
Kini ana berjalan di gelap nya malam dengan pipi yang di basahi oleh air mata .
Dia kini berjalan sendirian dan entah dia akan pergi kemana ,jika pergi ke keluarga Pratama tidak lah mungkin hanya dengan jalan kaki ,karna saat ini dia tidak membawa uang .
"Perut ku sungguh laper, apa aku kembali lagi ke mansion, tidak-tidak jika aku kembali ke mansion aku akan berhadapan lagi dengan pria brengsek itu ." Batin ana .
Ana bingung harus kemana ,dia di jalanan sendiri di gelap nya malam dan bertelanjang kaki tanpa alas kaki ,di saat ana melangkah ada suara pria mabuk yang lewat arah searah dengan ana .
"Lihat ,di sana ada seseorang gadis cantik ."
"Kau benar , kita samperin gadis itu ."
"Hai gadis cantik, kenapa kau malam-malam sendirian di sini ."
Ana melangkah ke belakang karna ketakutan dan berteriak minta tolong .
" Jangan mendekat, toloooongg , siapapun tolong aku ."
Ana mundur ke belakang ,tapi kedua pria itu melangkah maju ke depan untuk menghampiri ana
"Yo ,kau tau perlu takut ,kita hanya ingin mengajak mu main-main."
Di tengah perjalanan Erland hanya menatap ana yang di ganggu preman itu ,dia ingin tahu seberapa banyak keberanian gadis itu, untuk menghadapi si preman yang telah menggangu nya.
"Jangan menyentuh ku ,pergi dari hadapan ku ,pergi , tolloooonggg." teriak ana .
Ana melangkah kan kaki nya di tengah perjalanan ,di saat dia melangkah ada sorot lampu mobil mengarah nya .
"Lampu mobil, lebih baik aku menyebrangi mobil itu , dari pada aku harus di ganggu pria pemabuk itu ,aku tidak perduli dengan keadaan ku jika sesuatu terjadi padaku ." gumam ana
"Hey mau lari kemana hah ,kau akan ku kejar meski kau berlari .".
"Jika kau berteriak , aku akan menangkap mu lebih dari ini ,hahaha..."
"Lepas kan , lepas kan aku ..."
Erland tidak menyangka ,ternyata gadis itu lemah tak berdaya di saat preman itu sudah mengeluarkan pisau nya
__ADS_1
"Tolonggggg ,,,siapapun tolong aku ."ucap ana dengan menangis karna ketakutan .
Di saat pisau itu akan menekan ana , tiba-tiba Erland menendang preman itu dan tangan nya kena goresan pisau.
Ana tertegun siapa yang menolong nya itu .
"Erland .,"batin ana
Erland masih saja menghadang kedua preman itu ,ana tidak memperdulikan nya dia pergi meninggal kan Erland dengan kedua pria mabuk yang telah mengganggu nya
Ana berlalu pergi begitu saja dan melewati Erland tanpa melihat pria itu ,baginya Erland dan pria mabuk itu sama-sama brengsek nya, di saat ana melangkah ,dia menemukan taxi yang berhenti di arah sebrang dan langsung menaiki nya ,ana tidak perduli dengan uang untuk membayar si supir taxi itu .
"Aku tidak tahu apa yang di lakukan oleh Erland ,entah dia mencari ku ,Atau dia hanya lewat saja ."
"Yang jelas ,dia tidak mungkin benar-benar untuk menyelamatkan ku ." Batin ana
Kini ana akan pergi ke keluarga Pratama ,dia tidak punya tempat selain kelurga Pratama dan juga panti asuhan .
jika dirinya pergi ke panti asuhan tidak lah mungkin , karna arah jalan nya sama dengan arah jalan menuju mansion keluarga anggara ,tak butuh waktu lama taxi yang membawa ana telah sampai di kediaman Pratama, tanpa ana sadari Erland mengikuti nya dari belakang .
"Paman ,bibi aku pulang." ucap ana dengan suara serak nya .
