Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
S2.Dalang di balik semua .


__ADS_3

Di sisi lain .


Pria yang kini tengah bersantai di ranjangnya harus tertunda dan di ganggu oleh sahabatnya itu ,Irsan yang beberapa jam lalu tengah sibuk dengan pekerjaan kantornya mendapatkan aktifitas yang membuat dirinya berdecak kesal yang dimana ponselnya berdering terus .


Saat ini Irsan tengah bersiap dengan pakaian serba hitam nya ,kesibukan di bar beberapa bulan lalu sekarang terganti mejadi pengusaha sukses yang menggantikan perusahaan sang Daddy.


Hari ini tepat jam 10 malam pria lajang itu kini tengah berjalan dengan wajah datar nya ,dia melangkah ke salah satu ruangan untuk mengambil sesuatu ,tepatnya senjata api,Irsan memasukan senjata api itu di balik saku blezer nya .


Mengingat sang Daddy mantan king mafia membuatnya dirinya pun berpikir seperti seorang mafia yang kini akan mencari target nya untuk dia dapatkan ,jika bukan karna Dimas menyuruhnya dia tidak akan mau turun tangan untuk mencari seseorang yang di perintahkan oleh pria itu .


Kini dia melangkah ke arah luar dimana mobilnya itu berada ,di saat dia melangkah ke arah mobilnya ,dia di kejutkan oleh Steven yang tengah berdiri di dekat mobilnya .


"Steven ?! apa yang kau lakukan di sini ." ucap Irsan melihat Steven yang menghisap roko nya .


"CK .... aku mau membantu mu untuk menghadap berandal bandit itu ." jawab Steven .


"Tidak perlu !! aku bisa sendiri ?! kenapa kau meninggalkan istrimu ." ucap Irsan .


"Tania berada di luar kota bersama mommy ku,?! sudahlah aku akan ikut denganmu ,aku takut sahabat ku ini akan habis di bunuh orang lai....


Dugh ..


Steven meringis saat kakinya di tendang oleh Irsan ,Irsan menyuruh Steven menaiki mobilnya ,dengan begitu Steven pun naik dengan santai nya tanpa melihat ke arah Irsan .


"Irsan ?! apa kau tahu seseorang yang berniat jahat itu pada wanita Dimas ." ucap Steven .


"Tentu ?! orang itu berada di salah satu basecamp ,, aku sudah menyuruh orang untuk melacak tempatnya ." jawab irsan .


Steven hanya mengangguk memberi jawaban dari sahabatnya itu ,kedua pria itu tengah menelusuri jalan malam yang sepi ,hening dan sunyi ,Irsan yang membawa mobil nya dengan kecepatan di atas rata-rata agar sampai tujuan .


Dalam waktu satu jam mengendarai mobil ,kedua pria itu sampai di salah satu tempat yang di katakan tidak begitu ramai oleh penduduk ,irsan turun dengan di ikuti Steven ,Steven dan Irsan melihat tempat itu yang di katakan seperti tempat pembuatan besi dan bata .


Salah satu orang yang kini tengah menumpul batu menatap Irsan dan Steven dengan tatapan iblis nya ,Irsan dan Steven tidak memperdulikan tatapan pria itu yang kini tengah menatap nya ,Irsan dan Steven tengah berjalan dan melihat-lihat di area tempat itu dan melewati orang tersebut .


Steven melirik kiri kanan bahkan tempat itu tidak ada orang pun terkecuali pria yang kini tengah menampul batu besar seorang diri .


"Kenapa sepi sekali ?! Irsan tidak salah mencari seseorang di tempat ini kan,dan orang yang menampul batu itu apa targetnya"


Steven tidak begitu percaya bahwa yang menampul batu itu adalah target yang di cari Irsan ,kini steven berbalik dan melangkah ke arah pria itu .


"Permisi ... apa disini tidak ada penduduk lain selain Anda ." ucap Steven .


Pria itu tidak menjawab ,dia mencengkram penampul batu itu dengan kuat ,dan menampul batu di depannya dengan penuh tenaga ,Steven yang melihat pria itu memukul batu dengan keras membuatnya tak percaya dan langsung mundur ke belakang .


