Aku Madu Anakku

Aku Madu Anakku
Saras Membongkar Aib Intan


__ADS_3

Saras mencoba menenangkan diri dari rasa kagetnya.


"Tidak apa-apa, pak. Saya kaget saja, berarti saya telah di bohongi oleh, Pak Tara. Dia berkata perusahaan ini miliknya, sekarang nomor ponsel tak aktif. Makanya saya datang kemari untuk menagih hutang, malah ternyata tak sesuai dengan kenyataan," Saras pura-pura pasang wajah sedih.


"Sabar ya, bu." Hanya itu kata yang di lontarkan oleh security yang saat ini sedang bercakap-cakap dengan, Saras.


Setelah mendapatkan informasi yang di inginkannya, Saras pun mengucapkan terima kasih dan berpamitan pada security.


Di dalam hati dia tersenyum riang, mendapatkan sebuah informasi yang sangat luar biasa.


"Inilah kunci, supaya Laras bisa kembali lagi hidup denganku dan selamanya membenci, Intan."


"Tapi aku tak tahu, pernikahan apa yang di jalani oleh Intan dan Tara, resmi atau siri? bagaimana aku bisa mengetahui akan hal ini?"


Terus saja, Saras menggerutu memikirkan pernikahan yang di jalani oleh Tara dan Intan, resmi atau siri.


"Sepertinya, Intanlah yang menjadi istri siri dari, Tara. Karena anaknya saja masih bayi. Tak mungkin pula, Tara menikahi resmi keduanya. Pasti ada salah satu yang di nikahi siri. Berarti, Intan pernah menjadi madu dari, Laras."


"Apakah, Mas Reno mengetahui akan hal ini? kalau Intan pasti belum tahu, kalau memang sudah tahu pasti dia benci dengan, Intan."

__ADS_1


"Hhaa, aku akan kembali ke rumah baru, Laras. Dan akan aku bongkar kebusukan dari, Intan yang pernah menikah dengan, Tara."


Sembari melajukan mobil, terus saja Saras menggerutu. Tak berapa lama sampailah Saras di ruko, Laras.


"Mami, kok kemari lagi? apa ada barang yang tertinggal ya?" gerutu Laras saat melihat parkirnya mobil Saras.


Begitu pula yang di pikirkan oleh Reno yang sedang menambal ban motor salah satu pelanggan barunya.


"Untuk apa lagi, Saras. Datang lagi kemari?" batin Reno melirik ke arah parkirnya mobil, Saras seraya menambal ban motor pelanggan barunya.


"Ada apa, mami? apakah ada barang yang tertinggal?" Laras menautkan alisnya.


"Mami, baru mengetahuinya juga sempat shock. Ini tentang, Tara."


Mulai Saras membongkar aib antara Intan dan Tara.


"Memangnya ada apa dengan, Mas Tara? apa, mami telah bertemu dengannya?" Laras mulai penasaran.


"Bolehkah, mami masuk?"

__ADS_1


"Silahkan, mi. Masuklah, tapi tokoku sedang berantakan karena belum semua barang aku tata rapi," Laras mengijinkan Saras untuk masuk.


Kebetulan toko masih sepi, karena masih terlalu pagi. Biasa menjelang makan siang baru mulai ramai pembeli. Laras sedang sibuk menata semua belanjaan stok barang yang telah habis.


"Cerita saja, mi. Aku sambil menata barang nggak apa-apa, kan?" Laras menyunggingkan senyum pada Saras.


"Mami, bantu ya." Saras mengurungkan niatnya untuk duduk.


Kini dia sibuk memnbantu, Laras. Sembari mereka mengobrol.


"Nak, kamu tahu kantor di mana, Tara bekerja?" tanya Saras.


"Tepatnya aku nggak tahu sih, bu. Tapi aku pernah melihat alamatnya di sebuah sertifikat perusahaanya. Memangnya kenapa, mi?" Laras merasa penasaran.


"Tertanya kantor itu sebenarnya milik ibumu, Intan. Dan yang, mami sempat shok ternyata, Tara pernah menikah dengan ibumu," ucap Saras dengan mimik sangat serius.


"Apa?" Laras tersentak kaget sejenak tapi berusaha untuk tenang.


"Iya, mami mengetahui ini dari security di kantor, Tara," kembali lagi Saras berkata.

__ADS_1


******


__ADS_2