
Wanita paruh baya itu berjingkrak dalam hati nya karna telah mengerjai Sahara, tak butuh waktu lama ,Sahara kini telah membawa kotak obat itu dan juga obat pereda pusing , kini Sahara melangkah ke arah kamar nya dengan amarah yang dia tahan.
"Sialan .?! nenek tua itu memborong ku dengan menyuruh nya ,lihat saja nanti nenek tua ,aku akan beri perhitungan dengan cara ku sendiri ." ucap nya dengan kesal .
Sementara di ruangan sana, omah kini telah di obati oleh ana ,tak butuh waktu lama ana selesai mengobati luka kecil yang ada di tangan wanita paruh baya itu .
"Omah ,?! lain kali omah hati-hati ya ,kenapa gelas nya bisa jatuh seperti tadi ," ucap ana dengan watir .
"Tidak apa-apa nak ,tadi omah tidak hati-hati memegang gelas itu, kau tak perlu khawatir." jawab nya dengan menggenggam tangan ana .
"Karna omah sedang menyingkirkan ular itu agar tidak mengganggu mu ,dengan begitu omah sengaja menjatuhkan gelas itu dan melukai tangan omah sedikit ."
"Omah ... lebih baik omah istirahat ya...?! aku antarkan mari ." ucap ana membantu omah .
"Kau sungguh perhatian nak ,?! ana tidak perlu membatu omah untuk mengantar ke kamar ,omah bisa sendiri .?! lebih baik kau yang istirahat nak, omah akan duduk di sini dulu sebentar ." ucap nya dengan tersenyum
"Baiklah ,kalau begitu biar aku temani omah .." ucap ana dengan memegang tangan omah .
"Permisi nyonya ... bunga ini sudah selesai " ucap pelayan yang tengah membawa bunga Rose pink itu .
Ana yang melihat bunga Ros pink itu serasa mual dan tidak ingin melihat nya .
"Sini biar ku lihat dulu bunga nya ." ucap omah yang kini tengah mencium nya .
Ana yang ada di samping omah menutup kan mulut nya dan berlari ke arah dapur ,wanita paruh baya itu terkejut saat ana berlari .
"Ana... Anatasya ." ucap nya yang kini mengikuti ana dengan membawa bunga itu ke arah dapur .
Omah memijat tengkuk ana dengan pelan dan menaruh bunga itu dan dapat terlihat oleh kedua mata ana, lagi-lagi ana di buat mual oleh bunga itu .
"O_omah.. tolong bawa bunga itu ,a_aku tidak suka melihat nya ." ucap ana menutup hidung nya .
"Ya ampun ?! kau membenci bunga ini ?! pelayan ... pelayan siapapun itu tolong kesini ... cepat singkirkan bunga Rose pink ini ..cucu menantu ku tidak suka dengan bunga ini ." ucap omah dengan khawatir dan memijat tengkuk ana.
"Ayo omah anterin kamu ke atas ," ucap omah yang kini berjalan ke arah lift memapah ana
"Kenapa di setiap mual ,aku selemah ini ?!
Tak butuh waktu lama ,kini kedua nya tengah sampai di lantai atas dan berada di kamar ana .
"Ana maafkan omah ,? omah tidak tahu kalau bunga itu akan membuat mu seperti itu ." ucap omah yang kini membaringkan ana .
"Tak apa omah .?! aku juga gak tau bunga itu akan membuat ku seperti ini ." ucap nya tersenyum lemah .
"istirahat lah ,?! omah akan kembali ke bawah untuk menyuruh bi Ani membuat kan air lemon hangat untuk menghilang kan rasa mual mu .", ucap omah yang di angguki ana .
Kini omah melangkah berjalan ke arah lift , tak butuh waktu lama omah sampai bawah ,dia mengingat bunga Rose itu ,dia melihat Bi Ani yang tengah berjalan ke arah luar .
"Bi Ani , tolong buatkan air lemon hangat untuk ana , saya merasa bersalah sudah membuat nya kelelahan ." ucap nya dengan merasa bersalah .
"Baik nyonya ,saya akan segera membuatkan nya ." ucap bi Ani yang di angguki omah .
Wanita paruh baya itu melihat lantai atas dan melihat pintu putih itu dengan menghela napasnya panjang ,kini dia melangkah ke ruangan Roy untuk menemui nya , di saat dirinya akan mengetuk pintu itu pintu terbuka dan Roy yang akan keluar .
