Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
S2.Gagal olahraga pagi .


__ADS_3

Di sisi lain ...


Sepasang suami istri yang tak lain adalah Dimas dan juga Dista ,kini mereka tengah menginap di rumah keluarga Abraham .


Sehari menginap membuat Dimas merasa tidak nyaman ,karna dirinya selalu di perlakukan baik oleh pria paruh baya yang tak lain adalah kakek Kaisam .


Dimas yang kini berada di kamar mandi mengingat perkataan pria paruh baya itu yang meminta cicit padanya dan juga Dista , tidak beda jauh sama omahnya yang selalu meminta cicit setiap hari ,bahkan setiap hari tidak lupa mengatakan hal itu .


Dengan cepat Dimas menyelesaikan mandinya ,dia tidak ingin berlarut lama-lama di kamar mandi ,soal cicit untuk orang-orang tua itu akan dia usahakan secepat mungkin jika itu sudah berkehendak tuhan .


Ceklek ....


Dimas ke luar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk yang melilit di pinggangnya ,air masih bertetesan di tubuh Dimas yang dimana membuat Dista terpesona oleh ketampanan pria itu .


Dengan cepat Dista memalingkan wajahnya untuk mengambil baju yang sudah dia siapkan untuk suaminya itu .


"Kak ... nih bajunya sudah aku siapkan ." ucap Dista memalingkan wajahnya.


"Eummm ... kenapa wajahnya memerah seperti itu ,dan kenapa berpaling padaku " ucap Dimas menarik dagu Dista .


"Kak pakai pakaian mu ,aku ... aku mau bantu mami untuk menyiapkan sarapan ." ucap Dista memberikan pakaian Dimas dan langsung berlari ke arah luar .


Dimas yang melihat istrinya kabur tersenyum tipis ,Dimas melangkah ke arah ranjang mengambil handuk kecil untuk mengeringkan rambut basahnya ,setelah itu Dimas memakai pakaian kantor yang sudah di siapkan oleh istrinya.


Setelah sudah rapi Dimas melangkah ke arah luar ,di saat dia membuka pintu Dista berada di ambang pintu yang berniat untuk memanggil suaminya itu .


"Kak .. ayo sarapan ?! aku udah nyiapin ka.... Aaaa....


Brakk....


Dimas menarik tangan Dista ,dengan menutup pintu kamar ,pria itu menahan Dista di balik dinding tembok ,Dista melihat pria yang kini menahan tangannya berusaha memberontak .


"Kak.. kakak kenapa ." ucap Dista .


Pria itu tidak menjawab , dia malah menahan tangan Dista ke atas ,Dista terkejut dengan apa yang di lakukan dimas.


"Kak , kenapa kak dim.....Mmmmmmpt ...


Dimas membungkam bibir dista ,dengan perlahan dia melepaskan tangan istrinya , setelah itu Dimas menarik pinggang Dista dengan satu tangan , dan satu tangannya lagi menahan tengkuk Dista ,


Dimas ******* bibir istrinya dengan lembut ,Dista mencengkram kerah Jaz Dimas ,dengan perlahan Dista memejamkan matanya dan membalas ciuman suaminya itu .


Dimas membawa Dista ke arah ranjang dengan masih mencium istrinya itu ,Dista yang terpentok ke arah ranjang membuat dirinya terkejut dan repleks dia menarik dasi yang di kenakan Dimas .


Dan saat ini suami istri itu terbaring sudah dengan Dimas yang di atasnya dista , Dimas menyibakkan sehelai rambut Dista yang menghalangi wajahnya , pria itu menatap wajah istrinya dengan mendaratkan ciuman di kening istrinya .


Ciuman itu turun ke hidung ,pipi dan terakhir adalah bibir mungil Dista ,dan ciuman itu berlangsung lama hingga tak terasa Dimas membuka kancing baju yang di kenakan dista .


Dista yang merasa tangan Dimas membuka kancing bajunya memberhentikan ciuman itu dan sedikit mendorong tubuh Dimas , Dista menatap wajah suaminya itu dengan Deru napas nya .


"Kita buat anak di pagi hari, " gumam Dimas .


"Kak jangan !! semalam kita sudah ?! ini sudah hampir siang ,kau harus berangkat kantor , mami sama papi sudah menunggu kita sarapan ." ucap Dista dengan mendorong Dimas yang langsung tumbang di samping dista .


Dista bangun dari tidur nya ,dia melihat Dimas tadi sudah rapi dengan pakaian kantornya kini harus acak-acakan karna ulah Dimas sendiri .


