Aku Madu Anakku

Aku Madu Anakku
Menyambangi Rumah Reno


__ADS_3

Tia merasa nelangsa atas sikap Tara, dia tak menyangka jika sifat Tara telah berubah.


"Aku pikir, setelah aku menikah dengannya akan hidup bahagia. Bahkan aku menunggu dia menikahiku secara resmi, tapi nyatanya bahagiaku hanya sebuah angan saja," gerutu Tia dalam hati


Sikap acuh Tara pada Tia malah membuat Mona yang melihatnya tersenyum sinis. Dia sangat senang saat melihat Tara tak menghiraukan Tia.


"Semoga semakin hari, hubungan kalian semakin tidak harmonis. Supaya Mas Tara lekas berpisah darimu dan menikahiku," batin Mona dari balik pintu menatap sinis Tia yang sedang bersedih.


Sementara saat ini Tara tidak berangkat ke kantor, tapi dia menyambangi rumah mewahnya yang pernah di tempati olehnya bersama Laras.


Namun dia sempat terhenyak kaget, karena dia sama sekali tak bisa membuka kunci gemboknya.


"Kenapa aku tak bisa membukanya?" Tara terus saja mencoba membukanya akan tetapi tetap saja tidak bisa.


Saat sedang berusaha keras akan membuka gembok pintu gerbang, tiba-tiba ada anjing besar berlari menghampiri pintu gerbang dengan suara nyaring gonggongannya.

__ADS_1


Keluarlah sang pemilik anjing dari dalam rumah, dan saat melihat Tara, orang tersebut melotot menghampiri Tara yang sedang terpaku masih memegang kunci untuk membuka gembok pintu gerbang.


"Heh, kamu mau maling ya!" bentaknya dengan sangat lantang melotot pada Tara.


"Enak saja! saya yang punya rumah ini! kamu siapa, seenaknya masuk rumah orang!" Tara balik membentak seorang pria yang bertubuh kekar.


"Heh, kalau ngomong jangan seenaknya! mengaku ini rumahmu! kamu belum tahu siapa saya, saya bekerja di sebuah markas besar kepolisian. Jika anda ingin berbuat ulah, siap saja dengan hukuman yang akan saya beri!" ancam pria berotot tersebut.


Sejenak nyali Tara menciut saat mendengar penuturan pria bertubuh besar dan berotot ini. Dia tak bisa berkata lagi, tapi dia masih saja heran, bagaimana bisa orang berotot tersebut mendapatkan rumahnya.


"Ingin tahu saja! yang terpenting saya membelinya ada bukti kuat yakni sertifikat rumah dan tanah ada di saya!" bentak pria berotot tersebut.


"Dasar pria gila, pergilah dari sini sebelum aku lepaskan anjing peliharaanku!" kembali lagi pria berotot ini mengancam Tara.


Hingga akhirnya Tara pergi dari depan pintu gerbang rumahnya sendiri. Tara pergi dengan penuh rasa kesal, marah, penasaran, dan kecewa.

__ADS_1


Tara masuk dalam mobilnya dengan langkah gontay. Dia melajukan mobilnya menuju ke rumah Reno.


"Aku yakin semua ini karena ulah Laras! aku nggak menyangka dia bisa melakukan hal ini padaku! sempat aku berpikir jika Laras seorang wanita bodoh dan lemah! tidak seperti Intan. Ternyata apa yang aku pikirkan tentang Laras semuanya salah." Gerutu Tara seraya terus melajukan mobilnya ke arah rumah Reno.


"Pasti Laras yang mencuri sertifikat tanah, dan pasti amplop coklat berisi surat tanah perusahaan juga di ambilnya pula."


"Betapa bodohnya aku, tak pernah menyambangi rumah itu. Sehingga sampai terjadi hal seperti ini."


"Jika saja waktu itu aku mengambil surat pentingku yang ada di rumsh itu, pasti tidak akan terjadi akan hal ini."


Gerutu Tatra seraya mengacak rambutnya sendiri di sela mengemudikan mobilnya.


Tak berapa lama, Tara telah sampai di depan pintu gerbang rumah Reno. Kebetulan pintu gerbang terbuka lebar, sehingga Tara langsung bisa langsung masuk dan memarkirkan mobilnya di pelataran rumah Reno.


********

__ADS_1


__ADS_2