"Ada apa dengan pria itu ,apa dia bisu "


Kini Steven berbalik ke arah Irsan yang masih melihat-lihat ,pria penampul batu itu seketika berhenti dan melihat ke arah Irsan dan Steven yang tengah membelakangi nya ,pria tersebut sudah siap untuk menghajar Irsan dan Steven dari belakang ,kini dirinya melangkah dan akan siap untuk menimpah kedua pria itu dengan penampul batu.


Irsan yang merasakan ada gerakan dari belakangnya langsung berbalik ,betapa terkejutnya pria yang menampul batu tadi tengah bersiap akan menghadang dirinya dan Steven ,dengan gerak cepatnya Irsan menengkas pemukul batu itu oleh kakinya .


Steven terkejut ,dengan apa yang akan di lakukan oleh pria yang di tanya tadi tidak menjawabnya ,dia membantu Irsan untuk menghadang pria kuat itu ,dengan gerakan mereka yang tengah melawan satu orang itu bukanlah tantangan enteng ,Steven terkejut saat pria itu akan melakukan tembakan gas air mata ke arah dirinya dan Irsan .


Irsan yang sudah ahli dalam berkelahi , lagi-lagi menengkas tangan pria itu ,bukan hanya itu, Irsan menendang pria itu hingga ke batu yang pria itu tumpul tadi ,pria itu seketika menahan rasa sakit di punggungnya yang sudah di banting ke batu ,Irsan melangkah menghampiri pria itu dan menjambak rambutnya .


"Katakan !! dimana bos mu " ucap Irsan dengan menjambak rambut pria itu .


"Sa_saya tidak punya bos ,dan apa yang kalian lakukan di sini ." ucap pria tersebut .


Irsan tidak menjawab pria itu ,tangannya semakin mencengkram rambut pria itu dengan kuat ,kini pandangannya melihat ke arah api yang tengah menyala di sampingnya ,Irsan melepaskan cengkraman nya dan berganti mencengkram pakaian aneh pria itu .


Irsan menarik baju yang di kenakan pria itu dan menyeretnya ke arah api yang tengah menyala begitu besar ,pria itu terkejut saat Irsan menyeret dirinya ke arah api ,sudah pasti jelas ,irsan akan melemparkan ke arah api yang menyala di tumpukan kayu itu .


"Katakan !! dimana bos mu ,jika tidak aku akan melempar mu ke api merah itu ." ucap Irsan dengan tatapan tajamnya.


Steven melihat aksi pertunjukan itu hanya duduk diam santai ,dia sudah hapal sifat sahabatnya itu ,walau Irsan terkadang somplak disaat di dalam dan mungkin terlihat bodoh di mata orang lain ,tapi tidak di mata para sahabatnya ,pria itu mempunyai sisi kejam pada orang yang sudah menganggu orang-orang terpentingnya ataupun pada dirinya .


"Saya tidak mempunyai bos tuan ,saya tidak tahu apa-apa ." ucap pria itu .


Lagi-lagi Irsan menarik pria itu untuk melemparkan nya ke arah tumpukan kayu yang berapi ,pria itu semakin terkejut dengan apa yang akan di lakukan Irsan .


"Baik....baik .... saya akan katakan, dimana bos saya ." ucap pria itu dengan ketakutan .


"Katakan ." jawab Irsan .


"Bos saya berada di kota sebelah ,dan jalan lurus dari jalan sini ,dan mengarah ke salah satu gudang yang di penuhi dengan toren di halamannya ." ucap pria itu .


Irsan menghempaskan pria itu ke arah drum air dengan kuat ,kini pandangan nya ke arah Steven yang santai dengan menyilangkan kedua tangannya ,Irsan mengisyaratkan Steven untuk pergi dari tempat itu ,Steven pun turun dari bangku kayu itu dan mengikuti Irsan ,sebelum dia keluar dia menendang pria yang sudah terkulay itu .


