Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
Rencana Dimas .


__ADS_3

Pagi pun tiba ,ana menggeliatkan tubuh nya dan membuka mata nya perlahan ,ana merasakan tindihan begitu berat di perut nya dan hal itu membuat ana tersenyum tipis lalu menoleh ke arah pria yang ada di samping nya .


"Di saat tidur mu ini ,kau memberikan ketenangan pada dirimu sendiri ,kenapa dulu wajah mu gak setenang tidur mu ini ."


Ana membelai kedua pipi Erland dengan pelan dan mengecup bibir pria itu dengan cepat .


Di saat ana melepaskan tangan nya dari wajah Erland ,tangan nya tiba-tiba di tahan oleh Erland .


"E_erland ,, kau sudah bangun .." ucap ana dengan keterkejutan nya .


"Hemmmm .... kenapa ,?! kau tak perlu melihat ku seperti itu ,jika kau ingin menyentuh wajah tampan ku ini terus ,dengan senang hati aku bersedia nyonya Anggara ." ucap Erland dengan memenjam kan mata nya dan menarik ana dalam pelukan nya .


"E_erland lepaskan aku ,ini sudah siang ,aku ...aku akan mandi setelah itu aku akan ke bawah untuk menyiapkan sarapan ." ucap ana yang berusaha mendorong erland .


"Ijinkan aku memeluk mu sebentar ,.." ucap Erland yang masih memenjam kan mata nya .


Ana terkejut saat tangan Erland bermain- main di kedua gunung kembar ana , ana yang di perlakukan seperti itu membuat ana terbuai ,, olahraga yang semalam kini mereka melanjutkan nya kembali dalam satu jam lebih .


"Kenapa .?! ...kok muka nya di tekuk begitu ." ucap Erland dengan menggoda ana .


"Ini semua karna mu ,aku jadi telat untuk membantu Bi Ani di bawah ." ucap ana dengan mengerucutkan bibirnya .


"Tapi kau menikmati nya kan, ?! sayang biarkan yang melakukan itu pelayan ,lagian di sini pelayan banyak , " ucap Erland .


"Tapi aku istri mu ,aku mau menyiapkan se...


Cup .....


"Erland berhen..


Cup .....


"Jangan panggil aku Erland ...panggil aku sayang. " ucap Erland dengan memeluk ana .


"Gak mau ." ucap ana mendorong tubuh erland dan berlari mengambil pakaian yang tergeletak di bawah sana .


Erland terkekeh geli melihat wajah istri nya yang tengah memerah merona ,kini ana pun berlari ke arah kamar mandi dengan memegang dada nya karna saat ini jantung nya benar-benar berdegup sangat kencang , sementara Erland dia bangun dari tidur nya dan mengambil laptop untuk mengecek email yang telah di kirim Niken.


Tak butuh waktu lama , ana tengah selesai dengan ritual mandi nya ,dia pergi ke ruang ganti ,di saat dia keluar dia tidak melihat Erland di ranjang itu ,ana pun melihat ranjang yang sudah rapi, tapi dia tidak melihat sosok suaminya itu .


Tak butuh waktu lama ,ana telah memakai baju dan mengeringkan rambut nya dengan hairdryer, di saat dia menyisir rambut , tiba-tiba dia melihat bayangan Erland dari kaca dan memeluk pinggang sang istri .


"Erland kau habis dari mana ,kau sudah mandi ."..ucap ana di balik kaca ..


Erland tidak menjawab pertanyaan ana ,dia mengendus-endus dan mencium ceruk leher ana .


"Kau wangi sekali ." ucap Erland dengan memejamkan mata nya .


"Erland ,kau belum menjawab pertanyaan ku yang bar....


"Jangan panggil aku Erland ,kalau tidak ." ucap Erland yang kini tengah menggigit telinga ana .


"Emmm ...e_rland kau jangan begini ,, aku ...aku sudah mandi ..." ucap ana dengan memejamkan mata nya .


"Panggil dulu aku sayang ,"ucap Erland menatap ana dari balik kaca .


"istriku ..."


"Sa_sayang...." ucap ana terbata .


"Lagi ..kurang jelas ." ucap Erland yang masih menggigit telinga ana .


"Sayang ." ucap ana berbalik ke arah Erland .


