
"Ahhhhh.... Erland apa yang kau lakukan ,lepaskan aku ,,kau mau membawa ku kemana ," ucap ana berteriak dan memukul punggung Erland .
Erland tidak menghiraukan kan teriakan ana ,di melangkah terus dari tangga dan membawa nya ke kamar pengantin mereka .
"Erland ,apa kau tidak pernah memikirkan perasaan kakak mu ," ucap ana Yang menahan amarah nya .
" Jika aku memang memikirkan perasaan nya , kau tidak akan keluar dari kamar ku sekarang juga ."
"Apa ,apa maksud perkataan nya ,? dan seluruh penghuni mansion mereka membantu Erland ,dan berpihak padanya , tapi saat yang bersamaan ,mereka setia pada Dimas , apakah ada persengkongkolan antara dirinya dan kakak nya ,kenapa aku merasa .? aku telah di permainkan."
Di saat ana akan berkata ,Erland membawa ana sampai di kamar pengantin , Erland melempar ana ke atas ranjang itu , ana yang melihat ekspresi Erland membuat nya mundur dari ranjang itu ,Erland yang tengah melempar dasi yang di leher nya ke sebrang arah dan melihat ana dengan tatapan yang sulit di artikan .
"Erland apa yang akan kau lakukan ," ucap ana tengah mundur
"Jangan bergerak ." ucap Erland yang tengah naik ke atas ranjang dan meraih pundak ana.
"Erland kenapa kau membawa ku ke sini ,kamar ku di bawah ." ucap ana yang tengah menyingkirkan tangan Erland dari pundak nya
Erland tidak menjawab pertanyaan ana ,dia meraih wajah ana dan ******* bibir nya lagi dengan sangat lembut, Erland melihat mata ana ,lalu memejamkan mata nya dan menikmati bibir ana yang sudah candu bagi nya , ana yang di perlakukan lembut seperti itu pun terbuai oleh perlakuan Erland .
"Dengan kelembutan nya membuat aku lupa untuk melawan nya ,seperti angin yang sepoi-sepoi ,dan seperti ombak yang lembut ,perlahan menenggelamkan aku ."
Ana menikmati dan tidak menolak perlakuan Erland ,kini Erland menidurkan ana yang masih ******* bibir ana ,tangan Erland yang sudah main kesana kemari dengan bibir yang masih bermain di bibir ana , Erland berasa aneh bibir ana tidak terbuka ,kini dia melepaskan lamutan itu dan membuka mata nya melihat ana yang tengah tertidur membuat nya mengerutkan keningnya .
"Apakah senyaman itu ciuman ku ,hingga kau tertidur pulas di bawah ku."
Erland tersenyum senang melihat istrinya itu tengah tertidur ,tanpa pikir panjang Erland pun melanjutkan apa yang harus ia lakukan tadi ,Erland membuka kancing piyama ana satu persatu , dalam pikiran nya Erland akan melakukan nya yang kedua kalinya tanpa ana sadar juga ........
{{ gak bisa di lanjutin ,silahkan mengahalu sendiri }}πππ ..
******
Pagi pun tiba ,ana bangun dari tidur nya ,dengan mengucek kedua mata nya dia tidak sadar dengan apa yang telah terjadi semalam , ana terkejut di saat dia melihat selimut yang menutupi dirinya melorot .
"Apakah a a a a a aku sudah hilang akal , ataukah aku sudah di kutuk ?bagaimana bisa aku dan dia melakukan hal seperti itu lagi ,? Anatasya ... Anatasya ... dia tidak tahu malu ,bahkan kamu juga telah ikutan dan terbuai oleh perbuatan nya ,? ana kau dasar tidak berguna .?aaaaaaaa .... tidakkk .."
Kini ana melihat sekeliling kamar itu tidak melihat Erland ,dan kini dia turun dari ranjang dan akan melangkah ke kamar mandi .
"Aduh pinggang ku sakit sekali ."
