
*
*
"Sayang ,!! Kenzie kenapa ." ucap Erland .
"Sust... sustt ....uhh sayang maffin mommy ?! tadi Kenzie di gendong teman aku mas ,karna dia belum mengenalnya ." jawab ana .
" Teman mu ,?! Nabila .." jawab Erland .
" Bu_bukan mas ,,,
"Apa kak Dimas dan Dista pacaran beneran ,tapi kenapa....
"Sayang ." panggil Erland .
"Mas ... apa kau tahu kak Dimas sudah punya pacar ." ucap ana .
"Sayang !! mana mungkin ,kak Dimas sekarang lebih cuek pada wanita ." jawab Erland .
"Tapi mas ....
"Sayang !! kasih dulu Asi Kenzie ..
"Uhh sayang . maffin mommy nak , kenzie kenapa ,gak kenal sama unty Dista ..emm...gak kenal ya ..." ucap ana yang kini berjalan ke arah kamarnya .
Erland memikirkan perkataan ana ,dan orang yang di sebut oleh ana ,bahkan tadi ana bilang Dimas sudah punya pacar ,Erland kini melangkah ke arah pintu masuk dan melihat Roy yang tengah berjalan .
"Roy ... apa kakakku sudah pulang ." ucap Erland.
"Sudah tuan ,baru saja " ucap Roy .
"Eh tuan , tuan muda pertama membawa gadis ." bisik Roy .
"Apa " kaget Erland dengan di angguki Roy .
Kini erland melihat ke arah pintu dimana kamar omahnya berada ,Erland tidak memperdulikan itu ,dia lebih memilih melangkah ke arah lift untuk ke lantai tiga .
.
.
.
Di ruangan lain .
Wanita paruh baya yang kini tengah selonjoran di tempat tidur dengan sembari memainkan ponselnya ,tepatnya kini dia tengah menonton video rekaman yang di kirim Bryan kemarin .
"Omah ..!! aku pulang ." ucap Dimas .
"Emmm ... !! kau masih tahu arah untuk pulang " jawab omah yang kini melihat ponselnya tanpa melihat ke arah Dimas
"Lebih baik ,kau jangan pulang ?! jika kau masih aja mengela....
Wanita paruh baya itu terkejut saat dirinya melihat ke arah Dimas ,tepatnya ke arah gadis yang ada di samping Dimas , Dimas yang melihat omah nya baru sadar ,kini tengah mengeratkan pegangannya menggenggam tangan Dista .
Dista yang di genggam erat oleh Dimas sedikit terkejut ,tapi dia pun segera mengerti dengan apa yang di lakukan Dimas , dengan cepat Dista pun melepaskan tangannya dari Dimas dan melangkah ke arah wanita paruh baya itu .
"Selamat sore menjelang malam omah , dengar-dengar omah sedang tidak baik-baik saja , " ucap Dista tersenyum.
"Dimas bilang ,omah sedang sakit ,dengan umur omah yang sekarang ,omah harus rutin minum obat ,dan jangan memikirkan apa-apa .." ucap Dista kembali .
"Eu .. eh omah ?! aku Dista , sebelumnya aku minta maaf tidak memperkenalkan diri terlebih dulu ,He." ucap Dista lagi .
Wanita paruh baya itu bukannya menjawab ,tapi malah tersenyum senang ,yang lebih senangnya lagi ,gadis yang dia inginkan ada di hadapannya .
"Frety ... akhirnya kita jadi besan ,!! si Kaisam itu tidak tahu ,bahwa cucunya sudah punya pacar ,Pacar yang di maksud gadis ini adalah cucuku sendiri ."
Dista yang melihat wanita paruh baya senyam-senyum mengerutkan keningnya dan melihat ke arah Dimas yang tengah berdiri di ambang pintu ,Dimas pun terheran kenapa sang omah tidak menjawab pertanyaan gadis itu .
