
Satu Minggu telah berlalu .
Hari ini hari dimana Bryan akan membawa Nabila ke suatu tempat ,yang dimana membuat Nabila mengerucutkan bibirnya itu karna suaminya suka tidak pernah mengatakan nya dimana pria itu akan mengajaknya kemana dan mau apa .
Nabila pun baru saja beres siap-siap ,Bryan tersenyum melihat istrinya itu jemberut dan tidak menampilkan senyumannya ,Bryan sengaja tidak ingin mengatakannya ,karna baginya ini adalah kejutan hadiah pernikahan nya itu .
"Mas sebenarnya kita ini mau kemana sih ." tanya Nabila .
"Ada deh " jawab Bryan dengan merangkul pinggang istrinya.
Nabila memasang wajah kesalnya ,tapi itu membuat dimana Bryan gemes saat melihat istrinya itu memperlihatkan wajah lucunya ,dan repleks saja pria itu mencium pipi Nabila dengan gemes.
"Kamu gemesin banget sih sayang kalau lagi ngambek gini , jadi pengen balik ke kamar lagi ,dan mengurung mu seharian ." ucap Bryan dengan menggoda Nabila .
Nabila semakin di buat kesal dengan suaminya itu ,tapi pria itu malah terkekeh saat melihat wajah sang istri ,pria itu masih saja tertawa kecil dan membuka pintu mobil untuk istrinya ,lalu dia pun melangkah untuk masuk di kursi kemudinya .
"Sayangku !! udah dong ngambeknya , " ucap Bryan yang masih melihat wajah kesel Nabila .
Bryan menjalankan mobilnya setelah memasangkan sabuk pengaman istrinya dan juga dirinya, Nabila yang sedari tadi ngambek membuat suasana di dalam mobil itu menjadi hening , sesekali Bryan melihat ke arah Nabila , Bryan hanya menghela nafas nya panjang dan meraih tangan istrinya itu .
Tak lama kemudian mobil yang di kendarai Bryan sampai memasuki area perumahan elit ,yang tak jauh dari panti ibu Ratih ,Nabila mengerutkan keningnya saat melihat jalan jalur ke arah dimana seharusnya itu jalan ke arah panti .
Bryan menyalakan klakson nya tepat di depan gerbang besar itu ,dan seorang satpam dengan cepat membukakan pintu untuk majikannya .
Setelah pintu gerbang itu terbuka lebar ,mobil yang di tumpangi Bryan dan Nabila masuk ke halaman rumah baru mereka ,Nabila melihat dan celingak celinguk melihat ke adaan suasana di luar sana ,halaman luas dan bangunan tinggi dengan air mancur ,dengan di penuhi tanaman bunga berwarna putih ,mobil Bryan berhenti tepat di depan pintu masuk rumah baru mereka ,rumah mewah yang tak kalah mewahnya dengan mansion yang di miliki oleh keluarga Anggara .
Bryan turun dari mobil terlebih dahulu ,lalu dia melangkah ke arah pintu mobil Dimana istrinya itu berada ,Nabila masih saja diam tanpa bicara ,Karna dia masih kesal dengan suaminya itu .
Bryan mengajak sang istri melangkah ke Arah rumah mewah itu ,di saat Bryan membuka pintu rumah itu ,Nabila tercengang saat dia melihat foto pernikahan dirinya dengan Bryan ,dan foto mereka disaat bulan madu di Jerman .
Nabila melangkah ke arah ruang yang lain , sebenarnya dia ingin bertanya ,tapi dia urungkan Karna tidak ingin bertanya pada suaminya itu ,di saat Nabila melangkah satu langkah dia di kejutkan dengan tulisan HAPPY BIRTHDAY ISTRIKU dan Nabila melihat kue ulang tahun yang begitu besar dan juga sudah terpasang lilin dengan api ,Nabila menutup mulutnya dengan mata berkaca-kaca .