Kini ana berada dalam kamar mandi, dia mengingat kejadian semalam dengan Erland ,di mana pria itu memperlakukan nya dengan lembut .
"Di setiap dia melakukan nya dengan lembut padaku ,aku selalu berkhayal aku merasa di cintai, bahkan aku melakukan kesalahan dalam satu Minggu ini dengan menghianati Dimas ,apa yang harus aku lakukan ."
Kini ana melanjut kan mandi nya cepat-cepat , setelah selesai semuanya ,ana turun ke bawah untuk ke kamar tamu ,dia tidak ingin lama-lama berada di atas kamar pengantin yang nanti nya akan berhadapan lagi dengan Erland
Ana turun dari tangga dengan tergesa-gesa ,Roy yang melihat nya pun terheran-heran dengan ana yang berlari dari atas ,Erland yang baru saja keluar dari ruang kerja nya tersenyum puas .
"Aku sudah menyiksa dan menikmati nya semalaman ,dan dia tetap saja energik , sangat luar biasa menjadi istri ku ."
Bi Ani yang melihat ana berlari ke arah kamar tamu ,ikut heran juga ,dia melihat Erland yang berjalan ke arah ruang tamu dengan tersenyum mesem .
"Kaya nya habis bersama tuan Erland ,itu berarti mereka pasti .. aha baiklah kalau begitu ."
Ana masuk kamar tamu dan loncat ke arah ranjang dengan menutupi dirinya pakai selimut ,dia memikirkan kejadian yang semalam tanpa dia sadari , bangun-bangun sudah tidak pakai baju .
"Anatasya ,kau sudah tidak tertolong lagi ,sudah tidak ada cara lagi .? ohh tidakk ... kontrasepsi ."
Kini ana mencari benda yang dia cari itu di bawah laci ranjang ,tapi yang dia cari tidak ia ketemui .
"ehh di mana kontrasepsi itu ,aku menaruh nya di sini ,tapi kok gak ada ,apa aku lupa menaruh ,? kali ini aku benar-benar dalam masalah besar , apa setelah kejadian ini ,? aku masih diam dalam keluarga Anggara ."
"Nyonya ,apa yang sedang kau cari ." ucap bi Ani yang masuk tengah membawa secangkir susu jahe hangat .
__ADS_1
Ana di kaget kan dengan suara bi Ani yang di belakang nya ,dengan tubuh yang gemetar Ana harus berbohong pada bi Ani .
"Ahh ... tidak ?.. tidak mencari apa-apa." ucap ana dengan tersenyum kikuk dan tubuh bergetar.
"Nyonya ,maaf saya masuk dengan lancang ,soal nya tadi pintu nya terbuka ,dan saya tadi ketuk pintu ,tapi anda tidak mendengar nya karna sibuk mengelilingi laci yang ada di bawah ranjang ,? ohh iya nyonya ini susu jahe hangat untuk anda ,."
"Apa nyonya mencari kontrasepsi ,? maaf nyonya yang kemarin expired waktu tanggal nya sudah lewat , jadi saya membuang nya ,dan saya mengganti nya dengan yang baru , dan ini kontrasepsi anda yang baru ," ucap bi Ani yang memberikan kontrasepsi itu .
Ana terkejut dengan perkataan Bi Ani ,dia mematung melihat Bi Ani memberikan kontrasepsi itu pada tangan nya .
"Ya Tuhan ,apa yang harus aku lakukan ,semua orang kaya nya akan tahu ,apa yang telah aku lakukan dengan Erland. "
Kini ana meminum obat yang tengah bi Ani kasih ,ana tidak sadar bahwa kontrasepsi itu telah di tukar dengan obat vitamin yang hampir serupa dengan kontrasepsi .
Erland yang baru masuk melihat ana tengah meminum susu jahe hangat itu , mata nya tertuju ke arah nakas dan melihat kontrasepsi, dia mengambil kontrasepsi itu dengan meremas nya dengan kuat Karna menahan amarah nya .
"Ana apa kau benar-benar tidak ingin mempunyai anak dari ku ." ucap Erland meremas dus kecil itu dan melihat ana tajam .