"Ahh Roy , kembali masuk ?! ada yang akan saya katakan padamu " ucap nya berjalan dengan di ikuti Roy .
"Apa kau sudah memasang kan penyedap suara di kamar Sahara ." ucap nya dengan melihat ke arah jendela tanpa melihat ke arah Roy .
"Sudah nyonya ,?! saya sudah tempelkan menyedap suara itu di pas bunga yang di taruh di atas nakas kamar nona Sahara ." ucap Roy dengan membungkukkan kepala nya .
"Terus pantau gerak gerik dia di mansion ini , hari ini saya akan ada urusan dengan teman bisnis saya dan akan kembali besok pagi , jika dia memperlakukan ana layak nya pelayan lagi ,kalian kerjai wanita itu sebisa mungkin , jika kalian tidak sanggup menghadapi nya ?! biarkan wanita itu bermain sesuka hati nya ,jika ada kesalahan yang akan terjadi ,ada cctv untuk jadi bukti ." ucap nya berbalik ke arah Roy .
"Dengarkan perintah ku dengan baik ." ucap nya kembali dan berlalu pergi ." ucap nya dengan di angguki Roy .
"Tapi aku berharap ,semua akan baik-baik saja ,?! Erland pasti melindungi ana ." gumam nya .
Wanita paruh baya itu melangkah ke arah kamar nya , dan bersiap-siap untuk pergi dengan apa yang akan dia lakukan itu , tak butuh waktu lama kini dirinya pun tengah bersiap dan melangkah ke luar menyuruh pak Urip untuk mengantarkan nya .
*****
Tepat puku lima sore Erland sampai di mansion Anggara ,dia membawa beberapa isi kantong yang berisi cemilan dan susu hamil untuk istri nya itu , kini dia menyuruh pelayan untuk membereskan nya di tempat yang aman , dengan melengkungkan bibir nya dia melangkah ke arah tangga dengan senyuman nya yang tak pernah pudar jika sudah menyangkut ana .
Erland melihat ana yang tengah tertidur tersenyum dan menghampiri nya .
"Sayang ." bisik Erland ke telinga ana.
Ana hanya menggeliat tanpa membuka mata nya ,kini dia membalikan tubuh nya memeluk tangan kekar Erland , Erland tersenyum dan melepaskan tangan ana dengan pelan , kini dirinya ikut berbaring di samping ana ,Erland sudah pasti tahu istri nya itu pasti mencari-cari dada bidang dirinya untuk bisa mencium nya , seperti yang Erland pikirkan ana kini menelusup kan kepalanya di dada bidang suami nya .
Erland membiarkan ana memeluk nya ,dia merogoh ponsel yang baru saja bergetar dan melihat isi pesan tersebut ,dia membuka pesan itu dari omah nya ,Erland menghela napasnya tanpa membalas pesan dari omah nya itu .
"Mas.." ucap ana yang kini membuka mata nya .
"Apa aku mengganggu tidur mu ." ucap Erland yang kini menaruh ponsel nya di atas nakas .
__ADS_1
Ana hanya menggelengkan kepalanya tanpa bicara ,dia kembali menelusup kan kepala nya di dada bidang Erland .
"Siang tadi apa saja yang kau lakukan hmmm..." ucap Erland menatap ana .
"Aku tidak melakukan apa-apa, aku hanya ke bawah sebentar ,dan kembali lagi ke kesini ." ucap nya mendongkak kan kepala nya .
"Sayang ?! kau jangan hanya memakan sedikit ,,banyak lah makan untuk kesehatan mu dan juga anak kita ,aku sudah menyuruh bi Ani untuk memasak makanan bergizi untuk wanita hamil ." ucap Erland menatap wajah istri nya .
Ana diam dan tidak menjawab pertanyaan suami nya itu ,dalam pikiran nya dia memikirkan keluarga Pratama, mengenai pernikahan nya dengan Erland.
"Ana ... apa ada sesuatu ,katakan padaku kenapa hmm ..." ucap Erland menatap istri nya itu .
"Mas .. apa paman ku tahu mengenai pernikahan ku ini kalau yang sebenarnya aku menikah dengan mu ." ucap ana menatap Erland dengan sendu .
