Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
Surat Nikah.


__ADS_3

Ana menangis mengingat perkataan para pekerja yang di apotik tadi , kini dia memegang kontrasepsi itu dengan erat ,erland melihat ke arah ana yang menundukan kepala nya ,Erland terkejut setelah dirinya melihat alat kontrasepsi yang ada di tangan ana .


"Itu adalah alat penunda kehamilan ."


"Ana apa kau tidak ingin memiliki anak dari ku ." ucap Erland dengan menahan amarah nya .


"Apa menurut mu aku pantas mendapatkan anak dari mu Erland " ucap ana dengan tatapan dingin nya mengarah ke arah jendela .


Erland tidak menjawab pertanyaan ana ,dia


menahan amarah nya dan memegang setir mobil dengan kuat ,kini dia menancapkan gas mobil nya dengan sangat kencang , saat ini ana tidak perduli dengan apa yang di lakukan Erland , tidak butuh waktu lama ,kini mobil Erland tengah sampai di halaman mansion Anggara ,ana keluar dari mobil Erland dan berjalan dengan tatapan kosong .


"Meskipun aku tidak menyesal memberikan pengalaman pertama ku untuk nya ,tapi bukan berarti semua ini hal yang benar ,aku adalah istri nya Dimas ,jadi semua ini salah ,dan aku harus memperbaiki nya dengan cara meminum ini ,sekarang bagaimana aku bisa menghadapi Dimas ,dan aku melakukan hal yang salah dan melakukan itu dengan adik nya .


Ana berjalan memasuki mansion dengan menangis ,dia tidak sadar air mata nya jatuh secara tiba-tiba , bi Ani yang melihat ana datang terkejut melihat ana dengan wajah di tekuk .


"Nyonya ,anda sudah kembali " ucap bi Ani yang tengah melihat perut ana ,


Ana yang di tatap seperti itu oleh bi Ani memalingkan wajah nya ,


"Dia tidak tahu bahwa aku di culik ,tapi kenapa mata nya ke arah perut ku ."


"Nyonya ana apa anda lapar ,saya sudah memasak sayur sup ayam ,jika anda lapar saya akan hangat kan sup nya sebentar ." ucap bi Ani melangkah ke dapur .


"Bi Ani sungguh peduli padaku , dia tidak boleh sampai tahu apa yang telah terjadi pagi tadi padaku ,


Ana menatap bayangan dirinya yang ada di dalam cangkir yang berisi teh madu itu dengan wajah yang sulit di artikan .


"Nyonya anda kenapa semakin kurus , makanlah sayur-sayuran sehat untuk anda nyonya ." ucap bi Ani yang telah menaruh sup ayam di hadapan ana .


"Bi Ani ... aku tidak lapar aku akan pergi istirahat ." ucap ana memalingkan wajah nya dan berlalu pergi dari hadapan bi Ani .


Kini ana berjalan memasuki kamar tamu ,setelah di kamar ana membuka tas untuk mengambil kontrasepsi itu untuk di minum .


"Jangan terpikirkan lagi soal kejadian tadi pagi Anatasya ,kau cukup melakukan minum ini untuk memperbaiki semua nya ."


Kini ana melangkah kan kaki nya ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya ,dia mengingat kejadian di pagi hari tadi .


"sadar lah Anatasya pengalaman pertama mu di berikan sama pria yang kamu cintai, itu tidaklah buruk ,walau pun Erland tidak mencintai mu ."


Tanpa ana sadari ,di saat dirinya sedang mandi bi Ani telah masuk ke kamar ana untuk menaruh sup untuk ana .


"Ada apa dengan nyonya ana, kenapa tadi dia begitu terburu-buru menyembunyikan sesuatu ,? aku harus mencari tahu apa yang telah di sembunyikan nya ."


Bi Ani berjalan ke arah tempat tidur di mana tadi ana menyembunyikan sesuatu ,di saat dia mencari-cari dia menemukan obat alat kontrasepsi itu dan terkejut .


"Jadi nyonya meminum ini ,aku sudah memikirkan waktu nya di jauh-jauh hari , tapi apa yang sekarang aku lihat ,


Bi Ani membuang obat tersebut dan akan menggantikan nya dengan vitamin yang serupa dengan obat itu ,kini dia berjalan kembali ke luar dengan cepat-cepat.


Kini ana telah selesai membersihkan dirinya ,dia berjalan ke arah ruang ganti ,dan setelah nya bersiap-siap untuk melihat Dimas .

