
Ana kembali ke kamar nya ,dengan memikirkan kehidupan nya sekarang ,sudah bersuami rasa nya tidak punya suami .
"Aku sama saja hidup single, tanpa ada suami ,wahh empuk sekali tempat tidur nya ." ucap ana sambil menguap.
Tiba-tiba dia di kaget kan dengan kehadiran seseorang ..
"Aaaaaaaaaaa"
Ana berteriak melihat seseorang yang masuk dalam kamar nya , dia terkejut siapa yang datang menghampiri nya itu,
apa itu suami nya , kenapa semenakut kan itu suami nya .
"Apa kau takut dengan ku ." ucap nya sambil maju mengahmpiri ana.
"Ini suami ku ." batin ana sambil mundur melangkah ke belakang
Semakin ana mundur ,semakin mendekat Erland mendekati ana..
"Ana mendekat lah ,kau tak perlu takut padaku ." ucap Erland mendekati ana..
" Jangan sentuh aku ,aku mohon jangan sentuh A_aku tuan ," ucap ana berteriak menangis.
"Ana ini adalah malam pertama pengantin kita apa kau tidak ingin memuaskan ku untuk malam ini , kau tak perlu takut padaku , jika kau takut aku akan mematikan lampu itu ." ucap Erland mendekati ana melangkah ke depan.
Ana saat ini bergemetar , bukan takut terhadap suami nya ,tapi dia takut apa yang akan di lakukan suami nya .
__ADS_1
"Ayo ana ,kita pergi ke kasur kau jangan mundur ke arah tembok itu ,jika kau mundur ke situ kau akan ke tangkap oleh ku." ucap Erland yang mengulurkan tangan nya ke pundak ana.
Ana kaget ,kedua tangan nya di pegang pria yang sudah menjadi suami nya itu ., dengan gemeteran dia berteriak di depan suami nya .
" Dimas , kumohon berhenti lah , jangan menyentuh ku ."
"Aku akan menjaga mu dengan baik , tapi sekarang aku sangat ketakutan ,ku mohon jangan sentuh aku , " ucap ana gemeteran , dengan tangisan nya.
Erland terkejut di saat dia mendengar dari mulut ana , dia di panggil oleh gadis itu Dimas nama kakak nya sendiri , ya emang dia sekarang sedang menyamar menjadi Dimas, untuk menakuti istri nya itu.
Setelah itu ana berbalik dan berlari menuju pintu keluar ,dengan tangisan nya dia bener-bener Ketakutan malam ini ,
Di saat ana sudah keluar , dia membuka kulit palsu itu di seluruh tubuh nya termasuk muka nya .
"Dia benar-benar takut padaku cuman hanya dengan kulit palsu ini ,apa kau akan lebih takut lagi jika kau menikah dengan kakak ku ." ucap Erland keluar dari kamar
Ana benar-benar terperangkap dalam hal yang dia alami , mau gimana pun pria itu adalah suami nya , saat ini dia mengingat perkataan paman nya ,dengan sebuah perjanjian kontrak kerja sama dengan perusahaan Anggara .
" Paman hiks ...hikss..."
"A_ku belum siap , aku malam ini sungguh takut , maaf kan aku paman.." ucap ana dengan berlari dari dari tangga luas itu ,entah dia harus lari kemana lagi ,
Ana masih menuruni anak tangga yang ada di rumah itu , tangga itu benar-benar panjang ..
Di saat ana sudah menuju kebawah dia menabrak bi Ani
__ADS_1
"Nona kau kenapa ,kenapa berlari di tengah malam dan menangis."
" Bi Ani saya takut bi, saya takut dengan tuan Dimas Bi..."
Bi Ani terkejut dalam situasi seperti itu tuan Dimas tidaklah bisa bergerak untuk bisa berjalan apalagi untuk keluar , Bi Ani melihat ke arah lantai dua , Di mana di atas ada tuan Erland yang berdiri dia atas sana .
"Itu tuan Erland yang menyamar seperti tuan Dimas untuk menakuti nona ana, bahkan tuan Erland pun melarang kami untuk tidak memberi tahu nya , ya tuhan tuan Erland , kenapa kau menakuti istri mu sendiri dengan menangis seperti ini ." batin bi Ani yang menenangkan ana.
"Nona ana , nona tidak perlu takut disini sudah ada saya,
"Nona kenapa menangis, apa tuan muda memperlakukan Anda tidak baik." ..
"Bu_bukan seperti itu ana , aku belum siap untuk lebih dekat dengan suami ku ."
" Bi Ani , boleh kan aku tidur dengan mu malam ini, aku mohon ." ucap ana dengan tangis nya.
"Tapi nona ,tuan muda adalah suami nona , dan ini malam pertama nona dengan tuan muda ."
"Aku tidak perduli ana, aku mohon ijinkan aku tidur dengan mu malam ini , aku benar-benar tidak ingin bertemu dulu dengan suami ku ."
Bi ani melihat ke arah atas , di mana Erland masih berdiri melihat dirinya dan juga nona muda nya..
Erland hanya memberikan anggukan yang berarti mengijinkan ana tidur dengan bi Ani ..
" Baiklah nona, anda boleh tidur dengan saya , tapi untuk kali ini saja." ucap bi Ani yang di angguki ana.
__ADS_1
Kini ana memilih tidur dengan bi Ani ,tidak terasa dia menangis karna ketakutan oleh suami nya , dia membaringkan badan nya di tempat tidur bi Ani, dan akhir nya ana pun tertidur pulas.