
Dengan sangat terpaksa, Rendy memakan rujak yang sangat pedas tersebut. Walaupun dia pada dasarnya tak suka pedas.
Beberapa menit setelah memakan rujak yang sangat pedas, perut Rendy panas perih melilit tak karuan. Dia berkali-kali berlari ke toilet.
Melihat suaminya seperti ini, bukannya Atin merasa iba, melainkan dia terkekeh.
Pagi menjelang , di saat Reno baru saja memejamkan matanya dan bisa tertidur nyenyak, karena sempat tak bisa tidur gara-gara berkali-kali ke toilet. Kembali lagi Atin membangunkan Rendy.
"Mas, tolong buatkan aku bubur ayam. Harus kamu yang buat, jangan beli loh ya." Perintah Atin ketus.
Dengan langkah gontay, Rendy ke dapur. Dia bingung, harus bagaimana karena sama sekali tak bisa membuat bubur ayam.
Dia membuka-buka almari, dan tak sengaja dia menemukan bungkusan yang ternyata bubur instan.
"Semoga Atin mau dengan bubur saset ini," hanya beberapa menit saja telah siap di santap.
__ADS_1
"Sayang, ini buburnya."
Rendy gelisah khawatir mendapat penolakan lagi, tapi kali ini Atin memakannya habis tak bersisa sedikit pun. Bahkan tak bertanya macam-macam.
Setelah sarapan bubur, Atin malah melanjutkan tidurnya kembali, begitu pula dengan Rendy yang masih merasakan kantuk teramat sangat.
Atin ngidam tapi tak pernah merasakan mual muntah, morning sickness. Kondisi dia biasa saja, hanya permintaanya yabg sungguh luar biasa.
Waktu berjalan bergitu cepat, tak terasa kini kehamilan Atin memasuki umur lima bulan. Dia sudah tidak merepotkan Rendy lagi. Bahkan kini bersikap sangat manja dan manis.
"Nggak apa-apa, sayang. Itu kan bukan kemauanmu, tapi kemauan anak kita. Kemungkinan laki-laki sehingga suka sekali bikin usil jahil pada papahnya," Rendy terkekeh.
"Mungkin juga, mas. Apa kita sebaiknya USG, supaya kita tidak penasaran lagi mengenai jenis kelamin anak kita?"
"Hem, saran yang bagus. Ya sudah kita berangkat saja ke rumah sakit sekarang." Rendy merangkul Atin melangkah masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
Hanya beberapa menit saja telah sampai di rumah sakit khusus ibu dan anak. Kebetulan tidak ada banyak pasien, hingga tak perlu mengantri.
Langsung saja Atin mendapatksn pemeriksaan, dan apa yang menjadi perkiraan Rendy ternyata benar. Dokter mengatakan jika anak mereka laki-laki.
Kondisinya pun sehat sempurna lincah tak kurang suatu apa pun.
"Alhamdulilah, anak kita laki-laki dan sehat. Jaga selalu anak kita ya ,sayang. Jangan terlalu cape dalam bekerja, dan selalu makan makanan bergizi, vitamin dan tambah darah selalu di minum. Susu i bu hamilnya juga jangan lupa rutin di minum," serentetan nasehat Rendy pada Atin.
Atin selalu menuruti anjuran dari dokter, apa pun yang di perintahkan oleh dokter di jalankan dan juga sebaliknya, apa yang dokter larang, tidak Atin lakukan tapi menjauhinya supaya janinnya selalu sehat sampai pada masa melahirkan.
Rendy juga selalu membuat suasana hati Atin selalu gembira..Karena pantang jika ibu hamil bersedih, bayinya juga akan turut merasakan sedih.
Ikatan batin ibu dan anak memang sangat kuat. Hingga Rendy menjaga perasaan Atin supaya jangan sampai bersedih apa lagi menangis.
"Jika butuh apa-apa tak usah sungkan, sayang. Karena masa kehamilanmu sudah memasuki umur lima bulan, aku akan menjagamu lebih extra.
__ADS_1
******