"Beruntung kau masih hidup di tangan macan itu. " ucap Steven berlalu pergi .


Irsan dan Steven meninggalkan tempat itu dan akan pergi ke lokasi yang di katakan pria tadi ,


Sesampainya di sana keduanya turun dan melangkah ke arah tempat itu , lagi-lagi tempat itu sepi tak ada orang ,hanya banyak beberapa toren yang bersejajaran, Irsan dan Steven melangkah mencari seseorang yang mereka cari ,


Steven yang melihat seseorang tengah tidur ,menyenggol lengan Irsan untuk segera melihatnya , keduanya kini berjalan ke arah pria paruh baya yang tengah tidur di ayunan itu ,Irsan yang begitu tidak sabaran langsung menendang ayunan itu hingga membuat orang itu tersungkur ke tanah .


"Ah...ah.... sakit ...sakit ... siapa yang sudah mengganggu tidur ku ... keparat .." ucapnya dengan menahan rasa sakit .


Pria paruh baya itu melihat ke belakang dan melihat ke arah Irsan dan Steven ,pria paruh baya itu marah dan menggepalkan tangannya melangkah ke arah Irsan dan Steven

__ADS_1


"Keparat !! siapa kalian ?! kenapa mengganggu tidur ku ..." ucap nya yang kini akan menghantam kedua pria itu .


Hantaman yang akan di lakukan nya tidak berhasil ,tapi kebalikan nya tangannya kini Irsan tarik kebelakang yang dimana membuat pria paruh baya itu kesakitan .


"Pria bau tanah sepertimu kenapa berani menyentuh orang ku ." ucap Irsan .


"Hey anak muda ... apa maksud mu ,aku tidak mengerti dengan perkataan sampah mu itu ." ucap pria paruh baya itu dengan Manahan rasa sakit yang dimana tangannya kini di putar kebelakang oleh Irsan.


"Basi !! tidak mengerti katamu ,lalu kenapa kau akan membunuh wanita hamil yang tempo hari berada di mal ." ucap Irsan menahan tangan pria itu dengan kuat .


Pria paruh baya itu terkejut ,dia tidak tahu pria yang kini tengah menahan tangan nya itu adalah komplotan wanita yang berusaha dia celakai tempo hari .


"Apa maksud mu hingga kau akan membunuh wanita hamil ." ucap Irsan lagi .


"Saya tidak mengerti ,saya tidak tahu .. lepaskan saya anak muda ,kau terlalu lancang pada pria yang sudah tua ini ," ucap pria itu .


Irsan tidak menghiraukan perkataan pria paruh baya itu ,dia tidak perduli mau tua mau muda yang melakukan kejahatan dan mengusik orang-orang terdekatnya akan mendapatkan kekerasan olehnya.


"Masih mau mengelak ." ucap Irsan lagi-lagi memutar tangan pria paruh baya itu .


"Saya benar-benar tidak .......


Belum selesai bicara ,Irsan langsung menyeret pria paruh baya itu ke arah bak besar yang berisi air dan memasuki kepala pria itu ke dalam bak ,kini Irsan menarik kepala pria itu lagi yang dimana pria itu sesak napas karna air tersebut .


"Katakan !! kenapa kau melakukan itu " ucap Irsan dengan nada tinggi .


"Uhuk ... uhuk ... sudah ku bilang anak muda !! aku tidak melakukan apa yang kau ......ummmmm....bluk.....blukkkk...


Lagi-lagi Irsan memasukan kepala pria itu lagi ke dalam air hingga beberapa menit ,pria yang di celupkan itu sudah tidak bisa menahan napasnya saat kepalanya kini di dorong begitu lama oleh Irsan ,hingga pria itu pasrah dan mengangkat tangannya ke atas .


Steven yang melihat nya pun langsung mengisyaratkan kan Irsan untuk mengangkat kepala pria itu ,dengan cepat dia pun mengangkat kepala pria itu .


"Cepat katakan " ucap Irsan .


"Saya tidak tahu ,saya hanya di suruh seseorang " ucap pria itu dengan terbatuk.