"Kak .. apa kakak marah " ucap dista .


Dimas bangun dari tidurnya dan duduk ,dia menarik napasnya dan membelai wajah istrinya itu .


"gagal olahraga pagi , kalau bukan aku hari ini ada meeting aku akan memakan istriku ini "


"Enggak honey !! aku gak marah ,, kamu benar ini sudah siang, ayo kita ke bawah untuk sarapan ."ucap Dimas dengan di angguki Dista .


"Kak dasi mu bengkok , sini aku rapikan dulu ." ucap Dista yang kini merapikan dasi nya .


"Eum ... makasih honey ." ucap Dimas tersenyum dengan di angguki dista .


Dista pun merapihkan pakaiannya dengan yang sedikit acak-acakan karna ulah suaminya itu.


Kini Dimas dan Dista turun ke bawah dan melangkah ke arah meja makan ,sesampainya di meja makan Dista sudah tidak melihat mami ,papi serta kakeknya .


"Papi ,mami pada kemana ?! bukannya tadi kamu bilang menunggu kita ." ucap Dimas menarik kursi dan langsung duduk .


Dista memutar bola matanya jengah ,Dista paham kenapa mami dan papi nya sudah tidak ada Karna mereka pasti selesai sarapannya ,dengan cepat Dista mencubit lengan Dimas .


"Ini semua karna kakak !! mereka sudah selesai sarapan ," ucap Dista dengan mengerucutkan bibirnya .


Dimas tidak menghiraukan perkataan istrinya itu ,dia juga pun sadar akan hal dimana mertuanya itu tidak berada di meja makan ,tapi dia tidak peduli akan hal itu ,dan dia juga tidak menghiraukan cubitan sang istrinya


Setelah selesai makan ,kini keduanya melangkah ke arah pintu luar ,tapi Dimas melihat-lihat ke arah ruangan itu tidak melihat siapapun selain art .


"Apa papi sudah berangkat ," ucap Dimas .


"Mobilnya sudah gak ada berarti udah berangkat kak ." jawab Dista .


"Ya udah !! aku berangkat ya ,?! jangan keluar tanpa dengan ku , jika kamu keluar aku sudah menyuruh bodyguard untuk mengikuti mu ." ucap Dimas .


"Eum... hu'um ... aku gak akan keluar !! aku akan di rumah menunggu mu pulang ." ucap Dista .


"Hemm ... tunggu aku pulang ?! setelah itu kita kembali ke mansion ." ucap Dimas mencium kening dista dengan menganggukkan kepalanya .


"Hati-hati kak ..." ucap Dista dengan di angguki Dimas .


Dimas melangkah ke arah mobilnya dengan bersiap untuk berangkat ,Dista yang melihat Dimas sudah sampai mobilnya langsung berlari menghampiri Dimas ,dan tanpa sadar Dista menahan pundak Dista dan mencium pipi pria itu .


Dista melihat wajah tampan Dimas yang sedikit kaget Karna mendapatkan ciuman ,Dimas menyentuh pipinya yang mendapatkan jatah pagi mendarat di pipinya .

__ADS_1


"Honey ... kau menggoda ku ." ucap Dimas menarik tangan Dista .


"Enggak ... aku gak menggoda mu ?! aku cuma hanya memberikan ciuman itu agar kamu semangat bekerja " ucap Dista .


"Sudah sekarang berangkat , maaf aku memberhentikan mu ," ucap Dista lagi .


"Enggak ... aku jadi gak mau berangkat ?! aku ingin segera membawa mu ke ranjang ." jawab Dimas menarik pinggang dista .


"Kak .. jangan mesum ...kenapa dirimu jadi mesum begitu sih ." decak Dista .


Dimas terkekeh saat mendengar perkataan istrinya itu ,dengan cepat Dimas mencium pipi Dista dengan singkat dan masuk ke dalam mobil ,dengan cepat Dimas pun menyalakannya dan meninggalkan halaman keluarga Abraham.


Dista melihat Dimas pergi ,setelah tidak terlihat mobil suaminya , Dista pun kembali masuk ,di saat dia melangkah beberapa langkah mami nya berdehem memberhentikan langkah Dista .


"Mami .."


"Ulu-ulu .... anak mommy sudah dewasa ya sekarang ?! bisa bikin cucu buat mami Dong ,kalau udah berani cium suami di luaran ." ucap Rahma menggoda putrinya .


"Ma_mami dari kapan mami melihat itu ." ucap Dista .


