
Mita memutuskan untuk pergi ke luar kota.
"Ya, Allah. Padahal aku hanya ingin bertemu dengan Atin. Malah, Mas Yogi mengusirku begitu saja." Gerutu Mita seraya menghela napas panjang.
Tak berapa lama, datanglah angkutan umum jurusan terminal. Mita segera masuk dalam angkutan umum tersebut. Dia tak tahu harus kemana, hanya mengikuti langkah kakinya saja.
Seperginya Mita, ada sepasang suami istri datang ke rumah Mita yang tak lain adalah saudara dan istrinya.
"Mas, kok sepi ya? setahuku Yogi kan sudah pulang dari berlayar. Dia kan belum kenal sama kamu, niatku ingin mengenalkanmu padanya," kata Mba Rahma celingukan di depan rumah Mita.
"Ya, sayang. Waktu aku pulang dari perantauan, mampir kemari mencari Yogi juga nggak ada," sela Mas Rahmat.
Saat sepasang suami istri ini sedang celingukan mencari Mita, tak sengaja Pak RT melintas. Dia menghentikan langkahnya dan menghampiri Rahma dan Rahmat.
Namun saat melihat wajah Rahmat, Pak RT merasa sudah tak asing lagi, akan tetapi dia sengaja diam saja. Dia ingin mengetahui apa maksud tujuan Rahmat datang menyambangi rumah Mita.
"Maaf, kalian berdua mencari siapa?" Mita atau Yogi? perkenalkan, saya RT di desa ini." Pak RT mengulurkan tangannya pada Rahmat.
"Kami ingin mencari keduanya," jawab Rahmat seraya menerima uluran tangan dari Pak RT.
Tak lupa Pak RT juga menyalami Rahma.
"Maaf, jika saya boleh tahu ada kepentingan apa kalian mencari Mita dan Yogi? karena kebetulan Mita baru saja kami usir, berdasarkan laporan dari warga dia kepadatan selingkuh. Dan kalau nggak salah, anda yang waktu itu beberapa kali bertemu Mita kan?" ucap Pak RT panjang lebar.
"Astaghfiruloh alazdim. Maksudnya, warga mengusir Mita karena di tuduh selingkuh dengan suami saya? bapak sebagai seorang RT harusnya jangan langsung percaya dengan laporan warga. Suami saya adalah saudara Mita. Suami saya beberapa kali datang karena ingin bertemu Yogi, ingin berkenalan. Karena selama ini Yogi belum pernah bertemu dengan suami saya," Rahma berusaha menjelaskan pada Pak RT.
__ADS_1
"Astaghforuloh alazdim. Memang Mita sempat beralasan jika Mas ini saudaranya yang baru pulang dari luar negeri karena kerja menjadi TKI. Tapi saya malah tidak percaya, karena warga yang terus memaksa saya mengusir Mita," Pak RT merasa bersalah pada Mita, dia tertunduk lesu.
"Bapak ini bagaimana sih? seharusnya menjadi RT bisa mendamaikan, dan bisa bersikap tegas. Jangan malah menuruti kemauan warga, itu namanya bapak tidak punya pendirian sendiri dan tidak tegas. Masa seorang RT malah di atur oleh warganya?" Rahma menegur Pak RT dengan segala perkataan yang cukup mengena di hati Pak RT.
"Sekarang juga, bapak kumpulkan warga. Dan saya minta, bersihkan nama baik Mita atas segala tuduhan yang sama sekali tidak benar!" pinta Rahmat ketus.
Pak RT menuruti kemauan suami istri ini. Dia lekas mengumpulkan warga yang ikut dalam acara pengusiran Mita. Semua di kumpulkan di depan rumah Mita, di hadapan Rahmat dan Rahma.
Pak RT menjelaskan tentang kesalah pahaman pada warga. Saat mendengar penjelasan dari Pak RT, semua warga merasa bersalah karena telah mengusir paksa Mita.
"Kami minta maaf, mas dan mba. Kami juga melakukan hal itu karena hasutan seseorang yang menunjukkan vidio Mas sedang ngobrol bersama Mita," ucap salah satu warga.