"Saking senangnya omah ,aku membawa gadis ke hadapannya ,bahkan dari senyuman nya saja dia terus tampilkan ."
"Kau cantik sekali sayang !! uhh apa Dimas memperlakukan mu dengan baik , Dista maafkan Dimas ya , terkadang anak itu suka seenaknya ,?! kau tahu tidak , bahkan omah menunggu Dimas membawa seorang pacar ke hadapan omah , akhirnya yang di tunggu-tunggu omah datang juga ." ucap omah menggenggam tangan Dista .
"Dista semenjak kapan kalian pacaran ,bahkan satu Minggu lalu ,anak itu belum laku ," ucap nya dengan cengengesan .
"Aku .... sudah satu Minggu pacaran sama t_ .. Dimas omah ,haha ..emm ... tapi kita sudah satu Minggu kok omah ,?! mungkin Dimas belum siap untuk membawa aku ke sini ,lagian kan aku juga kerja ,belum ada kesempatan untuk kenal omah ,?! maaf ya omah Dista belum sempat lihat keadaan omah ." ucap Dista tersenyum manis .
"Gadis yang baik dan cantik ... "
Dimas tercengang saat dista mengatakan bahwa dirinya berpacaran dengan gadis itu sudah satu Minggu , bahkan dia berbicara serius ,Yah ! Dimas tahu ,karna dia menyuruh gadis itu untuk bersandiwara layaknya pacar sungguh di hadapan omahnya .
Kini Dimas lebih memilih pergi untuk membersihkan diri dan meninggalkan kedua wanita itu , Sementara omah dan Dista masih saja bercengkrama .
"Haha ... omah tidak tahu kalau kau itu adalah sahabat ana ,?! ohh Dista makan malam di sini ya ,para pelayan di sini biasanya sudah menyiapkan makan.
Dista memperhatikan wanita paruh baya itu ,dia memikirkan perkataan Dimas ,pria itu rela untuk mencari pacar kontrak hanya untuk melihat sang omah senang .
"Dia terlihat begitu senang ,?! kayanya omah sangat baik ."
Satu jam Dista berada di mansion ,kini sang omah mengajak nya untuk makan malam .
"Dista ,!! ayo kita makan malam ,kau makan malam di sini oke ..!! ohh iya maafin omah ,omah sudah mengajak mu mengobrol begitu lama." ucap omah .
"Iya omah gapapa ,,!! Dista senang kok ,omah orangnya asyik ..jadi Dista kenyamanan deh ngobrol sama omah ." jawab Dista .
Kini mereka pun melangkah ke arah luar ,di saat mereka akan melangkah , tiba-tiba Dimas tengah di depan pintu dan menatap kedua wanita itu .
"Ayo pulang ,ini waktunya kamu pulang ." ucap Dimas .
"Tidak !! biar Dista makan malam di sini ,kau jangan memaksa dia pulang ." desak sang omah .
"Ayo Dista kita makan malam dulu ,biar bocah tengik ini saja yang pergi ." ucap omah kembali dengan menarik tangan Dista .
Kini kedua wanita itu melangkah ke arah meja makan, wanita paruh baya itu celingak celinguk melihat ke area ruangan dapur mencari cucu menantu nya yang belum ada di meja makan ,begitu juga dengan Dista dia mencari ana ,tapi seketika dia termenung, di saat dia menundukan kepalanya ana datang menghampiri Dista di meja makan
"Pasti ana memikirkan ini ,baik lain kali aku akan menceritakannya ."
"Eu ... omah ... aku ingin menemui an...
"Ana ..." ucap Dista yang kini melangkah ke arah ana yang tengah berjalan ke arah meja makan.
"Dista aku butuh penjelasan dari mu ." bisik ana dengan cepat ana pun menganggukkan kepalanya.
"Ekheemmm..." dehem Erland dan Dimas .
"Sayang ...
"Sayang... cepat ... ini sudah malam ,kau tak pantas berdiam terus di rumah pria ..." ucap Dimas yang kini menghampiri Dista dengan menarik tangannya lembut .
