Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
S2.Keinginan omah .


__ADS_3

Bryan mengajak Nabila di tempat makan biasa yang tak jauh dari taman ,kini dia melihat ke arah Nabila yang l tengah mengikuti nya dari belakang .


"Mau makan apa ?!,meski tempatnya sederhana ,di sini enak-enak kok makanannya ." ucap Bryan .


"Gak tahu ,aku belom pernah kesini ,dan gak tahu mau makan apa, ." jawab Nabila .


"Pria ini kan punya restoran dan menu makanan pun enak-enak ,kenapa dia tahu makanan di sini enak ."


"Kalau gitu biar aku yang pesan ,apa ada yang gak kamu suka ." tanya Bryan .


"Aku .. semuanya suka kok." jawab Nabila.


"Pak soto mie daging satu , dan hidangan makanan ringannya ." ucap Bryan.


Kini mereka pun duduk untuk menunggu pesanan yang di pesan Bryan ,Nabila melihat pria itu hanya memesan satu mangkuk saja , tak butuh waktu lama pesanan mereka pun sudah ada di depan mata .


"Makanlah ,ini makanan favorit ku ,ku rasa kamu juga pasti suka ," ucap Bryan .


"Tuan gak memesan maka...


"Aku sudah ,sebelum aku ke taman ." ucap Bryan bohong .


Nabila hanya mengangguk dan memakan soto satu mangkuk itu , Bryan melihat Nabila makan dengan tersenyum tipis ,tapi dirinya masih ingat kejadian beberapa menit yang lalu ,yang telah memeluk gadis itu ,Nabila yang melihat Bryan melamun membuatnya heran ,Kini dia mengambil naget dan menyodorkannya ke hadapan Bryan .


" apa kau mau ini ." ucap Nabila .


Bryan kaget saat Nabila memberikan naget tepat di bibirnya ,dengan senang hati dia memakan naget itu dari tangan Nabila .


"Lagi mikirin apa ?! " tanya Nabila .


"Enggak .. gak mikirin apa-apa " ucap nya yang kini mengunyah dengan tersenyum.


"Habis ini pulangkan ,aku antarkan pulang ya ." ucap Bryan .


"Enggak tuan , gak perlu ... aku mau ke rumah Dista ,ada yang ketinggalan di sana ,habis itu aku mau langsung ke bar ,aku bisa pesan gojek kok , lagian cuman sebentar ,mau ngambil barang aku ." jawab Dista


"Jepitan darimu ketinggalan di sana."


"Bisakah kamu tidak memanggilku tuan , aku serasa kamu tuh pelayan ku ." ucap Bryan .


"Dan aku akan mengantarkan mu ke rumah temanmu itu ,kasih tahu alamatnya saja padaku ." ucap Bryan kembali


"Gadis ceroboh, apa kamu benar-benar semangat kerja di bar. "


Nabila menelan makanan yang sudah dia kunyah dengan pelan ,dia melihat pria itu yang menatapnya ,Nabila merasa canggung pada pria itu yang kini tengah menatapnya .


"Eu... bahkan kau juga memanggil ku gadis cerobo....


"Itu adalah panggilan unik untukku ,kau tahu panggilan itu .. panggilan sayang dariku ." ucap Bryan keceplosan.


"Eu... maksud ku .. panggilan untuk mu ... yah .. itu _itu panggilan untuk gadis ceroboh seperti mu ." ucap Bryan kembali dengan gelagapan .


"Sial .. ini mulut kenapa mesti keseleo ."


"Emm ... ya udah .. eu ... kamu cepat habiskan makannya ,setelah itu aku akan mengantarkan mu ." ucap Bryan kembali untuk menghilangkan suasana canggung itu .


Nabila hanya mengangguk patuh ,dia tidak mengerti dengan ucapan Bryan yang beberapa detik pria itu ucapkan ,tapi Nabila juga tidak ingin salah paham dulu ,mungkin perkataan itu hanya keluar begitu saja dari mulut pria itu .