"Tuan Erik sudah mengetahui nya ,tapi tidak dengan keluarga nya sayang ,?! kenapa hemm ..." ucap nya kini menangkup wajah ana .
Ana lagi-lagi tidak menjawab pertanyaan Erland ,tidak masalah jika paman nya tahu bahwa dirinya lah adalah stri dari Erland bukan Dimas, tapi gimna anggapan Sintia dan juga Vika bahwa dirinya menikah dengan pria yang di cintai Vika .
"Jangan terlalu banyak berpikir orang lain ?! ingat sayang ,kau tengah hamil .." ucap nya dengan menatap ana
"Mas aku tidak masalah jika paman tahu ,?! tapi gimana jika bibi Sintia dan juga Vika tahu kalau aku bukan menikah dengan Dimas melainkan menikah dengan mu ."
Erland mengerutkan kening nya dengan ucapan ana ,kini dia menatap ana dengan penuh tanda tanya .
"Memang nya kenapa dengan wanita itu ." ucap Erland menatap ana .
"Vika itu menyukai mu ,kau gak sadar dan gak ingat dimana dia rela bawa puding mangga kesini hanya untuk mu hanya untuk mendapat kan cinta mu ." ucap ana mengerucutkan bibir nya .
"Suruh siapa kau memberi tahu kesukaan makanan ku ,hemm ... " ucap Erland dengan gemes mencium bibir ana .
"Wa_waktu itu kan a_aku gak tahu kau suami ku ,dan waktu itu kau gak sopan padaku ,i_itu kesempatan aku untuk mendekatkan mu sama Vika ,dan Vika menyukai mu ." ucap ana menundukan kepala nya .
"Dimana kau masih menganggap kakakku adalah suami mu dan kau membiarkan suami mu ini di suapi orang lain ,bahkan kau membawa wanita lain ke kamar pengantin kita hingga aku memeluk wanita lain ,?! bahkan kau sempat-sempatnya nya memberikan suami mu ini wanita lain untuk kencan buta ,bahkan hatimu sendiri sudah sakit memberikan wanita lain padaku ,kenapa kau lakukan itu hemm ...jika hatimu bohong dan tidak rela jika suami yang kau cintai ini dengan orang lain .hmmm...kau menyakiti dirimu sendiri sayang ." ucap Erland dengan mengingat dimana ana waktu itu dengan suka rela membiarkan dirinya dengan wanita lain .
"I_itu Karna aku tidak tahu kau adalah su_suami ku ,habisan salah dirimu sendiri yang mempermainkan pernikahan ini dan mempermainkan aku ,hingga aku menganggap mu adik ipar yang kurang ajar ,ya...ya sudah aku membiarkan mu bersama or..
Erland membungkam bibir ana dia tidak tahan ingin mencium wanita itu dengan bibir nya yang jemberut ,beberapa saat kemudian Erland melepaskan lamutan nya .
"Jangan di bahas lagi ya .. itu sudah berlalu?! ana .. maafkan aku yang mungkin sudah melukai mu, aku tidak ingin kau mengingat dimana aku telah menyakiti mu ." ucap Erland menatap ana dengan sendu .
"Kau jangan terlalu memikirkan tentang Vika ,biarkan dia tahu yang sebenarnya di resepsi pernikahan kita ,biar dia tahu bahwa kau adalah istri dari Erland Anggara , bukan Dimas Anggara ." ucap Erland yang di angguki ana .
Kini mereka berpelukan dan memikirkan pikiran masing-masing mereka ,Erland tidak ingin membuat istrinya mengingat di masa bulan lalu yang sudah dia mainkan ,kini dia hanya ingin melihat istrinya itu tersenyum bahagia tanpa mengingat masa lalu .
****
Cekrek ...
Cekrek ...
Ana tersenyum saat melihat hasil foto tersebut ,kini dia menggantikan foto profil WA suami nya itu di gantikan foto dirinya dan Erland , ana menaruh ponsel Erland di atas nakas dan melihat pria yang tengah tertidur itu ,ana tersenyum dan mengecup bibir Erland .
Ana turun dari ranjang dan melangkah ke arah kamar mandi ,untuk membersihkan dirinya dengan air hangat ,tak butuh waktu lama kini ana melangkah ke arah ruang ganti untuk mengganti pakaian nya dengan piyama , ana melangkah kan kaki nya ke arah ranjang ,posisi Erland masih sama seperti tadi sebelum ana pergi ke kamar mandi .
