
" kau benar ana , masa lalu harus aku kubur , kini sekarang aku kan merubah kelakuan ku dan menghilangkan keegoisan itu, aku akan belajar darimu ." ucap Jen dengan malu-malu.
Ana hanya tersenyum senang , dengan jenika yang sekarang.
"Ana ,apa kau mencintai Dimas , "
"Jen, jika kamu bertanya seperti itu aku gak bisa menjawab ,Dimas itu suami ku ,meskipun dia cacat , tapi aku akan menghormati dia sebagai suami ku , meski belum ada cinta dari ku ."
"Maaf ana ,aku tak seharus nya berkata seperti itu , dan maaf juga aku selalu menghina suami mu , "ucap Jen menundukan kepalanya .
"Tidak apa Jen ,mungkin kamu sedang hilaf."
Jenika hanya tersenyum ke arah ana , ana selalu tenang ,dia merasa bersalah selalu membuat ana kerepotan di waktu itu .
"Aku harus memiliki hubungan yang baik dengan ana , bagaimana pun juga dia udah termasuk kakakku ." batin jen .
"Ana boleh kah aku jujur , sebenarnya pertama tuan Erland datang kesini , aku sudah mulai menyukai nya ,tapi perasaan itu aku urungkan , aku tidak perduli lagi dengan yang nama nya pria tampan , aku sungguh bodoh , hahaha kau pasti akan menertawai aku kan ana ." ucap Jen tersenyum kecut .
"Jen , setiap orang pasti mempunyai rasa , entah itu rasa sayang , rasa cinta , bahkan cinta terhadap seorang pria bisa pudar juga ,Kau tidak bodoh ,setiap orang yang memiliki perasaan pasti seperti itu ." ucap ana ..
Jen tidak menjawab pertanyaan ana , dia hanya tersenyum dengan perkataan ana yang membuat nya diam ,tidak bisa menjawab apa-apa.
"Dia memang pria populer ,jika di pikir-pikir emang kenyataan nya sih ,dia tampan dan juga kaya ,ya jelas lah Jen dan Vika tertarik pada si brengsek itu , tapi kan tidak seharus nya dari kedua putri paman juga kan yang tertarik pada nya ,kelihatan nya Erland emang pria populer di keluarga Pratama ,bahkan bibi juga pernah terkesima oleh ketampanan nya ,"batin ana .
Kini ana melangkah kan kaki nya untuk bersiap pulang , tapi di saat dia pulang Sintia mencegah nya ,
"Bibi aku harus pulang ,ini hampir sore ."
"ana kau terlalu terburu-buru ,ayo makan dulu ,aku sudah membuat kan kue kacang kesukaan mu ." ucap Sintia berlalu ke dapur untuk mengambil jus .
__ADS_1
"kenapa dia jadi berubah seperti itu tadi aja dia sinis padaku , ada apa dengan bibi Sintia ini ,apa dia kesambet sesuatu , tapi jika aku pulang ,kue kacang itu sayang sekali jika tidak di makan ," gumam ana yang melihat kue kacang itu.
"Ana kau melihat putri-putri ku itu kan ,mereka sungguh menyukai tuan Erland ,apalagi Vika dia benar-benar tergoda oleh nya ,kau tahu sendiri kan ,? dan kau sekarang adalah kakak ipar nya tuan Erland ,dan kau juga dulu tinggal di sini dan bermain-main dengan putri ku Vika ,jadi tidak ada salah nya kamu bisa dekat kan Vika dengan tuan Erland ." ucap Sintia dengan antusias.
Ana tidak menjawab pertanyaan Sintia ,dia diam memikirkan perkataan bibi nya itu ,ternyata bibi nya itu baik Karana ada udang di balik batu .
"Ternyata seperi itu ,dia tiba-tiba baik padaku ,mereka kenapa menyukai Erland ,bahkan dia itu tidak sopan ,dan berbicara kasar , dan dia pria yang selalu menganiaya kakak ipar nya sendiri , jika aku tidak menjawab pertanyaan bibi ,pasti dia terus saja bertanya ,bahkan untuk aku pulang saja pasti di cegah oleh nya ." batin ana
"Ana apa saja makanan kesukaan Erland ,kau kan sudah menjadi istri Dimas ,dan tinggal di sana, pasti kau tahu kesukaan makanan Erland ."
