Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
Ingin punya anak banyak .


__ADS_3

Malam berganti pagi ,pagi berganti siang , siang berganti sore dan sore pun berganti malam .


Seorang pria tampan kini tengah mengenakan blezer panjang hitamnya ,kini dia bercermin dan melihat dirinya yang kian telah berganti , pria itu masih mengingat kejadian kebakaran yang mengenaskan hingga hampir merenggut nyawanya , dia tidak menyangka kebakaran itu sudah di rencanakan oleh orang yang lima tahun lalu dekat dengannya .


Kehidupan dirinya sekarang menjalani kehidupan barunya ,yang sekarang bukanlah yang dulu , pria itu masih saja bercermin dengan menggepalkan tangannya , dua hari yang lalu pria itu mengingat perkataan wanita yang pernah dia cintai lima tahun itu mengatakan ,kapan dirinya akan menikahi wanita itu .


Dan dimana dua hari lalu itu dia mendengarkan rekaman dari wanita itu mengungkapkan dan mencoba membunuh keponakanya hanya karna harta , semenjak kedatangannya kembali, pria itu hanya mengontrol wanita yang bermuka dua itu untuk melindungi keluarganya , kesempatan dirinya untuk membawa wanita itu untuk tinggal di keluarga Anggara adalah keinginannya ,agar bisa menjebaknya dengan situasi yang dia perankan seperti apa yang wanita itu lakukan di waktu dulu padanya .


Kini pria itu masih saja di depan cermin dengan memakai masker hitamnya dan juga kacamata yang sudah dia kenakan ,dia kini mengenakan topinya ,pandangannya masih menatap dirinya di balik cermin dengan tangan merogoh saku blezer itu .


Kini dirinya berbalik melangkah dan melihat jam yang ada di tangan kekarnya itu ,jam sudah menunjukan pukul 00.00 malam ,pria itu keluar dari kamarnya dan berjalan ke area ruang tamu yang gelap-gelap samar Karna lampu yang di nyalakan nya hanya lampu downligth saja


Kini dia merogoh ponselnya untuk menelpon seseorang yang akan dia temui .


"Hallo .. ,aku akan segera kesana ." ucapnya kini berjalan ke arah mobil yang akan dia pakai .


Pak Jarwo yang sedang menonton bola langsung teralihkan pandangannya ,dia melihat orang berpakaian hitam menuju garasi mobil membuatnya jadi waspada, kini dirinya mengikuti langkah orang itu sampai di belakangnya dengan membawa tongkat pemukul .


"Pak Jarwo ini saya ,bukan maling ." ucap Dimas memberhentikan langkahnya tanpa melihat ke arah belakang .


Seketika pria paruh baya itu kaget setelah mendengar suara orang di depannya .


"Tuan muda maafkan saya ,saya kira ada maling menelusup ." ucap pak Jarwo membungkukkan kepalanya .


"Hemmm ... saya akan keluar ." ucapnya dingin .


Pak Jarwo mengerti dengan apa yang di katakan tuannya itu ,kini dia melangkah ke arah pintu gerbang untuk membukanya ,walaupun pikirannya berbaur mengenai tuannya pergi di tengah malam itu , tak butuh waktu lama mobil yang di bawa Dimas pun pergi meninggalkan mansion .


Setelah beberapa menit menempuh perjalan yang dia tempuh , kini sampai di tempat tujuan , dimas kini melihat pria yang tengah duduk itu menghampirinya .


" Katakan !! apa yang akan kau katakan ." ucap Dimas dingin


"Kau rupanya banyak perubahan setelah melakukan operasi ,aku ingin lihat perubahan seperti apa tubuh dan wajahmu itu ,?! DIMAS ANGGARA ."ucap pria tersebut .


"Jangan banyak bertele-tele ,aku bisa saja sekarang m....


"Santai dulu dong ... apa kau tidak akan berjabat dulu dengan ku ." ucap nya dengan merentangkan tangannya .


"Cih ... aku tidak Sudi berjabat tangan dengan mu yang sudah bersentuhan dengan wanita drama itu ," decak Dimas .


"Bukankah kau juga menyentuh wanita drama itu dengan sandiwara mu Dimas ," ucapnya balik .


"Aku menyentuhnya tidak seperti apa yang kau lakukan dengan cara menjijikan." ucap Dimas .


"Lalu apa yang kau lakukan pada wanita itu , sehingga kau memberikan rekaman dimana aku akan memberikan aset perusahaan pada adikku ." ucap Dimas kembali


"Katakan ,!! jangan buat aku darah tinggi ." ucap Dimas kembali .


