Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
Kegilaan Sahara .


__ADS_3

Pagi telah tiba .


Seperti biasa ana bangun pagi dan yang pertama dia lihat adalah wajah tampan suaminya ,kini dia mengikat rambut panjang nya dengan asal ,setelah itu dia keluar dan melangkah ke arah dapur ,dan seperti biasa para pelayan sudah berkutat untuk membuat sarapan pagi .


Ana membantu para pelayan ,di saat ana membantu mereka ,para pelayan pada berbisik-bisik membicarakan Sahara ,ana yang mendengarnya pun memberhentikan tangannya yang sedang mengupas bawang itu .


"Kalian !! kenapa berbisik-bisik seperti itu ,apa terjadi sesuatu pada Sahara ." ucap ana melihat ke arah pelayan tersebut


"Itu ..


"Pelayan , tolong bereskan kamar saya " ucap Dimas yang tiba-tiba berada di belakang pelayan dan juga ana .


"Ah ... iya baik tuan ." ucap pelayan itu dan berlalu pergi meninggalkan dapur .


Dimas pun berlalu pergi meninggalkan dapur dan melangkah ke kolam renang ,ana di buat heran dengan sikap Dimas tidak seperti biasanya ,bahkan ana pun aneh pelayan di sini pun banyak ,tapi Dimas menyuruh pelayan yang di dapur untuk membereskan kamarnya tersebut .


"Gak biasanya tuan Dimas menyuruh membersihkan kamarnya ,biasanya dia melarang orang masuk kamarnya ." ucap pelayan tersebut .


Ana hanya diam saja dengan ucapan pelayan yang baru saja datang itu ,selang beberapa menit ana juga sudah menyelesaikan masaknya dan kembali ke kamar untuk membangunkan Erland .


Sesampainya di kamar ,ana langsung melangkah ke arah lemari untuk menyiapkan baju kantor suaminya ,setelah itu dia pun melangkah ke kamar mandi untuk menyiapkan air mandi untuk suaminya.


Tak butuh waktu lama, ana keluar dari kamar mandi dan melangkah ke arah ranjang untuk membangunkan Erland ..


"Mas bangun ..ini udah siang , aku udah siapin segalanya ." ucap ana dengan mencium pipi suaminya itu .


"Mas .." panggil ana kembali .


Lagi-lagi Erland tidak bangun , dia hanya menggenggam tangan ana dan menciumnya.


"Mas bangun , ini sudah siang ,apa kamu tidak ke kantor hari ini ." ucap ana masih saja menggoyangkan tubuh suaminya .


Tapi lagi-lagi Erland tidak bangun juga , ana yang heran dengan suaminya pun kini menggoyang kan tubuh suaminya dengan tangan kirinya agar segera bangun ,tapi tetap saja tidak bangun.


"Mas .. bangun .."


"Iya sayang !! tapi lima menit lagi ya ..cup .." ucap Erland dengan mencium tangan ana .


Erland membuka matanya dan melihat ke arah ana ,Erland menatap wajah istrinya itu dengan intens , ana yang di tatap oleh suaminya merasa heran .


"Mas kenapa " ucap ana .


"Panggil aku sayang ." ucap Erland yang kini bangun dari tidurnya dan membelai wajah ana .


Ana mengerutkan keningnya dengan ucapan Erland yang barusan dan menatap suaminya itu dengan heran .


"Mas sayang !! .. udah dong kamu ini jangan aneh-aneh ,cepat mandi biar kamu gak sedikit linglung ." ucap ana melepaskan tangan Erland dari wajahnya dan melangkah ke arah jendela untuk membuka gorden .


"Sayang ." ucap Erland yang kini menghampiri ana .


Di saat ana berbalik Erland tiba-tiba melangkah ke arahnya .


"Mas .. mau ngapain." ucap ana yang melihat suaminya membuka baju dan celana tidurnya , hingga kini menyisakan celana pendeknya .