Ana seketika diam dan melihat ke arah Dimas yang kini menarik tangan dista duduk , begitu juga Erland dia melihat ke arah Dimas dan Dista yang duduk dengan barengi Dista ,Dista terkejut saat mendengar ucapan Dimas ,omah hanya tersenyum dan geleng kepala saat melihat ke dua pasangan itu .
"Sudah-sudah ... ana , Dista ,,ayo kita makan .. Erland ayo..kau jangan jadi patung dadakan ." ucap sang omah .
Sementara ana melihat ekspresi Dista hanya cekikikan Saja , kini kelima manusia itu tengah makan dengan khidmat tanpa bersuara .
Selang beberapa menit makan malam pun kini tengah selesai , Dimas kini melangkah cepat ke arah depan ,dia sudah kesal dengan obrolan tiga wanita itu .
"Omah ,, ana .. bisakah kalian berhenti untuk mengobrol ,aku akan membawa pacarku pulang ,ayo Dista ." ucap Dimas .
Dista pun hanya mengangguk kan kepalanya ,dan pamit pada ana dan wanita paruh baya itu ,sang omah tersenyum senang dan menggenggam tangan ana .
"Ana .. lihat .. sekarang Dimas benar-benar punya pacar ." ucap sang omah .
"Iya ... omah benar ,, Semoga kak Dimas kembali cair seperti apa yang omah inginkan ." ucap ana dengan di angguki omah ..
Wanita paruh baya itu berpikir untuk memberi tahu pada sahabatnya itu ,bahwa pacar dista adalah cucunya sendiri , dengan begitu dia akan berniat untuk merencanakan pernikahan cucunya itu .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Hari-hari telah berlalu ,sudah tiga hari ini Dista berperan menjadi pacar Dimas di kala dia di ajak ke mansion ,hari ini hari Minggu ,dista nyempetin untuk berencana keluar bersama Nabila .
Kaisam sang kakek ,dia tidak melarang lagi cucunya yang minta ijin keluar itu ,karna hatinya sedang senang ,apalagi di saat key mengatakan bahwa pacar yang di bilang Dista itu adalah Dimas ..yaitu calon mantu yang akan di jodohkannya .
Dista yang melihat kakeknya mengijinkan keluar terheran ,karna semenjak kerjalah dia bisa keluar ,bahkan kerja pun harus di antar dan di larang bawa mobil sendiri, Dengan senang hati Dista pun pergi dengan mobilnya untuk pergi ke tempat Nabila .
Dengan waktu 15 menit ,Dista pun kini sampai di tempat Nabila ,Nabila yang kini tengah duduk mendengar suara klakson mobil dista ,Nabila pun melangkah ke arah mobil Dista dan meninggalkan tempat tinggalnya .
"Tumben cepat ... biasanya lemot ..." ucap Nabila .
"Biasa ... gak ada kendala drama di rumah ...huh sekarang aku jauh lebih bebas bil ..." jawab Dista .
"Syukur deh ,, anak papi mami akhirnya bisa lolo....
Dreett...
Dreett ..
Getar ponsel Nabila berbunyi ,kini dia melihat ponselnya dan membaca pesan ,Nabila mengerutkan keningnya .
"Selamat hari Minggu buat kamu ."
Nabila membalas pesan itu dengan memberi selamat hari juga dan membalas "Siapa" ,tentu saja pria itu langsung respon kembali dan membalasnya dengan cepat.
"Bryan ."
Nabila seketika tersenyum ,dia belum sempat untuk menyimpan kontak pria itu ,Nabila tidak membalas dia hanya tersenyum dan melihat isi pesan nama itu ,Dista yang melihat Nabila senyam-senyum sendiri membuat Dista heran .
"Nabila .. kamu kenapa .." ucap dista .
