Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
S2. Manja Nya Nabila.


__ADS_3

Sedingin-dingin nya Dimas yang sikap nya sekarang berubah ,tapi dia memiliki sisi rasa cinta dan sayang pada sang istri tercintanya ,Rasa cinta membuktikan jika sedingin-dingin nya manusia pasti akan luluh jika di hadapkan dengan seseorang yang begitu berharga dalam hidupnya .


Begitu pun dengan Nyonya muda Anggara pertama yang tak lain adalah Dista yang kini telah menjadi Prioritas Dimas , yah ! pria itu sekarang fokus dan selalu mengingat dimana sang istri tengah hamil dan selalu meminta permintaan yang aneh-aneh .


Permintaan Dista kini mulai membuat Dimas banyak-banyak menarik napasnya ,tapi itupun dia lakukan untuk demi istri dan anak-anaknya ,tidak ada yang bisa menolak permintaan Dimas ,karna demi cinta apapun yang di inginkan istrinya itu pasti dia akan lakukan.


Dimas kini menyuruh Irsan untuk kencan buta bersama Amalia dengan keinginan ibu hamil itu , Irsan si pria lajang itu membuatnya tercengang dengan ngidam istri dari sahabatnya itu ,tidak hanya dia ,Amalia pun begitu terheran dengan tingkah ngidam ibu hamil itu .


Mau tak mau Irsan pun menuruti kemauan ibu hamil itu ,yah tepatnya si tuan muda yang memaksa nya untuk melakukan kencan buta bersama Amalia Karna keinginan istrinya .


Malam ini kebetulan malam Minggu , malam di mana para sepasang kekasih tengah bermain dan berkencan ,Irsan dan Amalia kini tengah menelusuri jalan di sebuah pasar malam tepatnya di pedagang kaki lima dengan Irsan ,dan Tak hanya itu ,ibu hamil dan sang suaminya itu pun tengah mengikutinya dari arah jauh untuk memotret dua pasutri yang telah mereka suruh .


Sebelumnya Amalia dan Irsan sudah mendatangi pedagang sate dan makan sate di pangkalan sate itu ,setelah itu mereka pindah lagi ke pedagang bakso beranak dengan satu mangkuk berdua ,karna di rasa belum puas menghabiskan uang tuan muda Anggara ,sepasang sejoli itu kini membeli makanan yang membuat nya ngiler dan mungkin Irsan dan Amalia menganggapnya itu adalah makanan teraneh menurutnya.


"Pak itu namanya apa ya , apa boleh di cicipi ." tanya Irsan pada pedagang tersebut .


"Ini namanya cilor mas ?! silahkan mas di coba ," ucap pedangan tersebut.


Kini Amalia dan Irsan pun mencoba mencicipi jajanan aneh itu dan memakannya ,kedua nya pun memesan 20 tusuk untuk satu perorangnya 10 tusuk .


Karna masih belum puas , mereka kini berjalan dan mengijakkan kakinya ke arah penjual jus buah .


"Bu pesan es cincau nya dua , jus alpukat nya dua ya ." ucap Amalia duduk di kursi plastik dan hal itupun juga di lakukan oleh pria tampan yang tak lain adalah Irsan.


Amalia menatap pria yang ada di sampingnya itu dengan wajah dinginnya ,Amalia mengingat dulu pria itu tidak pernah menampakkan dirinya ,setelah sekian tahun kini dirinya bertemu dengan pria itu lagi dengan sikap yang berubah .


"Irsan ! mukanya biasa aja dong ?! jangan di tekuk begitu kusut amat, kaya kantong gorengan aja ," ucap Amalia yang kini melihat ke arah para pengunjung yang kebanyakan anak-anak remaja belasan tahun ,yang dimana itupun Irsan mengabaikan perkataan Amalia .


Amalia melirik orang lain yang mungkin berpacaran dan tak jauh adalah kencan ataupun ngadate pikirnya karna yang bermain di tempat itu hanyalah anak-anak remaja , di bandingkan dengan mereka ,mungkin dirinya kencan dengan Irsan adalah pasangan yang paling tertua menurut Amalia .