Erland tersenyum dan melangkah ke arah ana .


"Tentu saja olahraga pagi ." jawab Erland yang kini sudah memeluk ana .


"Mas ,ini sudah siang , hentikan tangan nakal mu itu ." ucap ana yang kini mencubit lengan Erland yang sedang bermain di kedua gunung kembar ana


"Sayang !! aku bahkan menahannya dari semalam ,apa kau tidak kasihan pada adik kecilku ." ucap Erland .


"Apa?!


Ana tercengang sama suaminya kenapa dia selalu Maksa di pagi hari , ana pun hanya menghela napasnya berat , dengan cepat Erland langsung menggendong ana ke ranjang .


Tak butuh waktu lama ,mereka pun sudah sama-sama polos ,keduanya pun akhirnya memulai olahraga pagi yang penuh dengan hawa nafasnya ,baik Erland dan ana sama-sama menikmati keindahan olahraga pagi mereka .


Setelah selesai degan ritualnya mereka pun mandi bersama , tak butuh waktu lama mereka pun selesai mandi ,setelah itu mereka pun tengah rapi dengan pakaiannya masing-masing ,Erland dan ana keluar dari kamar dan melangkah ke arah meja makan ,


Sesampainya di meja makan ,meja makan masih saja belum ada orang untuk siap sarapan ,ana melihat wajah suaminya dan kini ana melangkah untuk menarik kursi dan menyiapkan sarapan untuk Erland ,


Di saat mereka duduk ,mereka mendengar suara Sahara berasal dari kolam renang ,kini Erland pun melangkah untuk melihat apa yang di lakukan sahara.


"Dimas percaya padaku ,?! itu bukan suara ku ,itu hanya se..


"Cukup Sahara ,aku sudah cukup tahu dengan kelakuan mu ,apalagi yang akan kau katakan dan merayu ku ,apa kau tidak bosen hidup dengan penuh sandiwara mu itu ." ucap Dimas dengan amarahnya .


"Sekarang kamu pergi dari mansion ini ,!!! pergiii ...." ucap Dimas kembali dengan nada tinggi nya .


Sahara masih saja diam tak bergeming ,dia terkejut dengan perkataan Dimas yang benar-benar mengusirnya ,Dimas yang masih saja melihat Sahara bersimpuh di lantai membuatnya berdiri dan melangkah ke arah ruangan ,di saat dia melangkah Erland berada di ambang pintu kaca kolam renang .

__ADS_1


"Kak ....


Dimas tidak menghiraukan Erland ,dia melangkah ke arah kamar Sahara untuk membereskan barang-barang sahara , di saat dia sampai pintu ,Sahara meneriaki nya .


"Dimas .. bukannya kamu yang menyuruhku untuk tinggal disini ,lalu kenapa kau sekarang mengu....


"Itu karna aku ingin mengetahui perlakuan mu seperti apa ,sekarang kau bereskan barang-barang mu dan pergi dari sini ." ucap Dimas tanpa melihat ke arah Sahara .


"Haha ... baik ... !! aku akan pergi dari sini ,dengan senang hati.." ucap Sahara yang kini melangkah akan masuk ke dalam kamarnya .


Dimas melangkah ke arah sofa ,dan duduk dengan santai seperti tak terjadi sesuatu ,ana yang melihat Erland berdiri di ambang pintu kolam renang menghampirinya .


"Mas ...


Erland tidak menjawab panggilan ana ,dia hanya menggenggam tangan istrinya itu dengan erat, di dalam pikirannya dia memikirkan Sahara dan Dimas .


Tak butuh waktu lama , Sahara pun keluar dengan koper yang berisi pakaiannya ,dia juga membawa kunci mobil yang kini berada di tangannya , Sahara tersenyum menyeringai melihat Dimas yang duduk di sofa ruang tamu .


"Aku akan pergi atas perintah mu Dimas , !! dan ohh .. terima kasih atas aset proyek yang kau berikan padaku ."


