
Kebahagiaan yang di alami Erland hari ini membuat bibir nya selalu memperlihatkan senyuman nya terus ,dia akan selalu melindungi istri dan anak yang ada di kandungan ana dengan baik ,dalam benak nya dia sekaligus menjaga tiga orang yang dia sayangi ,lebih tepat nya dia sekarang harus melihat kondisi Dimas yang di ruang operasi .
"Sayang ?! tunggu di sini sebentar ya ,aku akan panggilkan perawat untuk menjaga mu ." ucap Erland berdiri dari duduk nya .
"Erland kau mau kemana ,"jawab ana menahan tangan Erland .
"Aku mau lihat kak Dimas sebentar ," ucap Erland dengan tersenyum .
"Aku ikut ,bahkan semenjak Dimas sadar aku belum pernah melihat nya ." ucap ana menahan tangan Erland .
"Ana ..?! kak Dimas lagi di ruang oprasi tidak baik jika kau kesana ,kenapa ? Apa kau ngotot ingin bertemu kakakku seperti di mana kau menganggap nya suami ." ucap Erland menatap ana .
"Eu ... enggak-enggak , bukan begitu .?! aku ...aku hanya ingin melihat kondisi nya saja ." ucap ana memalingkan wajah nya dari Erland .
"Hemmm .... ?! jadi ,tunggu sebentar oke ,? aku akan panggilkan perawat ke sini untuk menemani mu ." ucap Erland yang dengan mengusap kepala nya dengan lembut yang di angguki ana .
Kini Erland berjalan ke arah luar dan memanggilkan perawat untuk menjaga ana ,tak butuh waktu lama Erland pun membawa perawat untuk menjaga istri nya itu .
"Aku ke ruang kakakku dulu ya .." ucap Erland mencium kening ana .
"Tolong jaga istriku jika ada apa-apa langsung hubungi saya ." ucap Erland yang di angguki perawat tersebut .
Kini Erland berjalan melangkah meninggalkan ana ke luar dan menulusuri jalan yang akan menuju ke ruang oprasi ,selang beberapa menit melangkah Erland melihat dokter wil yang berjalan tepat ke arah nya ,dokter wil pun melihat Erland yang tengah berjalan menuju arah nya .
"Tuan Erland ." sapa dokter wil.
"Hemmm ... gimana dengan kakakku ?! aku akan kesana sekarang ,tidak mungkin belum selesai kan melakukan operasi dengan ke empat dokter ." ucap Erland berjalan melewati dokter wil .
Dokter Wilson mengerutkan kening nya ,kenapa Erland berkata demikian ,dokter Wilson terkejut apa Erland belum tahu apa yang sebenarnya terjadi .
"Tuan Erland ,bisakah anda ikut ke ruangan saya , ada yang ingin saya bicarakan tentang tuan Dimas ." ucap dokter wil menahan langkah nya Erland .
Erland berhenti dari langkah nya dan melihat ke arah dokter Wilson ,kini dia pun menganggukkan kepalanya untuk mengikuti dokter wil .
Kini mereka pun tengah berada di ruang dokter Wilson .
"Katakan ,apa kakakku .
"Tuan Erland maaf saya lancang untuk memotong ucapan anda , sebenarnya tuan dimas..
"Ada apa dengan kakakku ,apa dokter ke empat itu gagal melakukan oprasi kakakku." jawab Erland memotong ucapan dokter wil.
"Bukan tuan .?! Apakah tuan Roy tidak mengatakan nya pada anda tentang tuan Dimas ." ucap dokter wil .
"Katakan yang jelas ,tak perlu membawa Roy ?! aku ingin tahu kejelasan ,gimana keadaaan kakakku ." ucap Erland dengan menahan amarah nya .
"Tuan Stevan membawa tuan dimas ke Amerika ,pasca akan melakukan oprasi ," ucap dokter wil
Erland terkejut dengan perkataan dokter wil dengan apa yang barusan dokter itu ucapkan .
"Kenapa kalian tidak memberi tahu ku terlebih dahulu hah ,aku adalah adik dari pasien ,kenapa hal seperti itu tidak menghubungi ku ." ucap Erland dengan amarah nya .
"Tuan Erland tolong dengarkan penjelasan saya terlebih dahulu .?! tuan Roy semalam sempat menelpon anda tentang oprasi tuan Dimas ,dan dimana tuan Roy akan menjelaskan nya anda mematikan telpon dari tuan Roy ,bahkan tuan Dimas sendiri pun tidak tahu dengan dirinya yang di bawa oleh tuan Stevan dengan tak sadarkan diri karna obat bius yang dokter lakukan ." ucap dokter wil menjelaskan .
