Aku Madu Anakku

Aku Madu Anakku
Masa Lalu Mita 1


__ADS_3

Atin yang melihat Laras dan Intan hanya diam saja, dia merasa iba. Hingga dia yang akhirnya berkata pada Yogi.


"Pak, biar nanti aku yang cerita di rumah saja." Atin menepuk paha Yogi seraya menatap sendu dirinya.


Yogi hanya menganggukkan kepalanya, tanpa berkata apapun. Namun di dalam hati, Yogi sangat ingin tahu.


"Sebenarnya ada apa dengan rumah tangga anak dan cucuku?" batin Yogi di liputi dengan tanda tanya.


Obrolan yang begitu asik, hingga tak sadar sudah menjelang makan malam. Kali ini makan malam sangat istimewa dan sangat ramai, di samping ada Atin dan Yogi. Ada Keano juga Kevin.


Namun wajah Laras masih saja terlihat murung, dia tak bisa menyunggingkan senyum sama sekali. Intan merasa iba padanya.


"Ya, Allah. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana kelak jika Laras mengetahui aku pernah menjadi istri siri Tara. Berpisah beberapa saat dengan Tara saja, Laras selalu murung," batin Intan menghela napas panjang.


Atin sejenak menatap pada Intan dan sejenak menatap pada Laras.


"Aku nggak terima, adik dan keponakanku di sakiti oleh pria yang sama. Aku benar-benar akan membuat perhitungan pada Tara. Kali ini aku tidak akan tinggal diam. Apa lagi aku tahu jika saat ini Tara sudah menikah siri dengan Tia."


"Ya, Allah. Tunjukanlah padaku, bagaimana caraku untuk bisa membongkar kebusukan Tara di hadapan Laras. Supaya Laras tidak berlarut mencintai pria yang tak pantas untuk di cintai."


Sembari makan malam, batin Atin terus saja menggerutu memikirkan cara yang tepat untuk membongkar kebusukan Tara di depan Laras.


Setelah makan malam usai, Keano dan Kevin berpamitan pulang karena tak enak jika berlama-lama di rumah Intan. Berbeda dengan Yogi dan Atin, mereka memutuskan untuk menginap, karena Atin ingin merasakan tidur bersama Bu Mita.


"Nak, istirahatlah. Karena besok pagi bukannya kamu harus bekerja?" saran Bu Mita pada Atin.


"Sebentar,bu. Aku ingin mendengar sejenak kisah ibu, saat tidak bersama bapak. Pasti hidup ibu penuh dengan perjuangan dalam membesarkan Intan," pinta Atin di sela berbarungnya di pangkuan Bu Mita.


Bu Mita dengan senang hati bercerita tentang masa lalunya saat tidak bersama dengan Yogi.


Beberapa puluh tahun yang lalu, di saat Bu Mita di tinggal pergi begitu saja oleh Bapak Yogi, dia hanya seorang diri di rumahnya.

__ADS_1


"Ya, Allah. Padahal aku sengaja menutupi kehamilanku pada suamiku karena ingin membuat surprise atau kejutan buatnya di saat dia pulang nanti. Tapi malah aku yang terkejut," gerutu Mita dengan berurai air mata.


"Ya, Allah. Aku harus bagaimana? untuk bisa mempertahankan rumah tanggaku? bagaimana pula aku membuktikan pada Mas Yogi jika anak yang aku kandung adalah murni darah dagingnya. Aku sama sekali tidak pernah selingkuh darinya," kembali lagi Mita menggerutu.


Mita merebahkan badannya di pembaringan seraya matanya menatap langit-langit kamar, hingga tak terasa mata nya terpejam dan dia tertidur dengan pulasnya.


Ayam berkokok, menandakan pagi telah datang. Namun di pagi buta, di saat semua orang baru saja terbangun dari tidurnya. Rumah Mita di teriaki oleh banyak orang.


"Mita, keluarlah cepat!" teriak salah satu warga.


"Mita, buruan buka pintunya cepat!" teriak warga yang lainnya.


