau jangan pernah bawa-bawa nama wanita itu di hadapan ku ." ucap Bryan dengan memberikan alamat tempat club sahabat nya itu .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Erland berjalan gontai dengan memijat pelipisnya yang sedikit aga pusing ,kini dia berjalan ke arah lift untuk melihat sang kakak , tepat di tempat ruangan Dimas, dan di saat itu Dimas membuka mata nya ,ketika Erland akan bicara dia sudah di dahului oleh Dimas .
__ADS_1
" Erland kenapa kau tidak mengakui mu sebagai suami nya Anatasya, dia mengira aku yang suami nya dia ,Erland kau jangan seperti ini terus ,aku ingin kau baik-baik dengan dirinya sebagai suami istri ." ucap Dimas dengan suara parau nya .
"Seharus nya kau pikirkan dengan kondisi mu kak , aku ingin kau sembuh seperti sedia kala ,lakukanlah operasi ." ucap dingin Erland
"Erland berhenti memaksaku untuk oprasi ,mungkin begini tempat yang baik untuk ku hidup , menyerah lah ." ucap dengan suara yang sedikit meninggi .
"Apa kau tidak ingin oprasi hanya karna soal wanita ."
Dimas diam dengan apa yang di lontarkan oleh adiknya itu , karna kabar dari tentang Sahara ,dia tidak ingin bertahan untuk hidup.
"Hanya karna seorang wanita ,kau menyuruh ku untuk menyerah akan kesembuhan mu," ucap Erland dengan amarah nya .
"Erland berhenti untuk mengelak , intinya aku ingin melihat hubungan kau dan dia baik-baik saja ,kau jangan menindas dia lagi ,dia istrimu ." ucap Dimas mengalihkan pembicaraan.
"Bukan kah kau sudah berniat untuk pergi dari dunia ini ? lalu kenapa kau masih khawatir dan peduli tengtang aku yang selalu menindas dia ." ucap Erland menatap Dimas dingin .
"Erland berhenti membatah ku, Erland jika kau seperti itu pada nya kau akan menyesal suatu saat nanti , Erland ku mohon jangan begitu ,hargai dia sebagi istrimu ," lirih Dimas
Erland melihat tubuh kakak nya itu , dia tidak ingin lama-lama di hadapan nya ,yang akan membuat kondisi nya semakin buruk.
"Kakak kau jangan terlalu banyak berpikir tentang pernikahan ku ,kau yang mencarikan istri untuk ku ,jika pun aku menyesal itu mungkin sekarang aku merasakan nya kak, empat bulan sudah berlalu ,aku sama sekali tidak menyesal akan hal itu , kak keinginan aku ingin kau sembuh seperti kau yang pergi ke ruang tunggu itu untuk menyelamat kan ku waktu itu." ucap Erland berlalu pergi .
Dimas melihat langkah Erland ke luar ,dia berpikir kenapa dirinya mesti hidup dari api yang telah menghantam nya itu .
"Jika akan begini jadi nya kenapa aku gak mati saja waktu itu ,aku yang sekarang ini ingin mati saja tidak mati ,"
__ADS_1