Aku Madu Anakku

Aku Madu Anakku
Saras Kabur Dari Penjara


__ADS_3

Mendengar alasan dari Monalisa tentang Tara, sejenak Delta diam saja. Dia seperti memikirkan sesuatu.


"Mona, seharusnya kamu tak berpikiran negatif pada suamimu. Bisa jadi apa yang di katakan Tara ada benarnya, dia hanya ingin mengetahui kabar anaknya."


"Memang istri bisa menjadi bekas, tapi tidak dengan anak. Bukankah kamu tak pernah mendengar ada istilah bekas anak?"


"Mona, kamu telah bersalah pada Tiara dengan merebut Tiara darinya. Secara tidak sengaja, kamu juga yang membuat anaknya tak punya ayah."


Perkataan Delta bukannya membuat Mona sadar, tetapi dia malah sangat marah.


"Hentikan papah membela Tiara! aku sama sekali nggak suka, pah. Semua sudah suratan takdir, jika Mas Tara memilihku. Jadi janganlah membela Tiara terus dan janganlah menyalahkanku," Monalisa mendengus kesal.


Delta tak bisa berkata lagi, dia pun berlalu pergi begitu saja.


Di lain tempat, yakni di dalam lapas. Saat ini Saras dan teman lapasnya sedang merencanakan sesuatu, mereka ingin melarikan diri dari tahanan.


Tiga orang berbisik-bisik supaya tidak di ketahui oleh para penjaga. Setelah rencana matang, mereka mulai beraksi dengan berakting seolah mereka berantem.


Sengaja tiga orang ini baku hantam saling tarik menarik rambut saling pukul saling tampar. Kegaduhan yang terjadi di dalam penjara mampu memancing perhatian beberapa polwan.


"Heh, apa yang kalian bertiga lakukan? hentikannnn!" teriak salah satu polwan.


Namun Saras dan dua temannya terus saja berkelahi tanpa menghiraukan teguran dari petugas tersebut.


Hingga akhirnya sang petugas membuka sel tersebut. Ketiganya terus saja baku hantam, dan pada saat itu juga ketiga pingsan.


Petugas membawa ketiganya ke ruang kesehatan, akan tetapi salah satu petugas medis mengatakan jika ketiganya harus di bawa ke rumah sakit.


"Maaf, bu. Sepertinya mereka terluka parah dan butuh perawatan intensif. Jadi harus di bawa ke rumah sakit yang ada di kota."


Petugas tersebut mempercayai ucapan petugas medis dan membawanya ke rumah sakit yang ada di kota.


Padahal jarak lumayan jauh sam melewati pedesaan yang sunyi sepi. Pada saat mobil melaju di tempat yang sunyi, ketiganya mulai beraksi dan menghabisi petugas yang mengawal akan ke rumah sakit di kota.

__ADS_1


Dua petugas di perdaya oleh tiga narapidana yang salah satunya adalah Saras. Sengaja mobil polisi tersebur di dorong hingga masuk jurang.


"Langkah selanjutnya apa?" tanya si A.


"Tanya pada Saras, dia yang awalnya membuat ide ini. Pasti dia juga tahu apa yang selanjutnya akan kita lakukan," tukas si B.


"Kita harus membuat suatu penyamaran supaya tidak bisa di lacak oleh para polisi," tukas Saras.


"Caranya bagaimana?"


"Sekarang kita ke rumahku yang kebetulan tak jauh dari sini. Kita lewat pesawahan saja supaya aman. Nanti setelah sampai di rumahku, kita bicarakan lagi langkah selanjutnya," ajak Saras.


Tiga narapidana ini berjalan menyusuri jalan pesawahan sesuai saran, Saras. Setelah tiga puluh menit berjalan, akhirnya sampai juga di rumah Saras.


Dia ingat cara membuka pintu gerbang yang pernah di ajarkan oleh Reno pada Laras dengan menggunakan jepit rambut kecil.


Hal serupa juga di lakukan oleh Saras untuk membuka pintu rumahnya. Setelah itu ketiganya masuk ke rumah Saras.


