
Seorang pria tengah mundar mandir Karana kegelisahan nya ,dia menelpon sang kekasih sedari tadi tidak aktif ,perasaan yang tidak biasa nya yang membuat pria itu tidak tenang ,membuat nya tidak pokus bekerja.
"Bryan kau kenapa ,kenapa muka mu keluh begitu ."
"Aku ...
Bryan tidak melanjutkan perkataan nya ,sedari tadi dia hanya melihat ponsel nya ,bahkan waktu sudah jam dua siang ,tapi wanita itu tidak ada pesan di saat waktu istirahat ,sudah hal terbiasa Mona selalu mengirimkan pesan ,pikiran Bryan berkecamuk ,tidak mungkin ponsel nya loubet, jika pun loubet dia tidak pernah dirinya seperti ini ,perasaan sekarang sungguh di luar kendali , lagi-lagi Bryan menekan tombol panggilan ,tetap saja nomor wanita itu tidaklah aktif.
"Dimas , kenapa perasaanku tidak nyaman sekali ." ucap Bryan masih dengan memegang ponsel nya.
"maksud mu Mona ," ucap Dimas yang di angguki Bryan .
"Apa nomor nya masih tidak aktif juga ," ucap Dimas ,Bryan hanya menggeleng kan kepalanya .
"Seharus nya Mona masih di toko kan waktu jam segini " ucap Dimas yang di angguki Bryan.
"Bryan ,jika kau mengkhawatirkan nya ,kau boleh pergi untuk melihat keadaannya , aku tahu perasaan mu ,bahkan aku menelpon sahara pun nomor nya tidak aktif." ucap Dimas dengan membantu menenangkan sahabat nya itu ,di saat dimas mengatakan nama wanita itu Bryan terkejut ,tapi keterkejutan itu tidak memperlihat kan nya pada Dimas .
"Sial , ? aku tidak punya nomor Bu Mega ,karna setelah ganti ponsel aku lupa untuk menyimpan nya , ahk ?.
Kini Bryan berdiri ,dan ijin kepada Dimas untuk pergi menemui kekasih nya itu ,Bryan pergi tanpa melihat ke arah Dimas ,Karna kekhawatiran nya terhadap Mona ,dia bergegas pergi begitu saja .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Di mana aku , di mana ini ." lirih Mona dengan membuta mata dengan sedikit pusing.
"akhh ... kepala ku pusing sekali ."
Mona mengingat kejadian yang dia alami tadi pagi ,dia mengirimkan dua buket bunga ke alamat itu , tapi di saat dia mengingat pria berbadan kekar itu ,Mona langsung teringat dengan pria yang tengah menghampiri nya itu .
"Siapa mereka ,kenapa mereka membawa ku kesini ,di mana aku ,ahkkk ... kepala ku kenapa pusing sekali ."
"Kau rupa nya sudah sadar ," ucap nya dan menghampiri Mona yang tengah terikat itu ,dan memegang dagu Mona .
"Cantik , ?wajah secantik ini sayang sekali jika harus di sekap seperti ini ." ucap nya sambil berdiri dan berbalik arah ke satu pria yang tengah merokok itu .
"Apa bos masih lama , wanita cantik ini sudah sadar ," ujar nya sambil melihat Mona yang tengah lesuh itu .
__ADS_1
"Mungkin sebentar lagi ." ucap nya dingin .
"Cihh ... dasar keparat ,kalau bukan karna aku butuh uang untuk biaya perobatan ibu ,aku tidak ingin melihat gadis itu di siksa ."
Andrian hanya menatap gadis itu dengan sendu ,dia adalah orang dari salah satu yang menculik Mona ,ada rasa salah dalam hati nya ,dia menatap gadis itu sekilas dan menutup mata nya kembali .
"Di lihat dari wajah nya wanita itu seperti wanita baik-baik , aku harus cari cara agar bisa membatu nya keluar dari sini ."
