Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
Gadis ceroboh lagi .


__ADS_3

Acara pernikahan masih di lanjut ,Erland dan ana kini kembali ke atas untuk berganti gaun pengantin yang kedua ,karna tadi Erland dan ana mengenakan gaun pertama dan Erland juga mengenakan Jaz putih yang senada dengan ana .


Rengganis membantu ana mengenakan gaun yang sangat indah dan mewah itu ,ana jadi semakin cantik setelah mengganti gaun yang sangat besar yang di kenakannya , setelah itu mereka kembali kebawah.


Tak butuh waktu lama mereka sampai dimana mereka di pelaminan, hari sudah siang ,para tamu masih saja berdatangan , para tamu bersorak ramai saat kedatangan keluarga Anggara yang lain ,yang tak lain adalah keluarga Willy paman dari Erland.


Para reporter kini telah menyoroti di saat Willy Anggara tengah masuk dan berjalan ke arah Erland , Steven dan Bryan sudah was-was atas kedatangan Willy saat berjalan begitu santai dan tidak tahu malunya


Bryan akan melangkah ke arah Willy Agar tidak mengacaukan acara sahabatnya itu ,di saat dia melangkah Steven menahan nya .


"Tenang dulu ." bisik Steven .


"Gimana jika dia ber...


"Kita lihat saja ,jangan dulu gegabah .," ucap Steven yang masih menahan Bryan .


Willy kini menghampiri Erland yang sedang menatapnya ,ana yang melihatnya pun kini pandangannya beralih pada Erland yang menatap Willy dengan tajam ,ana yang melihat suaminya seperti tidak baik-baik saja menggenggam tangan suaminya itu .


"Yoo ....ternyata gadis manis ini menikah dengan kau rupanya Erland , bahkan waktu itu dia mengaku-ngaku istri dari keponakan ku yang cacat itu ." ucap Willy dengan tersenyum menyeringai .


"Yo gadis manis ,apa kau sekarang turun ranjang pada keponakan ku yang satu ini , ohh apa kau tidak kuat dan jijik dengan luka bakar pada Dimas ." ucap Willy yang kini akan menyentuh dagu ana .


"Jangan sentuh istriku ," ucap Erland menahan tangan Willy dengan amarah yang memuncak


"Cih .... kau berani menyentuh orang tua seperti ini Erl..


"Kau lebih berani dan lancang dengan apa yang akan kau lakukan barusan, " ucap Erlang menghempaskan tangan Willy .


"Haha ... istrimu ini bagaikan emas hingga kau takut ji....


"Tuan Willy nyonya besar menunggu anda di ruang pribadi ." ucap Roy yang kini datang menghampiri pria paruh baya yang masih terlihat muda itu .


Willy melihat ke asal suara ,sudah pasti dia akan berhadapan dengan wanita paruh baya itu .


"Ibu .. dia pasti akan mencemooh ku lagi ,cih bahkan ibu sedari dulu tidak pernah adil padaku .."


"Tidak perlu ,?! aku akan kembali ." ucap Willy yang kini berbalik dan pergi meninggalkan mansion.


Jika dia sudah menyangkut dengan wanita paruh baya itu ,dia pasti akan selalu di anggap salah oleh wanita itu yang tak lain adalah Key Claudia Anggara sang ibu dari nya dan Kenan .


Erland melihat kepergian pamannya itu dengan menghela napasnya panjang ,kini dirinya melihat ke arah istrinya yang menggenggam tangannya dengan erat.


"Sayang ... apa kau lelah ." tanya Erland


"Aku gapapa kok mas ... aku hanya laper." ucap ana dengan tersenyum kikuk .


"Ya udah tunggu di sini ya .,aku akan ambilkan untukmu .." ucap Erland .


"Mas jangan .!! para tamu undangan mu masih banyak ," ucap ana dengan menahan tangan suaminya itu dengan celingak celinguk melihat Nabila .


"Kemana Nabila , "


Ana celingak-celinguk mencari Nabila ,.kini pandangannya mengarah ke meja hidangan yang berada di area pos ,dia melihat sahabatnya itu sedang memakan.


