Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
S2.Jangan tinggalkan aku .


__ADS_3

Gadis yang sudah status menjadi istri itu kini tengah merasakan kesal saat sikap Dimas yang dingin di saat dia masuk ruang kerjanya tadi ,bahkan pria itu berbicara dengan nada ketus, dengan suasana hati yang benar-benar kesal kini dia mengambil ponsel dan menelpon Nabila .


Kini Dista menekan tombol untuk memanggil Nabila ,bahkan dia mengalihkan panggilan video pada sahabatnya itu ,dengan waktu tidak lama juga Nabila menerima telpon dari Dista ,Dista yang kini sudah melihat wajah Nabila mengerutkan keningnya ,dia melihat wajah sahabatnya itu tidaklah sedih lagi seperti siang tadi .


"Nabila cepat berikan laporan padaku , ?! waktu kamu ke apartemen kak Bryan ,apa yang terjadi ,apa kau bertemu dengannya ,besok aku kerja pasti gak akan ada kesempatan untuk menanyakannya." ucap Dista mendesak Nabila .


Nabila yang di sebrang sana terkejut dengan ucapan Dista ,bahkan gadis itu ingin tahu dengan rasa penasarannya .


"Eu..... itu ......." jawab Nabila dengan memikirkan kejadian kemarin dimana dirinya menyatakan cinta pada pria itu .


"Sebenarnya gak banyak untuk di ceritakan ....hanya saja ......" jawab Nabila lagi-lagi terhenti ,Karana dia mengingat di mana Bryan menghapus air matanya dengan bibir pria itu ...


"Beberapa hari ini begitu terlalu cepat, aku terlalu kangen dan memikirkan dia sampai gak bisa pikirin yang lain ."


"Sekarang ?! kalau di ingat-ingat serasa berlebihan .... akhh ... Nabila , apa yang kau pikirkan ."


Nabila mengingat dimana kejadian siang tadi ,bahkan saat ini wajahnya begitu sangat merah ,Dista yang melihat raut wajah Nabila melebarkan matanya dengan semakin terbuka ,dia tahu ekpresi sahabatnya itu pasti sedang memikirkan sesuatu .


"Ehem ... ehemm .... lagi manis-manisnya ya ternyata ?! emmm .. sampai-sampai tuh muka kaya di rebus aja ,? bila ..kamu sudah ketemu dengannya ya ,,, kalian ngapain saja hah ... bahkan reaksi mu untuk menjawab ku saja sangat lama ." ucap Dista .


Nabila yang di sebrang sana ,langsung menutupkan wajah dengan kedua tangannya saat Dista memperhatikannya ,Nabila pun pasti tahu bahwa Ekspresi yang saat ini dia rasakan pasti Dista menyadarinya .


"Sebenarnya ............. " .


"Ho.....ho.....hemzt .... aku tahu...aku tahu ...?! kamu akhirnya berani juga mengatakan cinta padanya ,?! haha baguslah.," jawab Dista dengan tersenyum .


"Aku benar-benar tidak menyangka bisa mengatakan itu Dista ." jawab Nabila dengan berfikir .


"Dista ?! meskipun banyak yang aku simpan dalam hatiku ,aku sangat senang punya sahabat-sahabat seperti kamu dan ana ,yang selalu menenangkan aku ,aku bisa kasih tahu kamu ,dan kamu juga pasti mendengarkan aku ."


Nabila menaruh ponselnya di dekat bantal ,kini dia menangkup wajahnya sembari tersenyum ,lain kali dia akan menceritakannya jika bertemu pada Dista ,Dista yang melihat Nabila senyam-senyum membuatnya geleng kepala , Nabila yang melihat Dista geleng kepala tidak memperdulikan Dista , tapi Nabila terheran saat Nabila melihat raut wajah sahabatnya itu .


"Dista .. kamu kenapa ." ucap Nabila .


"Nabila ... apa menurutmu dia itu menyebalkan ." jawab Dista .


"Maksudmu siapa ." tanya Nabila .


