
Hari ini hari Minggu ,dimana Erland hanya menyisakan waktunya bersama istri tercinta , kisah drama ibu hamil itu baru saja di mulai dan meminta permintaan aneh lagi yang membuat Erland tidak mengerti , bahkan ana meminta sahabat-sahabat suaminya itu datang untuk ke mansion ,
Kehamilan ana yang membuat orang-orang di sekitarnya di buat aneh ,bahkan sang suami pun ikut ketularan meladeni keinginan istrinya itu di pagi ini , tapi meski begitu orang-orang yang di mansion menuruti keinginan ibu hamil itu .
"Istriku jangan ya ... sayang ,cantik ,imut gemes deh ." ucap Erland dengan memberikan rayuan borongan yang sudah beberapa kali di keluarkan dari mulutnya itu ,tapi nihil wanita hamil itu kekeh ingin melakukan apa yang di inginkan nya itu .
"Pokonya harus ... aku bilang harus ..ya harus ." ucap ana dengan memincingkan matanya .
Akhirnya ,mau tak mau Erland mengikuti apa yang di inginkan oleh istrinya itu , dia terpaksa harus memakai daster ibu-ibu dengan di polesi make-up oleh ana .
Sungguh ini adalah pengalaman barunya yang di alami oleh Erland yang sebentar lagi akan menjadi Ayah itu ,tapi demi seorang anak dia rela dengan melakukan hal konyol apapun , , dalam pikiran Erland ,wanita hamil itu kini telah kumat dengan mood hamilnya yang berubah-ubah.
."Uhh mas ,,, aku gemesh deh lihat kamu jadi waria begitu , cocok banget jadi ibu-ibu." ucap ana yang kini tengah mengikat rambutnya yang di kuncir dua .
Erland menghela napasnya panjang ,dia melihat istrinya itu ,mau dandan seperti apapun ,istrinya itu memanglah cantik ,apalagi sekarang wanita itu tengah memakai pakaian layaknya anak kecil , apalagi sekarang dirinya memakai daster layaknya ibu-ibu dan ana seperti anaknya yang hamil di luar nikah tanpa suami .
"Mas kamu kenapa ,?! ada yang salah ya dengan penampilan ku ." ucap ana heran yang di tatap suaminya itu .
"Sayang ,yang aneh itu aku berpenampilan seperti ini ."
Erland hanya menggelengkan kepalanya.
"Gapapa ,hanya saja aku serasa melihat anak kecil hamil tanpa suami ." gumam Erland pelan, yang masih terdengar oleh telinga ana.
"Mas kau memanggilku anak kecil ." ucap ana yang menunjuk dirinya sendiri dengan nada kesal ,
"Tidak sayang kau salah dengar ,?! aku hanya bilang kau berpakaian seperti ini sangat cantik." ucap Erland sambil mengecup pipi istrinya itu .
"Tingkah ibu hamil memang di luar batas ,...ohh boy mommy mu sedang menghukum Daddy ."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Acara pun akan di mulai yang akan di lakukan oleh ibu hamil itu ,semua seisi mansion itu mengikuti apa yang di inginkan istri tuan muda keduanya itu , tentunya itu sudah di rencanakan oleh nyonya Anggara, omah yang melihat tingkah ana hanya geleng kepala dan mengikutinya saja
Di ruangan tersebut sudah ada ,Steven ,Irsan ,Bryan dan juga Dimas ,tentunya Roy pun ada kumpul bersama mereka yang kini tengah memakai baju daster itu ,bahkan mereka juga turut mengikuti acara yang akan di mulai oleh ibu hamil itu .
Bahkan Nabila dan Sahara pun harus ikut andil mengikuti kemauan wanita hamil itu dengan memakai pakaian pria paruh baya, bukan hanya mereka saja ,bahkan para pelayan dan juga supir serta penjaga pintu gerbang pun ikut menjadi korban ulah oleh ibu hamil itu .