"Tidak apa-apa sayang ... aku akan panggilkan Nabila untuk menemani mu makan ya ." ucap Erland yang kini melangkah menghampiri Nabila.


Kini Erland berjalan dengan cepat dan sekalian menyambut para tamu dengan dia yang akan melangkah ke arah Nabila , Bryan yang melihat Erland jalan cepat-cepat menghampirinya .


"Ada apa .. kenapa kau begitu buru-buru" ucap Bryan menahan jalan Erland .


Erland berpikir dan melihat Nabila ,kini pandangan nya ke arah Bryan dengan tersenyum .


"Cepat kau panggil teman istriku kesini ,istriku ingin makan dengan di temani dia ." ucap Erland yang kini menunjuk Nabila yang tengah milih-milih makanan pada Bryan .


"Ck ..." decak Bryan langsung berjalan ke arah Nabila .


Bryan kini terpaksa tengah berjalan menghampiri Nabila ,setelah sampai dia memperhatikan wanita itu dengan mulut yang sedang mengunyah makanan .


"Apa kau tidak takut keselek makan dengan cepat begitu , makanan ini banyak ..tidak akan habis ?! di semua penjuru ad...


"Uhukk...uhuk...."


Nabila tersedak saat pria itu tiba-tiba muncul ,kini dia cepat-cepat minum dan melihat ke arah pria yang ada di samping nya itu .


"Bukan makanan ini yang membuatku tersedak pria sialan , tapi ucapan mu itu yang membuatku tersedak ,?! huh datang dari mana pria ini .. mengganggu makan ku saja ."


"Eh ...ehh ... heyy kau mau menyeret ku kemana ." ucap Nabila dengan memberontak .

__ADS_1


"Temani pengantin wanita makan ." ucap Bryan yang menarik tangan Nabila .


Semua tamu melihat ke arah asal suara Nabila yang cempreng itu ,seketika Nabila terdiam dan melihat ke arah Bryan yang melototi nya, Nabila menghempaskan tangannya dari Bryan dan mengikuti pria itu , ana yang melihat Nabila bersama Bryan tersenyum ke arah sahabatnya itu .


"Apa ?! senyam senyum begitu !? kenapa sih ana kau ini selalu menyuruh pria plizzer itu untuk memanggilku , gak adakah orang lain gitu ." ucap Nabila dengan nada kesalnya .


Ana hanya cengengesan dengan perkataan sahabatnya itu ,Semetara Bryan setelah mengantarkan Nabila dia kembali berbalik dan pergi ke arah Roy yang kini bersama sahabat nya itu .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam pun tiba , para tamu undangan ada yang sudah pulang ,dan ada yang baru datang ke acara pernikahan itu , Erik yang mewakili ana sedari pagi pun sudah beranjak pulang ,Erland melihat sang istri ,dia tidak tega membiarkan istrinya berdiri menerima tamu yang memberikan selamat pada mereka berdua .


"Sayang ?! kau istirahat aja ya ..duduk dulu .?! aku gak mau kau berdiri ," ucap Erland


"Tapi mas .. gimana dengan tamunya ." jawab ana .


"Udah gapapa , biar aku saja yang berdiri ." ucap Erland dengan di angguki ana .


Erland tersenyum dan kini dirinya menerima tamu yang datang untuk menyambutnya , di saat dia menerima tamu, ana menarik jaz suaminya dengan pelan.


"Kenapa sayang. " gumam Erland .


"Laper ." lirih ana .


Erland di buat cengo , sudah berapa kali istrinya itu makan ,tapi dia mengerti saat ini mungkin anaknya yang meminta makan lagi .


"Ya udah biar aku ambilkan ya .. makannya di sini aja ." ucap Erland


"Tapi mas....


"Udah tunggu aja ... aku ambilkan ."ucap Erland yang kini mengambil makan untuk istri dan anaknya .


Tak butuh waktu lama Erland kini tengah kembali membawa makanan untuk ana ,para tamu undangan yang datang pun yang akan menghampiri mereka mengurungkan niatnya Karna melihat Erland yang sedang menyuapi istrinya itu ,ana yang beberapa kali menolak dengan apa yang Erland lakukan membuatnya pasrah hanya diam dan menurutinya saja .