Beberapa menit kemudian, setelah menghabiskan makanan itu mereka pun pergi dari restoran kecil itu ,Bryan terasa canggung saat ini ,dia tidak tahu harus gimana ,begitu juga dengan Nabila .


"Kita langsung ke rumah teman kamu itu dulu kan ,eum ...kalau gitu ayo ." ucap Bryan yang kini melangkah ke arah mobilnya.


Kini mereka pun pergi meninggalkan tempat itu ,di dalam mobil hanya ada keheningan dan hanya suara deruman mobil yang bersuara , perjalanan baru lima menit tiba-tiba Bryan menghentikan mobilnya , dan melihat ke arah Nabila ,bryan menghela napasnya ,gadis yang ada di sampingnya itu benar-benar ceroboh ,bahkan untuk memasang sabuk pengaman pun tidak Nabila kenakan .


"Tuan ... Anda mau apa." ucap Nabila yang kini memejamkan matanya .


Bryan mengerutkan keningnya ,kenapa gadis itu selalu berfikiran mesum ,kini dia tersenyum tipis dan menghembuskan napasnya.


klik ..


"Kenapa otak mu selalu mesum gadis ceroboh , aku hanya memasang safety belt " ucap Bryan menjitak jidat Nabila .


"Akhh ...


"Apa aku terlalu keras .." ucap Bryan menatap Nabila .


"Tidak ..tidak ..." ucap Nabila memalingkan wajahnya yang kini tengah merah merona .

__ADS_1


Bryan yang melihat wajah Nabila merah merona tersenyum tipis dengan menyalakan mobilnya kembali .


"Lucu sekali ."


"Nabila ... aku akan menunggumu mengatakan cinta padaku , aku tahu kau mencintaiku ,"


Bryan mengingat perkataan Erland satu bulan lalu ,bahwa gadis yang di sampingnya itu mencintainya , di saat Bryan mengingat itu ,dia tersenyum senang dan terus menampilkan senyumannya ,Bryan ingin tahu langsung dari bibir gadis itu untuk mengetahui nya langsung dari ucapan Nabila secara di hadapannya , sekarang dia tinggal menunggu ucapan itu terlontar dari bibir Nabila .


Nabila yang melihat Bryan senyum-senyum membuatnya heran , Nabila menggigit bibir bawah nya ,hembusan nafas pria itu masih tercium parfum mint yang di pakai pria itu , Nabila benar-benar tidak bisa mengendalikan jantungnya yang kini berdegup sangat hebat .


Tak butuh waktu lama mobil yang mereka kenakan kini sampai di pintu gerbang halaman rumah Abraham ,tepatnya di rumah Dista .


"Terima kasih untuk hari ini ." ucap Nabila .


"Hu'um ,,kau punya nomor ku kan ,?! aku pernah nelpon ke nomormu ,kalau pria tadi macam-macam lagi ataupun dia menemui kamu lagi ,hubungi aku aja ,aku pasti ada kok ."ucap Bryan tersenyum .


Deg ....


Nabila terkejut dengan perkataan pria itu ,Nabila berfikir tentang pria yang barusan mengatakan lontaran dari mulutnya , semenjak mengatakan cinta padanya ,pria itu terlihat hangat .


"Meski dia terkadang cuek dan dingin ,tapi dia memberikan perhatian padaku dengan kehangatan ."


"Ee... sampai jumpa ." ucap Nabila turun dari mobil dengan di angguki Bryan .


Nabila menyentuh dada nya yang bergemuruh ,saat ini wajahnya pun terasa panas dan merona ,saat melihat pria itu tersenyum manis ,Nabila pun tengah masuk ke dalam halaman rumah Dista ,Bryan pun sama dia sudah pergi saat Nabila sudah masuk ke halaman rumah itu ,Nabila menyentuh dadanya dengan menggepal


"Aku pura-pura kalem dari tadi ,aku tahu dia pasti cuman hanya menghiburku ,pelukan itu pasti hanya menenangkan ku."


Di saat Nabila sampai pintu ,seseorang tengah menunggu nya dengan ekspresi lemes dan memperhatikan Nabila .