"Kau gila ,? bagaimana mungkin aku mempunyai anak dari mu Erland ,aku adalah istri kakak mu ,dan itu tidak boleh terjadi ." ucap ana dengan amarah nya .
"Kaya nya aku terlalu membiarkan mu seperti ini ," ucap nya dingin melihat ana.
Kini Erland lagi-lagi menggendong ana dengan cara bruntal ,ana terkejut dengan perlakukan Erland pada nya .
"Erland ,apalagi yang akan kau lakukan ,? lepaskan aku ...ahhh ..."
Kini Erland telah membawa ana dari kamar untuk membawa nya ke sebuah kamar kosong , bi Ani ,Roy dan para pelayan yang lain nya hanya bisa melihat mereka saja tanpa berbicara ,setelah nya mereka acuh dan melakukan pekerjaan lain nya tanpa menghiraukan ana yang tengah minta tolong .
"Brengsek ... mau bawa aku kemana ." ucap ana dengan memukul punggung Erland .
"uhh .. kepala ku pusing sekali ."
Tak butuh waktu lama ,Erland telah membawa ana ke kamar kosong dan melemparkan nya ke ranjang mpuk itu ,setelah itu Erland pergi meninggal kan ana dan mengunci pintu nya .
"Erland tunggu .." ucap ana bangkit dan berlari ke arah pintu ."
"Dasar brengsek ,lepaskan aku dari sini ." ucap ana yang tengah menggedor-gedor pintu .
"Jika aku tidak memberi mu pelajaran ,itu tidak akan membuat mu menjadi baik ." ucap Erland di luar sana dengan amarah nya dan berlalu pergi .
Ana tidak berteriak lagi ,kini dia melihat ruangan kamar itu dengan melihat-lihat nya , Erland yang tengah melangkah melewati para pelayan yang tengah berdiri itu ,tidak ada yang berani bicara sedikit pun ,Roy yang tengah melihat ekspresi Erland pun diam seketika
Ana yang tengah melihat sekeliling kamar itu dengan seksama ,di saat dia melihat ke arah jendela ,dia berjalan dan menuju ke arah jendela itu , tiba-tiba mata nya melihat Erland yang di luar halaman mansion tengah berjalan akan masuk ke mobil nya .
"Erland brengsek bajingan gila , keluarkan aku dari sini ."ucap ana yang tengah menggedor-gedor kaca jendela tebal itu .
Erland yang mendengar teriakan ana dari atas melihat ke arah jendela , dia memegang kunci mobil yang tengah dia pegang itu dengan memainkan nya sambil tersenyum ke arah ana , ana yang sudah kesal mengambil tongkat pemukul itu dan melempar ke arah jendela , namun nihil kaca itu tidaklah pecah .
"Bagaimana bisa ."
"Nyonya ... nyonya ... nyonya ana ." ucap bi Ani yang tengah berteriak di balik lubang persegi itu , ana yang melihat Bi Ani di balik lubang itu menghampiri nya .
" bi Ani ,bisakah kau membuka pintu nya ,aku ingin keluar dari sini ." ucap ana dengan berkeringat karna habis berteriak .
"Maaf kan saya nyonya ,jika saya membuka nya tuan Erland akan lebih marah lagi ," ucap bi Ani dengan membuang napas nya panjang .
"Tidak tahu Erland akan kembali kapan ,bahkan jika pun dia kembali ,tidak akan mungkin mengeluarkan aku ."
"Nyonya saya sudah membuat kan sup enak utuk anda ,makan lah selagi hangat ." ucap bi Ani yang memberikan makanan itu .
"Terima kasih ." ucap ana yang tengah mengambil sup itu .
" Bi Ani tolong panggilkan polisi ." ucap ana yang menaruh nampan ke bawah lantai .
__ADS_1
Bi ani terkejut dengan apa yang di katakan ana ,bagaimana bisa pasangan suami istri itu sampai ke tahap polisi .