"Katakan siapa yang sudah menyuruhmu ." ucap Irsan .


"Saya tidak akan mengatakannya ,siapa orang itu ,yang jelas saya hanya di suru...


Dugh ...


Steven meneken pundak pria itu dari belakang ,pria itu tidak ada takut-takut nya untuk mengatakan jujur saja ,yang padahal jika dia jujur akan selamat dari tangannya.


"Seberapa banyak yang sudah mereka bayar pada bapak ,hingga bapak tidak ingin mengatakannya ," ucap Irsan yang kini menatap tajam pada pria tersebut .


"Sangat banyak ... hahaha .. sangat banyak .. dan aku akan sangat kaya ,jika sampai keponakan ku yang berada di rumah mewah itu berhasil untuk membunuh wanita hamil itu ,aku akan di bayar lagi dengan 5 kali lipat oleh orang itu ,dan tentunya aku akan sangat kaya dan lebih kaya .."ucap pria paruh baya itu dengan tawanya .


"Akhhhh....akhh ... hey anak muda apa yang akan kau lakukan .." teriak pria itu pada Irsan yang kini menyeretnya ke arah bak tadi .


"Siapa yang di maksud keponakan mu itu " ucap Irsan .


"Haha .. yang jelas sekarang dia adalah mata-mata di rumah mewah itu ,", ucap pria itu dengan amarahnya .


"Mata-mata ,, siapa yang di maksud pria ini "


Irsan dan Steven lagi-lagi terkejut saat mendengarkan perkataan pria itu .


"Yang mana maksud keponakan mu itu ,wanita atau pria.." timpal Steven .


"Jelas dia adalah wanita ,dia baru masuk beberapa bulan ini ." jawab pria itu dengan gelak tawanya .


Irsan terkejut ,baru beberapa bulan masuk ,Irsan dan Steven saling tatap tanpa melepaskan pria itu .


"Pengurus kehamilan Dista ,"


"Siapa tuan mu ,, dan berapakah uang ya..


"Haha .. hey anak muda ?! pria itu sungguh kaya ,dia begitu membayar ku mahal , dan kau tidak mungkin akan membayar itu dengan besar padaku " ucapnya dengan tertawa .


Irsan yang di buat kesal langsung memasukan kepala pria itu lagi ke dalam air ,Steven yang melihat itu langsung menahan Irsan untuk memberhentikan nya .


"Irsan cukup !! pria bau tanah ini tidak akan mengatakannya ,lebih baik kita telpon Dimas ,dan menyuruhnya kesini ,dengan adanya dia ,ini akan membuat pria ini gampang membuka mulut nya ." ucap Steven .


"Kau gila ?! menyuruhku menelpon Dimas untuk kesini ,dia tidak mungkin ke luar meninggalkan istrinya sendiri ." ucap Irsan .


"Bodoh ?! di mansion banyak bodyguard ,aku yakin Dimas pasti kesini ." ucap Steven .


Dengan helaan napasnya Irsan pun melangkah ke arah lain untuk menelpon Dimas ,dengan tenaga yang sudah dia keluarkan beberapa jam ini membuat dirinya mengeluarkan keringat di sekujur tubuhnya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di mansion .


Pria yang kini masih berkutat dengan pekerjaannya ,mengalihkan pandangannya ke arah jam ,jam sudah menunjukan pukul 00.00 malam ,dengan cepat Dimas menyelesaikan pekerjaannya ,


Setelah menyelesaikan pekerjaannya dimas melangkah ke arah kamarnya untuk menyusul istrinya tidur .


Dimas yang baru saja akan berbaring mendapatkan ponselnya yang berdering nyaring ,yang dimana saat ini Dimas menahan kekesalan nya itu langsung melangkah ke arah lain untuk menerima telpon tersebut .

__ADS_1


"Hallo !! kenapa kau Menelpon di jam segini ,kau mengganggu istriku tidur ,, apa kau ingin mati hah ." ucap Dimas pada seseorang di balik telpon dengan nada kesalnya .