"Siapa lagi suami dingin itu ?! huh kau tahu, aku sungguh kesal pada pria itu ,di perjalan aku pulang dia marah-marah Karna aku ketemu dengan tuan Martin ,padahal aku tidak ada apa-apa dengan pria itu ,tapi dia marah-marah dengan menampilkan wajah dingin ,bahkan menyeramkan ,?! kau tahu Nabila ,bahkan baru saja aku membuatkan kopi untuknya ,huh dia menampilkan wajah berkerut begitu ,menyebalkan sekali ,apalagi dengan ucapannya itu ." ucap Dista dengan nada jengkel .


"Kak Dimas itu jelas cemburu Dista ,,, mana mungkin dia marah dengan alasan lain ,jika dia marah karna tuan Martin ,sudah jelas dong suamimu itu cemburu ..cieeee .... ?! meskipun dia begitu dan menampilkan aura dinginnya ,tapi hati dia baik dan penyayang Dista ."


"Aku tidak tahu dan tidak mengerti ,aku juga berfikir seperti itu Nabila ?! tapi yang membuat aku jengkel tuh ,sikapnya berubah-ubah sebel aku ." Jawab Dista .


"Kenapa aku merasa ,tuan Martin dan juga kak Dimas bermusuhan ya ." ucap Nabila .


"Ohh ... bahkan ******Kak Dimas****** melebihi sikapnya seperti itu sama kamu ,Eeeeeee ... jangan-jangan dia menyukaimu Dista ." ucap Nabila lagi .


"Ba_bagaiamana mungkin di_dia menyukaiku ,bahkan dia terkadang mencueki ku ,huh bahkan seperti tak perduli padaku Nabila ,Nabila ku mohon padamu simpan imajinasi mu yang konyol itu ,jika memang dia menyukaiku ,dia pasti memperlakukan ku dengan lembu......


Perkataan Dista tidak di teruskan ,Karna ada suara pintu yang akan di buka ,tapi dia lega saat pintu itu terkunci .


Tok ... tok....


"Aduh dia kembali ...untung pintunya aku kunci ...."


"Nabila ... sudah dulu ,, nanti lanjut lagi lain kali ." ucap Dista langsung mematikan Telponnya .


Dengan langkah pelannya, Dista melangkah ke arah pintu itu untuk membuka pintunya ,di saat dia membuka pintu Nabila terkejut saat Dimas kini tak berdaya dan langsung menahan pinggang Dista .


"Ahhhh ... k_kak Dimas ..." ucap Dista terkejut .


"Kak Dimas ... kenapa ." ucap Dista kembali .


Dista terkejut saat Dimas langsung memeluk Dista dengan tubuh lemasnya ,Dista tidak tahu apa yang terjadi pada pria itu ,bahkan saat ini tubuh Dimas lemas.


"Kak .. kenapa ." ucap Dista lagi .


Dimas tidak menjawab Dista ,dia menahan rasa sakit di perutnya ,kini tangannya menahan pinggang Dista dengan erat karna menahan rasa sakit .


"Kak biar aku panggil Bi Ani untuk mencarikan obat untukmu ." ucap Dista .


"Dista jangan bergerak ... dan jangan panggil Bi Ani ,aku tidak ingin nanti omah tahu dan khawatir ." ucap Dimas menahan Dista .


"Ini bukan sakit parah ,aku hanya sakit lambung saja ," ucap Dimas lagi .


"Sakit lambung ." ucap Dista khawatir .


"Ayo kak ... kau harus berbaring di ranjang dulu ," ucap Dista memapah Dimas .


Dista memikirkan dengan apa yang terjadi pada suaminya itu sekarang ,kenapa tiba-tiba pria itu lemas dan sakit lambung ,Dista seketika terkejut dengan apa yang dia ingat .


"Apa karna sambal soto itu ... "


"Kak ... apa karna kau memakan soto tadi jadi begini ," ucap Dista .


"Hemm ... aku tidak suka makan pedas ." jawab Dimas dengan memegang perutnya .


"Jika Kakak tidak suka makan pedas ,kenapa tadi melanjutkan makannya ,?! maafin aku ... tadi aku yang menuangkan sambal itu ,aku tidak tahu kakak gak suka pedas ,bahkan aku tidak bertanya dulu ." ucap Dista


"Aku akan memanggil bi Ani untuk membantu mencarikan obat untukmu ." ucap Dista .


"Jangan panggil Bi Ani ,aku takut omah akan tahu ," ucap Dimas.


