Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
Pergi meninggalkan mansion .


__ADS_3

Kini ana sedang berusaha untuk memberanikan diri mencium Erland ,mau bagaimanapun dia ingin tahu yang sebenarnya .


"Sebenarnya tidak ada niatan untuk mencium pria ini ,tapi aku hanya ingin memastikan kebenaran ,dan untuk kebaikan ku sendiri ."


Erland melihat ana yang tengah mendekatkan wajah nya terkejut apa yang akan di lakukan oleh ana ,tidak heran Erland yang melihat itu pun tersenyum tipis .


"Kenapa dia berinisiatif begini ,kemampuan mencium nya sangat buruk .?! tapi aku suka ?dia penuh perjuangan ingin mencium ku ."


Ana yang melihat Erland menutup mata nya tersenyum tipis ,kini pria itu pun membuka mulut nya dan ******* bibir ana ,ana pun membalas nya dengan mencari lidah yang beberapa jam yang lalu dia gigit ,


"Ini kesempatan ku ,dan aku sudah menemukan lidah nya ,"


ana begitu terkejut saat dia menemukan luka gigitan dan rasa darah pada pria itu ,kini ana pun menggigit nya kembali dan turun dari pangkuan Erland ,rasa sakit dan kecewa selama ini yang dia tidak tahu ,hanyalah kerjaan semata dari Erland .


Erland terkejut saat dirinya di gigit lagi oleh istrinya itu ,pria itu berpikir dengan apa yang di lakukan ana .


"Apa dia sengaja melakukan itu ,dan aku masuk dalam perangkap nya ."


Kini ana melihat Erland dengan tatapan yang sulit di artikan ,marah ,kecewa dan benci menjadi satu sudah di penuhi dalam dirinya ,dia menatap Erland dengan penuh campur aduk ,sesak ,dan sakit yang dia rasakan .


"Erland ,kenapa kau menyamar sebagai Dimas kakak mu untuk menipu ku ,apa salah ku " ucap ana dengan mata berkaca-kaca.


Erland yang masih merasakan nyeri pada lidah nya kini telah tertahan kan dengan ucapan wanita yang ada di hadapan nya .


"Sekarang aku sudah ketahuan .,tidak perlu lagi untuk bersembunyi ,ini saat nya aku akan memperjelas dan membuka kulit palsu ini di hadapan nya ."


"Kapan kau mengetahui nya ,kau cukup pintar menebak ." jawab Erland dengan melepaskan kulit palsu dan juga perban yang ada di tangan nya di depan ana.


Kini Erland telah memegang pengubah suara itu dengan memainkan nya di depan ana , ekpresi Erland dengan wajah dingin nya melihat ana yang menunduk .


"Katakan ,?! kau belajar dari siapa tentang perihal itu ." ucap Erland


"Jadi begitu ,kau melakukan itu padaku dan menipu ku dengan penyamaran kakak mu ," ucap ana dengan nunduk tanpa melihat pria itu .


"Dengan kulit palsu dan pengubah suara itu yang kau lakukan sejak pertama aku datang ke keluarga Anggara,"


"Sejak awal aku tidak tenang ,kalau kau menerima pernikahan itu hanyalah sebuah uang ,kemewahan ,dan kau materialistis, tapi dengan penyelidikan ku ,aku sadar bahwa kau memang berbeda dengan wanita yang lain nya ." ucap Erland yang masih memainkan pengubah suara di depan ana .


"Aku juga tidak tenang ?! sejak pertama aku datang ke sini ,kau selalu menganggap ku wanita jahat di mata mu ,dan kau selalu mengganggap ku hanyalah mencintai uang," ucap ana mendongkakan kepalanya dengan deraian air mata .


"Kenapa kau tidak usir aku saja sejak awal Erland Anggara ,kenapa kau malah menyiksa ku dengan cara mu ,apa kau tidak menganggap ku manusia di mata mu ," ucap ana kembali dengan kemarahan nya


Kini Erland berdiri ,di mana dia akan menghampiri wanita yang tengah menangis itu Karana ulah nya ,ada rasa sakit dalam hatinya setelah melihat wanita itu menangis di banjiri air mata .


