Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
Drama Erland.


__ADS_3

Erland melangkah di pertengahan tangga , di saat dia melangkah dia teringat akan sesuatu ,kini dia berbalik dan turun kembali ke bawah ,dia mencari pelayan yang menyuruh merapihkan belanjaan nya tadi sore , Erland berjalan mengikuti arah dimana pelayan itu berjalan .


Kini dirinya membuatkan susu hamil untuk istrinya ,tak butuh waktu lama kini Erland membawakan susu hamil itu ke atas ,setelah nya di atas Erland tidak melihat ana di kamar nya , kini pandangan nya melihat ke arah pintu balkon ,Erland tersenyum dan melangkah ke arah balkon ,Erland mengerutkan kening nya melihat istri nya yang sedang nyemil makanan yang dia belikan .


"Sayang ... kau dapat cemilan itu dari mana ." ucap nya dengan menaruh gelas di atas meja .


"Dari bibi pelayan di bawah ," ucap nya dengan mengunyah cemilan itu


"Sudah dulu nyemil nya , kau harus minum susu ini ." ucap Erland memberikan satu gelas susu untuk istri nya .


"Mas .. kapan kau beli susu ,?! aku berniat besok pagi akan beli bersama bi Ani ." ucap ana yang kini tengah minum air putih.


"Tadi sore ,,minumlah ." ucap nya dengan di angguki ana .


Dering ponsel Erland berbunyi tanda ada telpon pada nya , dia melihat nama panggilan tersebut dan menggeser tombol hijau .


"Hemmm....kenapa " ucap Erland menerima panggilan itu


"Erland ,besok aku harap kau bisa ke perusahaan,untuk rapat penting dan juga ada perusahaan proyek yang ingin kerja sama ,dan itu butuh tanda tangan mu ." ucap Bryan di balik telpon .


Erland tidak menjawab pertanyaan Bryan di balik telpon dia melihat ana yang tengah berdiri dan akan masuk kamar .


"Sayang kau mau kemana ." ucap Erland dengan masih menempelkan ponsel nya di telinga .


"Menjijikan sekali kau panggil aku sayang ," ucap Bryan di balik telpon .


Lagi-lagi Erland tidak menjawab pertanyaan Bryan , dia melihat istrinya kembali duduk dengan memegang kutek.


"Hais ... batu tumpul ?! apa kau mendengar kan ku ."ucap Bryan di balik telpon .


"Hemmm ... aku mendengar nya ,?! jam berapa ,aku akan kesana jika kau memberikan waktu jam nya ." jawab Erland .


"Kau datang saja ke kantor ,ada berkas yang harus kau tanda tangani ,aku tidak mungkin menyuruh Roy untuk bilang padamu ."ucap Bryan di balik telpon .


"Hemmmm .... " jawab Erland dengan deheman saja .


"Akhhhh ... "pekik ana


"Sayang ." ucap Erland melihat ana yang tengah menarik tangan Erland.


Bryan terkejut saat dia mendengar suara wanita ,dia membuka mata nya lebar-lebar di tempat lain , mendengar suara wanita itu yang mungkin ana


"Erland sialan , kalau kau sedang bercinta jangan membuat ku menjadi kunyuk yang mendengarkan kalian bercint....


"Ohh begitu ,?! mau lihat yang asli nya kita sedang apa ,aku akan mengalihkan nya dengan panggilan Vidio ." ucap Erland enteng mengerjai sahabat nya itu dengan tersenyum jahil .


"Sialan ,ingat besok pagi jangan lupa kau harus ke kantor ."ucap Bryan mematikan telpon nya


Erland terkejut saat jari kuku nya di warnai oleh ana dengan kutek yang berwarna pink .


"Sayang , jika kau melakukan itu gimana nanti aku akan bertemu dengan mitra kerja besok, kenapa kau mewarnai kuku ku ." ucap nya dengan menaruh ponsel di meja .


"Kalau gitu jangan pergi ke kantor , kau lihat kuku mu sangat cantik jika di warnai , hehehe , mas beri aku hadiah karna telah mewarnai kuku mu ." ucap ana dengan tersenyum manja .