"Sory. .. dim aku mau memberi tahu padamu tentang orang yang akan mencelakai istri mu itu ,dan aku sudah menemukannya ." ucap seseorang di balik telpon .


"Lalu ,gimana sekarang " jawab Dimas dengan datarnya .


"Orang nya sudah mengakui ?! tapi dia membatah kalau dia adalah orang suruhan ."ucap seseorang di balik Telpon.


"Ancam dia ,jika dia tidak mau mengaku beri pelajaran kecil padanya, dan aku akan segera kesana malam ini ." ucap Dimas langsung menutup telponnya .


Dimas kembali masuk ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya , sebelum dia pergi dia mengahmpiri istrinya dan mencium kening dista.


"Good sleep my honey !! maaf malam ini aku harus pergi , aku janji sebelum subuh aku akan kembali." ucap dimas sambil menatap wajah cantik istrinya itu .


Kini Dimas ke luar menutup pintu kamar dengan pelan dan memerintahkan bodyguard untuk menjaganya dengan ketat ,dengan cepat Dimas ke luar melangkah ke arah mobilnya ,


Dimas pun kini sudah pergi meninggalkan halaman mansion dan mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi membelah jalanan malam yang dingin ,sesekali Dimas memikirkan orang itu ,dan siapa yang sudah menyuruh orang tersebut untuk melukai istrinya .


Setelah perjalanan hampir satu jam ,Dimas pun sampai dimana kini dia berada di lokasi yang di kirim Irsan ,bahkan Dimas pun melihat mobil Irsan di tempat itu , kini Dimas melangkah masuk dan melihat Irsan dan Steven yang tengah menghadapi pria yang di maksud Irsan


"Bagaimana ?! apa dia sudah mengaku ." ucap Dimas pada Irsan.


"Belum ?! dengan cara apapun yang aku lakukan ,pria tua ini tidak ingin mengatakannya ." jawab Irsan.


"Dim ... seharusnya kau harus hati-hati di mansio.....


Prok....prok....prokk.....


Belum sempat Irsan berkata ,seseorang datang dengan menepuk tangannya yang kini pandangan Dimas dan Irsan ke arah orang tersebut .


"Dimas ... Dimas .. rupanya sekarang kau berani menampakan diri ," ucap pria yang kini tengah tersenyum smirk ke arah Dimas ..


Dimas terkejut saat melihat pria yang dia kenali itu ,pria yang tak lain adalah sepupu nya kini berada di depan nya dengan tertawa ,Dimas menggepalkan tangannya saat melihat pria itu .


"Jadi kau dalang semua itu untuk mencelakai istriku ,"ucap Dimas dengan menahan amarahnya


"Haha .. tepat sekali , " jawab pria itu .


"Kenapa kau melakukan itu ,apa yang kau inginkan hingga kau akan mencelakai istriku dengan menyuruh orang ." ucap Dimas .


"Haha ... hahah ...Dimas ?! kau bodoh atau gimana ?! aku melakukan itu untuk dendam perlakuan mu yang sudah menghancurkan perusahaan papa ku ." jawab pria itu .


"Cih.. kesalahan Patal bukan kesalahan ku semuanya ,kalian pantas mendapatkan itu , keluarga mu lebih-lebih teganya membunuh orang tua ku ,dan menghancurkan ku hampir mati ," ucap Dimas dengan tersenyum kecut.


"Kau ....


Pria itu sudah tidak bisa menahan amarahnya ,dengan cepat pria itu memanggil anak buahnya dengan hanya menjentikan jarinya untuk melawan Dimas.


"Cih .. tidak di sangka kau membawa bandit-bandit dengan melawanku Radit ." ucap Dimas begitu santai nya saat orang-orang itu tengah jalan mengahmpiri Dimas .


Tanpa menunggu lama orang-orang itupun mengahmpiri Dimas dan akan melawannya , pertarungan dan baku hantaman pun terjadi , Steven pun ikut melawan orang-orang yang di bawa oleh Radit ,Irsan yang melihat itu berdecak dan menatap pria yang tengah tersenyum jahat itu ,bahkan pria itu menyaksikan pertunjukan dengan tersenyum santai .