Kini dirinya melihat ke arah belakang untuk melihat suaminya ,tapi di saat dia berbalik ke belakang dia tidak melihat suaminya ,Nabila menangis sejadi-jadinya ,suaminya itu selalu membuat kejutan yang tak terduga padanya ,jadi ini yang membuat pria itu tidak ingin mengatakan apapun di saat dia ingin mengajak dirinya itu pergi .
Nabila mencari-cari Bryan dengan isakan tangis nya ,Nabila mengingat tadi dia membiarkan pria itu dan tidak menjawab pertanyaan nya ,dirinya menjadi menyesal Karna perlakuan nya itu ,Nabila sadar ,ternyata pria itu hanya akan memberikan kejutan pada nya .
"Mas ... hiks .... mas kamu di mana ." panggil Nabila mencari Bryan .
"Mas kamu di mana ...hiks ... hiks..." teriak Nabila dengan Isaknya .
"Aku disini sayang ." ucap Bryan yang kini berada di area dapur .
Nabila mencari-cari suara suaminya itu ,di saat dia melihat ke arah samping tepatnya di area dapur ,Nabila terkejut melihat para sahabatnya berada di meja makan dan juga sahabat suaminya berada di meja makan ,Nabila lagi-lagi menangis bahagia dan terharu ,bahkan Nabila pun melihat anak-anak panti dan juga melihat Bu Ratih dan juga pak darmanto.
Nabila terharu melihat tulisan yang tengah bersejejer di dinding tembok HAPPY BIRTHDAY NABILA ,yah Nabila melihat itu ,dia tidak tahu bahwa sahabat-sahabat nya menyiapkan itu semua dari malam kemarin ,tentu saja Bryan pun ikut menyiapkan itu dan memberi alasan lembur pulang jam 10 pada istrinya .
"Supraiyss...."
"Happy birthday Nabila sahabat ku ." ucap ana dan Dista melangkah ke arah Nabila yang masih berdiri mematung .
"Ka_kaliann ....
"Iya .. kami menyiapkan ini untuk sahabat kita dong ,ya kan dis " ucap ana memeluk Nabila dengan di ikuti Dista .
"Kalian mengingat hari ulang tahun ku !! bahkan aku lupa dengan hari ulang tahun ku sendiri ." ucap Nabila dengan Isak tangisnya .
"Tentu saja ingat !! sebenarnya kita juga hampir lupa ,hanya saja pangeran mu mengatakan akan mengadakan ulang tahun mu jadi kita berdua ingat deh ,kebetulan sekali kita sama-sama ingin merayakannya di rumah baru mu ." ucap Dista dengan di angguki ana .
"Pangeran !! rumah baru .." gumam Nabila .
Kini pandangannya melihat ke arah suaminya ,dimana pria itu tengah tersenyum dengan merentangkan tangannya ,dengan cepat Nabila melepaskan pelukan dari ana dan Dista ,lalu dia berlari ke arah Bryan dan langsung memeluk suaminya itu .
"Kenapa gak bilang ka....
"Syutt ... maafkan aku .. aku hanya ingin memberi kejutan sama istriku ,, selamat ulang tahun istriku ." ucap Bryan menghapus air mata Nabila dengan mencium keningnya .
"Terus ini ,maksudnya ."
"Ini rumah baru kita sayang !! aku memberikan rumah ini padamu dan atas nama dirimu ,semoga kelak rumah ini akan ramai dengan anak-anak kita nanti ." ucap Bryan menatap Nabila dengan penuh cinta.
Nabila Kembali memeluk Bryan dengan erat ,dia tidak sadar bahwa banyak orang-orang yang tengah melihatnya ,Karna saking terharunya dia pun tidak berasa ada malunya bermesraan di depan semua orang .
Anak-anak panti yang melihatnya pun langsung di tutup matanya dengan dus oleh Irsan dan juga Erland ,mereka dengan sigap menutup mata anak-anak panti agar tidak melihat ke arah Nabila dan Bryan.