Malam ini benar-benar sungguh malam untuk di mana para pasangan yang mungkin bisa di katakan pacaran dan malam mingguan ,Amalia menghela napasnya berat dan mengingat permintaan si nyonya muda istri dari Dimas itu untuk melakukan kencan ataupun ngadate atau pun apalah itu ,yang jelas kini dirinya telah melakukan apa yang di inginkan ibu hamil itu .


Setelah memesan jus itu ,kedua sepasang manusia itu kini tengah berjalan ke arah penjual bakso bakar ,bahkan mereka berdua memakannya di tempat pedagang itu ,


"Cepat habiskan !! habis ini kita pulang " ucap Irsan yang sudah tidak bisa menahan untuk berjalan lagi .


"Apaan pulang !! ini baru jam 9 tahu ,bahkan Dista meminta kita untuk mengakhiri nya sampai jam 10 ,dan lagi uang yang di berikan Dimas masih ada ,sayang sekali untuk di sisa kan ,dan lagi aku mau naik kora-kora dulu ." ucap Amalia menunjuk ke arah dimana kora-kora itu berada.


"Wanita ini ,kaya ORANG KAYA BARU aja , kenapa masih begitu tertarik dengan namanya uang ."


Irsan melihat ke arah belakang dimana kora-kora itu berada ,dia hanya mengangguk dan mengiyakan Amalia untuk menaik kora-kora tersebut .


"Oke !! setelah itu kita pulang " ucap Irsan dengan sambil mengunyah bakso bakar tersebut.


"Deal !! tapi kamu juga naik ya .." ucap Amalia dengan di angguki Irsan dengan cepat .


Setelah menghabiskan bakso bakar itu ,kini keduanya naik kora-kora itu ,Irsan dan Amalia kini mengambil kartu tiket untuk naik ke atas kora-kora tersebut .


Baru saja beberapa menit , kora-kora itu membuat melayang ke atas dimana pria tampan itu seketika ciut dan langsung menggenggam tangan Amalia ,Amalia yang melihat wajah Irsan yang merem langsung membalas menggenggam tangan Irsan agar pria itu tidak terlalu takut .


10 menit mereka menaiki kora-kora akhirnya mereka berhenti dan turun ,Irsan yang kini akan turun membuatnya sempoyangan dan serasa berputar ,bahkan tubuh nya kini masih saja bergetar ketakutan ,Amalia yang melihat ekspresi irsan langsung menenangkannya dengan menggenggam tangan pria itu .


"Jangan takut !! sudah berhenti kok ?! kamu kenapa gak bilang kalau kamu takut akan hal itu ." ucap Amalia .


Irsan tidak menjawab pertanyaan wanita itu ,dia lakukan itu karna untuk menemani Amalia .


"Ayo kita pulang , lagian ini sudah hampir jam 10 , dan .... aku minta maaf sudah membuat kamu jadi seperti orang linglung setelah turun dari kora-kora itu ." ucap Amalia .


Lagi-lagi Irsan tidak menjawabnya ,dia masih merasakan jantungnya yang masih berdetak Karana kora-kora itu ,kini keduanya pun melangkah ke arah pintu luar untuk segera pulang dan menuju parkiran dimana mobil Irsan berada .


Dimas yang kini mengikuti dua pasangan itu akhirnya bernapas lega ,keinginan sang istrinya kini tengah selesai ,kini Dimas melihat ke arah samping dimana istrinya itu berada ,kini Dimas membenar kan posisi Dista di tidurkan di pahanya dan melihat ke arah pak Urip yang kini tengah berada di depan .


"Pak Urip jalan , " ucap Dimas .


"Baik tuan ." jawab pak urip .


Dimas menyelimuti istrinya dengan Jaz blezer nya ,Dimas melihat wajah sang istri yang terlelap itu ,tanpa sadar bibir nya dia lengkungkan dengan tipis, keanehan yang di lalui Dista membuat dirinya serasa terhibur ,walau terkadang membuatnya sesekali di buat hampir menolak keinginan sang istrinya itu .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sisi lain.


Bryan kini tengah di perjalanan pulang bisnis di luar kota , lagi-lagi dia harus kerja di hari Sabtu di karnakan Dimas memerintahkan nya ,walau begitu dia pun mengerti dengan keadaan sekarang yang dimana istri sahabat nya itu tengah hamil


Bryan kini harus menjemput istrinya yang kini berada di panti ,Karna tadi pagi bryan menyuruh istrinya untuk tinggal di panti Karna dia tidak ingin membuat istrinya di rumah sendiri ,walau pun ada art tapi Bryan lebih memilih istrinya di titipkan pada bu Ratih .