Nabila tidak menjawab pertanyaan Sahabatnya itu , dia hanya menghela napasnya panjang , Dista tahu sahabatnya itu dapat pesan dari pria .
"Hey ...." panggil Dista .
"Apaan shh ... udah deh fokus nyetir aja .." jawab Nabila .
"Nabila " ujar Dista .
"Eumm.." jawab Nabila .
"Apa kamu masih suka sama tuan Bryan ." ucap Dista .
"Jika rasa itu masih ada ,maka kamu seharusnya cepat bilang padanya ?! toh tuan Bryan juga sudah mengatakan yang sejujurnya padamu ..lebih baik kau juga mesti jujur akan hal perasaan mu ,jika tidak mengatakan secepatnya ?! bisa-bisa keburu di ambil orang ." ujar Dista .
"Aku merasa ,kamu hanya terbiasa menyukai dia tanpa jujur dari mulut mu, dan hati mu slalu mengatakan tidak suka di saat dirinya bersama cewek lain ,Lebih baik lebih cepat ,kamu jelaskan dengan perasaan mu itu ." ucap Dista lagi .
"Nabila .. sekarang perasaan pada tuan Bryan bagaimana ,apakah tetap sama ,masih mencintai dia di dalam hatimu ?! " ucap Dista .
"Dengar ya bil ..!! suatu hari kalau kamu benar-benar jatuh cinta dengan seseorang ,ataupun itu tuan Bryan ,kamu akan merasa sedih kalau di tinggal." ujar Dista serius.
Nabila tercengang saat mendengar perkataan Sahabatnya itu ,dalam hal cinta Dista memang berpengalaman ,dalam persahabatan antara dirinya ,Dista dan ana ,hanya Nabila dan ana lah yang belum berpengalaman .
"Dista ... kamu ngerti banget ya urusan cinta-cintaan ." jawab Nabila .
"Hehe iya dong...ayo semangat bil ... itu tandanya kalian sudah saling jatuh cinta ,ngapain harus di pendam juga sih ya elah ni anak .."jawab Dista .
"Dari tatapan matanya saja sudah kelihatan 100 kali ,hihi ...."
Dista hanya menertawakan Nabila dalam hati ,Dista tahu ini baru pertama melihat Nabila jatuh cinta pada seseorang , Nabila mencerna perkataan Dista ,dirinya bukan tidak ingin mengatakan , hanya saja dia terlalu egois untuk memendam perasaan .
"Kata-kata Dista ada rasa sedikit takut dalam hatiku , ?! takutnya .. dia di ambil orang lain ,dan jatuh hati pada wanita lain ,?! meski sekarang aku belum siap mengatakan , tapi aku janji akan mengatakan perasaan ku ."
Tak terasa perjalan mereka sampai di cafe yang sering Dista kunjungi ,obrolan di perjalanan masih aja terus berlanjut sambil berjalan ke arah cafe .
"Bil ... aku ke toilet dulu ya ..."ucap dista di angguki Nabila .
Kini Nabila menikmati secangkir cappucino di depannya , pikirannya masih teringat ucapan Dista tadi , tanpa Nabila sadari ada sedari tadi ada yang memperhatikannya dan menghampiri dimana dirinya duduk , Nabila terkejut saat pria itu duduk .
"T_tuan ... Anda ngapain di sini .", ucap Nabila .
"Kok ngapain ini kan cafe ,siapapun yang datang kesini boleh-boleh aja dong ." jawab bryan enteng .
Bryan menatap gadis yang ada di sampingnya itu ,dia bukan hanya mau ngopi , itu hanya alasan dirinya saja , dia berada di cafe karna ada pertemuan pekerjaan penting ,Maka dari itu dia tidak sengaja melihat Nabila dan menghampiri nya , Dista yang akan melangkah dimana Nabila berada ,dia di kejutkan dengan pria yang berada di samping Nabila .
" Tuan Bryan ?! .. ngapain disini"
"Tapi rasanya , emm .. pemandangan ini boleh juga ."