"Jangan menyentuh ku ." ucap ana yang telah menepis tangan Erland dengan rasa benci nya terhadap pria itu .


"Ana berhenti menangis ,aku akan jelaskan semua nya ." ucap Erland dengan menahan tangan ana kembali .


"Apa yang akan kau jelaskan padaku Erland ,ini sudah jelas kau sudah menipu ku ,,? dan bahkan aku terlalu bodoh dengan diriku sendiri ,bahkan aku terlalu berlebihan telah mencintai mu , ? Erland aku ini apa di mata mu ,perasaan ini benar-benar tidak berharga di mata mu ,? Erland Anggara aku membenci mu ." ucap ana berlari ke luar dan meninggal ka Erland dengan tangisan nya .


Erland terkejut dengan perkataan yang di lontarkan ana ,bahwa wanita itu mencintai dirinya ,dengan kebodohan wanita itu dia sendiri yang telah membodohi nya ,Erland melihat kepergian ana dengan tatapan yang sulit di artikan.


Kini ana berlari ke luar dan berlari dari ruangan luas itu dengan tangisan nya ,bi Ani dan Roy yang tengah melihat ana menangis terkejut .


"Nyonya ,ada apa ? kenapa anda menangis ." ucap bi Ani yang tersenggol oleh ana .

__ADS_1


Ana tidak perduli dengan teriakan bi Ani ,pikiran nya saat ini hanya ingin menjauh dari keluarga Anggara itu ,dengan melangkah nya dia berpasan dengan Roy ,yang tengah berada di depan lift .


"Nyonya ana ,Anda mau kemana ? ini sudah larut malam ." ucap Roy yang akan mengejar ana .


"Jangan mengejar ku dan jangan menyentuhku , ? kalian semua pembohong ? aku membenci kalian berdua ? aku membenci semua nya ." ucap ana kepada bi Ani dan juga Roy ,kini ana membalikan tubuh nya dan berlari ke arah luar .


Pak Jarwo dan pak urip yang tengah melihat nyonya muda nya berlari terkejut melihat nyonya muda nya menangis ,di saat mereka akan menahan nya ana sudah berlari jauh dari pintu gerbang itu .


"Nyonya tunggu ... kami akan menjelaskan semua nya ,nyonya mari kita bicarakan ." ucap Roy tengah berteriak .


Ana tidak menghiraukan teriakan Roy ,kini dia telah menulusuri jalan itu dengan menangis ,rasa sakit dan kecewa yang telah dia ketahui membuat nya hancur .


"Ana cepat naik ke motor ku ." ucap Frans yang tiba-tiba datang .


Ana terkejut melihat Frans yang tiba-tiba muncul ,tanpa berpikir panjang ana pun naik motor yang Frans bawa .


Roy dan pak Jarwo yang tengah mengejar nya dengan napas yang memburu ,bi Ani dan pak Urip pun tengah menyusul untuk mengejar ana .


"Roy siapa yang membawa nyonya , apa yang harus kita lakukan sekarang ." ucap bi Ani dengan napas berat nya .


"Itu mungkin adalah teman nyonya yang waktu itu datang kesini ,seharusnya tidak ada keselamatan buat nyonya ,bi Ani cepat beri tahu tuan Erland bahwa nyonya ana telah pergi ." ucap Roy yang masih melihat ana pergi dengan Frans .


Bi Ani langsung pergi ke kamar tamu untuk memberitahukan Erland ,namun dia merasa heran dengan tampang Erland saat ini , tampang biasa dan merasa tidak ada masalah apapun .


"Astaga tuan Erland apa yang masih anda lakukan disini ,nyonya ana benar-benar terluka saat ini ,bagaimana pun juga ini adalah salah kita ,kita harus meminta maaf padanya .,tuan Erland cepat bawa pulang nyonya ana ,saya begitu khawatir tengtang nya ." ucap bi Ani yang tengah menangis .