Andrian kini memikir kan kembali untuk perobatan ibu nya ,dia tidak bisa mendapat kan uang hanya karna seseorang wanita ,bagaimana pun juga ibu nya wanita ,dia telah menyesal karna telah berunding dengan sahabat nya itu untuk membuat sepakat penculikan orang.
"Sebelum bos kita datang ,gimana kita bersenang-senang dulu dengan wanita ini ." ucap si botak yang tengah menghadap mona
"Apa yang kau lakukan hah ,apa kau lupa dengan perkataan bos kita ,jangan menyentuh nya selain dia ." ucap andrian dengan alasan yang lewat di bibir nya itu
"Kapan wanita itu bilang seperti itu , cih ."
"wanita ,siapa ? apa bos mereka wanita ."
Mona yang mendengar kan ucapan mereka bertanya-tanya siapa sebenernya wanita yang mereka sebut itu .
"Andrian kau jaga dia , aku akan ke belakang dulu ." ucap nya sembari membuka sabuk celana si pria itu.
"Bryan tolong aku ?aku takut ,aku yakin kau akan menolong ku ."
Dugghh..
Mona kaget setelah apa yang barusan dia dengar itu ,dia melihat Andrian tengah memukul pria yang tadi telah menggoda Mona ,Mona terheran-heran kenapa pria itu memukul teman sejaya nya , Mona melihat Andrian berjalan menghampiri dirinya .
"Kenapa dia menghampiriku ,apa dia mau memperkosa ku , secara dia yang menang banyak ,dan memukul teman nya itu .
Dari ikatan itu ana sudah bergerak ketakutan karna andrian menghampiri nya.
"Kau tak perlu takut , aku hanya ingin memberikan mu makan ,aku tahu kau pasti lapar , aku bantu kamu buka tali nya ." ucap Andrian dengan membuka tali itu.
"Makan lah ,kau tak perlu takut padaku ? aku tak sejahat itu sama wanita , " ucap Andrian dengan tampang dingin nya .
"Maaf ,karna telah menculik mu ,aku mohon makan lah dan habiskan makanan mu ,aku tahu kau sangat lapar ? kau tak perlu takut dengan makanan itu , cepat nona makan , ?aku tidak ingin wanita itu keburu datang ,dan si bajingan itu bangun , makanlah, makanan itu sama sekali tidak mengandung racun." ucap Andrian dengan sambil melihat ke adaan ,
__ADS_1
Mona hanya menurut saja ,karna apa yang di katakan pria itu benar adanya ,dirinya tengah lapar ,mau tak mau dia harus memakan nya ,dan menghabis kan nya , Andrian yang melihat makanan itu habis di makan oleh Mona tersenyum, kini dia memberikan minum pada Mona ,tapi tangan nya mengambil tali lagi untuk mengikat tangan dan juga kaki Mona .
"Maaf ,aku harus mengikat mu kembali? baik-baik lah ,dan tenang dengan keadaan mu ,mungkin nanti akan ada pertolongan yang datang untuk membantu mu dari sini ,dan aku sudah menghubungi kekasih mu lewat ponsel mu , dan sekali lagi maaf aku telah lancang? tadi aku carging ponsel mu yang loubet itu ,karna aku berusaha mencari orang yang terpenting dalam hidup mu untuk menolong mu ," ucap nya sambil bejalan ke arah tempat di mana tadi dia duduk .
Mona terperangah dengan apa yang di katakan pria itu ,kenapa dia lakukan itu ,dan Mona melihat pancaran di mata pria itu bukan lah penjahat ,mungkin di balik semua itu ada alasan nya , di saat Andrian berbaring , tak berapa lama pun seorang wanita datang dengan menutup mata nya dengan kacamata dan juga topi yang menutupi rambut panjang nya itu .