"Perdebatan ini hanya karna soal warisan ,pria itu rela berbuat apapun untuk menghancurkan Dimas "


Dengan gercep nya irsan ,dia pun melangkah cepat dan menghadang 5 pria itu yang tengah melawan Dimas dan steven , dengan bantuan Irsan Dimas dan Steven tidak begitu kewalahan melawan 5 pria tersebut .


Dan tentu saja itu membuat Radit yang melihatnya terkejut ,tiga anak buahnya tersungkur lemah dan tentu saja itu perlawanan dari Irsan, Radit mengeluarkan pistol dari sakunya untuk menembak Dimas yang kini tengah membelakangi nya , Irsan yang melihat itu langsung mendorong Dimas .


"Dimas minggir ....." ucap Irsan mendorong tubuh Dimas .


Dor ... Dor ....


"Akhhhhh .... siall ... " pekik Irsan yang kini tengah kena tembakan di kakinya .


Dimas yang melihat itu terkejut melihat Irsan tertembak ,Dimas yang tersungkur di tanah langsung berdiri untuk menghampiri Irsan , Irsan yang melihat Radit akan menembak Dimas dengan cepat Irsan pun mengambil pistol nya yang dia taruh di balik saku Jaz nya .


"Irsan " ucap Dimas melangkah ke arah irsan


"Dimas jangan mendekat ...." teriak Irsan .


Dorr ....


Pistol yang di pegang Radit hancur di karnakan tembakan dari Irsan , Irsan berdecak kesal tembakannya meleset ke arah pistol Radit melainkan bukan ke Radit ,Irsan yang masih duduk terbengkalai di tanah berusaha menembak Radit ,Radit yang akan mendapatkan serangan dari irsan langsung menyuruh anak buahnya pergi dan berlari.


Dor ...


Satu tembakan dari Irsan meleset ke lengan Radit , tapi pria itu berhasil lolos pergi dan menyuruh anak buahnya yang masih bugar untuk mengikutinya pergi ,Irsan yang akan menembak Radit kembali tidak bisa menahan rasa sakit di kakinya yang terkena tembakan dua kali .


Dimas langsung menghampiri Irsan dengan perasaan dongkal ,dia benar-benar tidak becus menjalani permasalahannya sendiri dan selalu merepotkan orang lain .


"Irsan ,!! kau bodoh ,kenapa kau mendorongku dari tembakan itu hah ... ", ucap Dimas dengan rasa bersalahnya dan melepaskan kemeja hitamnya untuk membalut luka tembak di kaki Irsan yang kini bercucuran darah .


"Berhenti dim ,kau tak perlu pedulikan aku , kau harus pulang Dim ,ini sudah subuh ,jika kau telat pulang ,istrimu dalam bahaya , jika sampai siang dikit pengurus kehamilan istri mu akan sampai di mansion ," ucap Irsan menahan rasa sakitnya


"Cepat pergi dari sini Dim ,dan kembali ke mansion " ucap Irsan dengan menahan amarahnya .


"Dimas sekarang kau harus pergi ,ini hampir siang ,yang di katakan Irsan benar ,istrimu dalam bahaya ,tadi aku mendengar seseorang anak buah dari mereka ada yang menelpon seseorang untuk segera membunuh istrimu ." timpal Steven .


"Apa maksud kalian hah .." jawab Dimas tak mengerti .

__ADS_1


"Pe_pengurus kehamilan istrimu ,dia ... dia adalah mata-mata, dan wanita itu akan menyingkirkan istri mu ."ucap Irsan


Dimas begitu ingin lebih jelas lagi dengan apa yang di katakan Irsan ,Steven di buat jengah dengan Dimas yang tidak pergi-pergi ,Steven pun menjelaskan semuanya tentang pengurus dista itu pada Dimas ,dengan cepat Dimas pun mengerti dan langsung pergi meninggalkan kedua sahabatnya .


__ADS_2