Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
S2.Aku mencintaimu .


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu .


Hari ini hari pertama Nabila mulai bekerja lagi ,dari langkahnya yang gontai membuat dirinya tidak semangat bekerja seharian ini ,ada sebabnya yang membuat dirinya tidak bersemangat ,semenjak dimana dirinya di tiongkok tepatnya di Hongkong dia tidak melihat pria itu , terakhir dia melihat pria itu disaat malam festival lampion di Hongkong ,tapi paginya dia tidak melihat pria itu ,hingga hari esok ,hari esoknya lagi dia tidak melihatnya ,bahkan dia pun tidak berani bertanya ,hanya ke ana lah dia bertanya .


Bahkan ana sendiripun tidak tahu kemana Bryan , sesampainya nabila pulang ke Indonesia pun dia tidak mendapatkan kabar dari pria itu ,bahkan hingga saat ini Nomor nya pun tidak aktif.


nabila melihat Erland yang melangkah yang entah mau kemana,bahkan dia mau bertanya pada pria itu pun tidak berani ,jika dirinya bertanya ,dia nanti akan malu sendiri , Niken yang mengajak makan siang di kantin tidak Nabila hiraukan ,bahkan wanita dewasa itupun memanggil Nabila beberapa kali ,Niken pun berusaha membisikan pada Nabila untuk mengajak nya makan siang .


"Kak Niken ...." ucap Nabila kaget .


"Kamu kenapa sih Nabila ... aku dari tadi panggil-panggil kamu loh ...." ucap Niken .


"Ah .. haha .. masa sih .."jawab Nabila dengan di angguki Niken .


"Ayo kita makan siang bareng .


"Maaf kak ... aku tidak laper ,kak Niken makan aja duluan ." ucap Nabila


"Ya udah ... aku pergi dulu ya..." ucap Niken dengan di angguki Nabila .


Nabila lagi-lagi termenung ,dia benar-benar tidak bisa semangat tanpa kabar dari pria itu , lagi-lagi dia harus menekan nomor pria itu untuk dia panggil ..


"Aku cuman bisa telepon dia ,tapi lagi-lagi nomornya tidak aktif."


"Kenapa kamu sering menghilang tiba-tiba ,aku tidak tahu pria seperti apa dirimu ,tuan plizzer kenapa kau jahat sekali padaku ,bahkan kau pergi pun tidak bilang padaku ,bahkan kau tidak memberikan kabar "


"A_aku biasa mendapatkan kabar dari mu setiap hari ,walau itu pun hanya pesan singkat darimu , tapi sudah 4 hari ini kau pun menghilang begitu saja ."


Nabila berpikir ,mungkin Bryan berada di kantor Dimas ,dan Nabila pun berpikir ,mungkin dari Hongkong Bryan pulang terlebih dahulu ke Indonesia ,seperti dimana dia pergi ke Hongkong ,dengan hati was-wasnya ,Nabila melangkah untuk mencari Erland ..


Pas .. Erland yang kini keluar dari ruangan rapat melihat nabila yang tengah melangkah ke arahnya ,Erland berhenti dari langkahnya dan melihat ke arah Nabila dengan mengerutkan keningnya .


"Tuan, .


"Ada apa Nabila " ucap Erland .


"Sa_saya ... saya ijin untuk kerja setengah hari ,apa di ijinkan ." ucap Nabila penuh harap .


"Kenapa ?! tidak biasanya ." ucap Erland .


"Aku ... aku ada masalah di panti ,tolong ijinkan saya tuan ..." ucap Nabila dengan memohon dengan wajah sedih .


Erland berpikir dengan perkataan Nabila , ada masalah di panti ,jika ada masalah , ana sang istri pun pasti mengatakan tentang perihal permasalahan di panti , tapi dengan raut wajah Nabila begitu watir dia pun mengijinkannya , diapun berpikir untuk bertanya nanti pada ana .


"Baiklah ..Kau boleh pergi sekarang juga " ucap Erland .


"Makasih tuan ,kalau gitu saya pergi sekarang ." jawab Nabila dengan di angguki Erland .


