Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
Kebahagiaan Erland .


__ADS_3

Erland dan ana sama-sama mengerang panjang ,di mana kini Erland telah mengeluarkan cairan ke rahim ana ,selang beberapa menit Erland menyalakan air nya kembali .


Mereka beristirahat sebentar dan Erland akan memulainya lagi dengan menggendong ana ke bathtub ,Erland pun akan memulai kembali dengan adegan panas nya ,di saat Erland akan memulai tangan ana menahan tubuh Erland.


"Erland cukup ,?! kita dari tadi di kamar mandi ." ucap ana menahan tubuh Erland.


"Satu kali lagi ,aku janji " ucap nya lirih


"Enggak ... ini udah siang ,nanti gimana jika orang lain mengetuk pintu kamar ini." ujar ana mendorong tubuh Erland.


"Sekali lagi .. aku janji ..." ucap Erland dengan tangan yang menyalakan air ke bathtub.


Ana hanya menganggukkan kepalanya dengan pasrah ,dengan begitu dia juga tidak bisa menolak karna dia pun menikmati sentuhan lembut Erland , di saat Erland akan melakukan nya ,Erland mengingat bahwa ana tengah hamil dan akan membawa nya pergi cek kandungan, jika dia melakukan nya lagi dia takut akan membuat ana kelelahan ,dan kini Erland pun mengurungkan melakukan nya .


"Kenapa." ucap ana melihat Erland yang kini tengah berdiri .


"Gapapa, kita mandi sekarang ya ?! kau benar kita dari tadi di kamar mandi ,dan aku juga lupa ,aku mau membawa mu keluar ." ucap Erland menggendong ana .


"Erland ,apa lagi yang kau lakukan ?! turunkan aku ." ucap ana yang memberontak .


"Diam .. aku akan memandikan mu ." jawab Erland menurunkan ana di bathtub


"Hahh ....?! Erland cukup aku bisa sendiri ," ucap ana menahan tangan Erland .


"Ana .." ucap Erland menatap ana dingin dan menuangkan shampo pada kepala ana .


Ana diam dan tak berbicara lagi ,kini dia menuruti saja apa yang di lakukan Erland ,tak butuh waktu lama kini ana tengah selesai mandi Erland berjalan mengambil kimono untuk menutupi tubuh istri nya itu .


"Bersiaplah dan dandan yang cantik untukku ,kemungkinan bi Ani sudah menyiapkan baju untuk mu ." ucap Erland mengikat tali kimono .


Ana melihat wajah erland ,perlakuan Erland pada nya hari ini seperti seseorang istri yang di manja ,kini ana berjinjit dan mencium pipi Erland dan berjalan cepat ke arah pintu meninggalkan Erland ,Erland tersenyum tipis dan kini dia pun akan melakukan ritual mandi nya .


Ana berjalan ke arah meja rias untuk mengeringkan rambut nya ,ana masih mengingat kejadian beberapa menit yang lalu di perlakukan oleh Erland dengan baik ,ana menyentuh dada nya yang kini berdetak sangat kencang , tak butuh waktu lama ana pun telah selesai mengeringkan rambut nya ,dia melihat dres yang ada di ranjang dari pantulan kaca , kini dia pun berjalan ke arah ranjang dan melihat nya .


"Lagi-lagi dia beli baju dengan yang baru , ,untuk apa kemarin lusa dirinya membelikan baju untukku sebanyak itu dan belum sempat di pakai juga ..."gumam ana menaruh kembali dres itu .


Ana melirik lemari putih tinggi dan besar itu ,dia bingung sendiri pakaian suami nya di lemari itu pun ada dan tertata rapi, ana menghembuskan napas nya panjang dan berjalan ke arah lemari untuk mengambil pakaian dalam nya untuk di pakai,setelah itu dia langsung kembali ke arah meja rias dan merias wajah nya terlebih dahulu sebelum memakai dres .


Tak butuh waktu lama ,kini ana memakai dres yang telah di siapkan bi Ani ,ana melihat dirinya di pantulan kaca dengan ternganga.


"Dres ini terlihat sederhana ,tapi indah jika sudah di coba ," ucap ana tersenyum sambil bercermin .


Kini ana menyisir rambut panjang nya dan di Cepol sedikit dengan terurai kan rambut panjang nya , ana tersenyum tipis di pantulan kaca ,ana menundukan kepalanya dan berpikir dia tidak bisa melakukan dandan secantik mungkin ,ana takut suatu hari nanti Erland akan bosan pada dirinya karna tidak bisa merawat diri .


Erland yang sedari tadi melihat ana kini menghampiri nya .