"Aku punya dendam pribadi dengan mantan kekasihmu itu ,gimana jika kita bekerja sama untuk membuat wanita itu menderita ." ucap pria tesebut .


"Aku tidak sekejam itu ,dan aku punya cara sendiri untuk memberi hukuman padanya tanpa harus melukai." ucap Dimas


"Kau bodoh sekali .?! bahkan wanita itu sudah membuat mu hampir mat...


"Aku bodoh itu berarti kau juga bodoh ." ucap Dimas balik .


"Apa maksudmu ," ucap pria itu .


"Cih .. kau pikir aku tidak tahu ,dimana dia di penjara Karna kasus pembunuhan adiknya ,bahkan kau membebaskan wanita itu ,dan menolongnya di lautan ." ucap dimas .


Pria tersebut terkejut , dari mana Dimas tahu bahwa dirinya menolong mantan kekasihnya itu .


"Ka_kau ...tahu darimana ." ucapnya.


"Kau tak perlu tahu aku tahu darimana ,?! lalu kenapa kau mendorongnya ke paman ku bahkan dia mengikuti apa perkataan pamanku untuk menghabisiku ." ucap Dimas .


"Dimas , aku tidak tahu kalau tuan Willy itu adalah pamanmu ,dan aku tidak tahu kalau dia lakukan itu hanya ingin merebut perusaahan mu ,aku tidak begitu mengenal jelas , aku hanya mengenal dengan istrinya saj...


"Cih .. tidak tahu ,bahkan dia itu bermarga nama kakekku ,bahkan orang terkenal seperti pamanku kau tidak tahu siapa dia ." ucap Dimas .

__ADS_1


"Katakan !! apa tujuanmu sebenarnya ,bahkan kau menyuruh wanita itu untuk menyingkirkan adik iparku dan juga calon anaknya ,tidak mungkin kau hanya punya dendam pada wanita itu ,katakan selain dendam dari wanita itu kau punya dendam sama siapa ." ucap Dimas Kemabli .


"Dimas dengarkan aku terlebih dahulu ,aku tidak punya dendam sama siapapun , aku hanya dendam pada wanita itu ,soal aku menyuruhnya untuk menyingkirkan adik iparmu ,aku hanya ingin mengetes dia sampai mana kegigihan dia ingin mendapatkan harta darimu ,tak ku duga Sahara melakukan it...


"Cih ... kau masih mengelak ,?! kau bahkan menyuruhnya seakan-akan benar-benar ingin membunuh keponakanku hah .." ucap Dimas dengan menarik kerah baju pria itu .


Dimas melepaskan cengkraman nya itu ,kini dia melangkah pergi dan berjalan dengan di liputi amarah .


"Dimas ... suatu saat nanti kau akan tahu dari perkataan ku ,tapi kau harus lebih hati-hati ,musuh mu semakin banyak ,dengan cara ini aku memanggilmu hanya untuk membantumu menyingkirkan wanita it..


"Membantu menyingkirkan ,cih ?! Lalu kenapa kau berhubungan menjijikan dengan wanita itu ," ucap Dimas memberhentikan langkahnya


"Aku berhubungan dengan dia hanya untuk menularkan penyakit ku padanya ,?! Dimas plase ! kau percaya padaku."


"Menularkan penyakit ." ucap Dimas berhenti dari langkahnya .


"Aku tahu semenjak kau pertama kenal dia di rumah sakit ,dia hanya mencintai mu palsu ,tapi kau bodoh Dimas , setelah lima tahun kau telah di bodohi oleh wanita itu ,?! aku berhubungan dengannya karna ingin menularkan penyakit HIV/AIDS ,.. Dimas deng...


"Aku tidak percaya dengan perkataan mu ,yang jelas aku mendengar mu berkata dengan jelas pada wanita itu untuk menyingkirkan keponakanku , dan sampai kapan pun aku tidak akan pernah percaya siapapun lagi ." ucap Dimas melanjutkan langkahnya .


"Dimas ,aku menyuruhmu kesini hanya ingin memberi tahu mu ,bahwa pamanmu tahu kau sudah Kembali ,karna Sahara yang memberi tahunya , kau dan Erland berhati-hatilah ," teriak pria itu .


Dimas tidak menghiraukan perkataan pria itu , dalam pikirannya dia mencerna ucapan pria tersebut .