Erland tersenyum melihat tingkah wanita hamil itu ,di mata nya wanita itu saat ini sungguh menggemaskan .


"Apa hormon kehamilan nya jadi seperti itu ."


Erland berjalan ke arah kamar meninggalkan ana , tak butuh waktu lama Erland memberikan hadiah yang ana minta dan mengasih nya ,ana tersenyum bahagia di saat Erland memberikan kotak coklat itu .


"Buka ..itu adalah hadiah mu ." ucap Erland tersenyum melihat kuku nya yang sudah di warnai oleh istrinya itu .


Ana membuka kotak kayu berwarna coklat itu ,dia terkejut saat melihat dua buku kecil berwarna hijau dan merah .


"Su_surat nikah .."ucap nya dengan menatap Erland yang di angguki suami nya itu .


"Kau jahat mas ,kenapa gak kasih ini dari dulu padaku , pria jahat ." ucap ana kembali mengerucutkan bibir nya .


"Udah dong sayang jangan manyun gitu ,jika kau manyun gitu gimana jika aku tiba-tiba jadi Angsa da...


"Mass ... jangan bicara seperti itu ,kau suami ku ... aku gak mau kau tiba-tiba jadi Angsa ." ucap ana dengan mengerucutkan bibir nya

__ADS_1


Erland di buat gemas dengan istrinya itu ,kini dia menarik tangan ana dan membungkam bibir manyun ana ,dengan tangan Erland mengambil kotak coklat itu dari tangan istri nya dan menaruh nya di tembok datar yang tak jauh dari mereka , Erland menahan tengkuk ana dengan satu tangan ,dan satu tangan nya lagi menarik pinggang ana ,mereka terjadi beradu lidah pun di balkon dengan merasakan angin di malam hari dengan bulan jadi saksi dan langit di penuhi bintang-bintang.


Beberapa menit kemudian mereka melepaskan tautan mereka dan membuang napas nya masing-masing , Erland menatap mata manik istrinya itu dengan menyibak kan rambut yang kena angin malam , Erland kembali membungkam bibir ranum ana dengan membawa ana masuk ke dalam kamar nya , Erland tidak perduli dia menabrak benda apapun yang dia tabrak ,hingga kini dirinya mengangkat tubuh ana ke pangkuan nya dengan masih ******* bibir istrinya itu .


Kini mereka tengah berada di ranjang ,Erland menurunkan ana di ranjang tersebut dan membuka baju dirinya dengan membuang nya ke sebrang arah , lagi-lagi erland menerkam bibir ranum ana ,sepuluh menit kemudian mereka pun sudah polos , dan akhirnya mereka pun melakukan ritual suami istri dengan stengah jam ,hingga mereka berdua terkulay lemas dan tertidur dengan posisi Erland memeluk ana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi pun tiba , Erland membuka mata nya yang pertama dia lihat adalah istri nya ,Erland tersenyum dan mencium kening ana , perlahan dia meraba-raba ponsel nya ke atas nakas tapi tidak ada , dia ingat ponsel nya berada di meja yang ada di balkon, erland turun dari ranjang nya pelan-pelan agar tidak membangunkan istrinya ,kini dia berjalan ke arah balkon untuk mengambil ponsel dan bertelanjang dada dengan hanya memakai celana boxer


Jam sudah menunjukan pukul 06.00 pagi ,Erland mengambil kotak coklat itu dan melangkah ke arah kamar dan menaruh kotak tersebut di atas nakas ,Erland mengambil baju dirinya dan ana yang berserakan di lantai untuk membereskan nya dan menaruh nya di ranjang, kini dirinya melangkah ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri .


Dua puluh menit kemudian Erland telah selesai dengan ritual mandi nya ,dan berjalan ke ruang ganti ,dan tak butuh waktu lama kini dia telah siap dengan pakaian kantor nya ,Erland menatap istrinya yang masih tidur dan terheran .