"Tunggu .?! apa kamu perlu bantuan ." ucap Erland memberhentikan langkah


"Tidak tuan !! terima kasih ." ucap Nabila kembali melanjutkan langkahnya.


Erland merasa heran dengan karyawan sekaligus sahabat dari istrinya itu ,dalam pikirannya Erland memikirkan masalah panti dengan apa yang di katakan Nabila .


Erland memperhatikan Nabila yang tergesa-gesa semakin penasaran dengan apa yang terjadi ,sampai Nabila menghilang dari parkiran pun dia perhatikan ,tidak biasanya gadis itu tergesa-gesa seperi itu ,apa masalah panti terlalu berat .pikirnya .


Nabila kini berniat untuk pergi ke kantor Dimas ,Nabila saat ini benar-benar seperti wanita murahan datang ke kantor hanya untuk menemui pria , tapi dia tidak bisa menahan rasa rindunya kali ini ,apalagi pria itu pergi tanpa pamit padanya .


Sesampainya di kantor Dimas ,Nabila dengan cepat melangkah masuk dan menghampiri resepsionis untuk bertanya .


"Selamat siang ,apa ada yang bisa kami bantu ." ucap resepsionis itu .


"Saya mau bertemu dengan tuan Bryan, apa dia ada ." ucap Nabila .


"Mohon maaf !! tuan Bryan sudah satu Minggu lebih tidak ke kantor , ada yang bisa kami bantu lagi ." ucap resepsionis itu .


Nabila terkejut dengan apa yang di katakan resepsionis itu ,bahkan pria itu sudah satu Minggu tidak ke kantor , Nabila pun berbalik lemas saat mendengar ucapan resepsionis itu.


"Itu tandanya kau waktu itu sudah berada di Hongkong terlebih dahulu beberapa hari ,sebelum aku datang , " gumam Nabila dengan mata berkaca-kaca


"Aku tidak tahu ,sekarang kamu dimana ,,, plizzer kau jahat ." gumam nabial dengan Isak tangisnya .


Nabila berhenti dari langkahnya ,dan berbalik melangkah ke arah resepsionis itu ,untuk bertanya kapan Bryan Kembali lagi .


"Mba ... apa mba tahu ,dia kapan akan kembali ." ucap Nabila .


"Kami tidak tahu , yang tahu hanya tuan Anggara ." jawabnya .


Nabila berbalik kembali dengan lesuh ,hatinya terpukul saat mendengar pria itu tidak ada di kantor saat ini dia berada ,kini Nabila melangkah keluar dengan meneteskan air mata .


"Nabila.....


Nabila berbalik di saat mendengar suara yang dia kenali , Nabila hanya diam dan menundukan kepalanya ,dengan cepat dia menghapus air mata yang menetes itu .


Dista melihat Nabila yang menundukan kepalanya , Dista mengerti dengan perasaan Nabila saat ini ,, Dista pun mengerti kenapa Nabila berada di kantor suaminya .


"Apa Bryan masih tidak ada kabar juga ," ucap dista .


"Tidak !! dia pergi dis ." jawab Nabila .


"Nabila ,maafin aku ?! aku gak bisa bantu , jika aku bertanya pada kak Dimas ,aku tidak berani .." ucap Dista .


"Gapapa dis ..bahkan sampai saat ini nomor telponnya tidak aktif ," jawab Nabila .


"Mungkin dia ada urusan lain bil ,Aku juga tidak mengerti ,dia tiba-tiba menghilang , seenggak nya kan bilang dulu kek ..beneran deh tuh orang ." ucap dista memeluk Nabila .


"Dista .!! lebih baik ,Aku menunggu di apartemen nya ," ucap Nabila .


"Haaa ..... Nabila jangan aneh-aneh ,dia tidak mungkin ada di apart......


Nabila tidak menghiraukan perkataan Dista ,dia kini melangkah ke arah resepsionis untuk meminta alamat apartemen Bryan ,Dista tercengang saat Nabila meminta alamat dimana Bryan tinggal .


