Aku Madu Anakku

Aku Madu Anakku
Ungkapan Rasa Keano


__ADS_3

"Ssst, kamu ngomong apa sih?" Keano meminta Kevin berhenti berucap karena merasa tak enak dengan Intan.


"Pah, memangnya kenapa? aku kan sedang membantu papah supaya Mamah Intan bersedia menerima papah," Kevin mengerucutkan bibirnya.


"Mas, biarkan saja Kevin berkata apa yang ingin di katakan," Intan melerai perdebatan kecil antara Keano dan Kevin.


"Mah, ayohlah please. Terima papahku untuk menjadi pendamping hidup mamah. Aku pastikan papah akan menjadi suami yang terbaik, tidak seperti kedua mantan suami mamah. Lagi pula jika kita satu keluarga, aku bisa bebas bermain dengan dede Adam kapanpun aku mau, tanpa ada batasannya," rengek Kevin layaknya anak kecil meminta jajan.


"Mamah jadi heran, kok yang memohon dan membujuk mamah, kamu? mamah jadi berpikir, yang menginginkan pernikahan adalah kamu bukan papahmu," Intan melirik ke Keano.


Sontak Keano salah tingkah semakin tak bisa berkata apa-apa.


"Mah, bukan begitu. Papah itu orangnya nggak banyak cakap juga ngga pedean, makanya aku yang mewakilinya ngomong seperti ini pada Mamah Intan," Kevin mengedipkan mata pada Keano.


"Dasar anak nakal!" Keano menarik telinga kiri Kevin.

__ADS_1


"Aduhhh, sakit. Mah, please help me." Kevin meminta pertolongan pada Intan.


Intan hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah ayah dan anak ini. Dia tak berucap apapun hanya tersenyum kecil.


"Intan, maafkan Kevin ya? kamu jangan dengarkan apa katanya, dan jangan di ambil pusing," Keano berkata merasa tak enak hati.


"Pah, kok seperti itu? mah, jangan dengarkan papah. Tapi pikirkan semua yang tadi aku ucapkan," Kevin pasang wajah memelas.


"Entahlah, ini yang benar yang mana? mamah nggak tahu dech," Intan menghela napas panjang.


"Pah, ngomong dong. Masa papah diam saja, nggak memperjuangkan cinta, papah," Kevin memojokkan Keano.


"Aku sangat yakin, pasti Intan akan menolakku. Dia pasti berpikir jika aku sama seperti kedua mantan suaminya," batin Keano merasa gelisah.


"Pah, kenapa diam saja. Ayohlah katakan saja apa yang ada di hati papah, supaya lega. Urusan di tolak nggaknya pikir keri alias pikir belakangan," terus saja Kevin memojokkan Keano.

__ADS_1


Intan hanya diam saja mendengar hal itu, dia tak berani berkata apapun. Hingga akhirnya Keano mulai berkata.


"Intan, apa yang aku katakan ini murni dari hatiku. Bukan karena permintaan Kevin, dan bukan karena kamu mirip dengan almarhumah istriku."


"Jujur awalnya memang seperti itu, aku melihatmu karena mirip almarhumah istriku. Tapi semakin lama, aku merasakan sesuatu yang beda."


"Jujur aku jatuh cinta padamu, dan mungkin ini rasa cinta terakhirku. Aku sadar, kamu memang bukan yang pertama yang aku cinta. Tapi aku sangat yakin jika kamu yang terakhir untukku."


"Sebenarnya aku ingin mengatakan hal ini sejak lama. Tapi aku khawatir mendapat penolakan darimu."


"Tapi sekarang aku tak memikirkan hal itu. Jika ternyata kamu menolak cintaku, berarti selamanya aku kan sendiri."


"Intan, aku tahu luka yang kamu rasakan memang teramat dalam. Aku tidak berjanji dengan kata-kata, tapi aku akan buktikan dengan tingkah lakuku padamu."


"Intan, maukah kamu menikah denganku, aku akan menjadi penyembuh luka hatimu. Akan aku sirami lukamu dengan kasih sayangku."

__ADS_1


Akhirnya Keano mengutarakan semua isi hatinya pada Intan.


*****


__ADS_2