Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
Kecemasan Sintia .


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu ,ana memikirkan kejadian waktu di mana dia hampir jatuh dari kolam renang karna ulah Erland ,bukan hanya itu yang ana pikirkan ,dia memikirkan perkataan Sintia di tempo hari itu .


"Hari ini hari Sabtu , aku masih belum membicarakan mengenai undangan bibi ke Erland ,gimana ini ? aku tidak ingin berhadapan dengan Erland ,tapi gimana dengan undangan itu ,tapi aku cuman hanya menyampaikan pesan saja kan ,Masalah uang aku tidak ingin membicarakan nya ,biar kan itu urusan bibi ,toh aku cuman hanya akan bilang untuk undangan Vika aja."


Kini ana menunggu Erland dan memberanikan diri untuk berbicara , sebenernya ana benar-benar tidak ingin berhadapan dengan pria itu , bahkan beberapa hari ini ,pria itu hanya menampakan diri nya dengan wajah tampang dingin .


Saat ini ana mondar mandir menunggu Erland pulang di ruang tamu ,dia memikirkan gimana cara nya dia ngomong dengan Erland ,Karna hati nya masih tidak ingin berhadapan dengan pria itu ,di saat ana akan duduk , tiba-tiba dia mendengar suara klakson mobil di luar mansion.


"Erland sudah pulang ,aku harus bilang dan memberanikan diri untuk berbicara ."


Di saat ana akan menghampiri Erland ,ana mematung di ambang pintu masuk ,dia melihat Erland turun dari mobil dengan seorang wanita cantik dengan berdarah campuran China .


Ana memalingkan wajah nya dan langsung masuk saat dirinya melihat Erland ngobrol serius dengan wanita itu ,ada rasa aneh dalam hati nya saat pria itu bersama dengan wanita lain .


"Mereka sangat serasi ,bahkan sangat cocok dengan nya


Tanpa ana sadari ,Erland telah melihat dirinya yang tengah berdiri dari ambang pintu sampai dia masuk kembali ,Erland berjalan ke arah pintu masuk bersama Niken , dan Erland melihat ana yang tengah bersama salah satu pelayan .


"Tadi aku lihat dia tersenyum saat aku turun dari mobil , sekarang kenapa mengucil kan diri seperti itu ,? dia tidak cemburu kan melihat aku dengan Niken ."


Erland tersenyum kecil melihat ekspresi ana yang berubah di saat kejadian beberapa menit lalu ,yah beberapa hari ini dia tidak melihat ana ,bukan tidak melihat hanya saja dirinya sengaja menjauh dari ana ,dia takut ana akan mengingat kejadian di tempo hari itu , kini Erland meninggal kan Niken yang tengah ngobrol dengan Roy ,dan berjalan menghampiri ana .


"Bukan kah kau mau nyambut ku ,kenapa kau masuk kembali dan berpaling dari ku ,ada angin apa hingga kau tadi tersenyum ke arah ku ,tapi di saat aku masuk ,kenapa kau mengucilkan ku ." ucap Erland dengan tersenyum kecil.


Ana melihat Erland tersenyum , pikiran ana sudah jingkrak kesana kemari dia takut Erland akan melakukan hal lain lagi .


"Dari senyuman nya itu ,dia pasti merencanakan sesuatu ,aku lebih baik pergi dari hadapan nya .


Ana melangkah meninggal kan Erland ,tapi di saat dia melangkah ,langkah nya terhenti saat dia mengingat perkataan Sintia .


"Tunggu ,aku keluar menyambut dia hanya untuk menanyakan sesuatu, ini semua gara-gara dia yang membuat ku marah."


Ana kaget , di saat ana membalikan badan nya , tiba-tiba dia menabrak dada bidang Erland yang ada di depan nya , yah Sedari tadi Erland mengikuti ana dari belakang .


Dugh...


"Aduh ...aduh ..." ringis ana yang tengah memegang kening nya ."

__ADS_1


"Kenapa ,? apa kau ingin memeluk ku , atau.... kau merindukan ku , seakan-akan kau kembali dan menabrak ku ." ucap Erland menggoda ana .


"Jangan narsis erland ?! Bibi ku mengundang mu makan malam besok , dan sekalian besok hari ulang tahun nya Vika dan dia juga mengundang mu , mereka menyuruh ku untuk menyampaikan pesan padamu , mungkin jika kau hadir di sana ,dia akan menganggap mu sebagai calon mantu ideal ."


"Seharus nya aku bicara soal ini dari kemarin-kemarin, tapi dengan keadaan aku dan Erland tidak lah baik , bahkan aku tidak menyampaikan masalah uang yang bibi pinjam."


Erland mengerut kan kening nya setalah apa yang dia dengar dari perkataan ana yang barusan dia lontarkan.


"Calon menantu yang ideal ,apa kamu rela jika bibimu memiliki menantu seperti ku ." ucap Erland


"Omong kosong apa yang kau katakan itu , bagaimana bisa aku tidak rela jika mereka memiliki menantu seperti mu ."ucap ana dengan menahan kekesalan nya .