"Dia pasti kelelahan seharian ini ,karna dia menjaga aku dan rela mengantarkan aku membeli tahu pedas ke kota B."
Ana melangkah ke arah pintu untuk berniat ke bawah ,dia akan membantu masak bersama pelayan .
"Semoga aja aku tidak mencium bau-bau menyengat ,yang membuat ku mual lagi ..
Kini ana telah sampai di bawah ,dan melangkah pelan ke arah dapur ,di saat dia melangkah dia di tahan oleh bi Ani .
"Nyonya ,?! Anda tidak usah ke dapur ,para pelayan sudah menyiapkan makan malam untuk anda dan tuan Erland ." ucap nya menahan pundak ana dan menuntun nya ke arah meja makan .
Ana tidak sadar bahwa makanan Sudah tersaji di meja makan ,dan sudah siap semua nya .
"Bahkan aku tidak melihat ke arah meja makan , kalau makan malam sudah siap ,?! aku telat turun dan tidak membantu mereka deh ."
"Nyonya ana , saya memasak sup ayam brokoli untuk anda ,dan itu khusus anda dan baik untuk kandungan anda ." ucap bi Ani yang di angguki ana .
Ana celingak-celinguk, dia mencari sosok wanita paruh baya ,semenjak kejadian siang tadi membuat nya lupa akan hal omah .
"Kemana omah kok ga keliatan ,mungkin masih di kamar nya ,"
Kini ana berdiri dari kursi itu ,dan berjalan ke arah lift untuk membangunkan suami nya untuk makan malam , tak butuh waktu lama kini ana sampai lantai atas dan masuk kamar, Erland masih tertidur nyenyak di ranjang nya , sebenarnya ana tidak tega untuk membangunkan nya , tapi ana juga takut bahwa suami nya itu belum makan juga .
"Mas ... " ucap ana yang tengah mencium pipi suami nya itu
"Mas bangun dulu yuk ,makan malam dulu ," ucap ana lagi menggoyang kan tubuh Erland .
Erland hanya menggeliat dan menarik tangan ana tanpa membuka mata nya .
"Mas jangan main-main ,bangun dulu kita makan malam dulu ." ucap ana menatap Erland yang masih menutup mata nya .
__ADS_1
"Emmmm ... sebentar lagi sayang. " ucap Erland memeluk ana dengan erat .
"Mas ..aku pengap .." ucap ana dengan sedikit mendorong tubuh Erland .
"Berikan aku night kiss dulu ." ucap nya menyentuh pipi nya ke arah ana
Cup ....
Erland pun melepaskan pelukan nya dan mencium pipi ana dan bangun dari tidur nya .
"Tungguin di bawah ya , nanti aku nyusul ..?! aku mau mandi dulu ." ucap Erland melangkah ke arah kamar mandi .
Ana berjalan ke arah lemari dan menyiapkan baju tidur untuk suami nya itu, kini dia pun melangkah kembali untuk ke bawah dengan memakai lift , lima belas menit kemudian erland tengah melangkah ke bawah untuk makan malam yang sudah di tunggu oleh istrinya itu .
Ana kini menyiapkan nasi dan juga lauk pauk untuk suami nya itu ,setelah itu dia berjalan ke arah kamar omah memanggil nya untuk makan malam , Erland yang melihat ana berjalan mengerutkan kening nya .
"Sayang ..?! kau mau kemana ,?" ucap Erland memberhentikan langkah ana .
"Aku mau panggil omah untuk makan malam ." ucap nya tanpa dan melanjutkan langkah nya lagi .
"Sayang ... omah lagi keluar ?! kembali kesini ana ." ucap Erland yang kini berjalan menghampiri ana .
"Mas .. bukan nya omah sakit.?! kenapa keluar ini tidak baik buat usia omah harus keluar apalagi sakit ." ucap ana dengan khawatir .
Erland mengerutkan kening nya dengan perkataan istrinya itu .
"Sayang ,?! omah gak sakit ,tadi dia mengirimkan pesan pada ku ada keperluan penting bersama teman bisnis nya ,dan pagi besok omah akan kembali lagi ."ucap erland menarik tangan ana .