"Tapi ........... ya udah ayo ,kakak barbaring dulu dengan benar ,?! kakak berbaring sebentar ya ,aku akan mencari obat dengan diam-diam di ruang kerja mu ," ucap Dista .


Kini Dista melangkah ke luar untuk mencarikan obat untuk suaminya ,dia melangkah di nakas-nakas yang ada di ruang samping ,tapi tidak menemukannya ,kini dia pun berniat untuk masuk ke ruang kerja Dimas untuk mencari obat .


Dista pun dengan cepat melangkah dan membuka laci-laci yang berada di ruang kerja Dimas ,tapi lagi-lagi dia tidak menemukan obat ,kini dia melangkah lagi ke arah lemari kecil itu untuk mencari obat lagi ,Dista pun menemukan beragam-ragam obat dan membacanya .


"Kenapa ada banyak obat-obatan di sini ."gumam Dista .


Dista melihat dan membacanya satu persatu botol obat tersebut, Dista terkejut saat membaca nama obat-obat itu ,kini pandangannya ke arah obat penghilang rasa sakit perut ,di saat Dista akan menutup laci itu ,dia berfikir kembali dan menatap botol-botol obat itu .


"Sebenarnya obat ini .... sebenarnya dia kenapa ....bahkan obat ini banyak sekali ."


"Lebih baik aku cepat-cepat membawa obat ini untuk kak Dimas ." ucap Dista menutup laci itu dan pergi keluar .


Sebelum dia masuk kamar ,dia melangkah dulu ke dapur untuk mengambil air hangat setelah itu dia Kembali untuk ke kamar dengan tergesa-gesa , sesampainya di kamar Dista menaruh gelas berisi air itu di atas nakas ,dia naik ke ranjang Dimas dan membantu membuka dasi yang ada di leher suaminya itu .


Dista membuka kancing kemeja satu kancing ,Dimas melihat Dista dengan tatapan sendunya ,dia tidak bisa berkata-kata ,Karna saat ini dia benar-benar lemas dan menahan rasa sakit .


"Kak ayo minum obat dulu , ayo aku bantu ." ucap Dista mengangkat tengkuk Dimas sedikit .

__ADS_1


Dimas pun meminum obat itu dengan di bantu oleh Dista ,setelah meminum obat Dista membaringkan dan membenarkan tidur Dimas ,kini Dista menyentuh dahi Dimas yang panas .


"Kenapa kamu sampai demam begini ?! maaf ."


Kini Dista turun dari ranjang dan mengambil handuk kecil ,setelah itu dia pun keluar dan mengambil wadah kecil untuk air hangat ,tak butuh waktu lama Dista pun kini Kembali ke kamarnya dan mengompres Dimas .


Setelah mengompres Dimas ,dia pun berniat untuk pergi untuk membuang air kompresan itu ,di saat Dista melangkah satu langkah ,tangannya di tahan oleh Dimas .


"Jangan pergi " gumam Dimas menahan tangan dista .


Dista pun berbalik dan duduk di ranjang Dimas dengan menggenggam tangan pria itu .


"Aku di sini ,dan tidak akan pergi ." jawab Dista .


"Aku akan keluar dulu untuk membuang air ini dan mengganti handuk ." ucap Dista .


"Tidak perlu ." jawab Dimas .


"Aku tidak ingin kau pergi , dan aku hanya ingin kau disini ,." ucap Dimas .


"Aku hanya ingin kau berada di sisiku dan menemaniku ." ucap Dimas membuka matanya .


Dista melihat raut wajah pria itu yang kini tidak baik-baik saja ,dista pun hanya memberikan anggukan kecil pada Dimas .


"Aku akan di sini menemanimu , dan tidak akan pergi ." jawab Dista.


"Adista !! jangan pergi ... jangan tinggalkan aku !? maafkan perkataan ku yang mungkin kamu tidak suka ,dan sikapku padamu, ... maaf ...maafkan aku ... gumam Dimas kembali memejamkan matanya .


Dista melihat tangan Dimas yang menggenggam tangannya dengan tersenyum, kini dia melihat wajah pria yang kini tengah memejamkan matanya .


" Aku akan selalu menemanimu , cepatlah sembuh kak Dimas ." jawab dista .