__ADS_1


"Aku sekarang sudah bersih karna mandi ,tapi tidak dengan hati ku ,? mungkin sekarang aku harus menemui Dimas agar aku bisa tenang ."


Ana pun berjalan ke arah tangga untuk melihat dimas , lagi-lagi dia di halangi oleh Roy yang di depan pintu itu .


"Nyonya anda di sini ,ada yang bisa saya bantu ," ucap Erland dengan tenang .


"Roy aku ingin bertemu dengan suami ku ,apa dia baik-baik aja ." ucap ana dengan nada sendu nya .


"Tuan muda baik-baik saja nyonya , jangan berfikir berlebihan ,kebaikan dan kepedulian mu ,suatu hari akan menyentuh hati tuan Erland ." ucap Roy sembari tersenyum.


"Roy apa yang kau katakan , aku ini istri nya Dimas ." ucap ana dengan sedikit kaget setelah mendengar perkataan Roy .


Roy tidak menjawab pertanyaan ana ,dia tersenyum ke arah ana ,bahkan Roy pun tidak ingin larut menyembunyikan ini ,bahkan tidak lama ini pun ana akan tahu bahwa suami nya itu adalah Erland, ana yang melihat Roy tersenyum mengerutkan kening nya dengan heran.


"Semua orang di sini menyimpan sesuatu , Dimas selalu mengunci dirinya di ruangan itu ,tapi ketika bertemu dengan ku dia seperti tidak begitu buruk dan kelihatan membaik , kenapa semuanya ingin menyembunyikan keadaan ., bahkan Roy pun akhir-akhir ini menjadi cukup aneh ,aku harus melihat Dimas hari ini juga aku tidak perduli dengan penolakan Roy di depan pintu ini ."


Kini ana menabrak pundak Roy untuk melihat keadaan Dimas di balik pintu yang ada kaca nya itu ,dia melihat beberapa dokter yang tengah berdiri di samping dimas, dokter Wilson yang melihat ana di balik kaca langsung beralih melihat pandangan nya pada Dimas , Dimas yang melihat dokter Wilson terheran kenapa dirinya pindah tempat ke arah depan .


"Tuan nyonya ana ada di depan pintu ." ucap dokter Wilson .


"Apa dia dari tadi di depan pintu ." ucap Dimas .


"Iya tuan ,? nyonya ana begitu keras kepala ingin bertemu dengan anda ,setiap hari selalu harus berdebat dengan tuan Roy di depan pintu ." ucap dokter Wilson .


Dimas tidak menjawab perkataan dokter Wilson ,dia memikirkan untuk memberi tahu pada ana bahwa Erland adalah suami.


"Dokter Wilson saya minta tolong untuk panggil kan Roy ,suruh dia membawa kotak surat nikah ,ini saat nya menyerahkan surat nikah itu pada adik ipar ku ,aku tidak ingin membuat nya terjerat dalam situasi ini ,dan dia seharus nya bersama Erland ,dan tidak menganggap ku suami ."Ucap Dimas memenjam kan mata nya .


Dokter Wilson dan dokter Leon terkejut dengan apa yang di ucap kan oleh Dimas ,pasal nya kedua dokter itu di larang oleh Erland tidak untuk memberi tahu nya sebelum Sahara itu Kemabli .


Roy pun mengerti dengan perkataan dokter Wilson ,kini dia melangkah ke arah tempat ruangan khusus untuk mengambil kotak yang berisi surat nikah Erland dan juga ana .


Sebelum memberikan nya pada ana ,Roy terlebih dahulu menemui Dimas ke arah ruangan tersebut .


"Tuan dimas ,apakah saya harus menyerah kan surat nikah ini kepada nyonya ana sekarang juga ." ucap Roy yang tengah memangku kotak tersebut .


"Kau benar Roy ,kau harus serahkan ini kepada ana ,dia harus tahu secepat nya semua ini , dokter Wilson bisakah kau menyuruh ana masuk ke sini ,sekarang aku mengijinkan dia masuk ." ucap Dimas yang melihat ke arah dokter Wilson dengan di angguki nya .


"Dan ini saat nya aku bertemu dengan adik ipar ku ." gumam Dimas ..


Dokter itu pun berjalan ke arah luar ,di saat dia membuka pintu itu ,ternyata ana masih di depan pintu arah kanan .