Erland mengeraskan rahang nya dengan menahan amarah ,bahkan dirinya tidak tahu semua ini ,jika waktu malam itu dia tidak mematikan telpon dari roy ,mungkin dia akan tahu dimana Steven membawa Dimas.
"Stevan ,kau membawa kakakku tanpa sepengetahuan ku ."
"Ahh iya tuan ,tuan Steven membuat kan Vidio terlebih dahulu sebelum memulai keberangkatan nya ke amerika ,dan Vidio itu berada di tuan Roy ." ucap Wil kembali.
Erland tidak menjawab pertanyaan dokter wil ,dia berbalik dan kembali berjalan ke arah di mana ana berada ,dia tahu Steven adalah teman dirinya dan juga kakak nya ,dengan begitu dia juga bisa tenang jika kakak nya berada di tangan sahabat nya itu .
"Stevan sialan ,?! kau Minggu lalu membawa istriku ,?! sekarang kau membawa kakakku ."
Kini Erland melangkah untuk kembali dimana ana berada ,tak butuh waktu lama Erland kini sampai dimana ana berada ,Erland masuk melihat ke arah ana dengan tersenyum manis .
"Apa kakak mu baik-baik saja ," ucap ana yang di angguki Erland .
"Erland aku ingin pulang , aku gak enak lama-lama diam di rumah sakit ." rengek ana pada Erland .
Erland tersenyum dan mengangguk kan kepalanya tanpa menjawab rengekan ana ,kini dia melihat ke perawat yang telah menjaga ana tadi .
"Terima kasih ." ucap Erland dingin yang di angguki perawat .
__ADS_1
Ana yang melihat Erland berubah ekpresi menjadi heran dan melihat ke arah pria itu ,kini Erland menggendong ana dari brankas tersebut .
"Erlan....
"Jangan menolak ,?! aku hanya tidak ingin dirimu lelah ,?! dan aku sangat takut kau kelelahan ." ucap Erland dengan menatap ana sendu .
Kini Erland keluar dan membawa ana , lagi-lagi ana harus bersembunyi di dada bidang pria itu karna sudah membuat nya malu .
"Pria ini so berkuasa ,? selalu saja membuat ku malu di depan orang ,?! ya...ya... aku tahu ini daerah wilayah mu ,tapi tidak begini juga Erland ,"
Kini mereka tengah sampai di parkiran rumah sakit itu .
"Erland cukup ,turunkan aku di sini ." ucap ana yang di angguki Erland .
"Hemmm .... masuklah ." ucap Erland yang menekan tombol di kunci mobil itu .
Ana pun masuk dan tersenyum ke arah Erland ,Erland hanya membalas kembali tersenyum tanpa berbicara,, dalam pikiran Erland, dia memikirkan Dimas yang tengah di bawa oleh sahabat nya itu, ana yang melihat Erland sedikit murung memegang tangan nya .
"Ada apa ,semua nya baik-baik saja kan ." ucap ana pada Erland .
"Gapapa sayang ,semua nya baik kok ." ucap Erland tersenyum .
Kini mereka berdua tidak berkata-kata lagi dan serius ke arah jalan dengan Erland kembali menggenggam tangan ana dengan mencium nya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di luar gerbang mansion Anggara ,ada sebuah taxi yang tengah berhenti dan keluar dari pintu mobil taxi itu ,seorang wanita paruh baya yang sudah berumur tapi masih seger dan terlihat cantik kini tengah melangkah menghampiri pintu itu .
Pintu penjaga gerbang terkejut ,siapa yang telah datang itu ,wanita paruh baya itu mengerutkan kening nya melihat pak jarwo yang hanya mematung tanpa membuka pintu gerbang tersebut .
"Pak jarwo,?! apa pak Jarwo tidak akan membuka pintu untuk saya ,kenapa hanya melihat seperti itu ,saya ini bukan hantu ." ucap wanita paruh baya itu .
Pak Jarwo yang kaget dengan ucapan wanita paruh baya itu pun melangkah untuk membuka gerbang tersebut dan membantu membawakan koper milik nya .
"Nyonya besar ,?! selamat datang kembali." ucap pak Jarwo dengan membungkuk kan kepalanya .
"Hemm ... tolong bawakan koperku langsung ke dalam ." ucap wanita itu dengan di angguki pak Jarwo.
Wanita paruh baya itu memberhentikan langkah nya dan melihat halaman mansion dan melihat bangunan tinggi itu .