Erland tak perduli dengan orang-orang yang melihatnya, dia ingin melanjutkan istrinya untuk menyuapi ,Niken yang baru saja datang berhenti di depan mereka tanpa mereka tahu ,Niken memutar bola matanya dengan jengah .


Niken melangkah ke arah pinggir mansion ,dia mencari tempat yang agak sepi dari orang ,kebetulan tempat yang dia tujui tidak terlalu banyak orang ,di saat dia melangkah dia melihat Bryan bersama para sahabatnya ,yang tak jauh dari kolam ikan.


Niken menghampiri Bryan ,Bryan pun tersenyum dan menerima jabatan tangan sahabatnya itu ,begitu juga Steven dan Irsan , Irsan yang melihat Niken tidak bisa hilang dari tatapan wanita itu .


"Ohh iya ." jawab Niken menerima jabatan tangan Irsan ,di saat Niken akan melepaskan tangannya dari Irsan ,Irsan menggenggamnya dengan erat .


Steven dan Bryan melihat tingkah Irsan hanya geleng kepala, tingkat playboy nya kini telah kembali ,Steven menyenggol lengan Irsan agar melepaskan tangannya dari Niken ,kini tangan Niken pun lepas dan undur diri akan kembali pada Erland dan juga ana untuk memberikan selamat .


" Jangan gegabah .?! itu sekertaris nya Erland ." ucap Steven dengan di angguki Bryan .


Steven dan Bryan melangkah ke arah lain untuk menyambut tamu yang lainnya juga , sedangkan Irsan dia tidak menghiraukan perkataan sahabatnya itu ,dia berpikir kenapa Erland mempunyai sekertaris yang begitu bohay ,bahkan dirinya pun tidak tahu sama sekali ,dengan bibir yang masih tersenyum dia akan menyenggol tubuh Steven oleh siku tangan nya ,dengan mata yang masih melihat pinggul Niken .


"Hey ...hey stev ,kau lihat wanita itukan stev ,aduh stev pinggulnya stev ,?! uhh aku rasanya ingin euhh .... euhh...euhh...aku pengen merasakan nya stev ihh...." ucap irsan yang sedang menggerakkan tangan nya dengan menatap Niken dengan penuh berkhayal .


Irsan tidak sadar ,yang dia senggol tadi oleh sikunya adalah pria paruh baya bukanlah sahabatnya ,pria paruh baya itu melihat tingkah Irsan dengan menatap tangan Irsan yang lihai bergerak , dengan menahan amarahnya ,pria paruh baya itu menggertak Irsan .


"Irsaaannn..." ucap paruh baya itu .


"Pa_papi ...." ucap Irsan kaget dengan apa yang dia lihat .


"Kau setiap hari wanita Mulu yang kau pikirkan ,?! tidak jelas kau menggonta-ganti wanita ,kau bahkan belum mengenalkan ku dengan wanita yang baik-baik untuk masa depanmu ." ucap Jerry sang papi nya Irsan dan berlalu pergi ke arah tempat lain .


Irsan di buat mengkerut dengan apa yang barusan papinya katakan ,dengan mengelus dadanya kini dia pun menghela napasnya panjang, Steven dan Bryan cekikikan menghampiri sahabatnya itu ...


"Haha ... hihihi ...haha ..haduh .." tawa Steven dan Bryan menertawai sahabatnya itu dengan menepuk pundaknya .


Kini kedua nya pergi lagi meninggalkan Irsan yang di kalang kabut kekesalannya itu , Irsan berdecak kesal dengan apa yang barusan terjadi , kini dia pun mengikuti sahabatnya .


°°°°°°°°


Sementara di sisi lain ,Sahara sudah dibuat kesal sedari tadi siang ,dia menahan amarahnya saat Bryan menarik tangan Nabila di waktu sore tadi ,yang membuat dia kesal ,dia tidak bisa membawa Dimas keluar ,pria itu masih saja berdiam diri di lantai atas tanpa sedikitpun terlihat batang hidungnya .