"Dari kamu turun di atas untuk sarapa...


"Ahhh mami udah ah jangan di bahas ." ucap Dista dengan menahan malu .


"Ngapain harus malu sih ... mami senang melihat kalian romantis begitu ,Dimas kaya nya sangat-sangat mencintai putri mami ini ." ucap Rahma menggoda Dista.


"Gimana sayang ?! apa kamu ada tanda-tanda hamil ," ucap Rahma .


"Belum mi ....Dista sama kak Dimas lagi otw mencetak baby kecil , " ucap Dista


Rahma tidak menyangka ,bahkan dia sedikit tercengang dengan perkataan putrinya itu ,Dista tidak ada sedikitpun Malu setelah apa yang telah di ucapkan nya itu .


"Dista !! bukannya ana mau kesini , tadi malam mami membuat kue kacang kesukaannya , jika nanti dia kesini kue kacang nya berada di kolong meja ruang tamu ,mami harus berangkat ke toko sekarang ," ucap Rahma dengan di angguki Dista .


Rahma langsung melangkah ke arah kamarnya untuk bersiap pergi ke toko , sementara Dista ,dia melangkah ke arah taman untuk melihat bunga-bunga yang beberapa bulan ini dia tinggalkan .


Rahma yang melihat dista di taman hanya melihatnya Saja tanpa berkata ,dengan cepat Rahma pun pergi meninggalkan halaman luas itu .


.


.


Mobil pribadi keluarga Anggara kini memasuki pintu gerbang yang menjulang tinggi itu , ana membuka kaca mobilnya dengan menganggukkan kepalanya pada satpam ,begitu juga satpam menyapa ana dengan ramah ,


Dista yang mendengar suara deru mobil langsung melangkah ke arah luar , di saat dia akan keluar ,ana sudah berjalan ke arah pintu masuk dengan menggendong Kenzie di pangkuannya .


"Tumben gak sama Erland ,biasa nya selalu mengantarkan mu terlebih dahulu kalau mau kemana-mana" ucap Dista .


"Mas Erland ada meeting ,katanya sama kak Dimas ." ucap ana .


"Sini Kenzie biar sama aku ,?! kamu mau minum apa an .. biar aku panggilkan bibi untuk membuatkan minuman ." ucap Dista mengambil Kenzie dari pangkuan ana .


Dista memanggil bibi dan minta tolong untuk membuatkan susu jahe untuk ana ,dan tak butuh waktu lama art pun membawa susu jahe yang di minta Nona mudanya .


"Silahkan nyonya ini susu jahenya ." ucap art.


"Iya .. makasih ya bi ." ucap ana dengan di angguki art itu .


Disaat ana meminum susu jahe itu ,dia tidak sengaja melihat leher Dista yang memerah ,yang dimana membuat ana pun tertawa geli melihatnya ,Dista yang melihat ana tiba-tiba tertawa membuatnya heran .


"Kamu kenapa ketawa " ucap Dista .


"Hihihi ... lain kali bilang sama kak Dimas ,kalau mau membuat maha karya itu di tempat tertutup ,biar gak kelihatan orang ,gimana jika yang melihat itu anakku ,beruntung saja Kenzie belum mengerti apa-apa " ucap ana dengan cekikikan .


Sontak saja Dista langsung kaget dengan apa yang di katakan ana ,dia lupa akan hal tanda itu yang di buat oleh Dimas semalam , bahkan dia tadi pagi lupa untuk memakai Foundation.


Ana terus saja tertawa sembari menggoda sahabatnya sekaligus kakak iparnya itu ,Dista yang di goda ana membuat nya tersenyum kikuk , kini dia memberikan kenzie pada ana dan berlari ke atas untuk menutup tanda kepemilikan dari dimas.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di kantor.


Dimas yang kini tengah melangkah ke arah pintu lift untuk menunju ruangannya yang berada di atas ,sesampai nya di atas dia melihat Roy yang tengah sibuk dengan berkas-berkas yang numpuk di atas meja Bryan .


"Selamat pagi tuan " ucap Roy.


"Selamat pagi " jawab Dimas yang langsung masuk ke ruangannya .


Dimas langsung duduk dan melihat berkas yang ada di meja nya untuk di tanda tangani ,dia melihat jam yang ada di tangan kekarnya ,hari ini dia mengingat ada meeting penting bersama Erland serta perusahaan lain ,kini dia pun berkutat untuk memeriksa berkas yang sudah tersedia itu .


.


.