Bryan mengirimkan pesan pada istrinya itu bahwa dirinya tengah di perjalanan untuk menjemputnya ,Nabila yang kini melihat pesan dari sang suami hanya membalasnya dengan kata "IYA" ,


Entah kenapa akhir-akhir ini Nabila selalu ingin meludah ,dia benar-benar tidak nyaman dengan rasa Indra perasaanya , seakan-akan merasa hambar jika dirinya tidak meludah ,Aqila yang saat ini melihat Nabila merasa terkejut dengan Nabila yang sebentar-sebentar ambil tisu , bahkan sudah banyak tisu bekas di tong sampah Karana hal ludahnya itu .

__ADS_1


"Kak bila , kak bila kenapa sih ,ini tisu hampir habis loh satu pak " ucap Aqila .


"Gak tau qila !! aku gak enak aja ,dan ingin meludah Mulu , dan mulut pun gak enak banget ." jawab Nabila .


Sepanjang hari Nabila tampak lemes ,bahkan di panti pun dia tak bergairah ,biasanya dia suka bermain-main dengan anak-anak panti ,tapi tidak dengan sekarang ,dia benar-benar lemas dan rasanya hanya ingin berbaring Saja ,Mager dan tidak ingin melakukan apapun .


Ketukan pintu di kamar membuyarkan Nabila dan Aqila ,terdengar suara bu Ratih yang tengah memanggil Nabila di luar sana membuat Nabila bangun dari tidurnya dan melangkah ke arah pintu .


"Ibu ."


"Nak ... Bryan sudah menjemputmu dia sedang menunggumu di bawah " ucap Bu Ratih .


"Iya Bu ?! aku ambil tas dulu ." ucap Nabila .


Kini Nabila pun melangkah ke bawah , dia melihat suaminya tengah mengobrol dengan pak Darmanto ,Bryan yang melihat Nabila turun langsung berdiri dari duduknya dengan memperlihatkan senyumannya pada sang istri,


Bryan dan Nabila pun kini pamit pada pak Darmanto dan juga Bu Ratih ,Bryan yang melihat Nabila lemas bertanya-tanya ada apa dengan istrinya itu .


"Sayang kamu kenapa ?! sakit ." tanya Bryan .


"Enggak kok mas ..?! aku baik-baik saja " jawab Nabila .


"Terus kenapa ngeluarin tisu Mulu dari tadi ,apa terjadi sesuatu pada mulutmu ." ucap Bryan yang melihat Nabila lagi-lagi harus mengeluarkan tisu.


"Gak tau mas .. mulut ku rasanya pahit dan gak enak ,ingin meludah terus ." jawab Nabila


"Kita ke dokter ya " ucap Bryan dengan kuatir. ..


"Gak perlu mas !! aku gapapa kok ?! lagian aku gak sakit ." ucap Nabila .


"Yakin sayang gapapa ." ucap Bryan memastikan .


Nabila hanya mengangguk dengan menghela napasnya panjang ,kini pandangannya ke arah jendela melihat keramaian di luaran sana ,tapi tiba-tiba Nabila ingin memakan sesuatu ,tapi itu bukanlah makanan, kini matanya tertuju ke mini market yang sebentar lagi akan mereka lewati .


"Mas berhenti di depan ya ." ucap Nabila .


"Kenapa sayang ,apa kau akan membeli sesuatu ." ucap Bryan


"Aku ingin beli permen ." ucap Nabila yang dimana membuat Bryan mengerutkan keningnya.


"Permen ." tanya Bryan dengan di angguki Nabila .


"Permen aja ." ucapnya lagi .


"Ya udah ?! biar aku yang beli ya ?! kamu tunggu di mobil ." ucap Bryan .


"Enggak !! aku ikut , yang kerja di mini market cewek semua , muda-muda lagi ,terus cantik cap terigu lagi , aku gak mau nanti suami aku di liatin sama yang kerja di mini market itu ." ketus Nabila yang dimana membuat Bryan gemes dengan ucapan istrinya itu .