Dista melangkah menghampiri kedua pasutri yang saling tatap itu ,dia kali-kali ingin mengganggu cinta mereka yang mulai tumbuh itu .
"Ekhemmm ..." dehem Dista .
"Di_dista kamu sudah selesai ." ujar Nabila kaget .
Jika Dista tidak datang , kemungkinan jantung Nabila pasti masih saja berdetak tak karuan saat di tatap oleh pria yang berada di sampingnya .
"Eh ... hehe .. ada tuan br...
Dret....
Dret ...
Ponsel Bryan berbunyi tanda ada yang Telpon ,Bryan pun menerima panggilan itu dan melihat ke arah Dista dan Nabila .
"Kalian lanjutkan saja ngopinya ." ucap Bryan berdiri dan berlalu pergi menerima telpon dengan di angguki kedua gadis tersebut .
Nabila melihat Bryan pergi bersama mobilnya ,baru saja dia ketemu dengan pria itu ,dan kini jantungnya pun masih saja berdetak saat melihat pria itu melangkah pergi melihat Nabila tersenyum di saat pria itu akan masuk mobil .
"Bil .. Ayo kita pergi ?! kita masih ada tempat yang harus kita kunjungi ,mumpung hari libur ." ucap Dista.
"Oke ... kau benar ..ayo ." jawab Nabila .
Kini Nabila dan Dista pun meninggalkan cafe tersebut di saat sudah menghabisi kopinya .
Selang beberapa menit di perjalanan ,mereka tertawa dengan mengobrol ringan ,masalah kisah cintanya lagi ,di saat obrolan itu Dista tidak melihat-lihat ke arah jalan ,dia hanya pokus menggoda Nabila ,Nabila yang melihat mobil berlaju kencang terkejut .
"Dista cepat ,sebrangkan mobilmu ,
Tiiiiiiiiiinnnn...
Dista terkejut dan langsung reflek nyebrang ke sebrang arah dan ngerem mendadak .
Ckiitttt......
Mobil yang melaju kencang tadi turun dari mobil ,dan menghampiri mobil yang di pakai Dista ,pria itu mengetuk pintu mobil Dista ,Dista dan Nabila yang masih terkejut dengan apa yang terjadi barusan di kejutkan lagi dengan ketukan pintu di mobilnya .
"Bil ... !! jangan bilang itu orang mau marah Sama kita ." ujar Dista ketakutan .
"Dis... buka saja dulu ,kelihatannya pria itu bukan mau marah-marahin kita deh ,," jawab Nabila dengan di angguki Dista yang kini membuka pintu mobilnya .
Dista dan Nabila keluar menghampiri pria tersebut dan meminta maaf dengan apa yang barusan terjadi , pria tersebut terkejut saat melihat dua gadis cantik yang ada di hadapannya .
"Eu .. nona ..apa kalian tidak apa-apa .' ujar pria tersebut .
"Tidak apa tuan, kami minta maaf y.
"Ohh ..iya gapapa...ini juga salah saya ,bawa mobil terlalu kencang ." jawab pria itu .
"Dista ayo !! kita udah minta maaf , bukankah kita akan ke suatu tempat ." ucap Nabila .
Pria itu tersenyum saat Nabila memanggil nama sahabat nya Dista ,pria itu lalu melirik Nabila dan juga Dista .
"Dua-duanya sangat manis ,yang satu agak sedikit jutek ,yang satu ...emmm ...menarik ..."
"Ahh tuan ... sekali lagi minta maaf ,.?! kalau gitu kita duluan ." ucap Dista dengan di angguki pria tersebut .
Dista dan Nabila pun kini pergi di area jalan itu ,pria itu tersenyum saat melihat mobil yang melaju itu ,dan dia pun kini telah masuk kembali ke arah mobil dan melajukannya kembali .