"Dalang semua ini adalah pamanku ,dan Sahara adalah umpannya hingga dia masuk dalam perangkap nya untuk membunuhku , cihh ... Kedua manusia itu gila harta ,apa mereka pikir mati pun akan membawa harta....lihat saja nanti aku akan membasmi satu persatu ,"


Dimas menyalakan mobilnya dengan kecepatan sedang ,dia menulusuri jalan dengan pikirannya yang selama ini membuatnya harus melewati rintangan ,bahkan dia stengah bulan ini belum menampakan dirinya .


Tepat pukul 2 dini hari Dimas kembali ke mansion Anggara ,Kini dia turun dan melangkah dengan memijat pelipisnya, di saat dia masuk dia di kagetkan dengan Erland yang tengah berdiri dengan melipatkan kedua tangannya .


"Kak .. kau habis dari mana ," ucap Erland


"Cari angin ." jawab Dimas dingin dan melangkah ke arah kamarnya .


"Cari angin dengan cara keluar di tengah malam-malam, ?! bukannya di sini juga bisa cari angin tanpa harus keluar ." ucap Erland memberhentikan langkahnya .


Erland berfikir sejenak ,dia tidak bisa melakukan apapun dengan apa yang kakak nya lakukan ,setelah kepulangannya pria itu banyak berubah ,kini Erland melangkah kembali ke kamar nya ,sesampainya di kamar dia melihat istrinya yang tengah tertidur .


Erland menatap lekat wajah istrinya itu ,dia membelai wajah ana dengan lembut, setalah itu dia menarik tubuh ana pelan dengan memeluknya dengan memejamkan mata nya untuk tidurKembali ..


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi pun telah tiba ,pancaran sinar matahari menyoroti jendela Yang ada di kamar dua pasutri itu , ana menggeliatkan tubuh dan membuka matanya , dia melihat ke arah Erland yang masih tertidur .


Ana memperhatikan wajah tampan suaminya itu dengan lekat ,kini tangannya terangkat dengan menelusuri kening hidung sampai ke mulut pria itu ,sesampainya di mulut ,erland menahan tangan ana .


"Kau sudah ke tangkap sayang , "gumam Erland


"Mas .. kau sudah bangun ," ucap ana .


"Hemm ... kau yang sudah membangunkan ku , dan juga membangunkan adikku ." jawab Erland yang masih memejamkan matanya .


"Mas lepaskan aku , aku mau menyiapkan sarapan untukmu ." ucap ana .


"Kau tak boleh menyiapkan sarapan, sudah ada pelayan sayang ." jawab Erland yang kini berubah posisi nya .


"Mas kau mau ngapain ." ucap ana menahan tubuh Erland .


"Aku mau nengokin anakku ." bisik Erland ke telinga ana .


"Mas ini sudah siang ,nanti kamu terlambat ke kantor ." ucap ana menahan tubuh Erland .


"Aku tidak perduli ,.?! sayang besok-besok, kau harus memakai baju ini lagi , kau terlihat seksi ," ucap Erland yang kini menarik baju lingerie itu ke atas .


"M_mas hentikan , kau semalam sudah menyerang ku ," lirih ana .


"Tapi itu penyerangan malam ,penyerangan pagi juga harus sayang ." gumam Erland .


Erland langsung menyergap tengkuk istrinya yang terangkat itu ,ciuman itu sudah mulai terasa panas ,di iringi suara cecapan dari mulut Erland yang tampak mengekplorasi setiap inci tubuh istrinya .

__ADS_1


Hingga akhirnya ana tidak bisa berbuat apa-apa, adik Erland yang di bawah sana sudah tidak bisa menahan kesabarannya ,Erland menelusuri tubuh istrinya itu setiap inci ,dalam situasi seperti itupun Erland sempat bergumam pada perut ana berbicara pada anaknya .


Di saat Erland sampai bawah ,dia mengangkat kaki ana lebih terbuka ,ana terkejut dengan apa yang akan di lakukan suaminya itu .


"Mas ,, apa yang akan kau lakukan " ucap ana .


Erland tidak menghiraukan perkataan istrinya itu , dia melakukan dengan apa yang dia lakukan di bawah sana .


"M_mas i_ini , ... mas c_cukup ?! mas apa yang kau lakukan ." lirih ana yang kini menggigit bibir bawahnya .


Ana meremas seprai itu saat lidah Erland seolah menikmati ice krim yang meleleh .


"Mas cukup ?! a_ku mohon ." lirih ana dengan menggelengkan kepalanya ,seakan dia tidak kuat lagi menahan rasa yang ingin muntah begitu saja , seketika Erland berhenti saat rasa itu sudah di ambang pintu miliknya .


"Sayang ?! apa kau suka ." ucap Erland yang kini wajahnya sudah semrawut .