Nabila pun langsung sadar ,dan dia pun melepaskan pelukannya dari Bryan ,ana dan Dista mengahmpiri Nabila dan menarik tangan sahabatnya itu .
"Ayo ... tiup lilinnya ,kita tidak perlu nyanyi ,,, kamu tinggal tiup lilin saja ... ,happy birthday nabila, dan doa kami menyertaimu , semoga kamu langgeng bersama Bryan dan menyusul kita memiliki momongan ,dan kita berdua mendoakan mu ,agar kamu bahagia selalu sampai kakek nenek ,sekarang kamu tinggal tiup lilin itu ." ucap Dista .
Nabila memeluk kedua sahabatnya itu dan berterima kasih ,kejutan dari suami dan sahabatnya membuat kebahagian itu tidak bisa dia lupakan sampai kapan pun , Nabila pun melangkah ke arah meja makan itu dan meniupkan lilinnya .
"Sekarang !! potong kue nya ,dan yang pertama akan kamu kasih ke siapa Nabila ." ucap ana .
Nabila pun memotong kue itu ,yang pertama dia kasih potongan kue itu dia berikan pada Bu Ratih dan juga pak darmanto , Nabila mengahmpiri Bu Ratih dan pak Darmanto dengan menitikkan air mata bahagia .
"Ibu .. bapak !! ini untuk kalian " ucap Nabila .
__ADS_1
Bu Ratih menerima kue itu ,dan langsung memeluk Nabila ,wanita paruh baya itu pun menitikkan air matanya ,dia tidak menyangka bayi mungil yang dia temukan di pintu panti asuhan sekarang sudah dewasa dan memiliki suami yang menyayanginya .
"Ibu tidak bisa berkata-kata nak ! ibu hanya berdoa dan selalu berdoa ,agar kamu selalu bahagia bersama suamimu ,ibu selalu berdoa kamu sehat selalu nak ." ucap Bu Ratih
Nabila menganggukkan kepalanya ,pak Darmanto pun sama halnya mengucapkan itu pada Nabila .
Kini Nabila melangkah dan memotong kue nya Kembali ,kali ini dia memotong kue dua potong dan di berikan pada Anatasya dan juga Dista sahabatnya .
"Terima kasih " ucap nabila dengan mata berkaca-kaca .
Ana dan Dista mengangguk kan kepalanya, Dista menghapus air mata sahabatnya itu ,Nabila begitu bahagia mempunyai sahabatnya yang tak pernah melupakan hal itu pada dirinya setiap tahunnya ,kesedihan yang dia rasakan di waktu-waktu selalu mendapatkan kebahagiaan dari orang-orang yang menyayanginya .
"Sayang " panggil Bryan .
Ana dan Dista melihat asal suara ,Dista pun menyuruh Nabila menghampiri Bryan ,Nabila pun tersenyum dan menghampiri Bryan .
"Ikut aku " ucap Bryan menangkup wajah Nabila .
Nabila menganggukkan kepalanya ,Bryan pun langsung menarik tangan Nabila dan membawanya ke ruang tamu , sesampainya di sana ,Nabila langsung melihat ke arah Bryan ,Bryan hanya menganggukan kepalanya .
"Tiup lilinnya sayang ." ucap Bryan membawa Nabila ke arah dimana kue ulang tahun itu berada .
Nabila berjalan dan meniup kan lilinnya ,Nabila melihat kue ulang tahun itu dengan mata berkaca-kaca ,Bryan langsung menarik tangan Nabila hingga kedekapannya ,pria itu memeluk Nabila dengan mengucapkan kata-kata yang membuat Nabila menyentuh hati , kata-kata yang dimana hari ini hari ulang tahun Nabila ,Bryan tidak melepaskan pelukan itu sebelum kata-katanya selesai .
"Aku mencintai mu istriku ." ucap Bryan melepaskan pelukan Nabila .