"Kenapa wajah nya di tekuk begitu ,hmm ...apa dres nya tidak nyaman ." ucap Erland menatap ana dari pantulan kaca .


Ana tidak menjawab pertanyaan erland ,dia hanya menggeleng kan kepala nya kau tersenyum ,Erland yang melihat istrinya tersenyum langsung mencium pucuk kepala ana dengan sedikit membongkok ,Erland kembali menatap ana dengan tersenyum ,namun dia tiba-tiba ingat sesuatu kejutan kecil untuk istri nya .


"Tunggu sebentar ya .." ucap Erland berlalu pergi meninggalkan ana .


Erland berjalan ke arah nakas dan membuka laci untuk mengambil kotak biru ,kini dia pun berjalan ke arah ana dan mengambil kalung itu untuk di pakai nya , ana terkejut saat melihat Erland di pantulan kaca memasangkan kalung di lehernya .


"I_ini ...." ucap ana langsung berdiri dan melihat Erland ke belakang.


"Iyaa ,,ini untuk mu ,?! kau sangat cantik sayang , aku memesan nya Minggu lalu dan kemarin baru aku ambil ,"ucap Erland mencium kening ana dan berjalan ke arah ranjang untuk mengambil setelan yang telah di siapkan ana .


"Tunggu aku di meja makan,?! sebelum berangkat kita sarapan dulu ." ucap Erland mengecup bibir ana dan berjalan meninggalkan ana di meja rias .


Ana tidak menjawab pertanyaan Erland dia melihat Erland yang berjalan ke arah ruang ganti ,kini mata nya melihat ke arah jari tangan manis nya yang terpasang cincin pernikahan .


"Pertama aku datang kesini , tiba-tiba aku di berikan cincin ini oleh Roy yang di suruh untuk memakai nya ,?! tapi sampai saat ini aku tidak melihat Erland memakai nya ."


Kini ana melihat kalung yang tengah dia pakai itu dari pantulan kaca ,ana menghela napas nya berat dan melangkah ke luar lalu melangkah ke arah dapur ,ana melihat makanan yang di meja telah tersaji ,ana melihat ke kiri kanan tidak melihat Sahara ,bi Ani yang melihat ana celingak-celinguk menghampiri nya .


"Nyonya apakah ada mencari sesuatu ." ucap bi Ani dari arah belakang .


"Ehh ...ah ..haha ... tidak .. aku hanya mencari Sahara ," ucap ana melihat kiri kanan kembali .


"Nona Sahara pergi ke luar sedari tadi bersama pak Urip nyonya ," ucap bi Ani yang di angguki ana .


"Apa dia tidak sarapan ."


Kini ana duduk di kursi meja makan itu dan memikirkan Sahara yang tengah berteriak tadi ,dan ana juga berpikir kemana Sahara pergi sepagi ini , di saat ana penuh dengan pikiran nya suara Erland dari arah pintu yang tengah memanggil Roy membuat nya melihat ke arah asal suara .

__ADS_1


"Roy ..kenapa kau pulang ?! lalu kak Dimas ." ucap Erland melihat ke arah Roy


"Saya di perintahkan kembali ke mansion untuk mem..."


"Sudah ..?! tak perlu di teruskan ..aku tahu itu , " ucap Erland yang memotong ucapan Roy .


"Tuan Erland ,saya pulang hanya untuk memberi tahukan pada anda bahwa tuan Dimas di bawa oleh tuan Stevan ke Amerika ."


Roy menghela napas nya berat ,belum sempat bicara Erland memotong nya ,kini Erland melangkah ke arah meja makan yang sudah di tunggu ana , ana yang melihat Erland berjalan ke arah nya membuat dirinya terpaku melihat Erland dengan setelan Jaz yang tadi dia siapkan dan melihat jam ke yang ada di tangan nya membuat pria itu semakin tampan ,ana menelan ludah nya dengan kasar dan memalingkan wajah nya kembali pura-pura tidak melihat Erland ,dan kini telah menyiapkan sarapan nya untuk Erland .


"Kau sengaja memalingkan wajah dariku ." bisik Erland yang membuat ana terlonjak kaget .


"Erland kau membuat ku kaget , ?! si_siapa yang memalingkan wajah dari mu ," ucap ana gelagapan .


"Kapan dia sampai ,kenapa langkah pria ini sungguh cepat sekali ."


Ana kini telah menyiapkan sarapan untuk Erland begitu juga dengan dirinya , di saat ana akan memakan nya dia kembali mual dan berlari ke arah dapur , Erland yang melihat ana berlari ke dapur mengikuti nya ,salah satu pelayan yang akan membantu memijat tengkuk ana mengurungkan niat nya di karna kan Erland mengikuti ana .


