
Ana memeluk bi Ani rasa kerinduan nya setelah dia pergi dari keluarga Anggara ,kejadian yang dimana dirinya sempat marah kepada wanita paruh baya tersebut pun teringat .
"Bi Ani , maafkan aku , maaf .." ucap ana menangis memeluk bi Ani .
"Nyonya , itu semua bukan salah nyonya ,tapi salah kami, kami tidak memberi tahu yang sebenarnya ," ucap bi Ani melepaskan pelukan itu .
"Nyonya saya bawakan makan untuk anda dan tuan Erland ,"ucap bi Ani yang memberikan kotak makanan .
Erland melihat ana menangis menghampiri dan menghapus air mata nya .
"Jangan menangis lagi , aku tidak ingin melihat mu menangis lagi ,aku sakit melihat mu menangis ,?cukup aku yang udah bikin kamu begini , sekali lagi maafin aku ." ucap nya sambil menghapus air mata ana .
"Jelas-jelas kau yang bikin aku menangis ."
Ana mengangguk kan kepalanya dan melepaskan tangan Erland dari wajah nya , kini erland menarik tangan ana kembali dan membawa kotak makan itu ke salah satu ruangan ,di mana dulu tempat ruangan Kenan sang papa untuk makan di ruangan tersebut , bi Ani yang melihat nya pun tersenyum senang .
"Akhirnya mereka bersatu ,semoga saja tuan Erland mencintai nyonya ana ,? ahh ... tunggu setelah kepergian nyonya sudah sebulan lebih ,apa ada tanda-tanda hamil , aku harus terus mengintai nya ."
Kini bi Ani melanjutkan perjalanan nya ke arah dimana Roy yang telah menunggu di ruangan tunggu Dimas berada ,,Sementara Erland dan ana sudah sampai di ruangan tempat papa nya dulu ,
"Erland ini tempat siapa ,kau tidak masuk sembarangan bukan ." ucap ana celingak celinguk ...
Erland menaruh tempat kontak makan itu di atas meja ,dia tidak menghiraukan perkataan ana , sementara ana tengah melihat-lihat keruangan itu ,Erland berjalan menghampiri ana ,di saat ana membalikan tubuh nya dia menabrak dada bidang Erland ,ana menundukan kepalanya dengan wajah yang sudah memerah seperti kepiting rebus ,Erland tersenyum kecil melihat tingkah malu-malu istri nya itu .
"Ma_maaf .." ucap ana yang melangkah dari hadapan erland .
Erland membalikan tubuh nya melihat ana tengah melangkah ,Erland berjalan mengikuti ana dan menarik tangan nya.
"E_er.....Mmmmm ...mmmmm ...
Lagi-lagi Erland membungkam bibir ranum ana ,Erland melakukan nya dengan lembut ,ana hanya diam dan tak membalas ciuman Erland pada nya ,Erland melepaskan ciuman nya dan menatap ana dengan sendu ,kini tangan nya memegang dagu ana dan menyentuh bibir ana .
"Buka ," ucap Erland menyentuh bibir ana dan kembali ******* bibir ranum ana.
Ana yang menikmati perlakuan Erland dengan sangat lembut menutup mata nya dan dia pun membalas nya dengan masih kaku ,Erland tersenyum dalam hati nya dengan balasan dari ana , beberapa menit kemudian ana melepaskan ciuman itu Karna membuat dirinya tidak bisa bernapas ,kini ana memalingkan wajah nya dari hadapan erland .
"A_Aku lapar ." ucap ana memalingkan wajah nya .
"Ya ampun aku lupa ,maaf ya aku sampai lupa akan hal perut mu .." ucap Erland membelai pipi ana dengan lembut
Kini pun Erland berjalan dan menarik tangan ana dan berjalan ke arah meja dimana kontak makanan itu berada , kini Erland pun tengah menyiapkan makanan nya untuk ana ,di saat dia menyiapkan makanan untuk ana, dia teringat akan Dimas bahkan dia belum sempat melihat kakak nya itu .
"Makanlah ,makan yang banyak ya ," ucap Erland yang akan menyuapi ana .
"E_erland ... aku bisa sendiri ..." ucap ana menolak suapan dari Erland .
__ADS_1
"Enggak ,, aku akan menyuapi untuk sekali aja ...aku waktu itu pernah akan menyuapi mu tapi kau malah marah-marah seperti macam betina ,tapi sekarang menurut lah ..a__ buka mulut mu ." ucap Erland
Ana teringat dimana dirinya marah-marah karna pria yang ada di hadapan nya itu selalu menjengkel kan ,kini ana pun menerima suapan itu ,Erland tersenyum melihat ana tengah menuruti nya .
"Apa kau masih takut padaku ,kenapa di setiap aku memandang wajah mu ,kau selalu menunduk .hmmm ..." ucap Erland yang telah melihat ana menunduk .