"Di_dista ..kamu kenapa ." ucap Nabila .


"Kamu yang kenapa ,gemetaran gitu ."jawab Dista .


"Kamu yang kenapa Dista bukan aku ,kamu kenapa lemes begitu ." ucap Nabila .


Dista tidak menjawab sahabatnya itu ,karna saat ini dia tidak baik-baik saja ,pikirannya memikirkan kesepakatan pacar kontrak.


"Aku gak mungkin bilang sama Nabila ,aduhh gimana ini.. besok aku udah mulai ikut pria tembok itu."


"Dista .." panggil Nabila.


"Kamu ni kenapa sih ,,, aku mau ambil barang ak..


"Barang ini ," jawab Dista


"Sangat betul !! sini .. habis ini aku mau pergi ke bar ..."


"Ee... ee.... Nabila semenjak kapan kau suka jepitan mungil ini ,bukan kah kau tidak suka hal beginian , " jawab Dista .


"Bahkan cuman hanya jepitan saja kau langsung otw meluncur kesini." ucap Dista kembali .


"Dista cepat sini kembalikan padaku ,aku mau berangkat ke bar langsung .." jawab Nabila .


"Jawab dulu ...


"Gak penting ...sini ." rebut Nabila mengambil jepitan itu ..


"Nabilaaaaa.... kamu gak biasanya suka aksesoris loh .... ye...ye ... jangan bilang itu di kasih cowok ... ayo ceritakan padaku , cowok mana ... eumm ... gak mungkin si tuan beku itu kan .. secara dia ....oh jangan bilang dari kak bier .." ucap Dista memastikan .


"Diam !!!!!


"Ehh ... nabilaaa...." rengek dista .


"Oke ... aku ceritakan ni ya..." jawab Nabila .


Nabila pun akhirnya menceritakan tentang apa yang ingin di ketahui dista ,kini mereka duduk di kursi luar ,Dista yang tadinya lagi melow seketika girang .


"Apa ?! jadi dua-duanya nembak , gila ... kamu dapat durian runtuh , tampan -tampan lagi ," jawab Dista .


"Terus kenapa kamu gak menjawab cinta si beku itu ." jawab Dista lagi .


"Aku ....


"Sudahlah ,,, aku tahu jawabannya ,kamu pasti milih si beku itu ,,,, ahh Nabila .. tapi aku setuju jika kamu bersama si beku itu ." ujar Dista .


"Sudahlah , aku mau pergi dulu ke bar ,aku mau berhenti di bar itu .." ucap Nabila .

__ADS_1


"Bagus lah .." jawab Dista memeluk Nabila .


Kini Nabila pun pergi dari rumah Dista


,Dista yang melihat Nabila melangkah hanya termenung ,seketika dia mengingat untuk hari esok yang akan menjadi pacar kontrak tuan muda Anggara .


.


.


.


.


Di Mansion Anggara .


Dimas kini tengah tertawa dengan keponakannya ,tepatnya sedang bermain-main dengan bayi 4 bulan itu , sedang asiknya bermain , tiba-tiba Erland datang dan mengambil Kenzie dari tangan kakaknya .


"Kenzie ... sini sama Daddy dulu , ?! kak ... omah memanggilmu ." ucap Erland .


"Hemm ... tidak akan jauh ,omah pasti menyuruh ku untuk membawa seorang gadis ." jawab Dimas .


"Apa kau sudah menemukannya ." ucap Erland .


"Ak...


"Sayang !! bawa Kenzie kesini ... aku mau tiduri dia .," panggil ana yang berada di dapur yang tengah membuat susu .


Erland pun berjalan membawa Kenzie ke arah sang mommy ,Dimas yang melihat Erland berjalan mengingat akan dirinya yang memaksa menikahi Erland dengan ana .


"Dia sekarang bahagia bersama keluarga kecilnya ."


Dimas tersenyum dan melangkah ke arah kamar sang omah , dia melihat sang omah di periksa oleh dokter Leon.