Setelah terlepas, Saras memberikan pakaian untuk kedua temannya.


"Kita harus cepat pergi dari sini, khawatir polisi melacak sampai ke sini. Kalian pakailah ini, untuk penyamaran." Saras memberikan rambut palsu serta masker untuk kedua temannya.


Saras mencoba mencari kontak mobilnya, dan menemukannya di sebuah nakas di kamar. Tak lupa membawa surat-surat penting.


Saras akan menjual semua aset pentingnya termasuk mobilnya untuk bisa pergi ke luar negeri.


Dia meminta bantuan pada kenalannya untuk menjual semua aset penting miliknya. Dia juga meminta salah satu temannya untuk membuatkan identitas palsu untuk dirinya dan kedua temannya.


Proses yang di lakukan Saras tidak membutuhkan waktu lama. Karena orang-orang yang di mintai tolong olehnya adalah orang yang telah benar-benar ahli.


"Saras, kamu hebat. Hanya beberapa jam saja bisa menjual aset berhargamu dan membuatkan identitas palsu untuk kami," bisik si A di dalam pesawat.


"Hust, jangan keras-keras dan jangan di bahas lagi," bisik Saras lirih menasehati temannya.

__ADS_1


Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan, akhirnya Saras dan dua temannya telah sampai di negara yang mereka tuju.


Saras dan dua temannya akan operasi plastik wajahnya di negara tersebut untuk menghilangkan jejak pencarian dari polisi. Saras juga ingin membalas dendam pada Reno dan Intan yang telah membuatnya masuk dalam penjara.


Sementara dari pihak kantor polisi, memberitahukan kabar kaburnya Saras dan dua temannya pada, Reno dan Intan.


"Pah, bagaimana ini? Saras telah kabur dari penjara, aku yakin dia akan berniat jahat," Intan panik dan gelisah mondar mandir seraya memijit pelipisnya sendiri.


"Mah, duduklah. Jangan terlalu panik seperti itu, mari kita bicarakan," tukas Keano.


Intan pun menuruti kemauan Keano, dia lekas duduk di sebelah Keano.


"Jangan khawatir, semua pasti ada solusinya. Aku akan mempekerjakan banyak orang pilihanku untuk selalu menjagamu dan anak-anak. Jadi kamu jangan takut pada, Saras.


"Iya, pah. Tapi kita kan nggak tahu saat ini dia dimana. Kita juga nggak selalu mawas diri. Kadang bisa lengah," Intan terus saja panik.


Sementara hal serupa juga sedang di rasakan oleh Reno dan Laras. Mereka sama sekali tak percaya jika Saras bisa dengan mudahnya kabur dari penjara.


"Pi, bagaimana ini? jika mami dendam pada kita?" Laras gelisah seperti halnya Intan.


"Papi, juga nggak tahu. Mau bagaimana dan harus seperti apa untuk menyelesaikan permasalahan ini. Sebaiknya kita coba cek ke rumah, mami. Siapa tahu kita mendapatkan petunjuk tentang keberadaan, mami," tukas Reno.


Laras menitipkan Risky pada baby sitternya. Dia pun melanjutkan niatnya ke rumah Saras bersama Reno. Akan tetapi mereka terhenyak kaget saat mengetahui rumah milik Saras telah di jual, beserta mobil dan semua milik Saras.


"Pi, cepat sekali mami menjual semua miliknya. Kita bahkan tak tahu sama sekali. Lantas dimana mami sekarang?" Laras menautkan alisnya.


"Papi juga nggak tahu, Laras. Semoga mamimu itu tidak mempunyai niat yang jahat pada kita atau ibumu," tukas Reno.


Di dalam hatinya banyak sekali rasa khawatir akan terjadi hal buruk pada, Intan. Karena Reno sangat hapal jika Saras sangat membenci Intan.


"Ya Allah, lindungi selalu orang-orang yang ku sayang. Dan semoga, Saras lekas bisa di temukan keberadaannya," sepenggal doa Reno di dalam hati.


Dia sengaja tak mengatakan pada Laras tentang kekhawatirannya pada Intan.

__ADS_1


__ADS_2