Semua orang menghela napasnya panjang ,Nabila dan Sahara hanya memutar bola matanya jengah dengan tingkah ibu hamil itu .
"Sialan ,si Anatasya ini gak ada kerjaan apah ,hamil yah hamil ..gak perlu ngadain acara konyol seperti ini ." batin Sahara .
"Ana oh ana ,kau sudah membuatku malu dengan berpakaian seperti ini ." batin Nabila .
"Anda benar-benar membuat reputasi ku sebagai tangan kanan keluarga Anggara menjadi tercoreng nyonya ." batin Roy .
"Ini sangat menyebalkan ,reputasi ku pun sudah terjun mulai saat ini ,tapi apa boleh buat ."batin Bryan .
"Oke semuanya udah siap ya .. Nabila kamu jadi berperan suaminya Bryan ya .." ucap ana dengan menunjuk .
"Dan Sahara kamu juga berperan sebagai suaminya kak Dimas ." ucap ana kembali ..
"Steven dan juga Irsan kalian tolong bersihin ruangan mansion ini semuanya bersama pak Urip dan juga roy" ucap Ana .
"Apa ?! hey kakak ipar kita gak salah tuh bersihin mansion seluas ini ,penyiksaan banget tuh ,?! wah Erland ,anak mu memberi hukuman pada kita ."ucap Irsan
"Nyadar diri juga ?! iya itu adalah hukuman buat kalian yang sudah menyuruh suamiku ke bar ,"ucap ana.
"Dan para pelayan jadi murid sekolah SMA dan gurunya adalah pak Jarwo " ucap ana dengan menunjuk .
Semua orang terkejut dengan perkataan nyonya anggara itu ,kini ana melihat ke arah suaminya yang harus menjadi ibu dari ana ,pria itu menghela napasnya berat ,bagaimana pun juga itu adalah kemauan anak nya, drama yang di lakukan oleh ibu hamil itu berkutat dengan dramanya masing-masing .
Selang beberapa menit ,ana menyuruh omah yang memotret orang-orang yang sudah dia rencanakan itu .
Satu jam pun telah berlalu ,Steven dan Irsan kewalahan setelah membersihkan mansion itu hanya dengan empat orang pun tidak mereka selesaikan .
"Kakak ipar kami menyerah ,!! ini .. ini kaki sudah pengkor begini dan mati kaku ," ucap Irsan dengan di angguki pak Urip dan Steven .
__ADS_1
"Ya sudah , kalian gak perlu lanjutkan .. itu tandanya kalian gak dapet bonus ." ucap ana .
"Bonus ." ucap empat pria itu .
Erland yang mendengar pun mengerutkan keningnya .
"Sayang kau mau memberi bonus apa sama mereka ." ucap Erland
"Bonusnya dari kamu mas ,siapapun yang menyelesaikan perintah dariku ,aku akan kasih bonus ." ucap ana .
"Bonusnya ." ucap ke empat pria tersebut .
"Tidak ... tidak... ?! Karana kalian sudah gagal ,aku tidak akan memberi tahu bonus itu apa ." ucap ana kini melangkah ke arah dapur melihat ke empat pasangan yang kini tengah memasak .
Keempat pria itu saling pandang ,dengan apa yang barusan mereka dengar , sementara Ana, kini dia melihat ke empat manusia yang tengah di dapur sedang berkutat memasak , ana melihat mereka siapa yang selesai memasak maka mereka akan mendapatkan bonus seperti apa yang dia katakan .
Kini ana kembali ke ruang tamu ,dimana para orang-orang yang tengah kumpul itu sudah menerima kekalahannya ,bahkan para pelayan pun yang berperan sebagai murid SMA tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan layaknya anak sekolah .
Erland yang di suruh mengawal ke empat orang di dapur kini tengah memperhatikannya .
"Mas ,cepetan ambil mangkuk itu untuk menuangkan balado cumi ini ," ucap Bryan pada Nabila yang kini akan selesai dengan masaknya .