"Biasa nya ana bangun awal dan membangun kan ku pagi-pagi, apa aku membuat nya kelelahan ,?! setelah pulang kantor aku harus periksa kandungan ana ."


Erland mencium kening ana dengan sangat lama , lalu pindah ke bibir ranum ana ,setelah itu Erland membenarkan selimut nya menyelimuti ana.


"Morning kiss ." ucap nya tersenyum dan berlalu pergi.


Sebelum berangkat Erland menyempatkan membuat sarapan pagi terlebih dahulu untuk istrinya ,Erland memanggang roti dengan di isi sayuran di dalam nya ,selang beberapa menit ,dia membuat kan susu untuk istrinya itu ,dan tak butuh waktu lama ,Erland mengantarkan susu dan roti itu ke atas melalui jalan lift , sesampai nya di kamar Erland menyimpan nya di atas nakas dan berlalu pergi lagi


Kini Erland berjalan ke bawah sambil membenarkan dasi nya ,di saat dia melangkah dia melihat Bi Ani membungkukkan kepalanya ke hadapan erland .


"Bi Ani setelah istriku bangun nanti ..?! tolong sediakan buah mangga untuk nya," ucap Erland melangkah dengan di angguki bi Ani


Kini Erland melangkah dimana mobil nya berada ,tak butuh waktu lama kini dirinya meninggalkan halaman mansion Anggara


Beberapa menit kemudian ana menggeliatkan tubuh nya ,ana meraba-raba di samping nya tidak mendapati suami nya itu ,kini ana membuka matanya dan melihat ke arah samping yang biasa Erland tepati .


"Apa dia sudah berangkat ke kantor. "


Ana bangun dari tidur nya ,di saat dia duduk ana melihat kertas berisi tulisan dan melihat dua roti lipat dan susu .


"Sayang ,aku berangkat ke kantor dulu, sarapan aku sudah siapin dan susu nya di minum ya ...Mmuuaacch ...


Ana tersenyum dan mencium kertas itu, lalu pandangan nya ke arah roti dan susu yang sudah di siapkan Erland, kini ana melangkah kan kaki nya ke arah kamar mandi untuk untuk membersihkan diri , selang beberapa menit ana selesai dengan ritual mandi nya kini dia melangkah ke arah ruang ganti ,setelah itu dia mengeringkan rambut nya di depan cermin setelah nya dia memoleskan make-up dengan tipis.


Di saat ana melangkah ,Sahara melihat ana berjalan membawa nampan dengan gelas kosong ,Sahara melihat ana dengan tersenyum jahil ,rasa kesal nya pada Erland membuat nya ingin balas Perbutan nya melalui ana ,kini Sahara menghampiri ana menyenggol nya dengan keras .


Prangggggg ....


"Awwwww...." pekik ana memegang pundak nya yang terasa ngilu .


"Aduh ana ,, maaf aku tidak sengaja tadi aku gak lihat-lihat Karana melihat pesan di ponsel ku ,dan kebetulan aku lagi buru-buru untuk membuat sarapan karna akan pergi ."ucap nya berjongkok mengambil pecahan piring dan gelas itu .


"Iya gapapa Sahara ,sini biar aku saja ." ucap ana berjongkok dan tersenyum ke arah Sahara .


Bi Ani yang melihat ana memungut pecahan di bawah lantai itu menghampiri nya ,bi Ani tahu bahwa Sahara pasti melakukan nya dengan sengaja ,sahara melihat Bi Ani menghampiri ke arah ana dan dirinya ,kini pandangan nya melihat ke arah tangan ana yang mengambil pecahan-pecahan itu tersenyum jahil ,Sahara pura-pura menerima telpon dan berdiri menginjak tangan ana yang mengambil pecahan beling itu dengan sengaja .


"Akhhh .. " pekik ana melihat tangan nya yang tertancap serpihan beling .


Bi Ani yang melihat nya itu pun kaget ,begitu pula dengan Sahara yang pura-pura tidak sengaja pun memberhentikan langkah nya .


"Nona Sahara kenapa kau menginjak tangan nyonya ana ." ucap bi Ani dengan geram .