Ana melihat wajah pria itu ,ana berjinjit dan mencium pipi kiri Erland dan melepaskan pegangan nya dari pelukan Erland ,dan menghindar dari Erland Karna saat ini jantung nya berdegup kencang.


"Sayang ,kau menggoda ku ." ucap Erland memegang pipi nya yang telah di cium oleh ana .


"Tidak ... aku tidak menggoda mu ,?! Erland aku sebagai istri ingin menyiapkan segala nya untuk mu , , ? apa kau mau ke kantor hari ini ," ucap ana celingak-celinguk ke arah lemari .


Ana belum tahu juga ,di mana baju-baju Erland di taruh ,karna sebelum nya dia tidak tahu ,kini Erland menghampiri ana dan berbisik di telinga ana .

__ADS_1


"Baju ku ada di lemari ,?! siapkan saja ,aku akan memakai nya , baju apapun yang kau pilihkan untukku ." ucap Erland mencium pipi ana dan berlalu pergi ke kamar mandi .


Ana melihat ke arah lemari ,dia bingung sendiri ,di situ hanya ada pakaian nya saja ,di saat ana mendekat ke arah lemari itu ,dia terkejut pintu lemari terbuka sedikit ,ana mengingat di mana dia melihat pintu lemari itu waktu itu terkunci dan juga tidak bisa di buka .


"Aku mengerti sekarang ,?! pantas saja waktu itu tidak bisa di buka ,ternyata isi nya pakaian mu ."


Kini ana menyiapkan pakaian Erland ,dia terkejut di saat dia melihat pakaian yang begitu tertata rapi ,bahkan di lemari pun banyak jam yang tetara ,ana bingung harus memilih Kemeja dan jaz yang mana untuk suami nya itu ,kini ana mengambil jaz hitam dan juga kemeja putih nya ,dasi yang bermotif dan sangat cocok menurut pikiran nya .


Kini ana mengambil dan menyiapkan nya di ranjang ,setelah itu dia ke bawah untuk mempersiapkan sarapan ,ana melihat Bi Ani yang sudah menyiapkan sarapan nya di meja makan ,ana menghela napas nya berat ,dia tidak bisa membatu bi Ani dan menyiapkan sarapan untuk suami nya itu .


"Pagi nyoya ,sarapan sudah kami siapkan." ucap bi Ani tersenyum ..


"Bi Ani maafkan aku ,aku tidak membantu Bi Ani untuk menyiapkan sarapan ." ucap ana melangkah ke arah bi Ani .


"Tidak apa-apa ,ini sudah menjadi kewajiban saya nyonya ." ucap bi Ani yang kini membawa sup untuk nyonya nya itu .


Ana pun berjalan ke arah dapur untuk membawa lauk pauk ke meja makan , di tangga sana Erland pun turun dari tangga melihat ana yang sedang menyiapkan sarapan ,ana yang berbalik terkejut melihat ketampanan suami nya itu .


"uhh sialan ,kenapa dia begitu tampan..?! ohh tidak ..dia memakai jaz yang aku pilihkan tadi ."


"Kenapa berpaling begitu ,aku memang tampan ,?! tapi tenang saja ketampanan ini hanya untuk mu ." ucap Erland mencium kening ana .


"Ayo sarapan ,setelah ini aku akan berangkat ke kantor ,setelah nya aku akan ke rumah sakit ," ucap Erland yang menarik kursi untuk duduk .


Ana mengambilkan nasi dan juga lauk pauk untuk Erland ,begitu pula dengan dirinya ,kini mereka pun sarapan pagi , di saat ana makan makanan tersebut ,dia berasa mual dan berlari ke arah dapur , Erland yang melihat ana berlari mengikuti istri nya .


Huekk ...


Huekk..


Huekk..


"Sayang kamu kenapa ,apa ada yang salah dengan makanan nya ,." ucap Erland memijat tengkuk ana .


"Bi ani dan yang lain nya ,kalian memakai racik apa di dalam sup itu ," ucap Erland meneriaki para pelayan .


"Jangan salahkan mereka ,mereka tidak salah ,aku udah seminggu ini memang sering begini ," ucap ana dengan lemas nya .


"Sayang kau pucat sekali ,kita ke rumah sakit ya ,sekalian aku akan menengok kak Dimas ," ucap Erland memapah istri nya itu .