"Dokter ijnikan saya masuk menemui Dimas !? saya tidak akan mengganggu nya ,Saya tidak akan bicara ,saya hanya akan berdiri saja dan melihat nya ." ucap ana dengan memohon


"Jika dokter menghalangi saya terus ,saya .. saya akan menggunakan hukum untuk hak saya ." ucap ana gelagapan .


"Aku mohon jangan menghalangi ku lagi ."


Dokter Wilson tertawa melihat ekspresi nyonya muda nya itu , ana begitu perduli pada Dimas yang sebagai kakak ipar nya itu .


"Nyonya ,anda tenang dulu ,? saya keluar untuk mencari Anda ,tuan Dimas mengijinkan anda untuk masuk ." ucap dokter Wilson yang masih menahan tawa nya .

__ADS_1


"Benarkah ," ucap ana dengan meneteskan air mata nya karna bahagia ,karna ini baru pertama kali nya dia di ijinkan masuk .


"Iya nyonya ,? sebaik nya anda bersiap dulu untuk memakai baju steril ." ucap dokter Wilson .


"Oke ." ucap ana dengan antusias ,Karna dirinya begitu senang dengan apa yang barusan dokter itu katakan.


Di saat ana akan melangkah , tiba-tiba Erland datang dan mengaget kan dokter Wilson dan juga ana .


"Siapa yang menyuruh mu membiarkan dia masuk ." ucap Erland dengan amarah nya


"Tuan dimas yang menyetujui nya tuan , dan dokter wil memberitahu kan pada nyonya ana ,bahwa tuan Dimas ingin bertemu dengan nya , dan bahkan saya menyuruh membawa ini sebagai hadiah untuk nyonya ana ." ucap Roy yang tengah memperlihatkan map


Erland terkejut dengan apa yang dia lihat dia langsung merebut map biru yang ada surat nikah di dalam nya itu.


"Dia tidak pantas mendapat hadiah ini Roy ." ucap Erland menatap ana dengan amarah nya .


"Erland apa yang kau lakukan ,itu sudah menjadi milikku ,Dimas memberikan nya padaku ,kau tidak sepantas nya mengatakan aku tidak pantas mendapatkan hadiah ini ." ucap ana yang telah merebut map tersebut.


" Kau sangat ingin mengambil ini dari ku ,itu tidak akan bisa Anatasya ,? masih punya muka ,mengatakan ini bukan untuk uang ." ucap Erland dengan menatap ana sinis .


Ana terkejut mendengar perkataan Erland yang baru saja di lontarkan itu , perkataan nya membuat hati ana sakit .


"Kau benar ,aku adalah seorang wanita matre yang menikahi tuan Anggara ,hanya karna uang ." ucap ana melangkah ke arah pintu ruang dimas ,di saat dia melangkah Erland menghalangi pintu itu .


"Kakak ku sedang tidak nyaman untuk bertemu dirimu sekarang ." ucap Erland yang tengah menghalangi pintu .


"Minggir Erland ,kau jangan menghalangi jalan ku ,aku adalah istri sah dari Dimas dan berhak masuk melihat nya ." ucap ana dengan amarah nya.


"Anatasya Dirgantara, aku bilang tidak ya tidak ," ucap Erland dengan tatapan tajam nya .


"Erland ,kau keterlaluan ." ucap ana dengan amarah nya ,


"Yah ? kau benar ,aku keterlaluan ? aku berkata satu tidak ada seorang pun yang berkata dua ,? jadi kau harus menuruti ku ." ucap Erland dengan menatap ana tajam .


Kini ana berbalik dan pergi ke bawah ,dia tidak ingin berantem lagi dengan pria itu .


"Aku akan melihat Dimas di saat dia tidak ada di rumah ."


Erland pun berjalan dengan membawa map itu kedalam ruangan Dimas , dia melihat surat nikah itu dan melihat fhoto dirinya dan juga ana , di mana waktu itu fhoto itu di urus oleh pekerja sipil dengan baik.


Erland menutup map itu kembali ,dan akan menyimpan nya di ruangan yang tak jauh dari ruang perawatan dimas, kini pun dia telah berada di ruangan itu , dan kaki nya melangkah ke arah Dimas yang berbaring lemah itu .


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Mohon di tunggu untuk episode nya ,tentang Sahara aku undur ,?Karna ada yang penasaran dengan pernikahan Erland dan ana, aku utama kan desas desus nya rahasia Erland , dan yang sebentar lagi akan ke bongkar .


__ADS_2