Aku Madu Anakku

Aku Madu Anakku
Kondisi Reno


__ADS_3

Setelah mendengar penjelasan dari dokter, Rendy semakin gelisah akan nasib Reno. Dia tak kan bisa memaafkan diri sendiri jika terjadi sesuatu pada Reno.


Ruang rawat, sempat di periksa oleh pihak rumah sakit dan di dapati CCTV di dalam ruang rawat Reno telah di rusak. Juga beberapa CCTV di luar ruang rawat Reno.


Hingga tidak bisa untuk melacak sang pelaku yang ingin mencelakai Reno. Rendy tak lupa menelpon ke Atin supaya dia memberitahu pada Intan.


πŸ“±"Sayang ada hal yang telah terjadi di dalam rumah sakit ini."


πŸ“±"Memangnya ada apa, mas? dari nada bicaramu sepertinya khawatir sekali?"


πŸ“±"Sayang, sebaiknya kamu telpon, Intan atau suaminya untuk kemari. Aku ingin berbicara hal penting mengenai, Reno."


πŸ“±"Baiklah, mas. Aku akan menelpon, Keano untuk datang ke rumah sakit dengan segera."


Setelah itu panggilan telpon di matikan oleh kedua belah pihak. Dan Atin segera menelpon Keano supaya lekas datang ke rumah sakit.


Hanya beberapa menit saja, Keano telah sampai di rumah sakit.


"Ada apa, Mas Rendi? sepertinya ada hal yang sangat serius?" tanya Keano


menautkan alisnya.


"Iya, Keano. Sangat serius sekali, tadi ada yang mencelakai, Reno. Tapi aku sama sekali tak tahu karena aku sedang ada di dalam toilet dan kran air aku nyalakan."


"Makanya pada saat ada yang masuk aku sama sekali tak mendengarnya. Hanya dengar suara gemericik air saja."


"Jika terjadi apa-apa padanya, aku takkan bisa memaafkan diriku sendiri. Aku sangat kaget, pada saat keluar dari toiet. Aku lihat tubuh Reno kejang, mata melotot, dan mulut mengeluarkan busa."


Rendy berkata panjang lebar menceritakan semua yang terjadi pada Reno, dan juga penjelasan dari dokter. Setelah mendengar semua penjelasan dari Rendy, Keano baru bisa mengemukakan pendapatnya.

__ADS_1


"Mas Rendy, kamu tak usah merasa bersalah dan yakinlah bahwa Reno akan baik-baik saja," tukas Keano menciba menghibur Rendy seraya menepuk bahunya.


"Entahlah, Keano. Aku sangat ceroboh dan teledor. Jika aku tak menyalakan kran air pasti hal ini tidak akan sampai terjadi," terus saja Rendy ketakutan dan panik jika terjadi apa-apa pada, Reno.


Sementara di ruko, Rindy Cs telah sampai. Mereka lekas membakar seragam perawatnya supaya tidak ada yang bisa mencurigainya.


"Sekali lagi terimakasih, kalian berdua telah membantuku lagi. Jasa kalian sungguh besar," tukas Rindy.


"Bos, kenapa nggak di matikan saja sekalian. Padahal jika sekali bekap dengan bantal, dia pasti sudah mati," tukas Rina.


"Aku sengaja memyuntikkan racun supaya hidupnya tersiksa, kalau langsung di bunuh, dia nggak akan menderita dong," Rindy terkekeh.


"Wah, si bos kejam juga rupanya," tukas Rani terkekeh.


"Jelaslah, karena dia juga kejam padaku menjebloskanku ke penjara. Setelah apa yang aku berikan padanya. Makanya aku ingin dia merasakan apa yang aku rasakan. Jika dia mati itu takkan menyakitinya," tukas Rindy.


"Semoga saja, racunnya terus menjalar ke seluruh tubuh supaya dia benar-benar tak bisa bergerak sama sekali. Sehingga sia bagaikan boneka hidup," Rindy tertawa riang.


Tak terasa pagi menjelang, mata Reno mulai terbuka. Akan tetapi dia merasakan ada yang aneh pada dirinya. Dia ingin sekali berbicara tapi tak bisa berucap.


"Kenapa tiba-tiba lidahku kelu, aku sama sekali tak bisa berkata sama sekali," batin Reno panik.


Badan Reno juga tak bisa di gerakkan sama sekali, semua otot-otot persendian terasa kaku.


"Ya Allah, kenapa dengan seluruh tubuhku ini? sama sekali tak bisa di gerakkan," batinnya lagi.


Melihat Reno telah membuka matanya, Rendy sangat senang.


"Reno, bagaimana kondisimu? apa ada keluhan saat ini?" tanya Rendy mengusap lengan Reno.

__ADS_1


Reno tak menjwab, hanya mengedip-kedipkan matanya.


"Heh,bro. Di tanya kok malah mengedipkan matamu sih. Jangan bercanda begini dong," canda Rendy terkekeh.


Reno menggelengkan kepala perlahan.


"Keano, ada apa ini dengan Reno?" Rendy mulai merasa panik sekali.


"Jangan khawatir dulu, sebaiknya kita panggil dokter saja untuk memeriksanya, supaya jelas apa yang saat ini terjadi pada, Reno," tukas Keano.


Rendy memencet bel yang ada di atas kepala Reno dimana saat ini dia berbaring di brangkarnya.


Tak lama kemudian datanglah dokter yang semalam telah memeriksa, Reno.


"Dok, kenapa pasien kok tak bisa berbicara?" Rendy menautkan alisnya.


"Apa yang semalam saya khawatirkan ternyata terjadi. Jika semalam saya langsung menyuntikkan penawar racunnya, mungkin racun bisa di cegah supaya tidak sampai menyebar keseluruh tubuh."


"Namun saya semalam terlebih dulu mengecek cairan yang tertinggal di alar suntik yang sempat tertinggal. Supaya saya bisa bertindak tepat."


"Karena apa bila saya langsung memberi obat sembarangan juga tak baik untuk pasien. Tapi Tuan tak usah khawatir, semua ini hanya untuk sementara waktu saja."


"Jika racun yang ada si tubuh pasien menghilang, dia akan kembali normal. Karena semalam sempat saya suntikkan penawarnya, lebih baik telat dari pada tidak sama sekaki."


"Kami akan menindak lanjuti dengan memberi asupan suplemen vitamin, dan penangkal racunnya kembali."


"Tapi prosenya nggak instan butuh waktu yang cukup lama, bisa beberapa bulan. Semua tergantung pasien, jika dia semangat hidupnya tinggi, dia akan lekas pulih."


Panjang lebar dokter menjelaskan kondisi Reno saat ini.

__ADS_1


****


__ADS_2