"Aku juga mencintai mu ." jawab Nabila .
Nabila menarik kerah blezer Bryan dan berjinjit mencium bibir suaminya itu ,Bryan memejamkan matanya saat Nabila menciumnya ,dia pun menarik pinggang Nabila dan membalas ciuman istrinya ,mereka berciuman di depan kue ulang tahun yang masih utuh ,
.
.
Hari sudah semakin siang .
Mereka kini berencana untuk memasak ,para wanita menyuruh para lelaki yang jago masak menyuruhnya untuk memasak , tapi salah satu dari mereka ada yang tidak bisa memasak .
Irsan dan Steven serta Roy mundur ,ketiga pria itu tidak ingin diam di dapur ,Dimas dan Erland saling pandang ,kini pandangan nya beralih ke arah Bryan ,para lelaki itu menyerahkan nya pada Bryan untuk memasak ,tapi Dimas dan Erland tidak menghiraukan perkataan Irsan dan Roy yang menyuruh Bryan untuk memasak ,Erland dan Dimas akan membatu bryan untuk memasak .
Kedua bersaudara itu menarik tangan Bryan yang berada di sisi Nabila untuk membawanya ke dapur ,jelas saja yang dimana membuat para istri dari mereka hanya geleng kepala oleh tingkah para suaminya itu .
Kini ketiga pria itu tengah berkutat di dapur ,dan memasak untuk makan siang di rumah baru pengantin baru itu ,sementara di ruangan lain para wanita tengah menyiapkan piring dan gelas di meja makan, di taman luar sana para lelaki yang tidak masuk dapur kini tengah membawa anak-anak panti untuk bermain di taman luas itu .
"Sayang " panggil Bryan .
"Ada apa mas " ucap Nabila menghampiri Bryan
"Cobain sup ini ," ucap Bryan menyodorkan sendok ke arah Nabila .
Nabila pun mencoba sup itu dengan menganggukkan kepalanya nya .
"Enak mas !! pas ras..... Mmmmm ....
Bryan membungkam bibir istrinya itu di area dapur ,Nabila terkejut saat apa yang di lakukan oleh Bryan ,tapi Nabila tidak melepaskan itu ,dia pun membalas ciuman Bryan , Tania yang akan mengambil sup ke dapur di kejutkan dengan kemesraan Nabila dan Bryan ,Nabila pun langsung melihat ke arah Tania dan melepaskan ciumannya , tapi Bryan malah menarik nabila kembali dan tidak memperdulikan kehadiran Tania .
"Honey ... kenapa kau berdiri di situ ,mana sup nya ." teriak Steven .
Steven bangun dari duduknya dan menghampiri Tania , Tania yang melihat suaminya menghampiri nya langsung di tahan .
"By .. kau mau apa " ucap Tania menahan Steven.
"Dimas menyuruhku untuk mengambil sup ,dan aku...
"Eh jangan ... i_itu ....
Steven melihat ke arah dapur ,dimana dirinya melihat Bryan dan Nabila tengah berciuman .
"Cih ... pasangan itu , aku sudah melihatnya ,honey ayo kembali makan ,biarkan sup itu di bawa Bryan ." ucap Steven menarik tangan Tania .
Sementara di dapur sana ,Nabila mendorong Bryan untuk melepaskan ciumannya , Bryan tersenyum menang saat dia tengah pamer di hadapan Tania tadi .
Kini Bryan pun membawa sup yang akan di bawa ke meja makan itu ,untuk makan siangnya ,kini semuanya pun langsung makan bersama-sama dengan suara dentingan sendok dan garpu .
Makan siang pun kini tengah selesai ,para pria kini tengah berkumpul dan tengah bercengkrama dan sesekali menggoda Irsan untuk mendorong agar cepat melamar Amalia .
Tapi pria itu hanya diam dan tak menjawab pertanyaan para sahabatnya itu ,ada saatnya dimana dia akan melamar wanita yang kini tengah ikut melihat-lihat area rumah baru pengantin baru itu .