"E_enggak ... aku gak apa-apa ,nanti juga menghilang dan cepat baikan ,sekarang kau lanjutkan makan nya ,bukankah kau akan pergi ke kantor ," ucap ana Kemabli duduk lagi di kursi nya


"Tapi sayang....."


"Beneran deh ,,aku akan cepat baik Kok , ayo lanjutkan sarapan nya ,"ucap ana


Erland menghela napas nya pelan ,dia masih khawatir akan hal istri nya itu .


"Sayang ,jika tak enak makanan nya jangan di makan ," ucap Erland .


" bi ani buat kan bubur untuk istri ku ." ucap Erland melihat ke Arah BI Ani .


Bi Ani hanya tersenyum melihat Erland yang begitu khawatir akan hal ana ,pria itu belum menyadari apa yang terjadi pada istrinya itu .


"Tuan Erland belum menyadari nya ,hehehe ,biarkan kedua pasutri itu yang harus menyadari nya ."


"Erland ,aku tidak ingin bubur .. hari ini aku tidak ingin makan dan tak nafsu makan ." ucap ana yang kini memijat pelipisnya .


"Sayang .. kamu belum makan apa-apa ,aku tidak ingin tahu , kamu harus makan ,"ucap Erland dengan Dimana ana hanya menggelengkan kepala nya


"Aku hanya ingin istirahat aja ," ucap ana dengan lemas nya .


"Sayang kita ke rumah sakit ya ,aku takut kamu sakit .." ucap Erland dengan khawatir nya .


Ana hanya menggelengkan kepalanya ,Erland pun mengiyakan nya dan membopong ana ke atas ,namun saat sampai anak tangga ,Erland langsung menggendong ana dan itu pun membuat ana terkejut dengan apa yang Erland lakukan .


"Erland jangan lakukan itu ,aku sungguh tidak apa-apa ,aku bisa jalan sendiri ."


"Enggak ,biarkan tetap seperti ini ."


Tak butuh waktu lama ,Erland pun sampai di kamar mereka dan membaringkan ana .

__ADS_1


"Erland ,kamu akan berangkat ke kantor ,berangkatlah ...aku tidak apa-apa kok ,aku janji setelah kau pulang nanti aku akan sembuh ," ucap ana tersenyum .


"Tidak ... hari ini aku gak jadi ke kant.."


"Erland ,aku sungguh tidak apa-apa .. berangkat lah ,aku tahu kamu baru pertama kali ini akan ke kantor ,pergilah .. aku tidak apa-apa ." ucap ana tersenyum ke arah Erland .


"Baiklah ,?! aku pergi dulu ya ..?! kalau ada apa-apa hubungi aku ." ucap Erland mencium kening ana .


Kini Erland pun berjalan ke arah luar ,dia melihat istri nya yang tengah tertidur lemas , dia melangkah ke bawah dan berjalan ke arah meja makan ,Erland melihat sup itu dan mencicipi sup tersebut.


"Tidak apa-apa, seperti biasa ..?! kenapa ana tidak berselera begitu ." gumam Erland .


Erland tidak melanjutkan makan nya ,dia lebih memilih berangkat ke kantor ,kini dirinya telah pergi meninggalkan halaman mansion luas itu , di perjalanan Erland memikirkan ana ,dia takut istrinya itu kenapa-kenapa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sisi lain Dimas telah di periksa oleh dokter ahli kulit untuk melihat perkembangan nya , dalam pikiran nya Dimas ,dia tidak ingin berlama-lama harus berbaring diam di rumah sakit .


"Dokter wil panggilan kan dokter Tommy di beberapa jam yang akan datang ,saya ingin melakukan oprasi secepat nya ." ucap Dimas


"Tuan apa anda serius akan melakukan nya dengan secepat mungkin , apa ini karna nona Sahara, ." jawab dokter wil .


"Bukan ,tapi ini kemauan ku .?! aku ingin segera melihatkan kesembuhan ku di depan nya ," ucap Dimas tersenyum kecut


"Baiklah , ?! apa tuan Erland harus tahu mengenai oprasi anda ," ucap dokter wil yang di angguki Dimas .