Erland tiba di lobby kantornya Dimas ,dia datang bersama sekertaris nya yang tak lain adalah Niken karna ada meeting penting bersama kakaknya itu .


Tiba di lantai atas ,Erland pergi ke ruangan Dimas ,sementara Niken pergi bersama sekertaris sementara Dimas yang tak lain adalah Roy .


Erland membuka pintu ruangan Dimas dan melihat kakaknya nya itu dengan menghela napasnya panjang ,Dimas sedang mengerjakan beberapa berkas yang ada di meja nya ,Dimas mendongkakkan kepalanya melihat orang masuk tanpa mengetuk pintu .


"CK .. kenapa kau masuk tidak ketuk pintu ." decak Dimas .


"Meeting udah mau mulai ,kau masih sibuk saja ," ucap Erland yang kini duduk di sofa yang ada di ruangan Dimas .


"Masih ada waktu 10 menit ,aku periksa berkas untuk tanda tangani dulu ." ucap Dimas .


Erland hanya mengangguk dan melihat wajah segar bugar kakaknya itu ,Erland tersenyum tipis melihat ke arah Dimas .

__ADS_1


"Berapa ronde semalam ,hingga wajahmu bersinar seperti itu, ,Aaaa .. apa kakak ipar memuaskan mu ." goda Erland .


"Tidak ada pembahasan soal itu di kantor , pergi sana terlebih dahulu ." ucap Dimas berdecak .


"Ayolah kak ...,kenapa kau masih kaku soal begituan ,aku juga pria dewasa ,tidak apa bukan aku bertanya soal itu ," ucap Erland dengan cengengesan .


Dimas tidak menghiraukan perkataan adiknya itu , dia kini melangkah dan mengambil jaz nya yang ada di sofa ,dia duduk di samping Erland dan mengobrol tentang soal anak , mereka ngobrol cukup memakan waktu ,hingga Roy mengetuk pintu dan memberi tahu bahwa meeting akan segera di mulai , Dimas dan Erland berdiri dan melangkah ke arah ruang meeting dengan di ikuti Roy di belakangnya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di tempat lain .


Bryan dan Nabila sudah bersiap-siap ,Bryan tidak mengatakan pada Nabila akan pergi kemana , kini dia melihat Nabila yang merias wajahnya di depan cermin .


"Sayang sudah siap ." ucap Bryan .


"Sudah " jawab Nabila .


"Ayo kita pergi sekarang " ucap Bryan mencium pipi Nabila dengan gemes .


"Mas kita mau kemana sih ," ucap Nabila .


"Nanti juga kamu akan tahu sayang ." jawab Bryan.


Kini Bryan dan Nabila melangkah ke arah lift untuk menuju ke lantai bawah .


Ting .


Bryan masih dengan keadaan tangan merangkul pinggang nabila ,beberapa pelayan membungkukkan kepalanya saat melihat Bryan dan Nabila ,Bryan mengajak istrinya ke arah meja makan untuk sarapan .


Nabila melihat hidangan sarapan yang sudah siap ,bahkan dia melihat Bryan yang menyiapkan makan untuk dirinya dan juga Nabila .


"Mas .. biar aku saja, aku bisa kok cuman hanya menyiapkan makan aja ," ucap Nabila menahan Bryan .


"Gapapa sayang ?! sudah duduk aja ? biar aku yang melayani mu " ucap Bryan mendudukkan Nabila di kursi .


Nabila merasa kecewa ,dia benar-benar tidak bisa melayani suaminya ,tapi itu kebalikannya ,Bryan lah yang melayani dirinya , seketika Nabila menundukan kepalanya Karana merasa malu oleh suaminya itu .


"Aku harus minta belajar pada Tania nanti ,jika aku minta bantuan sama ana tidak mungkin ! dia juga mengurus Kenzie yang sudah mulai aktif ."


"Sayang ,kenapa hmm ." ucap Bryan menarik dagu Nabila agar terlihat wajahnya .


"Sayang ? hey kenapa menangis ".cemas Bryan .


"Maafkan aku ?! seharusnya aku yang melayani mu ,aku istri yang tidak bisa apa-apa ,maafkan ak...


"Syuutt ... ?! aku gak butuh kamu melayani aku , aku senang kok melayani mu ,jangan pikirin itu lagi ya ,jangan menangis aku tidak ingin air mata berharga ini jatuh karna aku ,sudah ya ?! kita sarapan ya ,aku akan membawa mu ke suatu tempat , cukup turuti apa perkataan ku sekarang ,dan jangan menjawab ku ." ucap Bryan dengan di angguki Nabila .