"Bedebah !! kak Dimas ,apa yang telah kau lakukan pada wanita tak tahu diri ini , kenapa kau memberikan aset proyek itu ..."ucap Erland yang belum mengerti dengan apa yang terjadi .


" Kau mau tahu Erland .!! kakakmu yang bodoh itu sudah memberikan aset proyek padaku ,dengan atas namaku ..." ucap Sahara dengan gelak tawanya .


"Kak Dimas , bahkan kau membiarkan dia mengambil aset proyek itu , ?! Dimas Anggara sadarlah dari kebodohanmu itu , dia hanya mencintai hartamu ,buka...


"Hahahaha .... kau benar Erland , aku hanya mencintai kakakmu hanya harta , harta .. harta dan harta ,Dimas apa kau tidak mendengar perkataan adikmu , haha ... sekarang kau sudah mengusirku , itu berarti kau juga tidak bisa mengambil aset proyek itu kembali , haha .. ohh dan ini ... ini juga sudah menjadi milikku ." ucap Sahara yang memainkan kunci mobil .


Dimas hanya menatapnya dengan mata yang sudah memerah menahan amarah, tubuh nya sudah panas membara ingin menampar wanita itu , tapi dia bukan pria yang mudah menyakiti wanita , tiba-tiba Dimas tersenyum manis di depan wanita itu , Erland yang melihat Dimas santai saja membuatnya geram .


Dimas masih saja tersenyum dengan memainkan jari-jarinya ,dengan mata yang kini tersorot pada wanita yang tengah melihatnya ,Sahara yang melihat Dimas tertawa kecil membuatnya terheran .


"Roy ." panggil Dimas .


"Ya tuan ." jawab Roy .


"Kau mengingat perkataan ku semalam bukan." ucap Dimas dengan tersenyum smirk ke arah Sahara .


"Iya tuan ,saya mengingatnya." jawab Roy .


"Ambil dan berikan padaku ." ucap Dimas dengan di angguki Roy .


Sahara pun tidak mengerti ,kenapa Dimas hanya tersenyum dan tertawa ,apalagi saat ini Dimas hanya melihat ke arah Sahara dengan tatapan menakutkan dan sembari tertawa .


"Sahara , kau rupanya begitu senang mendapatkan aset proyek itu , sangat sungguh di sayangkan ." ucap Dimas dengan tawanya .


"Kau benar !! aku sungguh senang mendapatkannya ,karna sudah lama aku menginginkan itu dari mu ,." jawab Sahara dengan tersenyum kecut .


"Hahaha ... sebuah permainan yang sangat menarik sekali ." ucap Dimas dengan tertawa keras di ruangan tamu itu .


"Apa maksud mu ." jawab Sahara


"Berkas aset proyek yang ada di tanganmu adalah palsu ,dan berkas yang sesungguhnya ada di tanganku , " ucap Dimas yang kini tengah memegang berkas yang di berikan oleh Roy .


"Ba_bagaimana bisa ." jawab Sahara terkejut .


"Tentu saja bisa ,Karna itu sudah di rencanakan oleh ku ," ucap Dimas dengan santai memberikan berkas itu kembali pada Roy .


"Tidak ... tidak mungkin kau membohongi ku Dimas ,bahkan kau sudah mentanda tangani berkas itu .." jawab Sahara dengan menggila .


"Haha ... betul .?! aku memang sudah mentanda tangani berkas itu ,hanya saja tinta pena yang aku pakai akan hanya bertahan satu hari ." ucap Dimas dengan tawanya .


Sahara terkejut dengan apa yang di katakan pria yang tengah tertawa itu ,kini Sahara melihat berkas yang dia simpan di kopernya dan melihatnya Kembali ,betapa terkejut nya saat dia melihat berkas tersebut , benar saja tanda tangan dari pria itu tidak ada sama sekali .


"Tidak ... tidak .. tidak mungkin.. Dimas kau sudah membohongi ku , kau mempermainkan dan merencanakan ini dengan sangat baik .. kau menipu ku .." ucap Sahara menggila .