"Sayang ,?! apa itu sangat mengganggu mu , " ucap Erland memijat tengkuk ana dengan khawatir .


Ana menggelengkan kepala nya dan tersenyum ke arah Erland ,ana berbalik lagi dan merasakan mual di saat dia mencium bau masakan yang di masak pelayan .


Huek...


Huek...


Huek...


Erland yang melihat ana terus menerus mual membuat nya semakin khawatir , apalagi saat ini ana terlihat semakin pucat .


"Sayang maafkan aku ." ucap Erland lirih .


Ana melihat ke arah Erland dengan mengerutkan kening nya ,kenapa dirinya mesti minta maaf .


"Kenapa harus minta maaf ." ucap ana yang kini melihat Erland .


"karna aku yang membuat mu begini ." ucap Erland yang menghapus air yang tersisa di bibir ana .


Ana tidak menghiraukan perkataan Erland dia melepaskan tangan nya dan melihat ke arah pelayan .


"Ini saya sedang mendidihkan sup nyonya yang sudah saya siapkan untuk Nona Sahara ,karna nona Sahara tidak memakan nya ,saya bawa kesini untuk di hangatkan......"


"Kenapa harus di hangat kan ,kenapa tidak di buang. " ucap Erland melihat ke arah pelayan.


"Erland sudah ,?! jika di buang itu muba..."


Huek..


Huek..


Huek..


Lagi-lagi Erland mesti cemas melihat ana dengan saat ini yang istri nya itu rasakan .


"Bibi ...bisakah sup nya di matikan ,hidung saya mencium itu serasa tidak enak ." ucap nya dengan memijat pelipisnya dengan melangkah ke luar dari arah dapur.


Erland mengerutkan kening nya ,dan melihat ke arah pelayan dan menghampiri nya .


"Apa ada yang aneh dengan sup ini ,kau memberikan racikan apa pada sup ini ,sebelum nya juga begitu istriku ." ucap Erland melihat sup itu .


"Ahh ... tuan ... orang yang mengalami kehamilan trimester pertama memang seperti itu ,dengan sup ini tidak apa-apa,hanya hormon kehamilan bisa terjadi untuk sensitif dengan makanan ." ucap pelayan tersebut .


Erland menganggukkan kepalanya dan berjalan ke arah luar ,dirinya melihat ana yang di bantu jalan oleh bi Ani membuat nya khawatir ,kini dirinya mengikuti ana dan bi Ani ke ruang tamu .


"Erland... aku gak jadi ikut keluar bersamamu ,?! kepala ku sedi... Aaaaaaa erland kau mau membawa aku kemana ." ucap ana dengan kaget nya .


Lagi-lagi Erland menggendong ana tanpa berbicara ,ana memberontak untuk meminta di turunkan oleh Erland .


"Erland ,lepaskan aku ..?! kenapa kau selalu membuatku malu di depan orang lain"


"Diam Anatasya, jika kau terus saja memberontak kau bisa jatuh dari pangkuan ku ," ucap Erland melangkah keluar .


"E_erland bisakah kau turunkan aku , aku ...aku malu ,kau lihat mereka melihat kita , jika kau tidak menurunkan kan ku ,aku akan lompat ." ucap ana yang kini memberontak lagi .


"Anatasya, bisakah kau diam ," ucap Erland yang kini sampai dimana mobil nya berada .

__ADS_1


Erland menurunkan ana dan menatap nya dingin , Erland melihat wajah ana begitu pucat dan lemas membuat nya khawatir ,kini Erland membuka pintu mobil nya menyuruh ana untuk masuk .


"Ki_kita mau kemana ." ucap ana yang kini melihat pintu mobil itu terbuka .


Erland lagi-lagi menggendong ana untuk masuk ke dalam mobil ,dia tidak menghiraukan perkataan ana ,kini dirinya pun masuk dan menyalakan mobil nya meninggalkan halaman mansion .


"Erland aku mau di bawa kemana" ..


"Sayang ... aku akan membawa mu ke rumah sakit ,aku khawatir akan dirimu ." ucap Erland dengan khawatir nya .


Ana tidak menjawab jawaban suaminya itu ,dia memikirkan dirinya yang akhir-akhir ini berbeda .


"Semenjak kedatangan Sahara kemarin, aku sampai lupa untuk membeli testpack ,?! apa aku hamil .


Erland memegang tangan ana dan mencium nya ,ana melihat ke arah Erland kenapa pria yang ada di samping nya itu senyum-senyum sendiri .


"Erland kau kenapa ." ucap ana yang kini melihat ke arah Erland.


"Gapapa sayang ..?! aku bahagia aja." ucap Erland mencium kembali tangan ana .


