Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
Mabuk Nya Erland .


__ADS_3

"Erland hentikan penyelidikan nya ,?anggap saja permohonan dariku , dan kau cepat lah jujur pada ana ,bahwa kau adalah suami nya ."ucap Dimas yang tengah memenjam kan mata nya .


"Jika Sahara masih hidup ,aku akan menyakiti nya Karana keadaan ku seperti ini , kenyataan akan selalu menjadi kejam dalam hidup ini ." gumam dimas


Erland sudah jengah dengan Dimas ,hanya kabar yang di nyatakan Sahara mati ,dia bersikeras untuk mati , dan mengalihkan pembicaraan .


"Kak dengarkan apa kata ku tadi ,kau jangan mengalihkan pembicaraan dalam pernikahan ku dengan gadis itu ." ucap erland dengan amarah nya


"Kau menikah karna aku ,?aku berhak mengalihkan pembicaraan itu mengenai rumah tangga Mu, Erland kau bahkan mengurusi ku sampai saat ini bahkan menyelidiki Sahara ,lalu gimana dengan mu yang masih menyembunyikan semua nya dari istri mu kalau kau adalah suami nya ." ucap Dimas dengan memenjam kan mata nya menahan amarah .


"Karna kau yang lebih utama untuk aku pikiran dengan kesembuhan mu ,jika saat nanti ada keajaiban buat mu untuk bisa semangat hidup lagi ,?ada saat nya di mana aku akan bilang kepada gadis itu ,bahwa aku suami nya , sekarang aku minta pada mu ,tetap lah hidup dan selalu sehat ." ucap Erland berlalu pergi dengan amarah nya.


"Sudah sampai saat ini aku berusaha untuk nya ,dengan cara apapun yang aku lakukan ,mungkin lebih baik wanita itu di anggap mati di hati nya kak Dimas."


Erland benar-benar kecewa setelah apa yang dia usahakan itu ,kini dia berjalan pergi ke ruangan di mana tempat minum-minum khusus buat menghilangkan amarah , dia membawa beberapa botol itu ke arah kamar pengantin dengan situasi yang tidak baik, Roy dan bi Ani yang melihat tuan muda nya itu kelimpungan benar-benar khawatir.


"Bi Ani cepat panggilkan nyonya ana ,saya takut terjadi apa-apa dengan tuan Erland ." ucap Roy yang cemas .


Bi Ani langsung berjalan ke arah kamar tamu untuk memberi tahukan pada ana dengan apa yang di lakukan oleh Erland, di saat bi Ani ke kamar tamu ,kamar itu kosong tidak ada siapapun , kini bi Ani mencari ana di depan kolam renang ,ternyata ana tengah mengobrol dengan sahabat nya itu , di saat ana akan berdiri dari kursi nya ,ana melihat bi Ani yang terengah-engah.


"Bi Ani kenapa , apa kau mencari ku ." ucap ana terkejut melihat Bi Ani yang terengah-engah .


"Nyo_nyonya , cepat lah temui tuan Erland di kamar pengantin tuan Erland banyak minum-minum malam ini ." ucap bi Ani dengan kekhawatiran nya .


Ana mengerutkan kening nya ,apa yang telah terjadi ,kenapa Erland bisa sampai minum-minum yang membuat bi Ani khawatir .


"Apa dia masih marah ,soal aku pergi ke klub waktu itu ,tapi kan udah tiga hari ,"


"Ba_baiklah bi Ani ."


"Tapi untuk apa bi Ani repot-repot mencari ku,apa hubungan nya dengan ku, kenpa tidak meminta Roy saja yang mengurusi nya ,a_ku ,aku tak sanggup ." ucap ana menolak karna masih takut dengan perlakuan Erland.


"Jika dia mabuk ,aku tidak ingin terulang lagi apa yang dia lakukan padaku di klub itu ."


"Sebenarnya tuan Erland memaksa nya untuk melakukan oprasi pada tuan Dimas ,tanpa sengaja kami mendengar percakapan mereka ,dan pada akhir nya mereka berantem ." ucap bi Ani menghela napas nya berat .