"Bila tunggu !? .. kamu jangan aneh-aneh ,kamu ngapain kesana, dia juga pasti gak bakalan ada di sana ." ucap Dista .


"A_aku tahu ?! hiks...aku tahu dis ,dia pasti gak ada di sana ,tapi hanya tempat itu yang aku bisa meraihnya ." ucap Nabila .


"Dista ,apa yang kamu katakan waktu itu benar " ucap Nabila kembali dengan Isaknya .


"Yang mana ." jawab Dista .


"Kamu pernah bilang ! "KALAU KAMU SUKA SAMA SESEORANG ,KAMU PALING SEDIH SAAT ORANG ITU PERGI , sekarang aku sadar ,seperti apa rasanya ," ucap Nabila .


"Aku khawatir , aku kangen ,tapi aku gak bisa bertemu dengannya ." ucap Nabila lagi dengan tangisnya .


"Na_nabila ..maksud mu .." ucap Dista tak percaya .


Dista tidak percaya sahabatnya sekarang merasakan gimana rasanya di tinggalkan oleh seseorang yang paling di cintai .


"Apapun yang terjadi padaku ,dia selalu ada dan melindungiku ,sekarang dia menghilang tanpa kabar ,aku ... aku .. khawatir padanya ,aku takut terjadi apa-apa padanya ," ucap Nabila dengan Isaknya .


"Gi_gimana jika sampai dia tidak kembali lagi ,bagaimana ?! aku bahkan belum bilang .... aku ... aku suka padanya .." ucap Nabila kembali .


"Nabila ... akhirnya kamu sadar juga ," ucap Dista menutup mulutnya .


"Aku pergi dulu, meskipun aku hanya bisa menunggu, aku tidak perduli kapan dia akan kembali ,tapi aku tetap akan menunggu, aku percaya dia akan kembali ." ucap Nabila berbalik melangkah meninggalkan Dista .


Dista khawatir akan hal kepergian nabila, Dista takut sahabatnya itu akan menunggu Bryan di sana ,gimana jika Bryan tidak akan kembali lagi ,dia takut Nabila akan terus menunggu pria itu .


.


.


Nabila yang kini tengah berada di tempat dimana Bryan tinggal tengah menelusuri lantai nomor yang di berikan oleh resepsionis itu ,nomor yang di tujui Nabila pun kini dia dapati ,Nabila pun kini menghampiri pintu itu .


"Gak ada hal yang besar"


"Di waktu yang kita habiskan bersama ,dan pelan-pelan aku sadar ,tempat yang paling spesial di hatiku ...yaitu kamu ."


"Bahkan aku berharap ,saat pintu ini terbuka ,Aku ingin melihatmu ."


Nabila hanya mengetuk pintu itu dengan penuh berharap pintu itu segera terbuka .

__ADS_1


Nabila menempelkan kepalanya dengan menunduk ,dengan tangan terangkat untuk mengetuk pintu itu , bahkan sudah berapa kali Nabila mengetuk pintu itu yang tidak kebuka juga .


Tok ... tok....


Tok...tok....


"Gak ada orang ." gumam Nabila dengan memejamkan matanya .


Kini Nabila membalikan tubuhnya dengan menyandarkan punggungnya ke pintu itu ,dengan perlahan dia pun merosot dan terduduk di lantai dengan membelakangi pintu , kini dirinya bersembunyi di balik lututnya dengan meneteskan air mata.


"Jadi segitu mudahnya kamu menghilang ."


"Apa aku tidak bisa ketemu kamu lagi ."


"Aku gak mau .. jika aku tidak ketemu kamu lagi ."


Tanpa Nabila sadari ,seseorang kini ada yang tengah berdiri di depannya dengan tersenyum ke arah gadis yang kini tengah sembunyi di balik lututnya .


"Gadis ceroboh ." ucapnya .


Nabila yang mendengar suara yang dia kenali langsung mendongkak kan kepalanya dan melihat pria itu , Bryan berjongkok di hadapan gadis itu dengan tersenyum .