Dista dan Nabila pun kini berada di tempat kunjungan penjual dan memilih-milih makanan , 20 menit berjalan di area tersebut Nabila dan Dista berjalan ke area lain ,di saat mereka berjalan kaki Dista tersanjung oleh tembok tumpul.
__ADS_1
"Eh ..eh ...Dista hati-ha....
"Hati-hati nona .." ucap pria yang menahan tangan Dista .
Dista terkejut saat melihat pria tadi kini berada di hadapannya ,begitu juga Nabila ,dia mengerutkan keningnya melihat ke arah pria itu.
"Ah ... tuan .. terima kasih ." ucap Dista dengan di angguki pria tersebut .
Tanpa mereka sadari ada dua pria yang memperhatikan dista dan juga Nabila dari arah kejauhan ,siapa lagi kalau bukan Bryan dan juga Dimas , tadi Bryan tengah menemui pertemuan dengan Dimas di area tersebut ,tapi pandangannya tak sengaja melihat Nabila dan juga Dista ,Bryan yang melihat Nabila dan Dista bersama pria membuatnya kesal .
Dimas yang melihat ekspresi Bryan mengerutkan keningnya dan melihat ke arah pandangan Bryan yang memandang ke arah lain , Dimas terkejut saat dirinya melihat pacar kontrak nya bersama pria lain .
Kini dia pun melangkah dimana gadis itu berada ,Bryan terkejut saat Dimas melangkah ke arah kedua gadis itu ,tanpa aba-aba ,Bryan pun mengikuti langkah Dimas .
"Apa yang kalian lakukan di sini ." ucap Dimas .
Dista ,Nabila ,ataupun pria itu langsung melihat ke arah asal suara , Dista terkejut saat melihat Dimas berada di depannya ,dengan cepat Dista melepaskan tangannya dari pria itu .
"Kenapa kamu di sini ." ucap dista pada Dimas .
"Dimas !! kebetulan sekali ya ."ucap pria tersebut .
Dimas melihat ke arah pria itu dengan tatapan dingin , lalu dia melihat ke arah Dista ,pria itu melihat tatapan Dimas pada Dista lalu dia beralih kembali menatap Dimas .
"Kalian saling kenal , "ucap pria itu
"Martin ?! kau sudah kembali , dan apa yang kau lakukan di sini ." jawab Dimas .
"Aku kesini mengikuti kedua gadis cantik ini , ohh tepatnya aku merasa bersalah dan ingin meminta maaf kembali pada kedua gadis ini , tadi aku yang hampir membuat nona Dista kecelakaan, aku khawatir mereka masih ketakutan ,makannya aku mengikutinya ." ucap nya dengan tersenyum ke arah Dista .
Dimas dan Bryan terkejut dengan apa yang di ucapkan pria itu ,kini kedua pria itu melihat ke arah dista dan juga Nabila .
"Kau tak perlu mengkhawatirkan nya ." ucap Dimas dingin.
"Pacarku ,tidak akan terjadi apa-apa ,dan kau tak perlu mengkhawatirkan nya ," ucap Dimas kembali .
Nabila dan Bryan terkejut saat Dimas mengatakan Dista adalah pacarnya ,bukan hanya mereka ,tapi Martin juga terkejut .
"Masalah mengenai kecelakaan itu ,?! kau lihat ,dia baik-baik saja bukan ." ucap Dimas .
Di saat situasi seperti itu ,Dering ponsel Dimas menyaring ,dia merogoh ponsel yang berada di saku celananya dan menerima telpon tersebut ,kini Dimas melihat ke arah Martin dan juga Dista .
"Baik , tenang saja ?! aku akan membawanya sekarang juga ." ucap Dimas mematikan Telponnya..
"Bryan ,besok pagi siapkan surat pengacara ," ucap Dimas dengan di angguki Bryan .
"Dimas !! apa maksud mu dia pacarmu , yang mana pacarmu ." ucap Martin tak mengerti .
"Ayo pergi .", ucap Dimas menarik tangan Dista tanpa memperdulikan Martin.