Dista menatap wajah pria itu dengan mengelus tangan pria itu ,kini dia pun membenarkan selimut itu untuk menutupi tangan Dimas dengan selimut ,Dista duduk di lantai sembari melihat wajah pria itu dengan menggenggam tangan Dimas , Dista yang merasakan kantuk berat membuatnya tertidur dengan posisi duduk .


.


.


.


Pagi pun tiba .


Dimas membuka matanya dengan perlahan dan melihat ke arah gorden yang tersorot sinar matahari ,Dimas menghembuskan napasnya dan bangun dari tidurnya untuk duduk .


Di saat dia akan turun ,dia melihat Dista yang tertidur di sampingnya dengan posisi duduk ,Dimas yang akan turun dia mengurungkan niatnya dan melihat wajah gadis itu , Dimas melihat wajah Dista dengan membaringkan tubuhnya lagi menghadap ke arah Dista .


"Jika kehidupan sebelumnya , hanya aku sendiri yang berjalan seterusnya ,jika bukan kegigihan omah untuk menjodohkan aku dengan mu ,mungkin saat ini aku masih tetap sendiri ."


"Maka hari ini tiba-tiba aku merasa ,kehidupan selanjutnya aku tidak akan kesepian lagi ."


Kening Dista berkerut dan merasakan silau sorotan cahaya sinar matahari ,Dimas yang melihat itu langsung menghalangi dengan tangannya ,agar cahaya itu tidak membuat gadis itu terganggu , Dimas tiba-tiba mengigat perkataan Dista semalam .


"Apa kamu akan menemani ku terus , ?! Adista ,aku sempat berpikir dengan pernikahan ini ,dengan sikap ku padamu ,dengan acuh ku ,aku berfikir suatu saat nanti kau akan bosen dengan sikapku padamu ,lalu kau pergi meninggalkan ku ... maka dari itu sekarang maafkan aku , maafkan atas sikapku yang mungkin membuatmu tidak nyaman ,"


"Dista ,apa kau benar-benar akan selalu ada di sisi ku ,seperti apa yang kau katakan semalam ,dan kamu tidak akan meninggalkanku ."


"Dista "


Dimas mengingat dimana dirinya di umur 10 tahun pernah di ajak oleh Kenan dan juga Amara sang papa dan juga mamanya dimasa mereka masih hidup , Dimas di ajak pergi ke keluarga Abraham .


Flashback ON.


Kenan dan amara bersiap untuk pergi ke rumah sahabat Key sang mommy Kenan ,mereka di undang oleh Abian untuk menghadiri pesta ulang tahun Frety sang ibu dari Abian .


"Tante , selamat ulang tahun ,maaf kami datang terlambat ,karana aku menunggu mas Kenan pulang kantor ." ucap Amara memeluk wanita paruh baya itu .


"Tidak apa-apa ,mau datang kapan pun pintu rumahku selalu terbuka untuk nyonya Anggara ," ucap frety dengan tawanya .


Ferty melihat anak laki-laki dari jauh yang kini bersama Kenan ,kini pandangannya ke arah Amara dan menarik tangannya untuk duduk .


"Yang bersama suamimu siapa Amara , Dimas apa Erland ." ucap frety .


"Dia putra ku Dimas Tante ,, mas kenan sengaja mengajaknya , " jawab amara .


"Kenapa kau tidak membawa Erland juga , bukannya Dimas tidak ingin keluar selain dengan adiknya itu ." ucap frety .


Amara tidak menjawab pertanyaan wanita paruh baya itu yang dimana frety menyebut nama Erland ,sebab Amara kurang menyukai anak sambungnya dari perselingkuhan Kenan itu .


"Ma ... aku ingin ke kamar mandi ." ucap anak laki-laki yang kini di samping Amara .


"Kata om Abian aku....


"Hey anak tampan !! kau mau ke kamar mandi , ayo biar nenek antarkan kamu ." ucap frety yang kini berdiri dari duduknya.


Dimas pun hanya mengangguk dan mengikuti wanita paruh baya itu ,dengan senang hati frety pun mengantarkan cucu sahabatnya itu .


Beberapa menit berlalu Dimas pun kini melangkah sesudah menumpang ke kamar mandi,kini dia berjalan dimana orang tua serta omahnya berada , sesampainya di ruang tamu ,Dimas melihat bayi yang berada di gendongan sang mamanya .


"Mama ... apakah ini bayinya tante Rahma ." ucap Dimas yang kini duduk di samping sang mama .