Sahara keluar dari kamar nya dia melihat tamu yang masih banyak dari ruang tamu itu ,kini dia melangkah ke luar untuk mencari udara ,dia melihat kedua pasangan pengantin itu dengan memutar bola matanya jengah .


Kini pandangan nya teralihkan dan melihat ke pria yang sedang tertawa ,Sahara lagi-lagi terpanah oleh ketampanan pria itu ,kini Sahara berjalan ke arah meja yang tersedia minuman untuk mengambilnya .


Di saat dia meminum ,dia melihat Nabila yang kini sedang berdiri di dekat kolam ikan dengan satu gelas yang dia genggam , para tamu yang lainnya hanya sibuk dan bercengkrama dengan pasangannya masing-masing .


Nabila yang tengah asik untuk membuat konten siaran langsung di dekat kolam membuat hari-harinya senang walaupun sendiri tanpa berpasangan ,kini pandangan nya ke arah pasangan yang tengah berselfe berdua .


"Huh mereka ini pamer kemesraan kah ,?! hey kalian kasihanilah aku yang jomblo ini .?! ahh bukan jomblo ... tapi belum laku aja ... ?! ah tidak juga ,hanya saja pangeran ku belum menjemput ku .",

__ADS_1


Nabila kini melangkah ke arah meja untuk menaruh gelas ,di saat dia akan melangkah pelayan pria menyenggol Nabila ke dasar kolam ikan itu .


Byuuuurrrrr .......


Para tamu undangan yang di area kolam itu terkejut saat mendengar orang terjatuh ke kolam .


"Ehh itu tolong ada yang kecebur ... "


"Mas .. cepat kau tolongin wanita itu ."


Para tamu undangan rame saat melihat wanita yang berada di kolam itu hingga terdengar dari area depan , salah satu tamu undangan menghampiri Roy yang mereka kenal itu .


"Tuan Roy ... Anda yang bertanggung jawab di sini , ada wanita yang terjatuh di kolam ikan , saya tidak berani karna takut kotor ."ucap nya .


"Apa " serentak Roy dan juga bryan .


Ke empat pria itu berlari ke arah kolam ikan , seketika Roy terdiam di depan kolam ikan itu , dia pun tidak ingin membuat malu di acara tuannya itu , begitu juga Steven dan Irsan mereka hanya melongo saja dan melihat ke arah pakaiannya ,jika mereka mencemburkan ke kolam pakaiannya pasti akan kotor , Bryan terkejut siapa yang ada di kolam itu .


"Gadis ceroboh lagi , kenapa aku sial sekali , lagi-lagi dia ."


Bryan berdecak sebal kepada ketiga orang tersebut , kini dia membuka jaz nya dan langsung turun dari kolam ikan yang dalam sepuluh meter itu ,Nabila yang tidak bisa berenang tidak bisa berbuat apa-apa, mau bicara pun dia terpengap air kolam yang sedikit kotor itu.


Seketika Nabila tidak bisa mengontrol diri dan tak sadarkan diri di kolam ikan itu , Bryan yang kini berenang di kolam ikan itu sesegera mungkin untuk menarik tangan gadis itu untuk ke permukaan , tak butuh waktu lama Bryan membawa Nabila ke daratan terlebih dahulu , kini dirinya naik untuk kedaratan .


Sementara di depan sana ,ana dan Erland di buat heran dengan para tamu yang mengalihkan pandangannya ke arah lain, dia bertanya pada Erland apa yang sebenarnya terjadi , Erland pun berjalan dengan menggenggam tangan ana untuk melihat ke arah yang ramai itu .


Di saat sampai di sana ana terkejut dengan Nabila yang terkapar tak sadarkan diri , Bryan bingung harus berbuat apa dengan gadis itu , dia benar-benar kelimpungan untuk menyadarkan Nabila , bahkan dia sudah berusaha untuk bisa menyadarkan Nabila , tapi gadis itu membuat Bryan berdecak ,bahkan kini pun belum sadar juga .


Dengan memberanikan diri Bryan mencoba mendekatkan dirinya untuk membuat pernapasan untuk gadis itu ,di saat Bryan sudah hampir dekat ,Nabila membuka mata nya dan terkejut saat matanya melihat pria yang dekat dengan wajahnya, .