Ana terkejut siapa yang datang itu ,dari pandangan Mona ,dari tubuh wanita itu seperti mengenali nya ,di saat Mona menatap nya wanita itu membuka topi dan juga kacamata nya ,
Deg .....
"Kak Ara, apa yang dia lakukan di sini ."
Sahara tertawa melihat Mona yang tengah pucat itu ,dia begitu senang setelah apa yang tengah di lakukan nya itu .
"Lihat lah dirimu Mona ,kau bahkan seperti orang yang tak terurus ,"
"Apa yang telah kamu lakukan padaku ,kenapa berbuat seperti ini ,apa salah ku kak , kenapa kau menculik ku dengan seperti ini ," ucap Mona dengan tangis nya ,dia tak menyangka yang menculik dirinya adalah kakak nya .
"Haha...? kau tahu Mona semenjak kepergian ibu dan ayah ,aku sudah tidak menganggap mu adik ,karna kau adalah perusak dari kebahagian ku , dan kau tahu ? apa salah mu itu ,salah mu besar ," ucap Sahara dengan mencengkram pipi Mona dengan keras .
Mona menangis ,kenapa Sahara begitu membenci dirinya ,bahkan Sahara semakin membenci nya .
"Ap_apa salah ku ," ucap Mona tak jelas karna kedua pipi nya di himpit Sahara .
"Salah mu ,?kau telah memiliki Bryan ,kau yang duluan pertama kenal dengan Bryan ,itu salah mu , dan salah mu adalah ,? kau selalu mengambil kebahagiaan ku ,ayah dan ibu kau ambil semua nya oleh mu ,termasuk Bryan yang selalu mencintai mu itu ,hahaha..aku ...aku ..,Mona ,kau tahu ? aku mencintai pria itu ,aku mencintai Bryan Monalisa ,aku mencintai kekasih mu itu." ucap Sahara dengan nada tertawa sekaligus menangis .
"Aku selalu berusaha untuk mendapatkan Bryan darimu ,tapi semua nya hancur Karana dia lebih cerdik dari pada aku ,dan aku sering menggoda nya ,tapi dia memberikan tatapan tajam itu padaku ,hahaha ,di saat dia menatap ku dengan tajam ,aku menjadi terus tertantang oleh pria itu ,aku selalu mencoba terus mencoba agar aku bisa mendapatkan dia darimu Monalisa ,tapi aku sakit ,aku sakit setelah pria itu mencengkik ku hampir mati di saat aku jebak dia ," ucap Sahara dengan tangan yang masih mencengkram pipi Mona .
" Kak Ara mencintai Bryan ,tapi semenjak kapan ,aku tidak tahu itu ? apa dia yang menggoda Bryan ,aku ingat di mana Bryan menatap ka Ara penuh dengan benci.".
"Kak Ara kau memiliki kak Dimas ,kenapa kau mencintai Bryan kekasih ku , cinta mu untuk ka Dimas kemana ,bukan kah kau mencintai nya ." ucap Mona dengan berlinang air mata nya .
"Haha.. di hatiku sedikit pun tidak ada Dimas ,tidak ada .?yang ada di hatiku hanyalah harta ...harta ..., aku mencintai nya hanya harta Mona ,aku tidak menyukai pria lembek itu ." ucap Sahara dengan tawa yang sulit di artikan
"Ingat ,aku hanya mencintai Bryan ...Bryan... Bryan... dan Bryan..,aku akan terus berusaha mendapatkan nya dari mu ." ucap Sahara dengan mencengkram pipi Mona kembali .
" Kak Ara ,ka Dimas tampan ,baik ,perhatian ,cinta dan sayang sama dirimu ,kenapa kau tega seperi itu pada nya ...orang sebaik ka Dimas kenapa kau sakiti dari belakang tanpa dia tahu ."
__ADS_1
Plakkk .....
Sahara menampar Mona dengan keras ,kemarahan nya telah di liputi hanya Karna Monalisa bersama Bryan .