"Ya biarin mereka liatin aku ,tapi asal mataku yang tidak melihat mereka ?! " ucap Bryan dengan tersenyum sembari mencium pipi istrinya itu .


Kini mereka pun keluar dari mobil dan melangkah ke arah mini market itu ,Bryan dan Nabila masuk ke mini market itu dengan mencari permen yang di inginkan Nabila ,Nabila memilih beberapa permen yang berasa asam dan rasa mint , kini dirinya melangkah ke arah dimana tisu berada ,Nabila mengambil beberapa pak tisu untuk keperluan dirinya .


Bryan yang mengikutinya dari belakang mengerutkan keningnya saat Nabila mengambil beberapa pak tisu .


"Sebenarnya apa yang terjadi pada istri ku ,kenapa banyak sekali dia ambil tisu ."


"Sayang apalagi yang akan kamu beli ." ucap Bryan ..


"Ini aja sih mas ." ucap Nabila dengan di angguki Bryan .


Bryan membawa keranjang yang berisi tisu dan beberapa bungkus permen ,dia membawanya ke arah kasir ,Nabila menghela napasnya lega ,kasir itu sekarang telah terganti dengan pria bukan wanita , setelah membayar belanjaan itu ,keduanya kini melangkah ke luar ,nabila yang kini mengambil kantong di tangan Bryan langsung mengambil permen dan membukanya .


"Uhh seger .. " ucap Nabila yang kini tengah menikmati permennya .


"Sayang apa itu gak asem ." ucap bryan dengan mendapatkan jawaban geleng kepala oleh Nabila .


Bryan melangkah dengan membawa kantong belanjaan itu ,dan mereka pun melanjutkan perjalanannya untuk pulang ,sesampainya di rumah keduanya turun dari mobil .


Nabila benar-benar terlihat lemas ,bahkan dia untuk jalan pun malas ,dia berhenti dari langkahnya menunggu Bryan untuk menggendongnya .


"Mas " ucap Nabila dengan nada lemas nya


"Kenapa sayang " tanya Bryan .


"Gendong " ucap Nabila dengan manja .


Bryan tersenyum dan melepaskan kantong belanjaan itu ,dia lebih memilih menggendong istri nya yang hari ini menurutnya manja ,


Bryan pun menggendong Nabila ke arah pintu masuk sampai pintu kamar mereka .

__ADS_1


"Udah mas ,sampai sini aja " ucap Nabila menyuruh Bryan menurunkannya di ambang pintu kamar mereka .


Nabila melangkah ke arah ranjang dan langsung membaringkan tubuhnya dengan mengemmut permen, sementara Bryan dia melangkah ke luar lagi untuk mengambil barang belanjaan istrinya itu .


Kini Bryan pun melangkah ke arah kamarnya ,dia melihat Nabila meringkuk dengan pasrah membuatnya khawatir .


"Sayang !! kayanya kamu kecapean , apa di panti ada pekerjaan khusus ." ucap Bryan


"Gak ada mas !! aku gak tau kenapa badan ku lemas banget , apa karna aku tidak makan yah ?! tapi aku gak nafsu makan ." ucap Nabila .


"Hem ... apa ingin makan sesuatu ?! aku bikinkan ." ucap Bryan .


"Enggak !! aku cuman mau ngemut permen aja mas." ucap Nabila


Bryan berbaring di samping sang istri ,dan tentu saja itu membuat Nabila senang dan langsung memeluk suaminya itu .


"Mas tetap seperti ini , jangan pergi temani aku tidur " ucap Nabila yang memeluk Bryan erat.


"Tidurlah !! aku akan menemani mu " ucap Bryan mencium kening Nabila .


Selang beberapa menit ,Nabila pun tertidur di pelukan Bryan ,Bryan yang sudah merasakan Nabila tertidur menghembuskan napasnya pelan ,pria itu perlahan melepaskan tangan Nabila dari tubuhnya ,Bryan menatap istrinya sejenak dengan membelai kelapa sang istri pelan .


"Ada apa dengan mu , tidak biasanya kamu manja "


Bryan melangkah ke arah kamar mandi , untuk membersihkan diri , pikirannya memikirkan istrinya yang beberapa hari ini berubah ,dia takut istrinya sakit kelainan lain ,tempo hari bahkan istrinya itu menangisi film yang menurut Bryan biasa-biasa saja .


