
Kini mereka sampai di halaman mansion Anggara.
Vika penuh harap akan di sapa oleh Erland ,tak di sangka apa yang di ingin kan Vika terwujud kan ,kini Erland menghampiri Vika .
" Nona vika terima kasih telah mengantarkan Anatasya, dan ini sudah larut malam ,dan silahkan anda pulang ,dan berhati-hati lah ." ucap Erland dengan tatapan yang melihat nya ke arah ana .
Vika sedikit kecewa terhadap Erland ,awal nya dia hanya ingin di sapa untuk masuk dulu ,setidak nya ini sudah larut malam ,tapi kenyataan yang dia ingin kan begitu sial.
Kini Vika melangkah kan kaki nya menuju mobil yang ia bawa tadi , di saat dia melangkah ana memanggil nya .
"Vika jangan pergi ,menginap lah ini sudah larut malam ,bukan kah kau bilang akan menemani ku beberapa hari ini, kenapa kau pulang , apa paman tidak mengijinkan mu." ucap ana yang menahan tangan nya vika
"Ahh tapi ana aku terlihat tidak enak dengan tuan Dimas nanti ,tadi nya aku memang ingin Nemani kamu beberapa hari ini ,tapi aku pikirkan kembali ,kaya nya aku gak bisa Nemani kamu ,karna gak enak juga dengan tuan Erland ,"ucap Vika yang menatap Erland .
Erland menatap tajam ke hadapan ana , berani-beraninya nya dia menyuruh wanita lain untuk membawa nya ke mansion ,apalagi wanita itu dari keluarga Pratama.
Erland berjalan dan mencengkram tangan ana .,
"Ini sudah malam, tidak baik pembicaraan wanita di luaran seperti ini , sekarang nona Vika boleh pulang ,dan sampai jumpa ." ucap Erland yang menyeret ana masuk ke dalam mansion
"Lepas.,, " ucap ana dengan nada kesal nya .
Erland tidak mendengar kan satu kata yang keluar dari mulut ana .
dia terus menyeret tangan ana sampai ke ke ruangan mansion.
"Lepaskan aku ,Erland Anggara ,pria brengsek...".ucap ana marah .
Erland tidak mendengar kan teriakan ana , dia terus mencengkram lengan ana dengan kuat.
__ADS_1
"Erland lepaskan aku ,kalau bukan karna kakak mu , aku tidak ingin kembali ke sini , jika aku bukan istri dari kakak mu ,aku gak Sudi melangkah kan kaki di rumah ini." ucap ana dengan kesal.
Erland terkejut dengan apa yang di katakan ana, gadis itu pulang hanya demi kakak nya, di saat ana mengatakan itu ,erland pun melepaskan tangan ana dari cengkraman nya.
Ana berlari ke arah kamar nya ,tapi tiba-tiba dia melihat BI Ani yang berdiri tak jauh dari sudut pandang nya .
"Bi Ani tolong kasih tahu aku ,di mana tuan Dimas ,aku ingin bertemu dengan nya ,aku selalu meninggal kan nya, dan sekarang ,,sekarang aku meninggal kan dia dengan yang kedua kali nya."
Ana masih merasa bersalah terhadap Dimas, di mana ana meninggal kan dimas di kamar sendiri ,di waktu malam pengantin nya .
" Bi Ani aku mohon ijinkan aku untuk masuk ke ruang perawatan dimas, aku ingin menemui nya dan aku akan tidur menemani nya ,." ucap Ana dengan lantang .
Bi Ani terkejut dengan apa yang baru saja di ucapkan nona muda nya ,dia harus menjawab apa dia tidak ada alasan lagi untuk menjawab nya ,
"Maaf nona ,di sana sudah ada dua dokter yang menemani tuan Dimas sekaligus untuk merawat nya."
Erland menatap sendu ana , kenpa gadis itu sangat keras kepala ingin menemui Dimas , kali ini dia yang akan susun rencana .