Kini dirinya pun melanjutkan langkah nya sampai dimana dia menekan tombol bel itu , tak butuh waktu lama pintu pun di buka oleh kepala pelayan yang tak lain adalah bi Ani , bi Ani terkejut dengan kedatangan nyonya besar nya itu yang kini telah kembali .
"Nyo_nyonya besar. " ucap bi Ani dengan kaget .
Wanita itu tersenyum melihat kekagetan bi Ani yang melihat nya ,kini bi Ani pun membantu membawakan tas yang ada di tangan wanita paruh baya itu dan menuntun nya masuk ,para pelayan membungkukkan kepala nya setelah kedatangan wanita itu .
Wanita paruh baya itu melihat ke kiri kanan ,dia hanya melihat para pelayan ,kini pandangan nya tertuju pada Roy yang tengah keluar dari salah satu ruangan kerja, Roy yang melihat kedatangan nyonya besar nya itu terlonjak kaget ,kini dia menghampiri wanita paruh baya itu dengan membungkukkan kepalanya .
"Nyo_nyonya ..?! selamat datang kembali ." ucap Roy dengan gelagapan .
Wanita paruh baya itu tidak menjawab pertanyaan Roy , kini pandangan nya ke arah bi Ani dan beralih lagi ke arah Roy .
"Kenapa kalian terkejut dengan kedatangan ku ,?! dimana cucu-cucu ku , " ucap wanita itu yang kini telah berjalan ke arah kursi .
Bi Ani menyuruh Salah satu pelayan,untuk membuatkan teh dan langsung berlari untuk membuat kan nya segera.
"Kenapa kalian memblokir nomor ku semua nya , ?! dan nomor telepon keluarga Anggara pun di ganti ,ahh apa ini kerjaan bocah itu ." ucap wanita paruh baya itu yang di maksud kan dengan Erland .
"Katakan yang sejujur nya padaku Roy ,apa yang sebenar nya telah terjadi ." ucap nya dengan santai dan melihat ke arah Roy .
Roy terkejut dengan perkataan nyonya besar nya itu ,dia tidak tahu harus menjawab apa .
"Kenapa diam Roy ,kau adalah kepercayaan keluarga Anggara ,kalian pikir saya tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada cucu ku ." ucap nya kembali mendesak Roy .
"Katakan ,siapa yang melakukan hal sekeji itu pada dimas." desak wanita itu pada Roy .
Roy lagi-lagi bungkam dan tak menjawab nya ,begitu pula dengan bi Ani , Roy tengah berpikir , apa dirinya harus mengatakan semuanya tentang kejadian yang sebenarnya .
"Nyonya besar tahu dari mana ,?! bahkan semua berita kan .....
"Roy ... ?! kenapa kau diam ,kataka....
"Omah.."Ucap Erland yang memotong perkataan omah nya itu yang kini tengah di ambang pintu
__ADS_1
Wanita paruh baya itu berdiri dari duduk nya dan melihat ke arah asal suara .
"Erland ?!.. ohh cucuku yang tampan ,omah merindukan mu ." ucap nya dengan menghampiri Erland yang akan memeluk nya .
Di saat dirinya akan memeluk , tiba-tiba dia melihat sosok wanita di belakang Erland tengah berjalan yang tak lain adalah ana ,kini dirinya melihat ana itu dari bawah hingga atas, kini pandangan nya kembali ke arah Erland untuk meminta penjelasan .
"Erland , siapa gadis yang ada di belakang mu ." ucap nya pada Erland .
"Ah omah , perkenalkan dia adalah Anatasya istriku ." ucap nya menarik pundak ana .
"Sayang ,kenalkan ini omahku ...?! aku belum sempat menceritakan nya padamu ." ucap nya dengan tersenyum .
"A_apaa.... i_i_istri ?!" ucap nya terbata dan tak sadarkan diri ,dengan sigap Erland menahan omah nya itu .
Ana yang baru aja akan merentangkan tangan nya ,melihat wanita paruh baya itu kaget membuat ana juga ikut kaget karna melihat wanita paruh baya itu tak sadarkan diri .
"Aku tidak tahu ,bahwa omah nya Erland masih ada .?! dan barusan dia begitu terkejut saat Erland mengatakan istri nya ,?! apa omah tidak menyukai ku ."
Erland membopong omah nya ke arah kamar yang tak jauh dengan kamar tamu yang dia pakai di samping nya, ana yang melihat Erland masuk ke salah satu kamar mengikuti nya .
"Roy panggilkan dokter Leon sekarang juga ," ucap Leon meneriaki Roy .
"E_erland tidak perlu ,omah tidak apa-apa, hiks...hiks...hiks..." ucap omah nya yang tiba-tiba sadar dan menangis .