"Semuanya sekarang sudah normal ,anda hanya butuh istirahat saja nyonya ,anda memiliki perubahan , jika anda merasakan hati yang senang ,mungkin seluruh penyakit akan hilang ." ujar dokter Leon.


"Tapi dokter ,saya masih merasakan sakit tenggorokan ,emm terus dada saya sakit dan kadang sesak nafas ." ucap omah lemas.


Dokter Leon melihat ke arah wanita paruh baya itu , dia tidak tahu harus kasih alasan apalagi untuk menarik Dimas agar percaya dengan kondisi omahnya itu .


"Seperti yang saya katakan nyonya ,jika anda merasakan hati yang senang ,anda pasti akan sembuh dari saki ...


"Omah ... istirahatlah ,ini sudah malam waktunya istirahat ,dokter Leon ,terima kasih udah merawatnya beberapa hari ini ," ucap Dimas yang di angguki dokter .


Dokter Leon pun undur diri untuk pamit , Dimas melihat sang omah yang kini tengah berbaring ,dia mengingat keinginan sang omah agar dirinya membawa gadis ke hadapannya .


"Besok aku akan membawa gadis itu "


"Dimas ... apa kau sudah menemukan gadis baik yang akan di kenalkan omah ." ucap sang omah .


"Apa kamu sudah lupa dengan keinginan omah ." ucapnya lagi .


"Omah jangan berfikir itu dulu , istirahatlah , bi Ani ayo tinggalkan nyonya ,kau juga butuh istirahat ," jawab Dimas berlalu pergi tanpa memperdulikan jawaban omah nya itu .


"Cucu sialan .... awas saja jika kau tidak menempati janji mu ." decak wanita paruh baya itu .


"Si Kaisam tua Bangka itu sialan ,bahkan cucunya yang mau di jodohkan dengan Dimas sudah memiliki pacar , !! gak bisa di biarin Dimas gak boleh menjadi jomblo karatan terus ."


"Aiya .... sampai kapan aku berpura-pura lagi ,jika sampai Dimas bel mendapatkan pendamping aku akan terus begini , agar anak sialan itu segera cepat membawa gadis ke hadapan ku .." gumam omah .


Satu Minggu wanita paruh baya itu menunggu Dimas untuk membawa gadis kepadanya ,tapi Dimas belum juga membawanya ,


Wanita paruh baya itu mengingat perkataan bryan bahwa ada gadis yang dekat dengan Dimas ,tapi Bryan pun belum tahu ada hubungan pekerjaan apa dengan gadis itu ,dia tidak tahu gadis mana yang di maksud Bryan ,hanya saja Bryan tidak menjelaskan apa-apa lagi tentang gadis itu .


Kini dirinya menelpon Bryan ,untuk memberi informasi cctv di kantor untuk mengetahui setiap gerak-gerik Dimas dengan gadis itu .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dimas kini tengah mengirimkan pesan pada Bryan untuk mempersiapkan surat kontrak yang dia rencanakan untuk di tanda tangani oleh gadis yang akan dia bawa besok ke hadapan omahnya .


"Aku tidak menyangka gadis itu datang dan bersedia jadi pacar kontrak ku, bahkan gadis itu sombong sekali ,belum apa-apa sudah mengatakan tidak ingin di bayar oleh uang , "


"Gadis tidak sopan itu ."


Dimas mengingat dimana gadis itu bersembunyi di balik tubuhnya di beberapa bulan lalu ,bahkan dua kali telah merebut jaznya untuk bersembunyi .


"Pantas dia tidak ingin di bayar ,dia juga dari keluarga berada , apa Bryan tidak salah mencari informasi tentang gadis itu , "Abian " siapa itu ,kenapa aku serasa asing mendengarnya ." gumam Dimas .

__ADS_1


Pusing dengan pemikiran sang omah ,dia juga tidak ingin memikirkan hal lain lagi ,dimas melangkah ke arah ranjang untuk segera tidur ,agar pagi dia bisa olahraga pagi-pagi dan menghilangkan pikiran yang mumet di kepalanya .


__ADS_2