Erland tidak menjawab pertanyaan bi Ani ,dia masih melihat jalanan yang ada di jendela itu ,yah ?! Erland tengah melihat ana pergi dengan Frans .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Terima kasih Frans " ucap ana dengan serak nya menerima sapu tangan tersebut .


"Kalau akan begini jadi nya ,aku tidak akan mengungkap kan kebenaran nya pada mu ana , bahkan kau pasti kecewa akan hal itu semua ." ucap Frans dengan bersalah nya.


"Tidak mengungkapkan nya ??? apa kau juga mau membohongi ku seperti mereka yang tengah membohongi ku , justru aku berterima kasih padamu ,sudah mengatakan nya padaku ." ucap ana dengan Isak nya tanpa melihat ke arah Frans.


Frans melihat ana yang masih menangis ,Frans tengah berpikir dengan nasib ana yang membuat nya hancur seperti yang sekarang ana rasakan .


"Aku tidak mengerti ?? kenapa keluarga yang berkuasa seperti keluarga Anggara bisa mempermainkan dan berusaha keras menipu seorang gadis seperti ana ."


"Ana tidak peduli dengan keadaan apapun pada dirimu ,aku akan selalu berada di sisimu ." ucap Frans serius .


Ana mendengar perkataan pria yang ada di samping nya itu ,dia tidak tahu harus gimana dan berbuat apa ,dalam hidup nya saat ini ,


"Ana ini sudah larut malam , mari aku antarkan ke vila ku ,kau tinggal lah di sana sementara ." ucap Frans mengulurkan tangan nya .


"Frans kau tak perlu repot-repot ,antarkan aku ke kosannya Nabila saja ." ucap ana yang tengah berdiri .


"Baiklah ,?! itu adalah ide bagus , kau nanti bisa ada teman nya ." ucap Frans tersenyum.


Tak butuh waktu lama ,ana pun sampai di kosan nya Nabila ,ana mengetuk pintu tersebut dan tidak di buka oleh Nabila ,di saat ana memutar gagang pintu nya ana terkejut pintu nya tidak di kunci oleh sahabat nya itu .


"Nabila ceroboh sekali ,gimna jika ada pria hidung belang masuk ."


Kini ana berjalan ke arah kamar Nabila ,pintu kamar pun tidak ia kunci ,ana yang melihat Nabila sudah terlelap dari tidur nya , ana kembali mengingat apa yang sudah terjadi satu jam yang lalu .

__ADS_1


"Aku seharusnya tidak mencintai dia ?? tapi aku sungguh sangat mencintai nya ..? hatiku sangat sakit , rasanya sangat menyakitkan ,aku ingin tidur dan tidak bangun lagi ."gumam ana yang membaringkan tubuh nya di sofa sembari menahan tangisan nya .


Tanpa ana sadari Erland berada di luar kosan nya Nabila ,di saat bi Ani memaksa nya dia langsung pergi mengikuti ana ,di perjalanan dia melihat ana dan Frans tengah duduk di toko ,dan melihat ana yang masih menangis ,di saat Frans dan ana pergi lagi ,kini dia juga mengikuti nya .


"Kabur dengan pria lain, dia cukup berani ,? "


Erland melihat pintu kosan Nabila dengan sendu , dalam kondisi saat ini dia masih menahan amarah nya yang telah terjadi beberapa jam yang lalu , di saat dia akan masuk mobil ,ponsel dirinya berdering dan Roy tengah menelpon nya .


"Si Roy ini menelpon ku pasti hanya ingin menanyakan wanita itu ,dan kenapa dia harus menelepon lagi dari tadi "


Kini Erland mengangkat nya dengan menjawab pertanyaan Roy dengan amarah nya ,di saat Roy mengatakan dari balik telpon mengenai Dimas ,Erland terkejut .