Tak butuh waktu lama mereka sampai di rumah sakit Anggara , Erland membuka pintu mobil tersebut dan menggendong ana ,ana lagi-lagi terkejut saat Erland menggendong nya .


"Erland jangan lakukan itu ,ini di rumah sak...."


"Diam sayang ,?! jika kau memberontak aku akan mencium mu di depan banyak orang itu ." jawab Erland mengancam ana dengan senyum menyeringai .


Ana hanya bisa menyembunyikan kepala nya di dada bidang Erland ,para perawat dan dokter yang melihat nya membungkukkan kepala nya pada tuan muda kedua Anggara ,tak butuh waktu lama Erland sampai dimana ruangan dokter kandungan yang dia kenal itu berada ,kini dokter itu pun memeriksa ana dengan rinci


"Nyonya ,?! kapan anda terakhir menstruasi ." ucap dokter itu tersenyum.


Ana mengerutkan kening nya dan melihat ke arah Erland ,dokter itu pun tersenyum tanpa menunggu jawaban dari ana ,dokter menyuruh ana untuk berbaring di brankas.


"Mari nyonya ,?! kita lihat perkembangan janin Anda ." ucap dokter tersebut yang di ikuti ana .


"Berbaring lah sayang ." ucap Erland tersenyum .


Kini ana pun berbaring tanpa berbicara ,dia masih bingung dalam pikiran nya ,Ana terkejut saat Erland membawa nya ke dokter kandungan ,ana lebih terkejut lagi saat dokter itu memeriksa perut dirinya dengan transducer ,kini ana melihat ke arah Erland yang memegang tangan nya dengan tersenyum .


"A_apa aku hamil ,?! kenapa aku di bawa ke dokter kandungan ,?! dan kenapa Erland tersenyum ,apa dia tahu sesuatu ."


Dokter itu tersenyum melihatkan ke arah benda yang terpang-pang dan menunjukan nya ke arah Erland dan ana .


"Lihat nyonya ,perkembangan janin bayi anda ,bayi anda masih sebesar biji kacang dan kehamilan nya baru memasuki enam Minggu .." ucap dokter tersebut memperlihatkan nya pada ana .


Deg.....


Ana terkejut saat apa yang dia lihat ,apalagi pas dokter tesebut mengatakan tentang bayi ,pasal nya dirinya tadi tidaklah serius Karna dengan pikiran yang berkecamuk .


"A_aku hamil ," ucap ana melihat ke arah Erland .


Ana melihat Erland tersenyum dan mencium kening nya ,ana masih tidak mengerti kenapa dia bisa hamil ,dia mengingat dimana dirinya meminum pil itu .


"Apa pil itu tidak cocok ,?! tapi tak apa .. aku senang jika saat ini aku hamil ."


"Terima kasih sayang ,terima kasih ?! akhir nya yang aku inginkan terwujudkan ingin mempunyai anak dari mu ,kebahagiaan ini tidak akan pernah aku lupakan ." ucap Erland mencium ana tak terhenti .


"Kenapa kau menangis ," ucap ana memegang tangan Erland .


"Aku terlalu bahagia ,?!aku menangis karna aku merasa bersalah telah membuat mu harus bolak balik membuang makanan yang sudah kau makan ." ucap ana tersenyum bahagia campur aduk .


Dokter dan ana tersenyum saat melihat Erland ,kini dokter pun menjelaskan nya tentang kehamilan trimester pertama.


"Di trimester pertama memang seperti itu sebagian wanita mengalami morning sickness, dan gejala itu akan hilang di kehamilan trimester kedua, "


"Oh iya tuan ,kebiasaan orang hamil Suka mengidam yang aneh-aneh, jika istri anda ingin sesuatu maka wujudkan lah ,karna itu keinginan si cabang bayi ?! kalau begitu saya permisi dulu tuan "ucap dokter tersebut yang di angguki Erland .


"Apapun yang kau mau ,akan aku lakukan ." ucap Erland mencium kening ana .


Ana tidak menyangka dia akan hamil secepat ini ,dia melihat ke arah Erland yang tak henti nya mengucapkan terima kasih pada ana dengan mencium tangan nya


"Sebahagia itukah ,?! aku gak nyangka aku mengandung anak dari pria jahat seperti mu Erland ."


Di saat ana melihat tangan Erland ,dia terkejut saat melihat cincin yang berada di jari pria itu.


"Dia memakai nya ,"

__ADS_1


Ana pun tersenyum bahagia akhir dari pernikahan nya yang penuh dengan teka teki itu kini berakhir sudah ,pria yang dia anggap adik ipar nya itu adalah suami nya sendiri ,dan pria yang sangat ia cintai .


__ADS_2