"Kelenci bodoh !! kenapa kamu datang kesini menungguku ." ucap Bryan yang kini berjongkok melihat wajah Nabila .


"Jika Dimas tidak mengatakan itu padaku ,aku pasti tidak akan seburu-buru itu untuk melihatmu kesini ."


Nabila mengucek matanya dengan tak percaya ,bahwa pria yang dia tunggu dan yang dia rindukan berada di hadapannya ,kini Bryan berdiri kembali dengan mengulurkan tangannya ke arah Nabila .


"Bangun !! di lantai dingin .." ucap Bryan .


"Bryan ." gumam Nabila .


Nabila tidak menerima uluran tangan bryan,dia berdiri dan langsung memeluk pria itu dengan menyembunyikan wajahnya di dada bidang Bryan .


"Aku kangen !! aku baru sadar ,betapa pentingnya kamu saat kamu enggak ada , aku takut kamu gak akan kembali lagi ,jangan menghilang lagi ,apalagi tanpa memberi kabar ." ucap Nabila dengan Isaknya .


Bryan membalas pelukan gadis itu ,ada rasa bersalah karna tidak memberi kabar padanya ,Bryan membelai rambut panjang gadis itu dengan sayang dan sembari tersenyum.


"Iya maaf aku gak ngabarin kamu ?! kamu tahu tidak , kata-kata mu barusan bikin aku baper loh ." ucap Bryan .


Nabila semakin mengeratkan pelukannya dan tidak ingin lepas dari pria itu .


"Bukan itu yang mau aku katakan ,aku mau memberikan jawaban cintamu ,dan aku mau bilang dengan perasaan ku yang sebenarnya ,dan aku gak ingin kehilanganmu ."


"Di hatiku ,dan yang ingin aku katakan itu "


"Aku Mencintai mu ." ucap Nabila di balik persembunyian nya .


Bryan terkejut setelah apa yang di katakan oleh gadis itu ,meskipun suaranya kecil ,tapi dia dengan jelas mendengarkan ucapan Nabila barusan ,Bryan kini melepaskan pelukannya dan melihat wajah gadis itu .


"Kamu bilang apa barusan ." ucap Bryan .


"Aku .... aku mencintaimu ." jawab Nabila dengan nada pelan.


Bryan langsung memeluk gadis itu kembali dengan perasaan senang, kini dia melepaskan pelukannya dan mencium kening gadis itu .


"Kelenci kecil , kamu tahu gak ?! aku sudah menunggu kalimat itu jauh-jauh hari ." ucap nya kini memeluk Nabila kembali .


Nabila pun membalas pelukan pria itu dengan meneteskan air matanya ,dia bahagia bisa bertemu dengan pria itu lagi dan mengatakan perasaannya yang selama ini dia pendam .


"Terima kasih sudah mau menungguku dan maaf .. baru sekarang aku mengatakannya." ucap Nabila dengan nada tangisnya .


"Iya-iya ?! kenapa menangis lagi .hmmm " ucap Bryan melepaskan pelukannya melihat ke arah Nabila .


"Aku .. aku gak bertemu beberapa hari dengan mu ,bahkan gak chatan dengan mu 4 hari ini ,bahkan aku gak mendengar suaramu lagi ,jadi aku gak bisa nahan air mata saat melihatmu ." ucap Nabila mengusap air matanya .


Bryan tidak menjawab perkataan gadis itu ,dia melihat mata gadis itu yang masih mengeluarkan air mata ,kini Bryan menangkup kepala Nabila dengan kedua tangannya dan mencium mata gadis itu ,tepatnya menghapus air mata Nabila dengan mulutnya.


Setelah menghapusnya ,Bryan melihat Nabila dengan menempelkan dahinya ke dahi Nabila ,kini dia terpejam dengan berkata pada gadis itu .


"Kamu tahu enggak !! aku sekarang senang banget ,gadis yang aku cintai ,akhirnya menyatakannya ,itu tandanya kau menjawab cinta ku dan membalas cinta itu ." ucap bryan .