"CK ... biasanya juga kau suka sering menggoda para wanita ,kenapa dengan Amalia kau ciut begini ." celetuk Erland .
"Mungkin magnetnya hanya Amalia ,ketimbang wanita-wanita di bar nya .." ucap Bryan dengan di angguki Roy .
Lagi-lagi Irsan tidak menghiraukan perkataan para sahabatnya itu ,kini pandangannya ke arah Dimas yang sedari tadi ikut menggodanya juga ,Dimas yang di tatap Irsan mengerutkan keningnya .
"Kenapa kau melihat ku ." ucap Dimas .
__ADS_1
"Tidak !! aku tadi hanya repleks saja ." jawab Irsan .
"Kau ragu melamar Amalia karna ku ?! aku sudah punya istri dan calon anak ... kenapa kau melihatku seakan-akan ingin meminta ijin padaku ." ucap Dimas .
"CK .... " decak Irsan .
Para pria itu hanya geleng kepala dan melihat ke arah Dimas dan Irsan ,kini mereka pun berdehem untuk memberhentikan suasana menegangkan itu .
Sementara di luar sana ,para wanita kini tengah melihat-lihat sekeliling halaman rumah pengantin baru itu ,ke 5 wanita itu berhenti saat 1 wanita berhenti ,Nabila dan Tania melihat Dista berhenti dan mendongkakan kepalanya ke arah pohon mangga ,Dista yang kini menatapnya tanpa berkedip membuatnya tergiur dengan buah itu .
"Aku ke dalam dulu ya ,, mau panggil kak Dimas , kalian lanjut saja lihat-lihat nya ." ucap dista melangkah ke arah dimana pintu masuk berada .
Ke lima wanita itu saling pandang ,Niken dan amalia pun kini mendongkakan kepalanya ke arah pohon mangga itu ,kini kelima wanita itu saling pandang dan menghela napasnya panjang ,
Di saat mereka akan berjalan ,Dimas dan para pria mengikuti langkah Dista dan menghampiri pohon mangga itu .
"Itu kak ... kak aku pengen mangga itu " ucap Dista merengek .
Dimas melihat mangga yang begitu banyak dan masih pada muda itu menelan ludah nya dengan kasar ,dan kini pandangan nya ke arah istrinya.
"Sayang !! buah mangga muda itu asem ,gak baik buat anak kita ." ucap dimas.
"Pokonya aku pingin itu ,kakak harus manjat dan ambil buahnya yang paling atas ." ucap Dista .
Dimas terkejut saat permintaan istrinya untuk dirinya memanjat pohon mangga itu ,Dimas yang kini memakai kemeja putih harus terpaksa memanjat pohon mangga itu .
"Kak Dimas ..." rengek dista .
"I_iya ...iya sayang ... a....aku manjat." ucap Dimas .
"Sial , Bryan kau membeli rumah kenapa ada pohon mangga nya ."
Bryan menahan tawanya melihat Dimas kini melangkah ke arah pohon mangga itu ,tak hanya Bryan ,tapi Steven serta Irsan pun menahan tawanya ,Dista yang melihat sahabat suaminya menertawakan nya langsung melihat ke arah mereka .
"Kalian ,kenapa menertawakan suamiku ,kalian juga bantu kak Dimas manjat pohon mangga dan mengambil mangga untuk ku yang banyak .... " ucap Dista melihat ke arah Bryan ,Irsan dan Steven .
Seketika tawa mereka terhenti saat mendengar perkataan Dista ,kini Erland dan Roy yang menertawakan ketiga pria itu .
"Erland dan kak Roy ,,kalian ikut tertawa ,jadi kalian juga harus manjat ." ucap Dista yang membuat Erland dan Roy saling pandang .
"Apa " serentak Erland dan Roy .