Nabila pun segera cepat-cepat mengambil mangkuk itu, sementara Erland dia menahan tawanya di saat Bryan memanggil Nabila mas .
"Akhirnya ,selesai juga ." ucap Nabila .
"Apanya yang selesai .. !! kau enak hanya di suruh-suruh saja, aku yang pak pik pek memasak .." ucap Bryan yang kini membuka wig yang ada di kepalanya .
"Iya-iya maaf ,, aku kan gak bisa masak " gumam Nabila yang masih terdengar oleh Bryan .
"Siapa nih yang sudah selesai duluan ." ucap ana yang tiba-tiba muncul .
"Kita dong." ucap Nabila yang merangkul tangan Bryan .
Ana dan Erland melihat tingkah mereka dengan saling pandang ,dan pandangannya ke arah tangan Nabila yang merangkul tangan Bryan .,Sahara yang melihatnya pun di buat kesal ,dan membuang serbet yang ada di tangannya ke bawah dan pergi meninggalkan dapur .
Bryan yang melihat tangan Nabila merangkul tangannya melihat ke arah tangan mereka , Nabila yang melihat ana memperhatikannya pun akhirnya tersadar .
"Eu ,, itu .. ana aku ijin ke kamar dong , aku pengen ganti nih baju , aku benar-benar kaya bapak-bapak aja dah ...ucap Nabila yang melihat pakaiannya dan di angguki ana .
Erland melihat ke arah istrinya mengenai mereka yang tengah menang lomba masak itu , kini ana melangkah ke arah ruang tamu dengan di ikuti ketiga pria yang ada di belakangnya .
"Kalian boleh ganti pakaian dulu ,nanti aku akan usulkan siapa yang dapat bonus. "ucap ana .
Dimas pun melangkahkan kakinya saat ana bilang ganti baju ,dia masih mengingat kejadian di dapur tadi ,dia melihat Sahara jeyles di saat Nabila merangkul tangan Bryan, dimas tahu wanita itu pasti marah saat Nabila merangkul Bryan .
lima belas menit kemudian ,mereka pun telah menggantikan pakaiannya ,dan Kembali ke ruang tamu ,semetara Erland sedang berdiskusi tentang bonus itu .
"Mas ..bantu aku .."
"Kenapa ."
"Kasih bonus Bryan dan Nabila ya .." ucap ana merengek .
"Bonus apaan .."
"Kasih mereka hiburan kemana kek ,Nabila pasti senang mas ,dia belum pernah hiburan kemana pun ." ucap ana .
Erland mengerutkan keningnya ,keanehan pada istrinya itu membuat dia berpikir ,kalau istrinya itu sedang mendekatkan Nabila dan Bryan .
"Sayang ,!! kau tidak sedang menjodohkan Bryan dan Nabila kan ." ucap Erland .
"Bahkan waktu kamu ingin seblak saja mesti nyuruh Bryan membantu Nab....
"Enggak mas ,waktu itu memang aku ingin makan seblak buatan Nabila ,dan Bryan yah itu juga kemauan anak aku untuk menyuruhnya membantu Nabila ." ucap ana .
"Tapi sayang !! kalau di pikir-pikir ,Nabila oke juga sama Bryan ,dia sudah menjomblo hampir 6 tahun , tidak ada salahnya sih kita PDKT-in mereka ." ucap Erland .
__ADS_1
"Aku setuju , jadi ...?! kamu mau memberikan bonus gak ." ucap ana .
"Ya ... aku akan memberikan Bryan liburan ke Jerman bersama Nabila ,udah ayo kita keluar dulu sayang , orang-orang sedang menunggu kita ." ucap Erland dengan di angguki ana .
Sesampainya di ruang tamu , Erland melihat sahabat-sahabat nya itu ,Irsan yang sudah lelah sudah terkapar di sofa, .
"Bryan kau akan mendapatkan bonu...