Keduanya memulai sarapan ,sesekali Bryan menyuapi nabila ,begitu pula dengan Nabila yang membalas menyuapi suaminya itu , dengan senang hati ,Bryan menahan tangan Nabila yang tengah memegang sendok yang berisi makanan di depannya .


Selesai sarapan ,Bryan dan Nabila bersiap dan berjalan ke arah garasi mobil ,Nabila tercengang saat melihat mobil yang terpang-pang di garasi itu .


"Sebenarnya dia sekaya apa ?! bukankah dia bilang ,dia pria sederhana dan memiliki kecukupan pas-pasan ."


"Sayang ayo masuk ." ucap Bryan yang kini tengah membuka pintu mobil .


Nabila menganggukkan kepalanya dan masuk ,setelah keduanya masuk ,Bryan menyalakan mobilnya keluar dari halaman mansion yang besar itu ,sebelah tangan Bryan menyetir ,satu tangannya lagi memegang tangan Nabila dengan menciumnya .


30 menit kemudian ,mobil yang di kendarai Bryan tiba di sebuah tempat ,dan tempat itu adalah vila yang terlihat biasa saja .


"Ayo sayang turun " ucap Bryan .


Nabila hanya menuruti suaminya tanpa bertanya ,karna percuma juga bertanya ,Karna suaminya itu pasti tidak akan menjawab pertanyaan itu .


Bryan membawa Nabila masuk ke dalam vila yang mewah itu ,Nabila tercengang saat melihat ruangan vila itu begitu luas ,Bryan tersenyum ,lalu di melangkah ke arah belakang Nabila dengan mengeluarkan kain biru untuk menutup mata istrinya itu.


"Mas ... apa yang akan kau lakukan ." tanya Bryan.


"Nanti juga kamu akan tahu sayang , aku akan menuntun mu ke suatu ruangan ." ucap Bryan menuntun Nabila .


Bryan menuntun sang istri dengan pelan berjalan menuju tangga ,sesampai nya di atas lantai dua ,Bryan menuntun istrinya ke arah balkon ,dengan pelan Bryan membuka penutup mata Nabila dan.....


Kedua mata Nabila begitu berbinar saat melihat pemandangan yang sangat begitu indah di depannya ,Bryan tersenyum senang saat melihat wajah bahagia nabila .


"Suka gak ." hanya Bryan


"Suka banget , ini sangat indah , lebih indah dari pada di mansion tadi ." ucap Nabila ,Kembali melihat pemandangan gunung terdapat danau di bawahnya .


"Aku siapin ini untuk istri tercinta ku ." ucap Bryan .


Bryan menarik Nabila ke dalam pelukannya ,dia memeluk Nabila dengan sangat erat ,bahkan Nabila pun membalas pelukan suaminya itu .


Setelah melihat pemandangan itu ,Bryan mengajak istrinya ke lantai tiga ,di sana sudah di siapkan satu meja dengan dekorasi yang sangat romantis untuk mereka berdua ,bahkan sudah di siapkan menu untuk mereka di meja itu .


Nabila tercengang saat melihat meja dengan dua kursi ,dan di penuhi bunga-bunga yang bertebaran di bawah rumput ,Nabila tidak menyangka Bryan menyiapkan itu semuanya .


"Mas ...ini ...


"Aku menyiapkan ini khusus honeymoon kita sayang ." ucap Bryan memeluk Nabila dari belakang .


"Makasih " ucap Nabila dengan suara seperti menahan tangis .


Bryan membalikan tubuh istrinya agar berhadapan dengannya ,Bryan mengusap air mata yang mengalir di pipi istrinya itu ,niatnya ingin menyenangkan sang istri tapi dia malah membuat istrinya menangis .


" Jangan menangis sayang , aku tidak ingin melihat mu menangis , aku berasa suami jahat yang telah menangisi mu ." ucap Bryan .


"Aku terharu ?! air mata ini air mata bahagia , makasih mas ." ucap Nabila memeluk Bryan .

__ADS_1


Bryan tersenyum dan membalas pelukan sang istri ,Bryan dan Nabila menghabiskan waktunya di tempat itu , setelah di tempat itu Bryan mengajak Nabila ke salah satu kamar yang ada di vila itu ,Bryan mengajak Nabila untuk istirahat di kamar tersebut ,tentunya juga membuat oleh-oleh untuk Bu Ratih sekaligus mertuanya itu .


__ADS_2