Dimas hanya tertawa tanpa menjawab pertanyaan wanita itu ,dia menatap wanita itu yang sudah berteriak histeris sepeti orang gila ,tapi Dimas hanya tertawa, Dimas tidak memperdulikan wanita yang berteriak itu ,kini dia berdiri dari duduknya dan melangkah meninggalkan ruangan itu ,di saat dia melangkah ,suara seseorang tengah memberhentikan langkah nya .


"Tuan , di depan gerbang ada polisi ." ucap pak Jarwo yang kini mengahmpiri Erland .


"Polisi ." jawab Erland


Erland menatap kakaknya yang berdiri tanpa melihat ke arah belakang membuatnya semakin di buat heran, kini Erland pun melangkah ke depan untuk melihat polisi itu ,di saat Erland berada di ambang pintu ,Dimas memberhentikan langkahnya .


"Biarkan polisi itu masuk ." ucap Dimas yang memberhentikan langkah Erland .


Kini Dimas pun melangkah ke arah luar ,dan membiarkan polisi itu masuk ,sementara Sahara dia terkejut dengan kedatangan polisi yang di katakan pak Jarwo ,bahkan dia sudah di buat histeris oleh permainan Dimas .


"Selamat pagi tuan Dimas ,kami dari kantor polisi dan mencari nona Sahara, yang terlibat pengedar narkob...


"Masuk dan bawa dia secepat nya dari sini ." jawab Dimas memotong ucapan kedua polisi itu .

__ADS_1


Kedua polisi itu saling pandang ,baru kali ini ada orang yang begitu santai dan memotong pembicaraan nya ,Sahara yang mendengar perkataan Dimas membuatnya pucat pasi .


"Dimas apa yang kau lakukan ,apa kau yang memanggil polisi ke sini unt...


"Mari nona ,anda kami tangkap atas terlibatnya pengedar narkoba ," ucap polisi itu dengan membuka borgol ..


"Tidak ... lepas .. lepaskan aku ... !! Dimas .. Dimas tolong aku ... dimas kenapa kau melakukan ini padaku dengan berkata seakan-akan kau membiarkanku di penjara ,lepaskan aku polisi sialan lepaskan aku ...


"Dimas !! tolong aku .. Dimas .... bukankah kau berjanji akan menikahi ku ,kau tidak mungkin membiarkan ku di penjara begitu saja .,, Dimas .. tolong aku ... " ucap Sahara memberontak .


Dimas terkejut dengan apa yang di katakan wanita itu , kini dia berhenti dari langkahnya dan menghampiri wanita yang kini berada di tengah-tengah polisi itu ,dengan santainya Dimas tersenyum pada wanita itu dengan berbisik .


"Kau benar Sahara !! kata nikah pernah terlontarkan dari mulutku ,tapi aku tidak mengatakan janji padamu ,untuk menikahi mu , " bisik Dimas dengan tersenyum kecut .


"Silahkan bawa wanita ini .." ucap Dimas berbalik dan melangkah berjalan .


"Tidaaaakkk !! dimasss .. kenapa kau melakukan itu padaku ,dimas aku tidak percaya kau melakukan itu ... Dimas ... bahkan kau menelpon polisi untuk menangkap ku , lepaskan aku lepas .." teriak Sahara memberontak .


"Lepaskan aku .... lepas ..!! uangku ...uangku ... di dalam tasku , kunci mobil dan berkas itu , lepaskan aku ... aku akan mengambil uangku ... lepass ... lepaskan aku ... uang ....uangku ... uangku ...." teriak Sahara menggila .


Kedua polisi itu langsung memborgol kedua tangan Sahara dan membawanya keluar .


"Tidakkk ... uangku , hahahaha uangku , uangku ,huhuhuhuhu ... uangku ..uangku kembalikan .. uang ku.." ucap Sahara menggila .