Ana terkejut dengan apa yang di katakan bi Ani ,kenapa bisa sampai seperti itu hingga pria itu mabuk di dalam sana .


"Apa?! apa pria itu sudah gila ,sudah tahu kondisi kakak nya seperti itu dia masih bisa marah-marah dan mengajak nya berantem , apa mungkin mereka bertengkar Karna aku ,Karna aku yang telah pergi ke klub ." ucap ana dengan merasa bersalah nya .

__ADS_1


"Bukan nyonya , ? tapi itu adalah nona Sahara ," ucap bi Ani yang membuang napas nya berat .


Ana lagi-lagi harus mendengar wanita itu lagi , sampai-sampai membuat Dimas jadi seperti itu ,ana tidak mengerti dengan Dimas ,dia rela ingin memilih mati karna wanita itu .


"Sahara lagi ."


Kini ana berbalik dan berlari ke arah tangga untuk melihat ke adaan Dimas ,dia tidak perduli dengan namanya penolakan dari siapapun , bi Ani yang melihat nyonya muda nya lari terkejut .


"Nyonya ana tunggu ,kau mau kemana." ucap Bi Ani yang tengah berjalan mengikuti ana.


Di saat ana sudah sampai lantai tiga dan di depan pintu ruang rawat Dimas , lagi-lagi dia di halangi oleh Roy ,pria itu menghalangi pintu masuk ruangan Dimas .


"Nyonya muda kenapa anda di sini , tuan Dimas tidak ingin menemui siapapun ,mari nyonya silahkan kembali ke bawah ." ucap Roy yang sedikit terkejut.


"Roy berhenti untuk membohongi ku ,? aku ingin melihat keadaan Dimas ,bahkan Erland sudah keterlaluan dengan kakak nya ,kenpa dia benar-benar tidak mengerti dengan keadaan nya itu ." ucap ana dengan menahan amarah nya .


Roy menghela napas nya panjang , sebenarnya dia pun sudah bosan untuk memberikan penjelasan dan alasan yang selalu membohongi nyonya muda nya .


"Sebenarnya di situasi itu tidak ada yang salah nyonya , hanya saja tuan Dimas tidak bisa melupakan Sahara ,dengan kematian wanita itu dia jadi terpuruk dan ingin mengikuti nya ,namun tuan Erland bersikeras untuk menyelediki wanita itu ." ucap Roy dengan membuang napas panjang .


Ana mengerti dengan perkataan Roy , tapi ana benar-benar marah dengan sikap Erland terhadap kakak nya itu .


"Nyonya ,tuan muda Erland dengan kondisi keadaan yang buruk, tolong anda untuk melihat nya ,dan lihat lah ke kamar pengantin ." ucap bi Ani yang telah mengikuti ana sedari tadi .


Ana terkejut dengan apa yang di katakan bi Ani , lagi-lagi pria itu yang di katakan oleh bi Ani , ana membalikan badan nya yang akan turun ke bawah dia tidak ingin menghampiri pria itu .


"Bi Ani tolong lihat lah oleh bi Ani ,aku tidak ingin berhadapan dengan pria yang sedang mabuk itu ,jika dia mabuk aku takut dia akan melakukan hal yang tak sepantas nya pada ku ." ucap ana yang tengah melangkah ke bawah .


Ana berhenti dari langkah nya ,dia melihat Roy yang tengah berdiri di depan pintu ruangan Dimas .


"Kalau tidak? kau saja Roy yang samperin pria mabuk itu ,kau adalah pria ,sama-sama pria ,mending kau yang mengurusi nya ,kalian jangan seenak nya menyuruhku ." ucap ana yang tengah melihat Roy .


Di dalam hati Roy terkejut dan ketar ketir setelah mendengar ucapan dari istri pria mabuk itu .


"Maaf nyonya saya tidak perduli dengan pria mabuk yang anda maksud itu ? ,dan jadwal ku sekarang mengawasi tuan Dimas ,jika nyonya tidak ingin mengurusi nya ,biarkan saja dia sakit perut hinga mati ," ucap Roy yang tengah melangkah cepat ke arah ruangan Dimas.


"Apaa...?!"