"Aku cinta kamu !! kamu juga cinta aku ?! ternyata begini yang namanya kebahagiaan ."


Kryukkkkk... Kryukkkkk .


Bryan terkejut saat mendengar suara perut keroncongan ,kini dia membuka matanya dan melihat ke Nabila dengan tersenyum .


"Apa kau tidak makan seharian ,sehingga cacing di perutmu terdengar sangat jelas sekali " ucap bryan.


"Ayo kita cari makan ." ucap Bryan menarik mengambil tas Nabila yang tergeletak di lantai .


"Bryan !! berikan tasku ,itu gak Berat kok ,aku bisa bawa sendiri ." ucap Nabila .


"Apa salahnya bawain tas pacar sendiri ,hmm .. gapapa .. biar aku yang bawa ." jawab Bryan.


Nabila langsung berhenti dari langkahnya dan melihat punggung pria yang kini ada di depannya ,Nabila mencerna perkataan pria itu yang beberapa detik .


"Pa_pacar !!


"Itu artinya .."


"Kita sekarang pacaran ?! jadi sekarang dia pacarku !


"Menjalin hubungan seperti ini ,membuatku serasa hangat ...rasanya menggelitik ."


Bryan yang melihat Nabila berhenti dari langkahnya membuat nya ikut berhenti dan melihat ke arah Nabila .


"Nabila ."


"Kenapa ?! ayo jalan ." ucap Bryan menghampiri Nabila beberapa langkah di belakangnya .


Bryan tersenyum tipis dan menggenggam tangan Nabila dengan lembut ,Nabila melihat pria itu yang menatapnya tersipu malu dan memalingkan wajahnya .


"Eu ... i_itu ... apa kamu gak capek , bahkan kamu belum masuk sama sekali ke apartemen mu ." ucap Nabila .


"Aku gak merasakan capek ,saat melihat gadis yang aku cintai apalagi sekarang dia ada di sampingku ." jawab Bryan tersenyum .


"Bryan !! kamu beberapa hari ini kemana !! bahkan di saat aku kembali kesini ,aku tidak melihatmu di sana .. kau begitu jah...


"Syuutt .... maafin aku !! aku pergi tanpa bilang ke kamu ,aku ada masalah di perusahaan ku ,dan harus pergi dadakan ,sebenarnya masalahnya sudah lama ,hanya saja aku sibuk menyelesaikan pekerjaan kantor Dimas ." ucap Bryan menahan bibir Nabila dengan jari telunjuknya .


"Kamu kelihatan orang tidak mendapatkan masalah dan seperti tidak terjadi apa-apa ,bahkan hal seperi ini pun kamu memendamnya sendiri ." ucap nabila menyandarkan kepalanya di pundak pria itu .


"Aku tidak punya keluarga ,dan tidak memberanikan untuk mengatakan apa yang terjadi dalam keadaan ku ,?! soal aku yang tidak memberi kabar ,maafkan aku ya ..aku tidak bermaksud untuk pergi ." ucap Bryan mencium kening Nabila .


Nabila hanya mengangguk kan kepalnya ,kehidupan pria di sampingnya hanya hidup sendiri ,tidak beda jauh dengan Nabila ,Nabila pun tahu kehidupan Bryan yang di tinggal oleh kedua orang tuanya , Nabila tahu dari cerita ana dan juga Erland , sedari kecil Bryan hanya ikut dengan keluarga Anggara ,dan di besarkan oleh Kenan dari sang papa Erland .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di perusahaan Anggara group.


Dista yang kini melangkah ke arah lift untuk ke lantai atas memberhentikan langkahnya saat dia di halangi oleh Martin .


Dista yang melihat Martin di depannya memberhentikan langkahnya dan tersenyum ke arah pria itu ,Martin ingin sekali mengatakan tentang perihal Dista dan juga Dimas pada gadis yang ada di depannya itu .


"Dista ... boleh kah saya bertanya ." ucap Martin .


"Ohh .. tentu saja tuan ,apa yang akan anda bicarakan ." jawab Dista .