Ana terkejut setelah apa yang di katakan Erland ,bahwa Dimas menyukai koktail buah yang dia buat nya tempo hari ,tidak berpikir panjang, ana langsung berjalan ke arah dapur dan menyiapkan semua nya , ana tidak tahu bahwa yang menyukai koktail itu bukan lah Dimas melain kan Erland suami nya sendiri .
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Di kamar lain, Erland tersenyum jahil ,karna kini dia akan menghadapi istri bodoh nya itu dengan peran nya sendiri .
"Haha aku akan lihat dia seberapa berani nya dia menghadapi aku dengan keadaan ku seperti ini ,gadis bodoh kau tak bisa lari lagi dari ku ."
"Hahaha ,kau bodoh sekali Anatasya, aku menyuruh mu membuat koktail untuk kakakku ,? bodoh .
Kini ana berjalan ke arah kamar pengantin antara dirinya dan juga Erland .
__ADS_1
Ana tidak sadar ,bahwa di kamar itu adalah Erland .
"Aku harap pria brengsek itu tidak menggangu ku lagi ." batin ana
Ana memberanikan diri dan untuk tenang menghadapi suami nya itu , seseram apapun ke adaan suami nya dia tetap mengahadapi nya ,dan tidak ingin berniat kabur lagi ,ana mengetuk pintu itu dengan tangan yang gemetar.
"Masuk ." ucap sang empu nya.
Ana masuk dan melihat suami nya itu dari bawah Hinga atas dia berjalan ke arah suami nya dengan menelan salip nya dengan kasar ,karna ini kedua kali nya dia melihat suami nya dengan jelas dengan lampu yang menyala bertebaran di mana-mana, jika waktu itu dia tidak melihat jelas dengan keadaan suami nya itu karna lampu yang menyala cuma hanya remang-remang saja
"Sial ,aku memakai kostum ini hanya untuk menakuti gadis bodoh ini ,tidak menyangka aku membeli nya ,"Batin erland
"Dimas ,aku datang membawa kan koktail kesukaan mu ," ucap ana menghampiri dimas.
Ana melihat ke arah tangan suami nya dengan luka bakar nya , ada rasa iba dengan keadaan suaminya itu sampai-sampai dia mengeluarkan bening air mata ,dia ingat di mana dia meninggal kan dimas di waktu pertama datang ke mansion.
"Dimas maafkan aku ," lirih ana
Ana berjongkok di hadapan Dimas dengan berlinangan air mata ,
Erland yang melihat ana berjongkok di hadapan nya itu dengan air mata yang membasahi pipinya terkejut ,Erland menatap ana dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Dimas seharus nya aku merawat mu dengan keadaan seperti ini , seharus nya aku sebagai istri tidak harus pergi meninggal kan mu ,maaf kan aku , aku janji tidak akan membiarkan mu sendiri lagi ,aku akan merawat mu ." ucap ana dengan menatap suami nya itu, dengan mata yang masih tersisa air mata.
Erland menatap ana kenapa gadis itu menangis ,apa yang dia tangisi nya ,apa dia melihat keadaan dirinya seperti ini , apa dia menangis karna luka bakar ini , apa karna dia merasa bersalah karna telah pergi meninggal kan nya di hari pertama menikah ,kenapa dia harus menangis di hadapan nya , yang seharus nya dia menangis itu di hadapan Dimas , Erland berpikir telah menipu gadis di hadapan nya itu.
"Ana apa Erland melakukan mu dengan tidak baik , dia pasti jahat terhadap mu ." ucap Erland dengan menyentuh kepala ana
"Tidak ko dia sangat baik , menghormati dan menghargai ku ." ucap ana dengan suara tangis nya.
__ADS_1
Ana semakin menangis, di saat suami nya mengatakan pria lain yang tak lain adalah Erland yang sering membuat nya jengkel dan tidak sopan ,dia tidak ingin mengingat pria brengsek itu di saat dia bersama Dimas , dia tidak mungkin bilang pada suami nya itu terhadap apa yang di lakukan Erland sang adik dari suami nya sendiri .,ana terpaksa harus menutupi kebohongan nya