Ana tidak menjawab pertanyaan suaminya itu ,Erland yang melihat ana tidak menjawabnya mengerti ,kini dia tersenyum smirk, tampaknya istrinya itu menikmati jika dirinya melakukan itu lagi .


Lagi-lagi Erland membuka kaki ana dengan lebar ,Erland menatap istrinya itu dan ana pun sudah siap untuk menerima kedatangan adik suaminya itu yang sudah berada di ambang pintu .


Erland melakukan pemanasan dulu , karna dia lebih suka pemanasan yang cukup lama ,seperti dalam video yang suka di kirim oleh Irsan, namun tidak dengan ana , dirinya sudah terhanyut dalam belaian Erland ,ana hanya pasrah saja dengan apa yang di lakukan oleh suaminya itu ,setelah puas dengan pemanasan ,kini Erland mengarahkan jarum tumpulnya ke arah sarangnya ,dan setelah detik demi detik akhirnya jadi juga .


Erland mulai mendorong hentakan demi hentakan ,gerakannya naik turun begitu berirama ,menimbulkan suara decakan yang begitu bergemuruh , gerakan cepat ,namun tidak terlalu buru-buru ,yang kini membuat keduanya terbang melayang .


Erland tahu ,kini dirinya tidak bisa sembringas dulu sebelum ana di nyatakan hamil ,tapi sekarang dia lebih lembut untuk menghindari guncangan yang terlalu dalam ,karna di setiap dia melakukannya dia selalu ingat akan hal janin yang harus ia lindungi .


Setelah sepuluh menit ,stengah jam ,hingga satu jam lebih akhirnya mereka harus mengakhiri pertempuran sengit di pagi hari itu .


Setelah cairan kental itu lolos dari pusat produksinya , akhirnya Erland membersihkannya dengan tissue basah bekas malam persiapan mereka ,sementara ana terlihat lunglai ,rasa nyut-nyutan masih terasa meskipun jarum tumpul itu telah di lepaskan .


Kini Erland berbaring di samping sang istri dan mencium keningnya dengan penuh cinta .


"Kau pasti kelelahan ,maafkan aku ." ucap Erland memeluk istrinya dan menutupkan selimut pada mereka .


"Mas ..


"Hemmm..."


"Jika anak kita perempuan gimana ." ?


"Perempuan atau laki-laki ,bagiku sama saja sayang ,yang penting kamu dan bayi kita sehat , setelah itu kita nambah lagi." ucap Erland dengan tersenyum .


"Hahh ... nambah lagi ...lahir aja belom ." jawab ana .


"Aku ingin punya anak lima eh sepuluh ,ehh tapi banyak juga gapapa sayang ." ucap Erland sembari berpikir .


Ana perlahan bangun dari tidurnya ,dia memakai baju lingerie itu kembali dan melangkah pergi meninggalkan suaminya itu


"Loh .. sayang kok malah manyun gitu sih ." ucap Erland yang melihat ana melangkah akan ke kamar mandi .


Kini Erland turun dari ranjang dengan memakai celana boxer tanpa memakai baju .


"Sayang kamu gak suka ya aku ingin memiliki banyak anak ." ucap Erland memeluk ana dari belakang .


"Mas .. kamu pikir aku itu mesin pencetak anak ." ucap ana yang kini membalikan tubuhnya .


"Ya enggak gitu juga sayang ?! aku suka jika kita memiliki beberapa anak , jika anak kita lahir aku akan membawamu ke rumah baru kita , setelah itu kita bikin lagi ana..


"Maassssss ..... "


"Sayang ,udah dong jangan jemberut gitu , aku suka anak-anak ,dulu aku ingat dimana aku sepulang sekolah Sama kak Dimas ,main terlebih dahulu di taman anak-anak ,dan aku suka aja main-main dengan mereka yang menggemaskan ." ucap Erland mengingat masa dulu .


Ana melihat wajah tampan suaminya yang tengah bercerita soal anak ,Erland pun menatap ana penuh dengan tanda tanya .


"Sayang ?! apa yang kau lihat ."


"Aku melihat ketulusan Dimata mu ,meski dulu kamu selalu membuatku marah ,kamu membohongi ku dan sikap keras terhadap orang ,tapi sebenarnya hatimu sangat lembut ,aku tidak menyangka bahwa kamu adalah suamiku ,suami yang aku anggap adik ipar di beberapa bulan yang lalu."


Ana memeluk suaminya itu , dan masih dalam suasana romantis ,erland pun kini mencium bibir ranum ana dan berjalan ke arah kamar mandi dengan masih berciuman

__ADS_1


__ADS_2