"Kamu dan tuan Anggara ,apa benar suami istri ." ucap Martin .


Dista terkejut saat pria itu mengatakan hal itu ,Dista tidak tahu bahwa pria itu akan bertanya soal dirinya dan juga Dimas .


"Sebenarnya aku ....." ucap Dista berhenti .


"Kenapa Dista ." jawab Martin dengan mengambil tangan Dista .


Tanpa mereka sadari ,Dimas kini tengah melihat Martin dan juga Dista ,bahkan Dimas sedari tadi menunggu gadis itu ,untuk mengobrol omah di balik telpon, dengan kesal menunggu ,Dimas pun kini turun ke lantai bawah ,tapi apa yang dia lihat ,gadis yang di tunggu-tunggu kini tengah bersama sahabat sekolahnya dulu .


Dengan menggepalkan tangannya ,Dimas pun menghampiri Martin dan juga Dista dengan menahan amarahnya saat gadis itu bersama pria lain .

__ADS_1


"Ayo pulang ." ucap Dimas menarik tangan Dista .


"Kak Dimas tunggu ." ucap Dista .


"Apa perkataan ku harus ku ulangi lagi ." ucap Dimas dengan menahan amarahnya.


Martin yang melihat Dimas selalu memaksa gadis itu di buat kesal ,dengan cepat dia menarik tangan Dista hingga hampir dekat dengan Martin .


"Maaf CEO Anggara ,dengan sikap anda yang barusan membuat gadis ini seperti ketakutan dan tertekan ,jika anda selalu memaksanya ,seorang gadis tidak akan bisa mengikuti seorang pria jika sikap anda seperti itu ." ujar Martin .


"Katakan sekali lagi ." jawab Dimas menatap Martin .


"Dia adalah seorang wanita ,dan tidak baik di perlakukan sepeti apa yang anda lakukan itu ,bahkan anda selalu memaksanya mengikuti anda , dengan suka rela saya disini ,siapapun yang memaksa gadis ini ,aku tidak akan membiarkannya pergi ." ucap Martin .


Dimas menatap Martin dengan tersenyum kecut ,Dista yang melihat ekspresi Dimas membuatnya sudah tidak tenang ,dan tegang .


"Memangnya kamu siapa dia." ucap Dimas .


"Dia adalah temanku ." ucap Martin .


"Kamu dan dia adalah teman ." jawab Dimas


"Tentu saja ." ucap Martin .


Kini Dimas menarik tangan Dista yang saat ini dekat dengan Martin ,dengan cepat Dimas merangkul pinggang Dista di depan pria itu dengan menahan amarahnya.


"Sudah ku bilang padamu ,!? dia bukan lagi pacarku ," ucap Dimas .


"Tapi dia sekarang adalah istriku ." ucap Dimas menatap Dista .


"Jadi ... sekarang aku akan membawa wanitaku pulang ,dan kau jangan menghalangi kami , dan sama sekali itu bukan urusanmu " ucap Dimas menatap Martin dengan menepiskan tangan Martin dari tangan Dista .


Martin yang melihat Dimas membawa Dista menggepalkan tangannya kuat ,dengan penuh amarah ,apalagi dia lagi-lagi mendengar perkataan Dimas ,bahwa mereka adalah suami istri .


Dimas membawa dista pulang dengan membawa mobil kecepatan tinggi dan mencengkram stir nya menahan amarah ,Dista yang melihat raut wajah Dimas dengan ekspresi menakutkan membuatnya membuka suara .


"Kak ... kak Dimas jangan salah paham antara aku dan juga tuan Martin ,kami berdua hanya ....


Ckiiitttttt ....


"Uhh .. akhh ...." pekik Dista .


"Bisakah memberi tahuku di saat kau akan berhenti , kepalaku hampir terbentur ." ucap Dista .


"Dista sudah ku bilang ,kau jangan sedekat itu dengan pria lain ,kau ini sekarang istriku ." ucap Dimas dengan menahan amarahnya .