Erland melihat omah nya menangis mengerutkan kening nya ,tapi tidak dengan ana dia menundukan kepalanya dan sedikit mundur ke arah belakang ,dia merasa tidak enak dengan situasi saat ini .
"Omah ,?! kenapa kau nangi..
"Kalian semua jahat ,hiks ...hiks ... kenapa kalian tidak memberi tahu omah dengan kejadian nya Dimas ,?! bahkan kau menikah pun tidak memberi tahu omah ," ucap nya dengan menghapus air mata nya .
"Erland apa kau menganggap omah ini sudah mati ,dasar cucu laknat kau.." ucap nya dengan geram .
"Omah aku menikah karn...
"Ehh ngomong-ngomong di mana istri cantik mu ,dia pasti kaget dengan suara omah tadi ,omah harus minta maaf pada istri mu ." ucap nya turun dari ranjang .
"Omah ... omah jangan turun ,?! biar aku yang akan membawa istriku ke sini ." ucap Erland menahan tangan omah nya ..
"Baiklah ,?! segeralah bawa istrimu padaku ," ucap nya tersenyum .
Kini Erland berjalan meninggalkan omah nya dengan bi Ani, Erland berjalan ke arah tangga untuk mencari ana ,di saat dia membuka pintu kamar tersebut dia tidak melihat ana kaki nya melangkah ke kamar mandi dan ke balkon pun tak menemukan nya ,kini Erland kembali ke arah bawah ke kamar tamu ,tapi lagi-lagi tidak menemukan nya .
Pria yang saat ini tengah panik mencari istri nya itu berlari ke arah kolam renang , lagi-lagi tidak menemukan nya ,kini dia bertanya kepada pelayan untuk menanyakan ana .
"Di mana nyonya , apa kalian melihat nya ." ucap Erland dengan watir nya .
"Oh nyonya sedang di taman belakang tuan ," ucap nya dengan membungkukkan kepalanya .
Kini Erland melangkah ke arah taman belakang ,dia melihat ana yang tengah duduk di kursi itu sendiri ,Erland tersenyum dan menghampiri nya dari belakang .
"Sayang kau hampir membuat jantung ku copot , karna takut kau pergi dari ku .. " ucap nya yang kini telah memeluk ana dari belakang dengan membungkukkan tubuh nya .
Di saat Erland akan mencium pipi ana , Erland melihat wanita itu tengah menangis ,kini dirinya melangkah ke hadapan ana dengan menghapus air mata nya .
"Sayang ... kenapa kau menangis ,apa ada yang sakit ,katakan padaku ,dimana yang sakit ,di sini ..di sini apa disini ." ucap nya yang telah menelusuri tubuh ana .
Ana tidak menjawab pertanyaan suami nya itu ,ana melihat ke wajah suami nya itu penuh dengan kekhawatiran .
"Erland aku tidak apa-apa ," ucap nya dengan menahan tangan Erland.
"Sayang kau jangan bohong ,kataka
"Aku sedih ,?! kaya nya omah tidak suka padaku ,bahkan tadi dia begitu kaget di saat kau bilang aku istrimu ." ucap ana menundukan kepala nya .
"Sayang apa kau menangis karna memikirkan itu , ?! omah bukan tidak suka, dia hanya kaget saat aku bilang kau istriku ,karna pernikahan kita memang tidak ada yang tahu .?! jangan menangis lagi ,aku sakit saat melihat air mata ini jatuh di pipi mu ." ucap Erland dengan menghapus air mata ana .
"Ayo ikut aku , omah ingin bertemu dengan mu ." ucap Erland yang kini berdiri mengulurkan tangan nya..
"Tapi ...
"Sayang ,,?! jangan takut ada aku di sini..." ucap Erland yang kini menggenggam tangan ana .
Ana tersenyum dan mengangguk kan kepalanya .
__ADS_1
"Orang yang yang selama ini aku cintai benar-benar ada di depan ku , tiba-tiba aku sadar tak perduli kapanpun ,kau selalu ada di samping ku ,dulu kau menyeret tangan ku dengan kasar ,sekarang kau menggenggam tangan ku dengan lembut , dan rasa nya aku tidak ingin melepaskan nya ."
Kini Erland dan ana tengah melangkah ke arah dimana mereka harus menemui wanita paruh baya itu , di saat mereka melangkah Erland tengah melihat omah nya tengah tertawa dengan salah satu pelayan ,omah yang melihat Erland berjalan langsung terhenti dari ketawa nya karna melihat Erland dengan menggandeng tangan ana .