Nabila mendorong Bryan dengan terbatuk-batuk mengeluarkan air kolam itu , kini Nabila melihat ke arah pria yang ada di depan nya .


Plakk ......


"Pria brengsek ," ucap Nabila dengan mata memerah dan berlari berlalu pergi


Orang-orang tercengang saat Nabila menampar Bryan , mereka pun berbisik-bisik dengan sikap Nabila yang tak tahu berterima kasih pada pria tersebut , ana yang melihat sahabatnya lari membuatnya ingin mengejar sahabatnya itu , tapi Erland menahan tangan ana untuk tidak pergi dengan berpakaian gaun pengantin .


"Mas.. Nabila .. dia pergi dengan baju basah dan kotor itu .",ucap ana memberontak .


Bryan berdiri dan mengambil jaz itu untuk mengejar gadis ceroboh itu dengan berdecak , kini dia melangkah ke arah mobilnya untuk mengejar gadis itu , di saat dia melangkah mobilnya terhalangi ke tiga mobil lain .


" Ck ... sialan .." decak nya .


Kini dia melihat ke arah pak Urip yang kini telah memarkirkan mobil nya yang sudah mengantarkan MUA , dengan cepat Bryan merebut konci mobil itu tanpa ijin terlebih dahulu , pak Urip seketika terkejut dengan kondisi pakaian yang di pakai Bryan ,Roy menepuk pundak pak Urip untuk tidak banyak bertanya , Bryan pun kini meninggalkan acara sahabatnya itu untuk mengejar Nabila .


"Gadis merepotkan ?! kenapa bisa terjatuh ke kolam ,apa dia itu tidak bisa berenang ."


Dia melihat ke sisi jalan untuk mencari gadis itu ,sepuluh menit mencarinya dia tidak menemukan gadis itu , kini dia berhenti di sisi jalan dan turun dari mobil dengan perasaan kesal .


"Sudah di tolongin main tampar , bukanya terima kasih ,?! sialan jika aku terus berdiam di dalam mobil bisa kotor dan basah , si Erland sialan itu pasti akan marah jika mobilnya kotor ,meskipun ini mobil priba...


Bryan mendengar suara isakan tangis wanita , dia celingak-celinguk untuk mencari wanita itu ,di saat dia menoleh ke arah samping , dia melihat Nabila yang tertunduk dengan menelusupkan kepalanya di lutut , kini dia pun menghampiri gadis itu , dengan menarik tangan Nabila .


"K_kau ... lepas .. lepaskan aku ." berontak Nabila .


Bryan membuka pintu mobil dan memasukan Nabila dengan paksa , kini dirinya pun masuk dan menyalakan mobilnya tanpa bersuara .


"Turunkan sa....


Nabila terhenti di saat Jaz yang menutupi kepalanya itu , kini dia menarik jaz itu yang tak lain adalah milik Bryan .


"Jangan banyak bicara , pakai Jaz itu baju mu basah " ucap Bryan tanpa menoleh ke arah Nabila .


"Turunkan saya tua...


"Jika bukan karna teman mu yang merengek untuk mengejar mu , aku tidak akan mau mencari mu .."ucapnya dingin .


Nabila terdiam , dia meninggalkan acara sahabatnya itu , dan kini dia tidak tahu .. dia harus kembali kemana ,tas dan kunci rumah ,masih berada di kamar ana, mau balik lagi ,dia pasti akan di lihat orang dengan keadaannya seperti itu .


"Lagi-lagi dia memaksaku , ngomong pun gak ada manis-manisnya, kalau tidak ikhlas kenapa kau mencariku pria sialan ."


"I_ itu ,aku ..tas ku masih di mansion , aku ..aku tidak tahu harus kemana jik...


"Sudah ku bilang pakai jaz itu , kau ngomong aja Sampai begitu ." ucap Bryan memberhentikan mobilnya .


Kini Bryan menelpon orang mansion yang tak lain adalah bi Ani untuk menyuruhnya antarkan tas milik Nabila lewat pak Urip dengan cepat Bryan mengirim lokasi yang kini dia berhenti .

__ADS_1


__ADS_2