"Pastikan kakakku baik-baik saja ,aku akan segera pulang " ucap nya dengan menyalakan mobil nya .


"Aku harus pergi ,?! lupakan rasa sakit di hatiku tentang ana dan Frans ,aku harus pergi pulang untuk melihat kakak ,apa mereka memberi tahukan pada kak Dimas masalah aku dan ana. ."


Kini Erland pun tengah sampai di kediaman Anggara ,dia masuk dengan tergesa-gesa, dia melihat dokter Leon dan juga Roy ,dokter Leon menceritakan apa yang terjadi dengan Dimas .


Kini Erland tengah masuk dan melihat Dimas tengah di urusi oleh para dokter ,dia melihat kakak nya yang tengah di beri penenang untuk Dimas oleh dokter .


"Kakak aku kembali ." ucap Erland yang tengah menatap Dimas yang tengah menutupkan mata nya .


"Aku tidak akan meninggalkan mu lagi ," ucap nya lagi .


Erland menyuruh para dokter untuk istirahat ,kini dia duduk di kursi itu dan melihat Dimas yang sudah tidak berdaya ,dengan kondisi yang di rasakan Dimas saat ini mungkin adalah kesalahan dirinya , saat ini Erland berbaring di samping Dimas ,tanoa sadar dirinya tertidur di satu ranjang Dimas ,tepat nya di samping nya .


Tiga puluh menit kemudian Dimas membuka mata nya ,dia terkejut melihat Erland tengah tidur di sampingnya.


"Erland ,??, dia mengerutkan kening nya di saat tidur ,?ini semua salahku , keributan dirinya dan ana yang sudah meninggalkan keluarga anggara , begitu juga tidak apa-apa? paksaan tidak akan berakhir dengan baik ,? bagus jika Anatasya pergi , dia akhirnya bisa kabur dari penderitaan, aku sungguh telah menganiaya ana .??, aku benar-benar orang tidak berguna ,semua orang telah memperlakukan aku seperti orang normal .....tapi , tapi kebenaran tidak dapat bisa di ubah ?! aku bisa saja mati jika harus seperti ini terus ."


"E_erland bangun ," ucap Dimas dengan suara parau nya .


"Ka_kakak kau sudah bangun , kak mulai sekarang aku yang akan melayani mu setiap hari , dan apa yang ingin kau ingin kan sekarang ." ucap Erland yang langsung bangun dari tidur nya.


"Erland ,akhirnya kau membuat ana pergi dari penderitaan nya ,apa kau pikir aku tidak tahu apa-apa ." ucap Dimas dengan suara lemas nya .


"Kak ... kau tak perlu khawatir ,lagi pula nanti dia juga pasti akan kembali ."ucap Erland dengan menyilangkan kedua tangan nya.


"Kalau sudah pergi ya sudah biarkan dia pergi ,?bahkan kau tidak mencintai nya ,maka lepaskan lah. " ucap Dimas dengan menatap Erland.


Erland terkejut dengan perkataan Dimas ,pasal nya Dimas yang mencarikan istri untuk nya , dan dia juga yang mendorong dirinya untuk memiliki anak dengan wanita yang sudah jadi istrinya itu .


"Aku tidak tahu dengan perasaan ku pada ana,? tapi perasaan ini pun sudah lama hadir dalam hidup ku"


"Kak jika pun begitu ?? aku tidak tahan melihat nya dengan pria lain ."ucap Erland dengan nada kesal nya .


"Lupakan saja ... ?? Erland aku ingin meminta sesuatu padamu , apa kau masih ingat toko takoyaki yang dekat dengan perusahan mu , tiba-tiba aku ingin makan itu ,pergi dan belikan lah ." ucap Dimas


Erland mengerut kan kening nya ,Dimas ingin memakan seperti itu di saat kondisi nya seperti itu ,Erland tidak akan biarkan Dimas untuk memakan hal yang membuat tubuh nya tidak baik .


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2