"Tidak apa-apa paman , aku hanya merindukan paman , karna tadi siang aku kesini ,paman nya tidak ada , jadi aku kembali ke sini untuk bertemu paman ,aku pamit pergi dulu ke kamar ." ucap ana meninggal kan kedua paruh baya itu .
Erik menatap sendu melihat ana keponakan nya itu , dia bertanya-tanya dengan pikiran nya sendiri ,apa yang telah terjadi sebenar nya pada ana .
"Ada apa dengan mu ana , apa kau tersiksa di keluarga Anggara .,, maaf kan paman nak." ucap Erik menundukan kepala nya.
"Ayah aku rasa dia takut akan hal nya dengan suami cacat nya itu ,mungkin dia tidak terima dengan keadaan Dimas Anggara ." ucap Vika
"Kak Vika ,kau tak boleh bicara seperti itu, kak ana bukan lah perempuan pemilih , yang sudah dia miliki ,tetap ia miliki , aku rasa bukan hal itu yang membuat kak ana pulang dan menangis ." ucap Dila
"Jangan-jangan rumor tuan Dimas baik dan ramah ,lemah lembut itu palsu Ayah, siapa tahu saja kedok dia di luar seperti orang baik-baik
Jika di dalam siapa tahu dia menyiksa ana, dan kabur dari si pria cacat itu
"Meski pun cacat , bisa saja dia menyuruh orang untuk menyiksa nya ." ucap jenika menimpali.
__ADS_1
Erik menatap ketiga putri nya itu ,dia takut akan hal yang di alami ana ,gimana jika benar yang di katakan jenika ,jika ana di siksa oleh Dimas ."
"Tidak mungkin ,tuan Dimas tidak mungkin menyiksa keponakan ku ." Lirih erik
Di sisi lain ana menangis terisak-isak, hidup nya tidak beruntung ,sebelum menikah dia hidup dengan paman nya layak nya pelayan.
Kini dia meratapi nasib nya yang bersuami cacat yang belum pernah dia ketahui , dan yang paling dia benci dalam kehidupan nya ,dia selalu di hadapi dengan pria brengsek seperti Erland .
Ana masih mengingat kejadian beberapa jam yang lalu ,di mana Erland menyentuh tubuh nya .
"Ana ini paman , boleh kah paman masuk."
Ana bangun dari tempat tidur nya dan menghamburkan memeluk Erik sang paman
"Paman ,hiks ...hiks..."
"Ana apa yang terjadi ceritakan padaku ."
"Ana ,maafkan paman ,karna paman kau jadi terlibat karna perusahaan ."
"Ana apakah keadaan Dimas menakuti mu , apa dia menyiksa keponakan paman ini ."
"Ana kau boleh tinggal di sini , tinggal lah kembali dengan paman , paman tidak perduli akan hal dengan pernikahan mu karna perusahaan paman khawatir tentang dirimu ,tenangkan lah dirimu."
Ana tidak menjawab pertanyaan paman nya itu , dia hanya menangis dan menangis
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
"Erland kau keterlaluan, kenapa kau lakukan itu terhadap istri mu ,dan kau membiarkan dia pergi sendiri tanpa kau bawa kembali kesini ." ucap Dimas dengan amarah nya
"Kakak tenang lah ,gadis itu bisa jaga diri baik-baik, kau tak perlu mengkhawatir kan nya ,lagi pula dia sendiri yang lari dari ku ."
"Pergi dan cari dia Erland ,dia pergi karna ulah mu sendiri ."
"Erland jika kau tidak ingin membawa nya kembali kesini , aku yang akan mencari nya sendiri ," ucap Dimas bangun dari tidurnya ..
Erland terkejut apa yang di lakukan Dimas , dia tidak habis pikir ,kakak nya melakukan itu dan bangun dari sakit nya karna gadis yang sudah menjadi istri nya itu .
__ADS_1
"Kakak apa yang kau lakukan , berhenti berbuat bodoh dengan apa yang kau lakukan itu , aku berjanji untuk membawa gadis itu sekarang juga ,kau kembali berbaring lah kak ." ucap Erland dengan penuh khawatir dengan apa yang di lakukan dimas