Ana terkejut dengan perkataan Roy yang langsung masuk ke ruangan Dimas itu , bagaimana bisa Roy berkata seperti itu ,bukan kah dia selalu ada untuk erland , ana tidak memperdulikan perkataan Roy ,kini dia memilih melanjut kan jalan nya ke bawah .

__ADS_1


"Aku tidak ingin berhadapan dengan pria mabuk sialan itu ,biarkan saja aku tidak perduli ,lebih baik aku pergi nemui Nabila lagi ."


Praaaanggg.....prangggggg....


Di saat ana melangkah tiga langkah ,suara pecahan botol terdengar dari telinga nya ,setelah mendengar itu ana memberhentikan langkah nya itu .


"Ada apa ,apa itu Erland ,apa yang telah terjadi ."


Ana melihat pintu kamar yang bersejajaran dengan tiga kamar itu ,dia melihat pintu kamar itu dan membalikan badan nya dan berlari kembali ke atas .


"Apa yang tengah dia lakukan ,dia keadaan mabuk dan pasti bertingkah gila ,dan menghancur kan kamar pengantin ku."


"Erland ,ku mohon kau jangan terluka." gumam ana sembari berlari ke arah kamar pengantin .


Ana terkejut melihat seisi kamar seperti kapal pecah , dan pecahan botol di mana - mana dia melihat Erland yang bersandar di kaki ranjang dan memenjam kan mata nya , kini ana berjalan dan menghampiri pria mabuk itu .


"erland apa yang telah terjadi ,? apa kau baik-baik saja ." ucap ana dengan kuatir.


Erland bangun tampa membuka mata nya kini dia memeluk ana dan menjatuhkan nya ke ranjang mereka , ana yang ada di bawah Erland membuat nya tidak bisa bernapas .


"E_erland menyingkir lah dari tubuh ku ,kau begitu berat ,ahh.."Ucap ana dengan nada terbata .


"Ya Tuhan ,apa dia ini mau membunuh ku, berat sekali badan nya ."


"E_erlan tolong menyingkir lah ." ucap ana yang tengah keberatan..


Erland kini menidurkan tubuh nya di samping ana , ana yang melihat Erland tertidur bernapas lega , dia membuang napas nya panjang setelah melihat pria itu tertidur ,tapi tiba-tiba Erland menarik Tengkuk ana tanpa membuka mata nya ,hal itu pun terjadi sesuatu ? di mana Erland ******* bibir ana dengan lembut , ana terkejut dengan apa yang terjadi saat ini ,Erland tidak begitu lama ******* bibir ana ,dia melepaskan kembali dengan mata yang terpejam.


"Tunggu ? ada apa lagi dengan perasaan ku ini ,kenapa di saat dia memperlakukan aku dengan lembut aku begitu menikmati nya , pada akhir nya aku bingung lagi dengan pria ini ."


Erland membuka mata nya dan melihat ana ,tangan nya mengulurkan ke arah muka ana yang terhalangi oleh rambut , kini dia bisa jelas melihat istri nya itu .


"istri ku , Anatasya" ucap nya dengan nada parau nya .


"Mari lakukan malam ini ." ucap nya dengan stengah mabuk dengan memegang wajah ana dengan lembut


Ana terkejut dengan perkataan Erland yang sedang mabuk itu ,kenapa pria ini mabuk dengan parah ,hingga dirinya di anggap istri nya .


"Apa yang di katakan pria ini .?! apa dia terlalu mabuk ,hingga hilang akal .? sejujur nya aku munafik jika di katakan tidak tergoda oleh pria ini ."

__ADS_1


Ana berpikir jika dia berhadapan dan berhubungan lagi dengan pria yang ada di depan nya itu ,dia sudah termasuk wanita murahan , kini ana berusaha menyadarkan dirinya dengan apa yang akan dia lakukan ,kini dia mengambil pecahan botol itu dan melukai tangan kanan nya sedikit ,karna pikirnya ini hukuman untuk istri yang tak setia pada suami nya yang sedang ke adaan kondisi buruk .,di tambah lagi ana menampar pipinya sendiri .,itu tambahan untuk istri yang menerima hukuman lagi .


__ADS_2