Karna pikirannya penuh dengan Nabila sang istri ,dengan cepat Bryan menyelesaikan ritual mandinya ,dia mengingat perkataan istrinya untuk menemani nya.


Tak butuh waktu lama , Bryan pun kini sudah selesai membersihkan diri dan melangkah ke arah lemari ,setelah itu dia memakai baju tidur tanpa pergi ke ruang ganti ,selesai itu Bryan mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil yang masih terlihat basah ,selesai itu Bryan melangkah ke arah ranjang dan berbaring di samping istrinya dengan memeluk kembali Nabila ,


.


.


Jam menunjukan pukul 1 malam ,sunyi ,sepi itulah yang di rasakan Nabila saat dirinya bangun membuka kedua matanya, dia melirik ke arah samping yang dimana kini Bryan tidur dengan tangan berada di pinggang Nabila .


"Mas aku lapar !! mas aku haus ." rengek Nabila .


Bryan yang nyenyak dari tidur nya mendengar suara rengekan istrinya ,Bryan pun membuka matanya dan melihat sang istri yang kini menatapnya .


"Hemmm ...kenapa sayang ." ucap Bryan dengan nada serak khas bangun tidur .


"Aku lapar " gumam Nabila .


Bryan yang masih ngantuk terpaksa harus bangun dengan mengucek matanya ,dia menguap dan melihat sang istri, kini pandangan nya melihat jam yang ada di atas nakas .


"Pengen makan apa hemm " tanya Bryan dengan menahan rasa kantuknya .


"Aku pengen bubur ." rengek Nabila


Bryan yang dalam ngantuk nya langsung terbelalak saat mendengar istrinya ingin memakan bubur ,yang padahal istrinya itu tidak menyukai bubur .


"Sayang !! bukannya kamu tidak suka bubur ,kenapa tiba-tiba ingin bubur ." ucap Bryan.


"Gak tau , tapi mulutku ingin makan bubur mas " rengek Nabila .


"Eumm ... ya udah sebentar aku bikinin bubur nya ya ..." ucap Bryan yang kini turun dari ranjang .


"Tapi aku pengen bubur ayam pangkalan mas ." ucap Nabila .


Bryan yang akan melangkah, lagi-lagi terkejut dengan perkataan sang istri .


"Sayang !! ini jam satu malam ,dimana ada yang mangkal di Jam segini ,aku buatkan aja ya ." ucap Bryan .


Nabila tidak menjawab suaminya itu ,dia mengerucutkan bibirnya dan tidur kembali membelakangi suaminya , Bryan yang melihat istrinya seperti itu langsung naik ke atas ranjang dan berbisik ,dia gak mau istrinya marah .


"Ya udah aku belikan bubur sekarang ya !! sayang , sudah jangan ngambek." ucap Bryan .


"Mas benar ,mau beliin aku bubur ," ucap Nabila yang kini membalikan tubuhnya ke arah Bryan .


"Iya sayang , tapi kamu tunggu di sini ya ,aku akan membeli bubur untuk mu ." ucap Bryan .


"Aku ingin ikut ,aku ingin makan bubur nya di sana." ucap Nabila .


Lagi-lagi Bryan harus menghela napas saat istrinya itu sekarang minta ikut dan memakan bubur nya di tempat pangkalan itu, dan akhirnya Bryan menganggukkan kepalanya, kini Bryan melangkah ke arah kamar mandi untuk mencuci mukanya agar terlihat segar .


Setelah itu Bryan keluar dan melihat istrinya tengah duduk di ranjang , Bryan mengambil switer di lemari untuk memakaikan pada sang istri .


"Pakai ini ya ,biar gak dingin ." ucapnya dengan memakaikan switer ke tubuh Nabila .

__ADS_1


Sebelum berangkat ,Bryan menyalakan ponselnya terlebih dahulu ,dan mencari pangkalan bubur yang buka di waktu malam ,dan tak lama pun Bryan menemukan penjual bubur yang buka 24 jam ,Bryan menghela napas nya lega , akhirnya dia menemukan penjual bubur yang buka di malam hari .


Kini keduanya pergi ke luar dan melangkah ke arah mobil ,Bryan pun menyalakan mobilnya dan pergi meninggalkan halaman rumah luasnya itu .


__ADS_2