"Tapi di ponsel mu tidak ada pesan omah hanya ada pesan Niken dan juga Bryan ," ucap ana dengan berhenti dari langkah nya .
"Mas jangan bohongi aku ... aku akan panggilkan Oma..
"Sayang pesan omah sudah ku hapus ,jika kau tidak percaya biar aku telpon omah sekarang ." ucap Erland dengan menekan nomor omah nya itu .
"Iya .. iya .. aku percaya .?! ya sudah kalau gitu aku akan panggil Sahara untuk makan malam ." ucap ana berbalik lagi .
"Sayang ... " ucap Erland menggendong ana dengan menahan amarah nya .
"Mas lepaskan aku .. kau ini kenapa sih main gendong Mulu dan suka bikin aku malu ." ucap ana memukul dada bidang suami nya itu .
"Pelayan panggil Sahara ." ucap Erland tanpa memperdulikan ana .
"Sayang. ?! berhenti keras kepala.?! kau harus makan dan juga baby dalam perut mu .? Anatasya .. menurutlah , Soal Sahara dia nanti akan makan jika perut nya sudah berdemo ." ucap Erland menatap ana .
Ana mengelus perut nya yang masih rata itu dia hanya mengikuti kata suami nya itu dan menganggukkan kepalanya ,Erland berdiri menghampiri ana dan berjongkok ,ana terkejut dengan apa yang dia lihat .
"Baby , bujuk lah mommy mu ini agar tidak keras kepala ?! dan kalian berdua harus nurut sama Dady ." ucap nya dengan mengelus perut ana .
Ana mengangah dengan lontaran yang di lontarkan Erland barusan ,kini dirinya melihat suami nya itu tengah duduk kembali dan melanjutkan makan nya ,Sahara yang di panggil pun kini telah berada di meja makan ,dia melihat ke arah dua pasutri itu .
"Pelayan ..tolong ambilkan satu piring makan malam untukku dan bawa ke kamar ku ." ucap Sahara kembali berbalik .
Erland tidak menghiraukan Sahara ,tapi tidak dengan ana ,ana menahan tangan Sahara untuk ikut makan malam .
"Sahara .. ayo kita makan malam bersama kau mau kemana ." ucap ana menahan tangan Sahara .
"Jangan menyentuh ku ." ucap nya dengan mendorong ana .
"Akhh .... " pekik ana yang mundur ke belakang ,beruntung dia tidak terdorong sampai ke lantai .
Erland yang melihat istrinya di dorong berteriak di meja makan itu .
"Sahara ... beraninya kau mendorong istriku ." ucap Erland meninggi yang kini berdiri dan melangkah menghampiri ana .
"Mas.. sudah .." ucap ana yang kini berbalik ke arah meja makan menarik tangan suami nya itu .
"Anatasya .?! sudah ku katakan jangan pedulikan dia ,jika sudah lapar dia juga akan mencari makan ,jadi lanjutkan Sekarang makan malam mu sayang ." ucap Erland dengan menghela napas nya berat .
"Hu'umm ..." ucap ana yang melihat ke arah Sahara yang sudah menghilang .
"Bi Ani ..tolong siapkan makan malam untuk Sahara ya .." ucap ana pelan dengan di angguki bi Ani .
Erland yang melihat ana berbisik pada bi Ani masih bisa terdengar oleh kedua telinga nya itu ,kini ana dan Erland melanjutkan makan malam nya tanpa ada kendala buka suara lagi .
Makan malam pun tengah selesai ,Erland menyuruh ana untuk terlebih dahulu ke atas dan dengan di angguki ana , kini Erland berjalan ke arah Roy yang habis selesai makan itu .
"Roy ." ucap nya menatap Roy dengan dingin .
"Ya tuan ." jawab Roy
"Apa ada kabar dari Steven tentang kakakku ." ucap nya lirih .
"Belum ada tuan ,bahkan saya sudah menghubungi nomor tuan Steven tapi nomor nya tidak aktif ." ucap Roy dengan membungkukkan kepala nya .
__ADS_1
Erland tidak menjawab pertanyaan Roy ,kini dia berbalik dan melangkah ke arah tangga untuk ke atas , sudah beberapa hari ini tidak ada kabar tentang Dimas dari sahabat nya itu .