Bahkan beberapa warga menggedor pintu rumah Mita dengan sangat kasar. Teriakan dari beberapa warga mengagetkan Mita. Dia segera beranjak bangkit dari pembaringan dan melangkah menemui warga.


Dengan langkah malas, Mita membuka pintu rumahnya.


"Bapak-bapak dan ibu-ibu, kenapa berkumpul di depan rumahku dan berteriak-teriak?" tanya Mita menatap warga yang ada di depan rumahnya.


"Iya, cepat kemasi barang-barangmu sekarang juga! sebelum kami tambah emosi!" bentak warga yang lainnya.


Ucapan dari warga membuat Mita mengernyitkan alis karena bingung.


"Maaf, apa salah saya? kenapa kalian mengusir saya?" tanya Mita menatap para warga.


"Halah, nggak usah berpura-pura! kamu wanita kotor, suami sedang bekerja malah kamu selingkuh!" bentak warga lainnya.


"Maaf, saya tidak pernah berbuat serendah itu!" elak Mita.


"Nggak usah mengelak! kami punya buktinya! bagaimana kamu menerima tamu pria di saat tidak ada suamimu di rumah!" bentak warga lainnya.


"Pak RT, saya sama sekali tidak pernah melakukan hal yang warga tuduhkan. Tolong saya, Pak RT." Pinta Mita menatap memohon pada Pak RT.

__ADS_1


"Maaf, Bu Mita. Saya tidak bisa membantu, karena berdasarkan bukti mengarah ke anda semua." Pak RT memperlihatkan beberapa vidio diantaranya vidio saat ada seorang pria sedang berbicara dengannya, dan vidio dimana Yogi sedang bertikai dengan dirinya.


"Pak, pria yang ada di dalam vidio tersebut masih saudara jauh saya. Kebetulan dia kemari karena kita sudah lama tidak bertemu. Dia pulang menjadi TKI, lalu mampir kemari," Mita mencoba menjelaskan kekelirua para warga.


Akan tetapi tidak ada satupun yang percaya pada Mita. Warga tetap saja meminta pada Pak RT untuk lekas mengusir Mita dari desa tersebut.


Pada akhirnya Mita tetap harus pergi dari rumahnya sendiri. Karena warga terus saja memaksa Mita pergi.


"Baiklah, saya akan pergi. Tapi ijinkan saya untuk sejenak mengemasi pakaian saya." Mita masuk ke dalam rumahnya dengan mata berkaca-kaca.


Dia lekas mengemasi pakaiannya dan setelah itu dia melangkah pergi dari rumahnya sendiri dengan di hina di buly oleh para warga.


"Ya, Allah. Harus kemana aku melangkahkan kaki ini?" Mita terus saja melangkahkan kaki entah akan kemana.


Dia memang memiliki banyak saudara, akan tetapi dia bukan tripikal wanita yang suka minta tolong saudaranya.


Dia tidak ingin mengasihani diri sendiri dengan meminta bantuan pada saudara-saudaranya.


"Ya, Allah. Kuatkan dan ikhlaskan hamba dalam menerima ujian hidup ini. Dan berilah jalan lurusMu agar aku selalu bertopang pada kebenaran."


"Ya, Allah. Sertai selalu langkah hidup hamba supaya hamba bisa bertahan hidup di saat saya sedang hamil dan tanpa ada suami saya."


"Ya, Allah. Bukakan mata hati dan pikiran suami hamba, supaya segera tahu kebenarannya dan segera berakhir kesalahpahaman ini."


Demikian Mita terus saja menggerutu di sela melangkahkan kaki entah akan kemana, karena dia sama sekali tidak punya tujuan.


Hingga akhirnya Mita memutuskan untuk mencari Yogi ke seluruh rumah para kerabat Yogi.


"Aku ingin mencari Mas Yogi, mungkin saat ini dia berada di rumah Bude Nunung." Gerutunya seraya lekas naik angkutan umum.


Tak berapa lama kemudian,sampailah di rumah Bude Nunung. Namun Yogi malah mengusir Mita. Yogi sudah tidak percaya pada Mita. Dia pergi dengan rasa kecewa dan kesal, karena Yogi tak percaya padanya.

__ADS_1


*****


__ADS_2