"Tidak !! aku bisa pergi dengan Nabila , kau pergi ..pergi saja ." jawab Dista .
"Ah ..tuan te...
"Aaaaa.... Dimas lepaskan aku ." pekik Dista yang di tarik oleh Dimas .
Belum juga Dista selesai mengucapkan terima kasih ,Dimas sudah menarik tangan Dista ,Martin menahan tangan Dimas dari Dista ,Nabila dan Bryan terkejut saat Dista di tahan oleh kedua pria ,kedua pria itu saling tatap dengan hawa dingin.
"Nona Dista ,jika anda tidak ingin pergi dengannya ,saya akan menahan dia untuk tidak memaksa mu ." ucap Martin .
Dimas menahan amarahnya melihat pria yang ada di hadapannya itu ,kini dia pandangannya beralih ke arah Dista dengan menghela napasnya .
"Martin ?! dia adalah pacarku ,dan kau jangan menahannya ." ucap Dimas menahan amarahnya.
"Ayo pergi .. omah menyuruh mu ke mansion ." ucap Dimas menarik tangan Dista .
"Aaaa... Dimas .. tapi aku sama Nabila membawa mobil .." pekik Dista .
"Bryan biar aku yang bawa mobilmu , kau bawa Nabila dengan memakai mobil Dista ."ucap Dimas ..
"Dimas .. lepaskan aku ... ?! oke ..... aku akan pergi ke mansion .. asalkan Nabila juga ikut ke man....Aaaaa.....
"Bryan bawa Nabila ke mansion ." ucap Dimas yang kini masih menarik tangan dista .
"Sial .. aku ini kenapa sih ,,, Ini bukan perasaan cemburu pada gadis ini , tapi dia melanggar kontrak , dan mendekati dengan pria lain ,
Dimas menarik tangan Dista ke arah parkiran , sementara di sisi lain Nabila terkejut saat mendengar perkataan Dista ,apalagi Dimas yang menyuruh Bryan membawa dirinya ke mansion , tidak dengan Bryan dia tersenyum tipis saat melihat ekspresi Nabila., Dimas langsung mengatakan untuk memberikan kunci mobil itu pada dista .
Mau tak mau Dista pun memberikan kunci mobil itu ,dengan cepat Bryan menarik tangan Nabila dan membawa nya pergi ke arah parkiran ,Karna Bryan tahu mobil yang di bawa Dista dengan berplat nama gadis itu dan nomor Xxxxx ,Nabila yang di tarik oleh Bryan langsung melepaskan tangannya .
"Tuan aku bisa sen..
"Syuutt .. jangan panggil aku tuan ." ucap Bryan menahan bibir Nabila oleh telunjuknya .
Bryan menarik tangan Nabila kembali dan menggenggam tangannya dengan lembut ,Bryan hanya tersenyum senang saat dirinya kini bersama Nabila ,dia tidak menyangka akhir dari Dista dan Dimas dia bisa bersama dengan Nabila .
"Kita ke mansion ya , ayo masuk ." ucap Bryan membuka pintu mobil .
Nabila hanya mengangguk saja dan segera masuk ,dalam pikirannya saat ini ,Nabila hanya memikirkan perkataan Dimas tadi ,bahwa Dista adalah pacarnya , tidak ada kata apapun dalam mobil hanya suara deruman mobil yang bersuara ,mobil yang di bawa Bryan kini tengah mengikuti Dimas yang ada di depan untuk mengikutinya ke mansion .
15 menit perjalanan, akhirnya mereka sampai di mansion Anggara , Dimas dan Dista turun dari mobil dan melangkah ke arah pintu yang terbuka lebar itu .
Dista memaki Dimas di arah belakang ,di saat dia akan mengangkat kakinya ,dia melihat wanita paruh baya dengan ana Yang melangkah ke arah mereka ,dengan cepat Dista menurunkan kakinya untuk pura-pura terpincang sedikit.