"haist ,,, apalagi yang akan bibi tanyakan ini ,semua nya para gadis di sini hanya bertanya tentang si brengsek itu ." batin ana
"Dia menyukai rendang ,sup daging sapi, dan mangga dan yang lainnya dia juga suka ." ucap ana asal .
"Oh ya ampun baiklah ,aku akan mengingatkan itu semua ." ucap Sintia antusias .
"Hanya demi anak-anaknya ,dia pun ikutan repot sendiri , apa anaknya itu sebuah harta Karun baginya , kenapa mereka sungguh ngefans pada si brengsek itu ." batin ana .
πΉπΉπΉπΉπΉ
Di sebuah ruang kerja ,seseorang Erland Anggara menyuruh kedua dokter itu untuk datang menghampiri nya ,karna mengenai penjelasan kakak nya .
"Katakan gimana keadaan kakakku , apa ada kemajuan ,apa kalian sudah merencanakan itu untuk informasi oprasi kulit ," ucap Erland dingin .
"Maaf tuan , kita berusaha memaksa tuan Dimas untuk operasi pun tidak bisa , karna keinginannya ingin sembuh pun sulit ,dia hanya ingin hidup bertahan seperti itu , dan kami para dokter pun tidak bisa memaksakan untuk kesembuhan nya , tapi saya harap juga tuan Dimas cepat pulih " ucap dokter Wilson
"Kondisi nya semakin memburuk ,semenjak di beri tahu akan hal kematian nona Sahara jadi dia hanya......
"Hanya karna seorang wanita , dia tidak menganggap usaha keras ku untuk membuat dia sembuh , dan kalian sebagai para dokter cuma hanya bisa menuruti pasien yang mempunyai luka parah seperti kakakku ." ucap Erland dengan suara meninggi yang memotong ucapan dokter wilson
__ADS_1
"Maaf tuan muda, bukan nya kami menuruti apa yang tuan Dimas mau , tapi dari kenyataan yang dia ucap kan , dia hanya ingin mengakhiri hidup nya ,agar bisa bertemu dengan nona Sahara .
"Kasih tahu aku yang sebenar nya gimana kesehatan kakakku , kalian tidak perlu berbelit-belit dengan omong kosong hanya karna wanita itu , jika kalian menutupi nya dari ku ,jangan harap kalian akan tenang dengan keluarga kalian ." ucap Erland dengan amarah nya .
Kedua dokter itu terkejut dengan apa yang di katakan Erland ,mau gimana pun dia adalah orang yang berkuasa .
"Tuan Dimas hanya bisa bertahan hidup dari air herbal kulit itu tuan , bahkan itu juga tidak akan bertahan hidup lama.
"Keluar dari sini ." ucap Erland dengan amarah nya .
Kini Erland berjalan keluar dari ruang kerja nya untuk melangkah kan kaki nya untuk pergi ke kamar Dimas.
*
*
*
*
Disisi lain ana sedang mempersiap kan sayuran yang akan dia jadikan sup buat Dimas yang di bantu oleh bi Ani .
"Bi Ani aku akan membuat sup sayur ini untuk suami ku ,ini juga sehat untuk kulit yang di alami oleh nya ,aku memasak ini agar dia tidak bosan memakan bubur terus ,semoga dia menyukai nya ."
"Nyonya kau memang baik hati ," ..
"Bukan seperti itu bi Ani ,aku kan istri nya ,aku harus tahu kesehatan suami ku juga dong .."Ucap ana tersenyum ,
masak pun selesai , di saat ana akan ke meja makan , tiba-tiba suara gedoran pintu yang begitu keras mengangget kan nya dan tiba-tiba pintu itu di dobrak orang ,entah itu siapa yang ana tidak tahu , di saat ana menghampiri , ana kaget dengan kedatangan pria bertubuh besar dan kekar .
__ADS_1