"Tapi .. aku sama dia tidak ada apa....


Dista terkejut saat Dimas menahan tangannya ,apalagi saat ini pria itu sangat dekat dengan wajahnya .


"Dista ....Aku cemburu ..." lirih Dimas yang kini menahan tengkuk Dista .


Dista terkejut dengan apa yang di lakukan Dimas ,pria itu kini tengah menciumnya ,bahkan ciuman itu sangat lembut ,dista akui dia tidak ingin melepaskan ciuman itu ,Karna baginya dia tidak mungkin menolak dengan apa yang di lakukan oleh suaminya itu ,Karna semenjak pertemuan keluarga di restoran satu bulan lalu , dia sudah memiliki perasaan pada pria yang tak lain adalah suaminya itu .


Selang beberapa menit ,Dimas pun melepaskan ciuman itu dan menatap Dista ,Dista yang merasakan ciuman itu lepas dia membuka matanya dan melihat wajah yang ada di depannya itu , tapi dengan cepat Dimas kembali membenarkan duduknya dan menyalakan mobilnya kembali .


"Kita pulang dan mampir beli soto , pelayan di rumah tidak menyiapkan makan malam ,Karna omah ingin membeli Soto ,kita sekalian beli untuk semua orang di mansion ." ucap Dimas dengan di angguki Dista .


Tak butuh waktu lama ,kini mereka berada di salah satu penjual soto langganan wanita paruh baya yang tak lain adalah omah , Dimas turun dan menyuruh Dista untuk menunggu nya di dalam mobil saja ,Dista hanya menganggukkan kepalanya dan melihat pria itu berjalan .


Dista mengingat kejadian beberapa menit yang lalu dengan apa yang di lakukan oleh mereka tadi ,Bahakan Dista pun berpikir dan mencerna perkataan dimas.


"Kak Dimas cemburu ... apa dia ....?! akhh tidak mungkin Dista ... dia tidak mungkin menyukaimu ,kadang sifat pria itu selalu berubah-ubah dan dia tidak mungkin .... tidak mungkin mencintaimu .."


Dista menggeleng cepat ,dan tidak ingin mengingat itu ,dia tidak percaya kalau jika memang Dimas menyukainya ,kadang pria itu selalu berubah-ubah sikapnya pada dirinya .


Tak butuh waktu lama Dimas pun kini Kembali dengan menenteng kantong Soto untuk makan malam ,kini dia menyalakan mobilnya kembali , sebenarnya Dimas mengingat kejadian dimana dirinya mencium Dista .


"Sial .. tadi aku melakukannya terlalu agresif ,tapi .... dia tidak menolak ... ?! tidak ada salahnya aku mencicipi mulut gadis itu kan ,toh dia sudah menjadi milikku ."


Dengan perjalan tidak sampai 10 menit ,mereka sampai di halaman mansion ,Dimas dan Dista turun dengan bersalaman ..kini mereka pun berjalan ke arah pintu masuk , sesampainya di dalam ,Dimas menyuruh pelayan untuk menuangkan soto itu dan menyiapkannya di meja .


"Kau mandilah terlebih dahulu ,aku akan menunggumu selesai ,setelah itu kita langsung makan malam, karna ini sudah pukul 19.59 waktunya makan malam ," ucap Dimas pada Dista .


"Apa kakak tidak ingin mandi terlebih dahulu ." ucap Dista .


"Tidak !! biar nanti sesudah makan saja !! Kau bersihkan dulu sana ." ucap Dimas dengan di angguki Dista .


Dimas membuka jaznya dan menaruh di sofa ruang tamu ,di saat dia berbalik omah tersenyum ke arahnya yang kini tengah duduk di ruang tamu , tapi Dimas tidak menghiraukan nya ,dia berjalan ke arah ruang kerja sembari menunggu Dista .


20 menit pun berlalu ,Dista kini tengah melangkah ke arah meja makan ,dia melihat ana yang tengah menyiapkan makan malam dengan para pelayan , ana yang minat Dista menghampirinya tersenyum


"Selamat malam kakak ipar ." ucap ana .


