Aku Madu Anakku

Aku Madu Anakku
Si Pemalas


__ADS_3

Pagi menjelang, Mona telah bersiap-siap. Dia akan melanjutkan kuliahnya yang sempat tertunda. Sedangkan, Tara masih tidur nyenyak.


Baby Marsya di bawanya di titipkan pada Mamah Desny. Orang tua Monalisa yang mengusulkan supaya dirinya melanjutkan kuliahnya yang sempat terputus.


"Hati-hati ya, nak." Pesan Desny.


"Iya, mah." Tak lupa Monalisa menyalami, Desny.


Monalisa berangkat kuliah dengan mengendarai motor maticnya. Dia telah bertekad akan kuliah hingga selesai dan mendapat gelar sarjana. Supaya dia bisa bekerja untuk mada depan, Marsya.


Beberapa menit kemudian, Tara bangun dan mencari keberadaan, Monalisa.


"Kemana pula, Mona. Sepagi ini kok sudah nggak ada di rumah." Tara melangkah ke ruang makan.


Dia merasa lapar sangat karena sore tak makan, tapi dia terkejut saat membuka tudung saji tak ada makan apa pun. Hanya ada sehelai kertas, pesan dari Mona.


{ Jika ingin mendapatkan makanan, kerja dulu. Selesaikan pekerjaan rumah, nanti aku kan memberi makan }

__ADS_1


Melihat pesan dari, Mona yang di tulis pada sebuah kertas membuat, Tara sangat kesal di buatnya.


"Mentang-mentang aku nganggur, seenaknya saja merendahkanku. Kejam banget sih, Mona! tapi kalau aku nggak menuruti kemauannya aku bakal kelaparan lagi."


"Semalam sudah nggak makan, masa ini nggak sarapan pula?oh iya, kenapa aku nggak coba ke dapur saja? barangkali ada mie instan, telor atau makanan apa gitu."


Tara melangkah menuju ke dapur, dia mulai membuka almari penyimpanan makanan yang biasa di isi stok makanan seperti mie instan, cemilan, dan berbagai macam makanan ringan.


Namun Tara kecewa, karena sama sekali tak ada stok di almari tersebut. Lantas Tara beralih ke kulkas, dia pikir akan ada makanan.


"Astaghfiruloh alazdim, kebangetan banget, Mona. Masa sama sekali nggak ada stok apa pun, padahal biasanya penuh dengan makanan."Tara memijit pelipisnya yang teramat pusing.


Kembali lagi, Tara kecewa. Karena ternyata galonnya kosong tak ada air sama sekali.


"Ya Allah, kejam sekali istriku padaku." Tara melangkah ke wastafe, dia mengambil air dari keran dan meminumnya.


Sejenak dia menulis chat pesan pada, Monalisa.

__ADS_1


[ Mona, aku mohon tolong berikan aku makanan dulu. Nanti setelah aku makan, akan mengerjakan pekerjaan rumah. Bagaimana aku bisa bekerja sementara dari sore hingga sekarang aku belum makan? ]


Mona hanya membaca pesan dari, Tara tanp membakas pesan dari, Tara.


"Ih, kok cuma di read? kenapa nggak di balas?"Tara sangat kesal.


Namun tak berapa lama, datanglah asisten rumah tangga dari rumah mertuanya mengantar rantang berisi makanan dan teko berisi minum.


"Titipan dari, Non Mona."


Setelah menyerahkan pada, Tara. Pembantu tersebut lekas kembali ke rumah, Delta.


"Alhamdulilah, akhirnya aku bisa makan juga. Ya ampun, makanannya enak-enak sekali dan membuatku sudah tak sabar ingin menyantapnya." Tara menelan salivanya saat membuka rantang satu persatu.


Dia pun langsung menyantapny begitu saja, sampai habis tak tersisa. Kini dia sudah tak merasa lapar lagi.


Selesai sarapan bukannya mulai mengerjakan tugas rumah, tapi dia malah tidur kembali di kamar. Bahkan rantang dan piring bekas makan, tak di bersihkannya sama sekali. Hingga, Monalisa kembali, Tara masih terlelap dalam tidurnya.

__ADS_1


Hal ini membuat, Monalisa sangat emosi pada, Tara.


*******


__ADS_2