"E_enggak ... dari dulu aku gak takut kok ,?"
"aku bukan takut ,tapi aku malu ,"
"Benarkah ,kenapa muka mu merah ," ucap Erland dengan menggoda ana .
Ana terkejut dengan apa yang di katakan Erland ,ana menundukkan kembali wajah nya karna semakin malu saat pria yang ada di depan nya berkata seperti itu .,Erland tersenyum melihat ana yang tengah malu-malu itu .
"A__ buka mulut mu kembali ." ucap Erland yang akan menyuapi ana .
"Erland berhenti .. aku bisa sendiri ... bukankah kau bilang akan menyuapi ku hanya sekali saja ." ucap ana mengambil kontak makan itu
Kini ana memakan makanan yang sudah ada di sendok ,ana melihat Erland yang menatap nya dengan tangan di dagu . kini ana mengambil nasi dan lauk yang ada di kotak makan itu dan menyodorkan ke mulut Erland , Erland terkejut saat ana akan menyuapi dirinya ,Erland pun langsung menerima suapan dari ana ,kini dia berdiri dan mencium kening ana dengan mulut mengunyah makanan
"Aku akan keluar sebentar untuk melihat kak Dimas , kau akan di temani bi Ani setelah aku menelpon nya ." ucap Erland yang tengah mengambil ponsel nya di saku untuk menelpon roy ,
Tak butuh waktu lama ,kini bi Ani pun tengah sampai di ruangan tuan besar nya dulu itu ,Erland yang melihat Bi Ani pun berkata untuk menemani ana .
"Tolong temani istriku ,aku akan melihat kakak ku dulu ," ucap Erland yang di angguki bi Ani ..
Ana tertegun di saat Erland memanggil nya sayang ,bahkan jantung nya pun ikut berdetak setelah apa yang di ucapkan pria itu , di saat Erland melangkah membuka pintu untuk keluar ana memanggil nya .
"Erland ," ...
Erland yang di panggil pun berhenti dari langkah nya ,dan melihat ke arah ana ,ana berjalan menghampiri Erland dengan membawa kotak nasi tersebut ,dan Erland terkejut melihat ana memberi satu sendok makan pada nya.
"Makan lah satu sendok lagi ,kau hanya makan satu sendok barusan ." ucap ana menyuapi Erland .
Dengan senang hati Erland menerima nya ,dia benar-benar tidak ingin pergi meninggalkan istri nya itu di saat melihat wajah ana merah merona ,ana yang di tatap pun lari di mana dia duduk di kursi tadi ,Erland yang melihat nya pun tersenyum dan pergi meninggalkan ruangan tersebut
Ana melihat pintu yang tengah tertutup itu ,dia melihat bayangan Erland yang baru saja tersenyum ke arah nya ,entah kenapa dirinya begitu merasa kehilangan di saat pria itu menghilang ,entah Karna dia merindukan pria itu setelah satu bulan ,entah Karna hal lain yang membuat nya merindukan pria itu sampai menangis .
"Erland aku mencintai mu?? dengan kelembutan mu padaku aku merasa di cintai... ,kau memberikan perhatian yang begitu hangat padaku ,?? Tapi aku gak tahu perubahan mu terhadap ku atas dasar apa ,? Erland ,apa kau mencintai ku ."
Bi Ani melihat ana menangis terkejut apa yang membuat nya tengah menangis , apa Erland menyakiti nya ,atau hal lain.
"Nyonya ... kenapa anda menangis ,apa tuan Erland menyakitimu lagi ." ucap bi Ani mengusap punggung ana .
Ana hanya menggelengkan kepalanya ,dia tidak mungkin untuk bilang yang sesungguh nya pada bi Ani ,kini ana telah menghapus air mata nya .
__ADS_1
"Oh iya bi Ani , setelah kepergian ku apa yang sebenarnya telah terjadi ,kenapa Dimas langsung dengan kondisi parah dan di larikan ke rumah sakit, apa itu Karna aku yang telah pergi . " ucap ana dengan terisak .
Bi Ani menghela napas nya berat, dia hanya bisa tahu itu dari dokter Wilson yang tengah menceritakan nya dan tidak tahu sepenuh nya .
"Saya juga tidak tahu sepenuh nya nyonya ,, dan ini tidak ada sangkut paut nya dengan nyonya ... awal nya tuan Dimas hanya terkejut setelah mendengar pertengkaran nyonya bersama tuan Erland, dimana waktu itu pun kondisi tuan Dimas drop dan tak sadar kan diri , setelah Roy menelpon tuan Erland ,tuan Erland pun langsung kembali setelah mencari Anda ."
"Dimana waktu itupun tuan Dimas sadar dari bangun nya dan terkejut melihat tuan Erland berada di samping nya yang tengah tidur ,di saat dia bangun dia membangunkan tuan Erland dan berbincang sebentar tentang diri Anda dan juga tuan Erland ,tidak lama pun tuan Dimas meminta ingin di belikan takoyaki pada tuan Erland ."
