Aku Madu Anakku

Aku Madu Anakku
Laras VS Tara


__ADS_3

Kebetulan Reno, Saras, dan Laras sedang ada di teras halaman. Mereka sedang berencana akan berlibur. Mereka terhenyak kaget saat melihat kedatangan Tara. Saat Reno akan menghampiri Tara, Laras melarangnya karena pasti akan terjadi keributan.


"Pi, biar aku saja yang menemui Mas Tara." Pinta Laras melarang Reno menemui Tara.


Reno akhirnya duduk kembali di samping Saras, seraya menatap tajam pada Tara yang sedang di hampiri oleh Laras.


"Ada apa kamu kemari, mas?" tanya Laras ketus.


"Dasar wanita lancang, pasti kamu yang menjual rumahku yang mewah itu!" Tata berkata lantang seraya berkacak pinggang menatap sinis pada Laras.


"Koreksi diri, apa kamu tidak lancang telah mengambil semua simpanan perhiasanku. Bukan hanya itu, uang yang aku kumpulkan sedikit demi sedikit di brankas juga tidak ada sepersepun!" Laras juga berkata lantang.

__ADS_1


"Apa kamu lupa atau amnesia, hah! selama kamu menjadi istriku, apa pernah kamu bekerja menghasilkan uang? tidak pernah kan! secara otomatis semua perhiasan dan uang yang kamu punya itu adalah berasal dariku. Jadi wajar saja jika aku mengambilnya," Tara masih saja berkata lantang.


"Aku memang tidak pernah bekerja, kamu memberikan harta benda padaku itu sudah kewajiban sebagai seorang suami memberi nafkah pada istri. Jika aku bekerja sendiri demi menafkahi sendiri, lalu untuk apa gunanya dirimu sebagai seorang kepala keluarga?"


"Aku akui, memang aku yang telah mengambil sertifikat tanah dan rumah mewah itu. Semua aku lakukan karena sebagai ganti kamu telah mengambil semua perhiasan dan uang yang ada di brankas," Laras tersenyum sinis.


"Kamu harus tanggung jawab, kembalikan surat penting yang kamu curi dariku! jika tidak akan aku laporkan pada polisi dengan tuduhan pencurian!" Tara mengancam Laras.


"Kamu pikir aku takut dengan semua ancamanmu? apa kamu mau aku buka aibmu di depan polisi juga orang banyak jika kamu tak ubahnya serigala berbulu domba" tukas Laras ketus.


"Aku juga akan bongkar aibmu pada seluruh karyawan kantormu, tentang siapa dirimu. Aku juga bisa buka aibmu di seluruh sosial media," Laras mengancam kembali.

__ADS_1


"Memangnya kamu tahu kantorku? silahkan saja kamu lakukan, aku tidak takut!" Tara balik menantang Laras.


"Dulu memang aku sama sekali tidak mengetahui dimana letak kantormu. Tapi sekarang aku telah tahu, bahkan aku juga biaa menjual perusahaan yang kamu dapat dari merampas orang!" Laras tak gentar dengan segala tantangan Tara.


"Sialan, aku lupa jika surat kuasa kepemilikan perusahan beserta sertifikat ada di rumah mewah itu. Pastinya juga sudah di ambil Laras, aku kemari juga ingin mengambilnya. Bodoh sekali aku, bukannya berdamai dengan Laras dan meluluhkannya supaya dia mengembalikan amplop coklat yang berisikan surat kuasa perusahaan dan sertifikatnya. Aku malah membuat Laras semakin benci padaku," gerutu Tara dalam hati penuh dengan rasa panik dan gelisah.


Laras bisa membaca apa yang saat ini sedang ada di pikiran Tara, dia hanya tersenyum sinis melihat Tara terdiam dalam gelisahnya.


"Kenapa diam? kamu takut pastinya kan?" Ucapan Laras mengagetkan Tara yang sedang melamun.


"Laras, kenapa kamu sekarang berubah seperti ini? bagaimanapun kita pernah saling mencintai, dan apakah kamu lupa? ada Risky, buah cinta kita?" Tara berkata lembut merayu Laras.

__ADS_1


******


__ADS_2