"Ya, mas. Kami juga sempat melihat vidio pertikaian antara Yogi dan Mita. Di mana Yogi emosi mengetahui istrinya selingkuh," ucap warga yang lain.
"Memang benar, tidak akan ada asap jika tidak ada api. Tunjukan pada kami, dan bawa kemari orang yang telah merekam vidio tersebut. Aku ingin tahu, apa maksud dia mencemarkan nama baik saudara saya. Bahkan karena dia juga, rumah tangga saudara saya menjadi berantakan!" bentak Rahmat.
Pak RT meminta salah satu warga memanggil Sinta untuk datang juga di hadapan semua warga.
Tak berapa lama, datanglah Sinta di hadapan semua warga.
"Ada apa ya, Pak RT? saya kok di suruh kemari?" tanya Sinta mengernyitkan alis.
"Sinta, kenapa kamu memprovikasi warga supaya mengusir Mita?" tanya Pk RT menyelidik menatap tajam pada Sinta.
"Ya,karena saya tidak suka ada seorang penghianat yang tinggal di kampung ini. Apa Pak RT belum melihat rekaman vidio dari saya? nah, itu dia pria selingkuhan Mita," Sinta menunjuk pada Rahmat.
__ADS_1
"Heh, kamu itu salah! dia ini suami saya, saudaranya Mita! makanya jadi orang jangan sok nyinyir dulu, selidiki dulu sebelum bertindak! apa kamu memang sengaja melakukan hal ini? supaya rumah tangga Yogi dan Mita menjadi berantakan?" Rahma menatap sinis pada Sinta.
"Memang aku sengaja melakukan hal ini, supaya Mas Yogi berpisah dari Mita. Tapi kalau sudah ketahuan seperti ini, aku harus berkata apa pada semua orang?" batin Sinta merasa panik dan gelisah.
"Kenapa kamu diam dan terlihat pucat? sekarang kamu harus bertanggung jawab dengan tindakanmu!" bentak Rahmat mendengus kesal.
"Loh, kok saya yang harus bertanggung jawab? itu salah Mita sendiri, kenapa juga menerima tamu tidak melapor ke RT sehingga membuat saya curiga," Sinta bersi keras bahwa dirinya tidak bersalah.
"Baiklah, jika kamu tak mau mempertanggung jawabkan karena ulahmu, kami akan melaporkanmu pada pihak polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik. Kami pastikan, kamu akan mendekam lama di penjara," ancam Rahmat menatap sinis pada Sinta.
"Enak saja, main lapor-lapor!" Sinta mendengus kesal seraya mengerucutkan bibirnya.
"Dasar wanita tak tahu diri, kamu juga telah bertindak seenaknya! kamu nggak sadar, telah seenaknya menghasut warga dengan laporan palsu!" bentak Rahmat geram pada Sinta.
"Bapak-bapak, bantu kami membawa wanita ini ke kantor polisi. Kalau kalian tidak mau, kami yang akan membawa kaliam ke kantor polisi," ancam Rahma pada warga.
Dan dua orang warga mencekal lengan kanan dan kiri Sinta. Namun Sinta memberontak dan menepis cekalan tangan warga di lengannya.
"Lepaskan! baiklah, aku akan tanggung jawab! tapi tolong jangan laporkan saya ke polisi. Apa yang harus aku lakukan?" Sinta akhinya menyerah.
"Sekarang juga kamu mencari keberadaan Yogi, dan bawa Yogi di hadapan kami dan warga. Kami ingin mendengar langsung penuturanmu pada Yogi, jika apa yang kamu ceritakan padanya hanyalah sebuah kebohonganmu semata!"perintah Rahmat menatap tajam Sinta.
"Tapi saya tidak tahu, dimana saat ini Mas Yogi sedang berada?" Sinta mengernyitkan alis.
"Kami nggak mau tahu! pokoknya bagaimana caranya kamu harus menemukan Yogi terlebih dulu. Kalau Yogi sudah ketemu, barulah kamu mencari Mita!" perintah Rahmat menatap tajam Sinta.
__ADS_1
*******