"Untuk apa aku memanggil dokter ahli bedah kulit luar negri kesini, kalau mesti di operasi di Amerika ,?! Erland ingin membawa ku , mungkin beberapa bulan ini aku sudah merepotkan nya , dan Sahara ........


Dimas ingat ,,dimana dirinya tengah sadar dari tidur nya ,dia melihat Sahara dengan sangat jijik pada dirinya ,Dimas tahu apa yang harus dia lakukan di saat dia tengah sadar itu ,dimas berpura-pura terkejut bahwa Sahara masih hidup , dengan ke pura-puraan itu dia berhasil telah melakukan sandiwara ,seperti apa yang di lakukan Sahara ..


"Tuan ,lalu setelah anda sembuh apa yang akan anda lakukan pada rencana anda ini ." ucap dokter Wilson..


"Kita lihat saja nanti dok ." ucap Dimas dengan tersenyum kecut.


"Sahara ,,?! apa yang telah aku berikan padamu itu semua tidaklah berguna di hidup mu ,aku memang mencintai mu ...maaf ..?! jika suatu hari nanti kau akan kecewa dengan sikap ku ,?


Dimas terlalu kecewa setelah apa yang dia ketahui ,ya dirinya memang selalu memaafkan wanita itu dimana wanita itu ada kesalahan dan selalu merajuk di depan Dimas .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sisi lain ana merasakan mual lagi ,dia bangun dari tidur nya dan berlari ke arah kamar mandi , tak lama pun ana keluar kembali , di saat dia sampai ranjang .. dia melihat dokumen yang ada di atas nakas yang kemungkinan itu milik Erland .


"Ini ... "


"Ini pasti penting , Erland lupa membawa nya ..?! aku harus antarkan ini ke kantor nya .


Ana melangkah ke arah cermin untuk melihat penampilan nya ,kini dia memakai lipstik tipis agar tidak terlihat pucat , ana berjalan ke arah luar dengan membawa berkas .


"Nyonya ,anda mau kemana ..?! ucap bi Ani yang melihat ana melangkah ke arah luar .


"Aku mau mengantarkan berkas suami ku ,dia tadi lupa membawa nya ." ucap ana melangkah ke luar .


"Nyonya ,nyonya istirahat aja ,biarkan pak Urip yang mengantarkan nya ," ucap bi Ani mencegah ana .


"Gak apa-apa bi Ani, ?! pak Urip tolong antarkan saya ke kantor suami saya ." ucap ana melangkah tanpa melihat ke arah bi Ani .


Tak butuh waktu lama , ana pun tengah masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan halaman mansion , bi Ani yang melihat ana pergi menghela nafasnya panjang .


"Baiklah ,? kemungkinan tuan Erland pun akan senang jika nyonya ana ke kantor nya ."


Dua puluh menit kemudian , ana sampai di kantor nya Erland, ana melangkah di mana dia harus ke ruangan Erland ,penjaga sebagai resepsionis itu pun tahu bahwa ana adalah istri dari pemilik perusahaan itu ,dan membungkukkan kepalanya ,ana hanya tersenyum dan berjalan melanjutkan langkah nya ,ana melangkah ke arah lift untuk menuju di mana Erland berada , ana sampai di depan pintu ruang Erland dan mengetuk pintu nya ,namun sesampainya di ruangan Erland ,ruangan itu kosong dan tak melihat keberadaan Erland .


Ana berjalan kembali, di saat dia melangkah dia melihat Niken yang keluar dari ruang rapat .


"Niken ..." panggil ana .


"Nyonya , Anda di sini ?! anda mencari tuan Erland ya .. tuan Erland sedang rapat ." ucap Niken ,dan mata nya tertuju pada ana yang memegang berkas .


"Apa ketinggalan ya ,dan nyonya ana membawa nya ke sini ."


"Nyonya ., tuan Erland sedang mengamuk pada karyawan nya ,cepat masuk sana ,dengan kedatangan anda ,dia pasti luluh ." bisik Niken dengan terkekeh dan mendorong punggung ana .

__ADS_1


Ana tidak mengerti dengan apa yang di katakan Niken ,di saat sampai pintu Niken berhenti mendorong ana dengan melihatkan tangan nya bersemangat pada ana ,ana yang melihat tingkah Niken membuat nya bingung.


__ADS_2