Aku Madu Anakku

Aku Madu Anakku
Gelisah


__ADS_3

Serentak Intan dan Bu Mita menjawab salam dari Laras dan berpesan supaya berhati-hati.


Seperginya Laras, Bu Mita tersenyum sendiri.


"Baru saja ibu ingin memperkenalkan dia, eh malah kamu sudah mengenalnya dulu. Siapa namanya, Intan? ibu kan belum tahu nama dia?" tanya Bu Mita.


"Namanya Laras, bu." Jawab Intan singkat.


"Ibu ikut lega, saat tahu suaminya sudah bersamanya. Tadi ibu sempat ikut kesal, melihat Laras kebingungan sendiri," Bu Mita mendengus kesal.


"Apa lagi kalau ibu tahu, jika suami Laras adalah suamiku juga. Pasti lebih kesal, bu." kata Intan di dalam batin.


"Ya Allah, bagaimana pikiran dan hatiku bisa tenang? jika setiap saat bertemu dengan istri sah Tara. Hati ini semakin teriris, sakit sekali. Lebih sakit dari dulu ya, Allah." keluh kesah Intan di dalam hati.


"Tara tidak akan bisa menepati janjinya padaku, untuk selalu ada di sampingku setiap saat. Sekarang saja sedang menjaga anaknya, aku juga tak mungkin tega jika meminta Tara kemari sementara Rizky sendirian. Rizky tidak bersalah, jadi tak seharusnya ikut di benci olehku," kata Intan dalam hati.

__ADS_1


Baru sebentar Intan merasakan ada kedamaian saat Tara berjanji akan selalu ada di sampingnya, namun sekejap saja rasa bahagia itu, setelah mengetahui ada Laras di rumah sakit yang sama.


Intan mencoba menenangkan hati dan pikirannya, walaupun sebenarnya dia sudah sangat emosi.


Batinnya terus saja memaksa untuk mengirim banyak pesan pada Tara dengan segala macam umpatan. Tapi dia selalu saja menahan rasa amarahnya, dengan tak henti mengucap istighfar.


"Astaghfirulloh aladzim, ya Allah berilah hamba kekuatan dalam menjalani semua ini. Dan berilah hamba keiklasan, demi kesehatan anak di dalam kandunganku ini," Intan terus saja mengusap perutnya.


Sementara saat ini Laras telah sampai di rumahnya, namun dia sempat tersentak kaget saat melihat ada Reno di depan rumahnya.


"Justru papi ingin bertanya padamu, pikir papi, mami sedang ada di sini bersamamu?" Reno mengernyitkan alisnya.


"Tidak kok, pi?" jawab Laras singkat.


"Kamu darimana, dan mana Rizky?" tanya Reno menyelidik.

__ADS_1


"Rizky sedang di opname, pi. Aku pulang karena ingin mengambil pakaiannya," jawab Laras murung.


"Sejak kapan Rizky opname? bukannya tadi pagi baik-baik saja?" Reno masih belum percaya.


"Baru beberapa jam yang lalu, pi. Tiba-tiba Rizky demam dan kejang-kejang jadi aku bawa ke rumah sakit. Dokter menyarankan di opname satu hari," Laras menjelaskan tentang keberadaan Rizky.


"Apakah saat ini Tara bersama Rizky?" tanya Reno lagi.


"Iyalah, pi. Kalau tidak, mana mungkin aku berani pulang ke rumah," jawab Laras mengerucutkan bibirnya.


Reno tak lupa bertanya pada Laras di rumah sakit mana saat ini Rizky di rawat. Saat Reno mengetahui rumah sakit tempat Rizky di rawat, dia sedikit terkejut.


Karena Reno masih ingat, jika saat ini Intan juga sedang di rawat di rumah sakit yang sama.


"Kebetulan sekali, sambil menyelam minum air. Aku bida menjenguk cucuku juga bisa jenguk Intan. Apa sebaiknya aku juga memberitahu pada Intan jika saat ini dia dekat dengan anak kandungnya? apa aku pertemukan saja ya mereka berdua? tapi Intan sedang sakit, aku khawatir sakitnya tambah parah. Lebih baik menunggu Intan telah pulih saja," kata Reno dalam hati di penuhi rasa gelisah.

__ADS_1


******


__ADS_2