"Bi Ani .. aku tidak sengaja .?!Ana, sekali lagi maafkan aku .. aku barusan terima telpon dan gak terasa..


"Sahara sudah gapapa kok ," ucap ana menundukan kepala nya melihat tangan nya yang berdarah


"Mari nyonya saya bantu dulu ,?! hey kalian tolong beresin pecahan-pecahan ini ya." ucap bi Ani yang di angguki pelayan yang lain nya .


Kini bi Ani melangkah untuk mengambil kotak obat untuk mengobati luka ana ,Sahara yang merasa puas tersenyum senang dengan apa yang dia lakukan ,kini dia melangkah ke dapur membuat roti untuk sarapan nya , sementara ana dirinya kini tengah meniupkan luka yang terkena pecahan itu dengan berpikir keras .


"Kenapa Sahara seperti sengaja menginjak tangan ku ,gak mungkin kan dia tidak merasakan nya ,?! tapi aku tadi melihat mata nya yang berkaca-kaca merasa bersalah dan mau menangis ,?! ahh sudahlah mungkin dia memang tidak sengaja ."


Kini bi Ani membantu ana untuk mengobati tangan ana dengan sedikit di baluti perban .


"Bi Ani jangan pasang ini ,saya gak mau orang rumah tahu ,saya butuh plester saja udah cukup ." ucap ana menahan tangan bi Ani.


"Tapi nyonya luka anda akan bengkak jika hanya memakai plester saja ,apalagi tadi nona Sahara menginjak nya dengan heels yang dia pakai nya ,itu pasti akan tidak baik ." ucap bi Ani menatap ana dengan watir .

__ADS_1


"Gapapa bi ,?! kejadian ini jangan ada yang tahu biar aku dan bi Ani yang tahu ya ," ucap ana dengan memasang plester di tangan nya


Bi Ani tidak menjawab pertanyaan ana , dia melihat ana yang terluka tapi bisa tersenyum dengan gampang berkata memaafkan Sahara .


"Nyonya anda terlalu baik ,?! nona Sahara sudah sengaja melakukan nya apa nyonya tidak sadar ,?! dengan luka seperti itu jika tidak di pasang perban pasti akan membengkak dan perih ,?! dan jika aku melawan wanita itu tuan Dimas suatu saat akan tahu jika aku memperlakukan wanita itu tidak baik , cctv bahkan mengarah kita di waktu tadi , apapun kelakuan wanita itu jika sudah merengek di depan tuan Dimas, pasti akan memaafkan nya .'


"Bi ... bi Ani ...kenapa melamun ." ucap ana yang menyadari bi Ani .


"Ah .. haha tidak apa nyonya , kalau gitu saya permisi dulu nyonya ." ucap bi Ani melangkah pergi membawa kotak obat itu .


Ana melangkah kan kaki nya untuk ke taman belakang ,para pelayan membungkukkan kepala nya dengan jawaban senyuman oleh ana ,Sahara yang akan pergi melihat nya pun berdecak sebal ,para pelayan itu menghormati ana di mansion itu , kini dirinya berjalan keluar meninggalkan halaman mansion Anggara.


******


Di sisi lain ,Erland kini tengah serius dengan berkas-berkas yang Bryan berikan untuk di tanda tangani ,setelah selesai dia melangkah untuk membuat kopi yang tak jauh dari ruangan nya .setelah itu Erland menghubungi Bryan untuk keruangan nya.


Tak butuh waktu lama Bryan pun datang ke ruangan nya Erland .


"Ya tuan Erland ada yang bisa saya bantu ," ucap Bryan dengan senyum menyeringai dengan memberikan sebuah dokumen pada Erland .


Erland menatap sahabat nya itu dan melemparkan gumpalan kertas ke hadapan Bryan ,pria itu malah tertawa saat Erland melemparkan kertas tersebut .


"Biasa aja kali ,gak perlu memasang wajah kusut begitu , kaya enggak di kasi jatah aja , baru aja semalam dan aku mendengar ******* istri mu akhhhh ..serasa indah di deng.....