"Iya Dimas ... dia anaknya Tante Rahma dan juga om Abian , dia begitu lucu ." ucap Amara .


"Iya .. dia lucu dan juga cantik ." ucap Dimas memegang tangan mungil bayi itu .


Bayi itu pun tiba-tiba membuka tangan yang awalnya menggepal ,Dimas yang melihat tangan mungil itu terbuka tersenyum dan menoel-noel tangan bayi itu , tapi tiba-tiba bayi mungil itu menggenggam telunjuk Dimas dengan erat ,yang dimana Dimas tertawa dan heboh .


"Ma... mama... lihat .. bayi imut ini memegang tanganku ,bahkan sangat erat ." girang Dimas .


"Wah .. bahkan dia tersenyum padamu nak ..." ucap kaisam .


Dimas hanya menganggukkan kepalanya dengan tersenyum ke arah bayi mungil itu dengan mencolek pipi bayi itu dengan satu tangannya lagi .


"Hey bayi kecil ,apa kau tidak akan melepaskan tanganku ini ," ucap Dimas dengan tersenyum .


Dengan 10 menit menggenggam tangan Dimas ,bayi mungil itu melepaskan telunjuk Dimas,tapi tiba-tiba bayi itu menangis .


Amara yang menggendong nya pun terkejut saat bayi itu menangis .


" Dimas .. kayanya dia ingin berkenalan denganmu ,bahkan dia tidak ingin melepaskan tangan mu ,hingga dia menangis ." ucap key .


"Haha kau benar key ,, kayanya cucuku tidak ingin melepaskannya ." ujar frety .


Key kini berdiri dan menarik tangan frety ,dia berencana menjodohkan cucunya dan juga bayi kecil itu ,frety yang mendapatkan bisikan dari key membuat nya terkejut .

__ADS_1


"Hus ... kau ini ada-ada saja ..cucuku baru beberapa bulan ,kau ini jangan macam-macam key .." ujar Frety dengan memukul paha key .


"Aku tidak sebodoh itu frety ,aku akan menjodohkannya setelah cucumu besar nanti ," ucap key .


"Ya ampun key ,... mimpi apa aku semalam ,?! bahkan sekarang kau mengatakannya begitu enteng ,, gimana jika Dimas dewasa nanti dia sudah menikah ,kau ini ada-ada saja ,bahkan umur cucumu sekarang sudah 10 tahun ,cucuku baru beberapa bulan ,mana bisa kau jodohkan ... " ucap ferty menepuk jidatnya .


"Ya kalau Dimas menikah dengan wanita nya ,ya gapapa ... aku kan hanya berencana Saja ,tidak terlalu iya-iya kan .." ucap key .


"Haha .. iya-iya aku paham ,tapi jika cucumu nanti masih sendiri ,aku ikut saja dengan perkataan mu ." jawab frety.


Key dan frety tertawa dan Kembali ke arah ruang tamu , frety melihat Dimas yang masih mengajak ngobrol bayi itu untuk menenangkan bayi kecil itu yang tadi menangis .


Kenan yang kini tengah berjalan ke arah istrinya untuk mengajak pulang ,Amara yang sudah di ajak pulang langsung memberikan bayi perempuan itu pada Rahma ,sebelum mereka pulang Dimas sempat-sempatnya mengatakan ucapan pada bayi mungil itu .


"Hay bayi imut , kapan-kapan aku akan main lagi ,jika ada waktu .. sampai bertemu lagi di lain hari ." ucap Dimas menyentuh hidung mungil bayi itu .


Kini keluarga Anggara pun pamit dan pergi ,key tersenyum saat mengingat perkataan beberapa menit yang lalu bersama sahabatnya itu ,bahwa dia berniat untuk menjodohkan Dimas dengan bayi itu .


FLASHBACK OF .


.


.


Dimas bangun dari tidurnya dan menggendong Dista dan menidurkannya ke ranjang , setelah itu dia pergi melangkah ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri ,karna dia akan siap untuk ke kantor .


Setelah selesai mandi , Dimas melangkah ke arah ruang ganti untuk berpakaian ,setelah itu dia melangkah dan menarik selembar kertas dan mengambil pena lalu menuliskan sesuatu ,setelah itu dia simpan di dekat ponsel dista .