Ana begitu terkejut saat melihat Nabila berada di ambang pintu dan melangkah ke arahnya , ana senang saat teman-temannya datang .
Omah yang melihat ana kegirangan langsung tersenyum ,kini dia punya ide untuk empat pasangan itu bisa saling mendekat .
"Dimas ... kau pergilah obati kaki Dista ,kayanya dia tadi sedikit pincang ." ucap omah .
"Eh ..ah omah aku gapapa k...
"Dimas ..kenapa mau diam saja ,ayo cepat bawa Dista obati kakinya ,kalau tidak pijat ?! sanah pergi ." ucap omah .
Dimas menahan amarahnya dengan gadis yang di sampingnya itu ,dengan cepat dia menarik tangan Dista ke ruang tamu samping ,wanita paruh baya itu hanya geleng kepala dan tersenyum ,kini pandangannya ke arah ana dan juga Nabila yang tengah mengajak tertawa pada Kenzie , Sementara Bryan kini tengah saling mengejek dengan erland .
Wanita paruh baya itu lagi-lagi harus mengeluarkan ide di otaknya untuk bisa menggangu mereka .
"Nabila Bryan ...omah ingin menyuruh Kalian ,bisa bantu omah gak ." ucap wanita paruh baya itu .
"Bryan omah ingin di buatkan sayur sup daging oleh mu , tolong ya ..karna hasil masakan mu sangat enak .. oh iya Nabila ,kamu bantu Bryan ya di dapur , kalian gak cape kan ." ucap wanita paruh baya itu .
"Tapi sekarang ya ,GPL ...cepat kalian lakukan ." ucapnya kembali
Bryan dan Nabila saling pandang , selang beberapa menit berfikir ,akhirnya mereka mengangguk kan kepalanya dan melangkah ke arah dapur ,wanita paruh baya itu tersenyum dan berlalu pergi ,Erland dan ana menghela napasnya panjang ,mereka tahu dengan apa yang di rencanakan oleh omahnya .
Sementara di dapur sana kedua pasutri itu kini tengah menyiapkan sayuran untuk membuat sup yang di pinta oleh wanita paruh baya tadi .
"Tuan ,saya lupa ?! saya mau naruh tas dulu ya di ruang tamu nanti saya kembali lagi ." ucap Nabila berbalik ...
"Kamu gak boleh pergi ," ucap Bryan menahan tubuh Nabila dengan tangannya ,
Kini Bryan mengambil tas selempang itu dari Nabila dan melepaskannya dengan menyimpan di meja kecil yang berada di dapur .
"Di sini saja ,gak perlu mesti harus jalan ke sana ." ujar Bryan dengan di angguki Nabila .
Kini mereka berkutat Kembali ,berhubung nabila tidak bisa memasak ,dia hanya membatu mencuci sayuran ,sementara Bryan memotong-motongnya ,Bryan melihat ke arah kepala nabila ,dia tidak melihat jepitan kelinci itu .
"Ngomong-ngomong, kamu gak suka lagi kelenci dari aku ya." ucap Bryan.
"Emmm ... suka kok.... sebenarnya ." ucap Nabila yang kini merogoh saku celananya .
"Cuma gak di pake aja ." ucap Nabila kembali dan mengeluarkan benda itu di telapak tangannya .
Bryan memberhentikan memotong wortel ,dia menggenggam jepitan itu yang berada di tangan Nabila ,tepatnya saat ini Bryan menggenggam tangan Nabila ,dengan menatapnya gadis itu .
"Semenjak aku bilang suka padamu ,?! kamu sudah tidak memakainya lagi ." ucap Bryan menatap Nabila sendu .
Bryan menatap Nabila dengan menggenggam tangan gadis itu ,Nabila yang di tatap seperti itu membuatnya tidak bisa bernafas di hadapan pria itu ,di saat Nabila akan melepaskan tangannya ,tapi Bryan malah menggenggam erat tangan gadis itu .
__ADS_1