"Omong kosong apa yang kau bicarakan itu , aku memanggil mu bukan untuk membahas itu , ?! perusahaan mana yang akan bekerja sama dengan perusaahan kita ," ucap Erland dengan memotong ucapan Bryan.


"Hahaha ... baiklah batu tumpul .?! kau tidak ingin mengakui nya ya , eh ngomong-ngomong berapa ronde yang ...


Erland melempar kembali dengan gumpalan kertas itu tepat di wajah sahabat nya itu ,Bryan hanya cekikikan telah mengusuli sahabat nya itu .


"Direktur perusahaan Sky sebentar lagi akan datang ,dan mungkin akan di lakukan sepuluh menit lagi ." ucap Bryan dengan tawa gelak nya .


"Kalau begitu saya permisi dulu tuan Erland yang terhormat ." ucap nya dengan menahan tawa dan berlalu pergi .


Erland tidak menghiraukan tawa sahabat nya itu , dia membuka berkas laporan dokumen yang baru saja Bryan berikan ,pandangan nya beralih ke jari kuku nya, Erland tersenyum melihat kuku nya yang berwarna pink itu , dia mengingat ana dengan berbicara yang begitu menggemaskan saat mewarnai kuku nya , yang di maksud Bryan ******* ana itu bukan terjadi hal yang sewajar nya ,hanya saja semalam kutek tersebut terpeleset ke kulit .


Sepuluh menit telah berlalu ,Bryan kini telah masuk keruangan Erland untuk memberitahukan pertemuan dengan klien yang akan bekerja sama dengan perusahaan DA'Group.


Erland pun berjalan dan di ikuti Bryan dari belakang untuk ke ruang khusus .


"Tuan sky masih di lantai bawah , sebentar lagi dia akan sampai sini , kau tunggu saja ." ucap Bryan berlalu pergi .


Tak butuh waktu lama orang yang di tunggu Erland pun telah datang bersama sekertaris nya , selang beberapa menit Erland dan tuan sky berdiskusi tentang kerja sama tersebut ,tanpa Erland sadari sekertaris yang mendampingi tuan sky memperhatikan Erland yang telah berdiskusi dengan bos nya itu .


"Selamat bekerja sama dengan group Anggara ," ucap Erland berjabat tangan dengan tuan sky itu.


"Baik terima kasih tuan Erland , boleh saya ijin ke toilet dulu sebentar. " ucap tuan sky .


"Hmmmm..." jawab Bryan .


"CEO yang menggantikan tuan Dimas ini lumayan tampan ,"


Sekertaris itu tidak tahu malu nya menghampiri Erland yang tengah meminum kopi ,Erland yang tahu dari sudut matanya melihat wanita itu berjalan ke arah nya .


"Tuan Erland ." ucap nya menggoda Erland dengan menyentuh pundak nya .


Erland yang mendengar suara wanita itu merasa menjijikan ,tanpa sadar Erland melihat kuku yang istrinya warnai semalam itu tersenyum jahil untuk mengerjai wanita yang tengah duduk di tangan kursi yang Erland duduki , Erland membenarkan duduk nya layak nya seperti wanita .


"Baiklah ... aku akan memainkan drama ku sebagai wanita ."


"Coba lihat , menurut mu warna kuku ku cantik gak ."ucap Erland berlaga suara perempuan meniru ucapan ana dengan menyolek tangan wanita itu .


Wanita itu terkejut setelah melihat jari kuku Erland yang terpasang kutek, apalagi dengan suara Erland yang sesungguh nya


" Ihh jangan menyentuh ku ," ucap wanita itu berlari keluar .


"Ihhhh ... ternyata dia adalah seorang banci .."


"Hey jangan pergi ,?! aku juga mau minta tolong padamu untuk mewarnai kuku lagi ," ucap Erland memanggil wanita itu dengan nada layak nya wanita.


Wanita itu berlari dari ruangan tersebut tanpa melihat ke arah Erland , kini Erland berubah lagi dengan tampang dingin nya dengan membenarkan Jaz yang dia pakai ..

__ADS_1


__ADS_2