"Hus .... apaan sih ... aku dan kamu tua kamu ana ... plis deh jangan panggil aku Kakak ipar ." decak Dista .


"Haha ... ya tentu lah ,kau itukan istrinya kakak iparku ,jelas aku juga panggil hal yang sama dong ."jawab ana .


Ana melihat Dimas yang kini melangkah ke arah meja makan ,begitu juga ana melihat Erland yang kini menitipkan baby Kenzie pada bi Ani ,Karna siap untuk makan malam .


"Dista ... !! cepat siapkan nasi untuk suamimu ,dan tuangkan soto itu pada mangkuk kecil ,suamimu sedang berjalan ke arah sini ." bisik ana .


Dista pun melihat ke arah Dimas ,dengan cepat dia menyiapkan nasi serta soto yang tadi pria itu beli ,bahkan Dista pun menuangkan sambel itu pada soto tersebut ,Dimas yang kini sudah menarik kursi langsung duduk dan tengah menuangkan soto pada nasinya .


Wanita paruh baya melihat ana dan juga Dista menyiapkan makan para suaminya tersenyum senang , akhir-akhir dia sangat senang melihat ke empat pasutri itu yang penuh dengan keromantisan .


Dimas yang kini tengah melahap makanannya terkejut saat merasakan makanannya pedas , tapi dia tidak ingin memperlihatkan nya pada semua orang ,terutama Dista sang istri .


"Sial ,, bisa sakit lambung ini ."


Terpaksa dengan cepat Dimas menghabiskan makanannya menahan rasa pedas itu ,Dista yang melihat dimas memakan cepat membuatnya heran sekaligus khawatir .


"Kak .. pelan-pelan makannya ." ucap Dista memberi segelas air .


"Apa segitu laparnya dia makan ,bahkan dia tidak mandi dulu ,biasanya dia suka membersihkan tubuhnya terlebih dahulu ." gumam Dista kecil .


"Aku sudah selesai , kalian lanjutkan saja makanya ,aku ada pekerjaan di ruang kerja , " ucap Dimas berdiri dari kursinya dan melangkah ke arah ruang kerjanya .


Erland yang melihat mata Dimas berkaca-kaca menahan pedas hanya tersenyum tipis ,pasti kakak iparnya itu sudah menuangkan sambal pada sotonya ,hingga membuat Dimas dengan cepat menghabiskan makanannya .


"Kakak ipar !! kak Dimas tidak menyukai pedas ,lain kali kau jangan menuangkan sambal di makanannya lagi ." ucap Erland .


"A_apa.?! .. aku tidak tahu dia tidak suka pedas ,bahkan tadi aku menuangkannya satu bungkus ." ucap Dista terkejut .


"Tidak apa ..!! tapi lain kali kau jangan mengulanginya lagi." ucap omah .


Dista mengangguk dan merasa bersalah , bahkan dia tidak berpikir terlebih dahulu dan main tuang saja .


Selang beberapa menit ,makan pun telah selesai ,kini Dista membantu para pelayan membereskan bekas makan malam mereka , setelah itu Dista berniat untuk membuatkan kopi latte kesukaan suaminya itu .


.


.


Di ruangan sana ,Dimas meringis menahan rasa sakit di perutnya yang tadi makan soto , bahkan dia tidak tahu bahwa soto itu pedas , Dimas yang kini meremas perutnya di kagetkan dengan suara ketukan pintu .


"Kak .. ini aku ..." ucap Dista .


"Emm .. ma_masuk .. " jawab Dimas .


"Aku mengantarkan kopi untukmu " ucap Dista .


"Emm .. taruhlah di situ .. ?! oh iya ... kau kembali lah ke kamar ,tidurlah terlebih dahulu ." ucap Dimas dengan menahan sakit .


Dista hanya menganggukkan kepalanya dan pergi meninggalkan Dimas di ruangan itu , Dimas menatap kopi itu, dia tidak mungkin min kopi itu dengan perutnya yang tidak baik-baik saja .


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2