"Awal nya tuan Erland melarang memakan itu tersebut ,tapi tuan Dimas memaksa ingin memakan itu ,tuan Erland pun akhir nya mengiya kan nya ,dan pergi beli takoyaki itu ,di saat kepergian tuan erland ,saya juga tidak tahu apa yang telah terjadi dengan tuan dimas ,di saat dokter Wilson masuk untuk melihat dan memeriksa tuan Dimas daya kesehatan nya tidak stabil dan menurun ,di saat dokter Wilson akan memeriksa denyut nadi nya ,dia menemukan darah dan juga pisau buah tepat di brankas tuan Dimas dengan kondisi yang semakin memburuk ,
"Beruntung nya tuan Wilson langsung mengatasi tangan tuan Dimas yang terus saja mengeluarkan darah , setelah itu tuan Dimas semakin memburuk dengan kondisi nya ,? saya hanya bisa tahu itu saja ,dan tidak tahu apa yang telah terjadi di sebelum nya ." ucap bi Ani menceritakan semua apa yang telah terjadi .
Ana diam mendengarkan perkataan bi Ani ,dalam pikiran ana apa Dimas ingin berusaha bunuh diri ,tapi untuk apa ,apa untuk mengikuti Sahara yang di nyatakan meninggal ,ana mengingat Erland ,di mana pria itu sungguh berbeda saat setelah bertemu setelah satu bulan lama nya .
"Bi Ani ... lalu apa yang terjadi dengan Erland , kenapa dia berbeda , bahkan dia begitu kurus ." ucap ana menundukan kepala nya .
"Tuan Erland begitu? ,setiap hari mabuk-mabukan dimana dirinya telah tahu apa yang kakak nya lakukan itu ,? dia begitu marah dan mengamuk di kamar tamu ,bahkan dia selalu bilang ingin membunuh Sahara yang sudah membuat tuan Dimas seperti itu ,di saat tuan Erland mabuk berat tuan Erland selalu bergumam memanggil nama anda,"
"Nyonya ,asalkan nyonya tahu tuan Erland tengah mencari nyonya ke kosan nona Nabila dengan kondisi mabuk dan mengganggu nona Nabila yang tengah tidur , sampai-sampai nyonya Nabila menelpon telpon rumah memberi tahukan untuk membawa Erland yang tengah mabuk di luar rumah nona Nabila ."
"Satu bulan ini , tuan Erland selalu datang ke tempat nona Nabila untuk menanyakan anda , tapi nona Nabila tidak mengatakan anda pergi kemana ,bahkan sempat tuan Erland menyuruh seseorang untuk menyuruh mencari Anda ,tapi dia urungkan ,dia mencari Anda sendiri dengan sendiri sampai mencari nya ke seluruh kota ini ,bahkan dirinya pernah pergi ke kota yang dia tempuhi ,tapi hasil nya tidak menemukan anda juga ,di saat tuan Erland akan pergi dari kota lain , dokter Wilson memerintahkan nya tidak untuk pergi jauh dengan kondisi tuan Dimas seperti itu ."
"Dan pada akhir nya lagi-lagi tuan Erland mencari Anda ke tempat nona Nabila lagi ,dia memaksa nona Nabila untuk membuka pintu kosan tersebut ,dan tuan Erland berharap anda ada di tempat nona Nabila ."
"Bahkan di sisi lain dia memikirkan tuan Dimas ,dan juga memikirkan anda ,?? nyonya semenjak kepergian anda tuan Erland begitu menyendiri di kamar tamu anda yang selalu anda tempati ,dia selalu memanggil nama anda ,dan menangis berharap anda kembali ,tuan Erland menyuruh seseorang untuk mencari Anda ,tapi tidak menemukan nya ,"
"Tuan Erland marah-marah dengan orang tersebut Karna tidak menemukan anda ,Sampai mereka ke kota dimana tuan Stevan berada ,mereka pun tidak menemukan nya , sampai-sampai tuan Erland mengecek ke bandara untuk melihat pendaftaran penerbangan,tapi hasilnya nihil tuan Erland tidak menemukan jejak anda juga ." ucap bi Ani yang telah menceritakan semua nya .
Ana terkejut di saat dia mendengarkan perkataan bi Ani ,bahwa selama ini Erland tengah mencari nya sampai dimana ana tinggal di desa ...
"Mereka tidak menemukan ku karna aku tinggal di desa yang jauh dengan kota ,?? jadi selama ini di_dia telah mencariku dengan kondisi nya yang seperti itu , apa yang membuat dirinya seperti itu adalah aku , jika aku tidak pergi ,dan tidak berantem dengan Erland ,Dimas pun tidak mungkin melakukan nya dengan melukai tangan nya.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
#