Di saat dia menaruh kertas itu ,ponsel Dista bergetar ,Dimas yang tak sungkan pun melihatnya ,Dimas melihat ke arah Dista yang saat ini tengah membuka ponselnya .


"Gadis ini ceroboh sekali ,bahkan ponselpun dia tidak memasang pola ,?! tapi ini lebih bagus ,aku bisa gampang melihat ponselnya ."


Dimas melihat pesan yang di kirim Nabila dan membacanya ,Dimas mengerutkan keningnya saat membaca pesan itu .


"Siaran langsung ."


"Benar !! mungkin semenjak menikah gadis ini tidak bisa siaran lagi bersama Nabila ,?! baiklah besok-besok akan aku kurangkan jam waktu pulang kerjanya ,"


"Dengan begitu dia bisa ada waktu siaran langsung bersama Nabila ,jika tidak nanti aku akan menyuruh untuk siaran langsung untuk produk baru di perusahaan ."


Kini Dimas menaruh ponsel Dista di atas nakas ,dia melihat Dista yang masih tertidur di ranjangnya ,tanpa sadar Dimas mencium kening Dista , setelah itu dia pergi ke luar dan bersiap untuk ke kantor .


Pagi ini Dimas tidak berniat untuk sarapan ,dia berniat untuk sarapan di kantor ,di saat Dimas melangkah dia melihat Erland yang kini berjalan ke arah pintu luar .


"Erland ." panggil Dimas .


"Hemmm ..." jawab Erland .


"Aku ingin meminta karyawan di perusahaan mu ." ucap Dimas .


Erland mengerutkan keningnya dengan perkataan Dimas ,bahkan Erland heran kenapa Dimas meminta karyawan di perusahaan nya .


"Untuk apa ?! bukannya di kantormu banyak karyawan ,kau ini ada-ada saja minta karyawan ." jawab Erland dengan heran .


"Pokonya aku minta karyawan wanita satu " ucap Dimas melangkah .


"Oh kalau tidak ,aku meminta Nabila ,untuk pindah kerjanya ke perusaahan ku ,?! jika bisa pun ... hari ini dia harus pindah ke kantor ku." ucap Dimas berhenti dari langkahnya .


"Kenapa kau meminta Nabila ,kenapa tidak dengan yang lain saja ." ucap Erland heran .


"Aku memintanya Karana dia adalah pilihan tepat untuk mengiklan kan produk ku dengan Dista nanti , ?! jika Nabila pindah pun Bryan pasti akan senang bisa sekantor dengan Nabila ,?! bukankah kau dan ana ingin menjodohkan mereka ,dengan begitu kau pasti akan paham kan ." ucap Dimas melangkah melewati Erland .


Erland berjalan keluar mengikuti langkah Dimas ,bahkan dia pun akan berangkat ke kantor ,tapi Erland berpikir dengan perkataan Dimas yang barusan ,Erland pun menghela napasnya berat ,mau tak mau dia harus menyuruh Nabila untuk di pindahkan kerjanya ke kantor Dimas ,jika pun Nabila bertanya ,dia akan menjelaskannya nanti .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sisi lain .


Nabila begitu terkejut setelah apa yang di katakan Erland ,bahwa dia harus pindahkan kerja ke perusahaan Dimas ,Nabila yang tidak mengerti masih bertanya-tanya pada Erland .


"Tuan ... kenapa anda memindahkan saya ,apa kerja saya di sini tidak melakukannya dengan baik ...


"Kerja kamu di sini bagus .. hanya saja kakak ku membutuh karyawan untuk di bidang kecantikan ?! jika bisa sekarang kau berangkat langsung ke perusahaan kakak ku , dengan begitu pak Urip akan mengantarkan mu ,dan aku sudah mengatakannya pada pak urip untuk mengantarkan mu ke perusahaan kakakku ," jawab Erland .


"Tapi kenapa harus aku tuan , bahkan di..


" kakak ku hanya memilihmu untuk meminta karyawan padaku ,dengan begitu kau akan senang bisa dekat terus dengan kakak iparku ,jadi sekarang kau siaplah ke kantor kakakku ,di bawah pak Urip sudah menunggumu ." ucap Erland .