"Eu ... Roy ... kau saja yang manjat dan bantu kakak ku ,, kau lihat sendiri bukan aku sedang menggendong Kenzie ." ucap Erland dengan alasannya .
"Sini ,kenzie berikan padaku ,?! aku akan memberikannya pada mommy ana ." ucap Dista mengambil alih Kenzie ke ana .
"Ayo !! kalian cepat naik dan manjat pohon itu ,pokonya kalian harus dapat buah mangga muda itu satu orang nya 10 buah. " ucap Dista .
"Whatt " kaget Irsan yang kini sudah stengah naik pohon mangga itu .
Dimas yang sudah berada di atas membuatnya melongo ,istrinya meminta mengambilkan buah dengan satu orang nya 10 mangga .
"Sayang !! apa kau yakin akan menghabiskan mangga dari kami ,yang per orangnya dapat 10 buah ." teriak Dimas di atas pohon .
"Iya kak ... aku akan menghabiskannya ,kakak berjuang di atas sana yaa .. untuk mendapatkan mangga untuk aku dan anak mu ." ucap Dista dengan berteriak
Bryan langsung melihat istri dari sahabatnya itu ,dia menelan ludahnya dengan kasar ,Bahkan dari pria salah satunya ada 6 orang ,apa nanti buah itu akan habis dan tak tersisa .
"Jika buah ini habis ,,, gimana jika istriku tiba-tiba hamil dan ingin memakan buah asam ini , !! sayang , kau jika ngidam nanti jangan makan buah sialan ini ya ,aku tidak mengijinkan mu memakan buah ini ."
"Bryan kenapa kau diam ,ayo naik ,kau mau dapat amukan dari bos mu yang di puncak sana ." ucap Roy yang menunjuk dimas di atas .
Nabila yang melihat suaminya akan menaiki pohon mangga itu langsung menghampiri Dista .
"Dista ! kamu jangan menghukum suamiku ,dia .. dia tidak bisa memanjat ..." ucap Nabila ,yang dimana membuat Bryan menatap sang istri .
"Hah .. bila ... kamu tidak sedang bercanda kan.." ucap Dista dengan di angguki Nabila .
"Sayang !! kau tahu dari mana aku tidak bisa memanjat " ucap Bryan
Nabila seketika gelagapan , dia hanya asal bicara saja ,agar suaminya itu tidak memanjat .
"Aku .. aku tahu dari ... dari ... ahh dari Tante Maria mas ... iyaa dari Tante Maria .. Tante Maria bilang kalau kamu tidak bisa manjat , jadi Dista aku mohon jangan menyuruh suamiku untuk manjat ya ..gimana jika dia sudah sampai atas dan tidak bisa turun ,terus dia memaksa kan diri melompat ,dan ...
"Oke ... mundur ...." ucap dista pada Bryan .
Bryan menghela napasnya lega ,Nabila sang istri menyelamatkan nya dari pohon mangga itu ,kini dirinya menghampiri Nabila dan diam di samping istrinya itu .
Mangga muda pun sudah mereka dapatkan ,Dimas mendapatkan buah mangga paling atas dan memberikannya pada Dista ,dengan senang hati Dista membawa mangga melangkah ke arah mobil Dimas untuk membawanya
"Kak ayo pulang ... aku gak sabar ingin makan mangga muda ini ." ucap Dista dengan melangkah terlebih dahulu .
"Kalian ayo bawa mangga nya ke mobil ,mangga yang kalian dapat harus menjadi milikku ." ucap Dista pada pria-pria yang tadi manjat .
Dimas memandangi para sahabatnya dan mengisyaratkan untuk membawa mangga itu ke mobil Dimas , para wanita saling pandang pada ibu hamil itu ,Dista yang saat ini hamil anak kembar benar-benar membuat semua orang syok dengan mangga yang di pintanya ,bahkan para wanita itu melihat ke arah pohon mangga ,dan mangga itu tinggal dua biji yang tersisa .
__ADS_1