Dimas tidak memperdulikan teriakan Sahara , dia melangkah terus dan melangkah menelusuri jalan ke arah kamarnya , dia tidak ingin mendengar jeritan wanita yang pernah dia cintai di lima tahun yang lalu .


"Bukan aku yang memanggil polisi , tapi perbuatan mu lah yang memanggilnya sendiri ."


Dimas masuk ke kamarnya dan melihat ke arah jendela , dia masih mendengarkan teriakan Sahara dengan memanggil uang ,Dimas tersenyum kecut ,setelah itu dia melangkah ke ruang kerja nya untuk membuang kenangan-kenangan dia bersama Sahara di lima tahun yang lalu .


Di saat dia melangkah ke arah ruang kerja ,dia melihat Erland yang kini tengah melangkah ke hadapannya .


"Kak ... apa ini ...


"Kenapa ?! apa kau akan memakiku dengan bodoh lagi .. "Ucap Dimas melangkah tanpa melihat ke arah Erland .


"Pergilah ke kantor ,?! akan aku ceritakan semuanya , bukankah kau senang wanita itu sudah hilang dari sini ." Ucap Dimas Kembali .


Dimas menutup pintu ruang kerjanya ,Erland yang berdiri di ambang pintu hanya diam dengan mencerna kata-kata Dimas .


"Apa dia sudah tahu tentang Sahara ."


Erland masih saja mengingat perkataan Dimas yang baru saja di lontarkan oleh pria itu , bahkan dia memanggil polisi untuk membawa Sahara ,dalam pikirannya dia masih bertanya-tanya .


Di luar halaman mansion , ana berjalan menatap sendu melihat Sahara yang di bawa oleh polisi ,Erland mencari-cari ana di ruang tamu itu tapi tidak menemukannya, kini dia melihat ke arah para pelayan yang melihat kepergian Sahara di balik kaca dengan berbisik-bisik .


"Sangat di sayangkan , tuan Dimas mencintai orang yang salah .",


"Tapi sekarang ,tuan Dimas sadar nona Sahara itu penjahat wanita yang haus akan harta ."


"Benar , akhirnya kita bebas dari wanita yang so berkuasa itu .


"Lihat !! bahkan dia sudah gila sekarang karna uang ."


Erland mendengarkan percakapan para pelayan yang kini tengah melihat Sahara di balik kaca .


"Pergi !! dan kembali pada pekerjaan kalian masing-masing ." ucap Erland yang kini berada di belakang para pelayan tersebut .


Seketika para pelayan itu kaget dan langsung berbalik dan membungkukkan kepala dan pergi ,Erland melangkah keluar ,dia melihat Roy dan bi Ani serta istrinya .


"Nyonya ayo masuk ?! Anda terlalu lama berdiri di sini ." ucap bi Ani dengan di angguki Roy .


"Bi Ani .. sebenarnya aku tidak mengerti ,bukannya Dimas mencintai Sahara ,kenapa dia melakukannya pada Sahara ." ucap ana


"Sayang ...!? kenapa kau memikirkan wanita tak tahu diri itu , ayo masuk .. jangan berdiri di sini ." ucap Erland memeluk ana


"Tapi mas ...


"Syuutt ... berhenti memikirkan wanita itu ," ucap Erland ..


"Tapi kenapa ....aku tahu Sahara melakukan kesalahan ,bukannya kak Dimas ...


"Anatasya , ?! bukankah aku barusan mengatakan untuk tidak memikirkan wanita itu .?! kemungkinan kak Dimas sudah tahu kebusukan dia sayang., ayo masuk. " ucap Erland


Erland merangkul pundak ana untuk melangkah masuk ,ana masih tidak mengerti kenapa Dimas tiba-tiba berubah akan hal Sahara , bukankah pria itu mencintai wanita itu , tapi yang dia lihat tadi ,ana melihat mata dan sikap Dimas begitu marahnya pada Sahara bahkan membiarkannya begitu saja .


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2