"Aku tidak menginginkannya ." ucap Bryan dingin .
Ana dan Erland saling pandang ,kini ana melihat Nabila yang bejalan ke arah mereka ,sesampainya di ruang tamu Nabila hanya berdiri di dekat ana .
"Nabila apa yang kau inginkan .." ucap ana ..
"Aku terserah aja sih ... apapun yang kau berikan padaku ." ucap Nabila yang kini memainkan ponselnya .
"Okee ... selamat kau dan Bryan mendapatkan tiket ke Jerman ." ucap erland
Seketika Nabila langsung mengalihkan pandangannya pada ana ,kini dia pun melihat pria yang tengah terkejut itu .
"Tidak ..." ucap Nabila dan Bryan serempak .
"Tidak ada penolakan ." ucap Erland dan ana serempak .
"Terima saja , kau bahkan belum pernah berlibur setelah keadaan ku memburuk ." ucap Dimas .
"Tapi kanto..
"Ada Erland ,dan biar Steven yang menggantikan mu ." ucap Dimas kembali .
Nabila benar-benar ingin menjitak kening sahabatnya itu ,dengan kekesalannya kini dia mendekat pada ana .
"Ana apa yang kau rencanakan itu ,kenapa bisa kau memberikan bonus seperti itu ,jika aku pergi denganmu ,aku mau menerima bonus itu.,tapi jika dengan pria itu ,habislah aku ." bisik Nabila .
"Ohh maaf tuan Erland ,saya tidak bisa menerima bonus itu ,Karna saya masih harus kerja ke restoran dan ke bar ." ucap Nabila menolak .
"Itu bisa di atur .." ucap steven dan Erland serempak .
Nabila dan ana saling pandang ,apa maksud dari ucapan kedua pria itu.
"Bryan ,bukannya kau sudah membeli restoran tempat kerja Nabila, itu berarti kau bos dari restoran itu berilah dia ijin pada manajer mu ." ucap Erland .
"Soal bar ... si playboy pensiun itu sudah pasti memberikanmu cuti ." ucap Steven dengan di angguki Erland .
Nabila tercengang saat Erland mengatakan ,bahwa dia kerja di restoran pria plizzer itu ,
"Tak heran ,waktu itu dia memberikan cuti padaku ."
Nabila dan Bryan hanya menghembuskan napasnya berat ,bagaimana bisa mereka memberikan bonus konyol seperti itu ..
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara di sisi lain ,wanita yang baru masuk dari kamarnya tengah mengamuk saat dirinya melihat pria yang dia cintai dekat dengan bocah ingusan.
"Akhhhhh ... sialan .." decak Sahara.
"Aku menyingkirkan ana aja belum sampai ,Masalah soal kalung pun aku masih was-was , dan apa tadi ... akhh .... gadis ingusan itu sengaja berdekatan dengan Bryan ." ucap Sahara yang kini kian marah .
Wanita itu masih melempar semua barang-barang yang ada di kamarnya ,dia menghembuskan nafasnya ,apa yang ingin dia inginkan belum sampai ada perningkatan ,menyingkirkan ana pun dia gagal dan gagal , kini Sahara mengingat soal cctv itu .
"Oh ... jangan-jangan di dapur juga ada cctv , bisa jadi Roy yang melihat itu semua dan membuang sarapan dan susu itu ,sialan " Decak Sahara dengan melihat dirinya di cermin .
Urusan yang dia lakukan belum juga sampai ,masalah tadi di depan matanya sudah membuat dia naik pitam, dia memang mencintai Bryan ,tapi dia tidak ingin lepas begitu saja dari Dimas ,bagaimana pun juga awal yang dia inginkan adalah mengambil aset perusahaan itu .
"Aku harus cari cara agar bisa menyingkirkan ana dengan cara di luar ,...... akhh sialan ,kenapa Dimas mau menikahi ku menunggu ana lahiran ,dia itu adalah target ku ."
*
__ADS_1
*
*