Nabila masih belum mengerti ,kenapa Dimas tiba-tiba membutuhkan karyawan dari kantor Erland ,yang di katakan Erland benar ,jika dirinya berada di kantor Dimas ,dia bisa bertemu dengan Dista , bukan hanya dengan Dista .. tapi dia juga akan bertemu Bryan ,Nabila hanya mengangguk dan langsung undur diri dari ruangan Erland ,Nabila kini tengah sampai dimana pak Urip tengah menunggunya ,dengan begitu Nabila pun langsung pergi meninggalkan perusahaan Erland .


Tak butuh waktu lama ,Nabila pun kini sampai di perusahaan dimas ,ini kedua kalinya dia datang ke perusahaan Dimas ,bahkan dia tidak berharap bisa di pindahkan ke perusahaan itu ,Nabila melihat gedung itu dengan menghela napasnya berat ,dengan begitu dia pun melangkah .


Di saat Nabila melangkah beberapa langkah ,dia di kejutkan suara seseorang di belakangnya .


"Ehem .... "


"Pagi ." bisik Bryan yang kini berada di belakang Nabila.


Nabila melihat ke arah belakang ,Bahkan dirinya langsung menghindar dan menjauh dari Bryan ,pria itu terkejut saat Nabila menghindari nya .


"Bryan .. ini di lingkungan kantor perusahaan kak Dimas , kita jaga jarak ,aku tidak ingin ada yang tahu , lebih baik kita jaga jarak dulu saja ,maaf ." ucap Nabila .


Nabila sakit saat dirinya menghindari Bryan ,dan itu bukan keinginannya , hanya saja dia mengingat perubahan Dimas ,sejak itu ana pun menceritakan tentang Dimas yang begitu banyak perubahan ,jika pun ada seseorang yang bermesraan di kantornya ,maupun itu dengan keadaan istirahat ,Dimas langsung memecat karyawan tersebut , Nabila paham dengan apa yang di lakukan oleh Dimas, Karna jika melihat orang lain berpacaran membuat dirinya selalu mengingat kejadian dengan Sahara .


Bryan yang saat ini melihat Nabila tengah melangkah berdiri mematung ,dia sebenarnya paham dengan situasi gadis itu menghindarinya ,karna peraturan perusahaan Dimas tidak sebebas dulu .


Kini Bryan berjalan cepat menghampiri Nabila yang kini tengah berada di depan gadis itu ,Bryan tersenyum dengan membungkukkan kepalanya melihat wajah Nabila .


"Gimana dong !! tadinya aku mau pamer kesemua orang tentang hubungan kita ,bahwa kamu sekarang adalah pacarku " ucap Bryan .


"Nabila !! tidak akan lama lagi aku akan melamar mu ," ucap Bryan lagi .


" Setelah selesai urusan perusahaan Ku, aku pasti akan menggandeng tanganmu untuk menikahi mu ." ucap Bryan kembali dengan serius .


"B_bryan ... kenapa ...


"Kenapa apanya ... ?! ya Karna itu kamu ,kamu adalah pacarku ,dan tak lama lagi aku akan melamar mu ." jawab Bryan .


"Ayo masuk !! tenang aja ,aku tidak akan memperlihatkan hubungan kita kok pada mereka ,ikuti langkahku ya ,, aku akan membawa mu ke ruang bidang kecantikan dimana kamu harus kerja ,karna dimas sudah menyerahkannya padaku ,bahwa hari ini ada karyawan baru ,karyawan gadis cantik pemikat hati ." goda Bryan yang kini melangkah terlebih dahulu .


Bryan tersenyum sembari berjalan terlebih dahulu ,Nabila yang sedari tadi jantungnya berdetak cepat tidak bisa berkata-kata ,dia hanya mengikuti pria itu dari belakang , Nabila mengingat dimana Bryan mengatakan akan melamarnya , setelah mendengar kata itu Nabila semakin bergetar hebat ,rasa yang dia rasakan benar-benar tercampur aduk .


Bryan yang masih senyum-senyum mengingat dimana Nabila menghindarinya beberapa menit yang lalu , sebenarnya Bryan pun bisa saja memperlihatkan hubungannya dengan Nabila ,bahkan dia tidak memperdulikan peraturan yang di buat Dimas itu ,toh Dimas tidak mungkin memberhentikan dirinya ataupun Nabila karyawan yang dia butuhkan itu .

__ADS_1


__ADS_2