"Hey pria tembok ,apa yang kau katakan barusan itu ,cepat sanah menikah ? bahkan kau sudah membawa wanita ,cepat sana menikah sialan, agar kau tidak mengganggu untuk menghantui ku lagi ."


"Erland jangan lupa besok malam , mereka menunggu kehadiran mu ."ucap ana dan berlalu pergi .


Erland tidak menjawab pertanyaan ana ,dia duduk di kursi sambil menikmati secangkir kopi yang telah di buat oleh bi Ani, Erland melihat kepergian ana hanya bisa menatap nya dengan tersenyum tipis ,ana yang tengah masuk kamar dengan perasaan yang begitu tidak baik dengan kondisi jantung nya yang terus saja berdetak dengan kencang .


"Ada apa dengan jantung ku ,, hey bisa tidak kau kerja sama dengan ku yang sekarang ini benar-benar tegang, ? ana ,kau tak boleh selingkuhi lagi Dimas ,dan kau harus jauhi pria brengsek itu ."


*******


Seorang wanita paruh baya kini telah sibuk dan berkutat dengan para pelayan ,dia telah mempersiapkan makanan kesukaan Erland ,dalam benak nya dia berharap penuh agar Erland datang menghadiri pesta ulang tahun anak nya yang tak lain adalah Vika Nindya Pratama .


Sintia melangkah kan kaki nya ke atas untuk melihat sang putri ,dia yang sibuk seharian hanya demi anak nya .


"Vika kau kenapa masih diam di sini, ayo ke bawah ,ibu sudah mempersiapkan semua nya ,lihat lah betapa cantik nya putri ibu ini ." ucap Sintia yang tengah memperlihat kan Vika ke arah cermin .


"Bu aku tidak akan ke bawah dulu sebelum tuan Erland datang ,ibu ? gimana kalau si ana itu gak bilang kalau dia di undang ke pesta ulang tahun ku ,"


"Vika kau tak perlu khawatir ,ibu sudah mendesak ana untuk bilang padanya , kau tak perlu cemas ,?ayo turun ." jawab Sintia .


"kurang ajar ,anak itu tidak mengatakan pada Erland untuk meminjam kan uang nya , awas saja nanti anatasya ,jika sampai Erland tidak datang ke ulang tahun nya Vika."


" Baiklah .,? ibu apa kau membuat puding , ana bilang tuan Erland suka puding mangga .."


"Kau tenang saja Vika ibu sudah menyiapkan semua nya ."ucap Sintia yang tengah menggandeng Vika .

__ADS_1


Di saat mereka turun ,Erik tengah menyambut kedatangan tamu yang tak lain adalah rekan kerja nya , dia melihat Vika dan juga istri nya itu .


"Vika ,maaf kan ayah ? ayah tidak bisa membuat pesta mu lebih meriah ,ayah lebih baik suka dengan seperti ini ,terlihat biasa tapi kelihatan mewah ." ucap Erik yang tengah berbicara dengan Vika ,Sementara Sintia dia sudah jengah terhadap suami nya itu.


"Ini semua gara-gara anak sialan itu ? dia tidak bicara pada Erland untuk pinjamkan aku uang ,? sudahlah soal uang tak perlu di pikirkan ,toh mas erik sudah berusaha mungkin untuk anak nya sendiri ,yang penting Erland datang untuk anak ku ."


kini Sintia mondar-mandir telah menghubungi ana ,tapi yang dia panggil tidak mengangkat nya.


"Kemana anak itu , jangan-jangan dia juga tidak bilang kepada erland ." ucap Sintia dengan cemas ,mata nya tertuju pada Vika yang tengah mengobrol dengan sahabat nya .


Sementara di sisi lain ,ana melihat telpon nya yang terus saja berdering ,dia tidak menghiraukan telpon itu ,bahkan mengangkat nya pun tidak .


"Kenapa bibi tidak langsung telpon Erland aja sih ,kenpa mesti aku , si tembok belum turun juga lagi ,apa dia lupa ."


Ana sudah khawatir dengan semua itu ,dia berpikir jika Erland tidak datang ,gimana dengan Vika ,pasti Vika tidak akan tinggal diam terhadap dirinya .


Disaat ana mondar-mandir gak jelas ,dia melihat Erland turun ke bawah dengan pakaian sangat rapi .


"*akhirnya dia turun ,tapi dia mau kemana, kenapa serapi itu ,dia bukan mau ke kantor kan dengan setelan jas seperti itu ,ini kan jam kantor nya pulang ,Kenapa dia pake jas ."


.


.


.


.


.


.


.


Hai readers πŸ‘‹


Tangan nya jangan lupa tinggalkan jejak ya ,

__ADS_1


Komen ,like , favorit ,dan vote jugaπŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…*


__ADS_2