"Lapor polisi , bukan kah itu akan semakin Masalah nyonya ." ucap bi Ani dengan masih terkejutnya.
"Dia sudah menahan ku dengan ilegal bi Ani ,jadi tolong panggilkan polisi ." ucap ana yang melihat ke arah bi Ani .
"Nyonya jangan terburu-buru , saya akan memberi tahu kan tuan Dimas terlebih dahulu." ucap bi Ani yang tengah berjalan
Kini bi Ani melangkah ke arah ruang Dimas ,tak butuh waktu lama bi Ani sampai di ruang Dimas , bi Ani menceritakan semua yang telah terjadi , Dimas yang mendengar nya terkejut setelah apa yang di lakukan Erland .
"Panggilkan tukang kunci sekarang juga, kalau tidak dobrak pintu nya ." ucap Dimas nada lemas nya .
"Baik saya akan menyuruh pak Jarwo untuk memanggil tukang kunci ,"ucap bi Ani berlalu pergi
*****
Di sisi lain seorang pria tampan sedang memesan buket bunga untuk seseorang yang selama ini dia rindukan, setelah itu ia pergi dari toko bunga itu , tak butuh waktu lama ,pria itu sampai di halaman rumah Pratama dan masuk gerbang , kini dirinya pun tengah mengetuk pintu , jenika yang membuka pintu terkejut setelah melihat pria itu .
"Jen , apakah ana di rumah , teman kuliah nya bilang dia hari ini tidak masuk ." ucap Frans yang tengah memegang bunga itu .
"Frans ... lama tidak ketemu , ana sudah tidak ada di sini la....
" Dia sekarang udah jadi nyonya Anggara, dan kau belum tahu yaa, bahkan dia nikah dengan pria cacat .." ucap Vika yang tiba-tiba muncul.
"Kak vika jangan begitu ." ucap Jen
"Vika apa maksud mu , siapa nyonya Anggara. " ucap Frans yang masih tidak mengerti .
"Ya jelas Anatasya , kau pikir siapa ,? kau mencari ana kan , ? lihat lah dirimu begitu menyedihkan , ckckck.? tidak menyangka ya Anatasya menikah dengan orang kaya ,dia menjadi istri Dimas Anggara yang kaya itu ," ucap Vika yang tengah yang melihat Frans .
"Vika Pratama ,? apa yang kau bicarakan ,ana tidak mungkin sudah menikah ,dan semua itu pasti tidak benar dengan apa yang kau bicarakan ." ucap Frans tak percaya .
"Jika kau tak percaya ,pergi saja sana ke keluarga anggara ..kau akan menemukan ana ." ucap Jen dengan sinis nya .
Frans tidak menghiraukan vika ,Frans langsung pergi dengan mobil nya ,dalam pikiran nya dia mencerna ucapan Vika yang baru saja di lontarkan.
"Tidak ,? tidak mungkin ana sudah menikah, jika pun sudah menikah maka dia pasti mempunyai masalah yang tidak bisa di jelaskan , aku harus ke sana ."
Tak butuh waktu lama Frans sampai di depan gerbang tinggi di mansion , Frans membuka kaca mobil,dan melihat satu orang yang tengah berdiri di dalam halaman itu menghampiri nya .
"Maaf ,dengan siapa ." ucap pak Jarwo .
"Aku harus bilang apa , jika aku bilang teman nya ana ,apa penjaga gerbang itu akan memasuki ku "
"Saya teman Dimas pak " ucap Frans bohong .
Tanpa pikir panjang pak Jarwo membuka pintu gerbang itu ,tidak butuh waktu lama pun Frans tengah masuk di halaman luas mansion Anggara, Frans berjalan ke arah pintu masuk dan memencet bel.
"inilah keluarga yang paling terkemuka di kota ini , keluarga Anggara ,? aku harus cepat bertemu ana ."
.
.
.
.
.
.
Masih sepi bae.... like , komen ,vote , favorit , dan hadiah nya dong ,ππππ
__ADS_1