Aku Madu Anakku

Aku Madu Anakku
Delta Mengabulkan Permintaan Monalisa


__ADS_3

Mendengar apa yang di katakan Delta, Mona merasa tidak senang.


"Berarti maksud papah, aku di minta datang kemari hanya untuk melihat vidio tersebut? aku pikir tujuan papah memintaku datang, akan memberi dana buat, Mas Tara mendirikan perusahaan baru lagi," Monalisa mengerucutkan bibirnya.


"Mona, jelilah dan bijaklah dalam ambil sebuah keputusan. Apa kamu belum paham juga mencerna setiap percakapan yang ada di vidio tadi?"


"Tara itu cuma benalu, penjahat kelamin, dia hanya memperalat para wanita saja. Harunya kamu bisa berpikir jernih. Jika pria baik, dia tak perlu di paksa terlebih dulu supaya bersedia menikahimu."


"Jika dia pria baik, dia akan bertanggung jawab menafkahimu entah bagaimana caranya. Bukan malah memperalatmu untuk bisa mendirikan perusahaan baru. Itu namanya pria yang tak mau modal. Hanya bermodalkan dengkul saja."


Berjuta rangkaian kata, Monica uraikan supaya bisa membuka mata hati Monalisa tentang siapa sebenarnya, Tara.


"Apa kamu nggak khawatir sikap buruk, Tara kembali. Jika papah memberikan sejumlah dana yang kamu inginkan?"


"Aku khawatir, nanti setelah mendirikan perusahaan baru. Tara bakal mencari wanita baru pula."


Monica sangat menyayangi Monalisa, dia terus saja menasehatinya.

__ADS_1


"Lantas, jika Tara tak kerja bagaimana kehidupanku? segala kebutuhanku? bahkan kehamilanku?"


"Bukannya orang hamil dan melahirkan membutuhkan banyak biaya? jika Tara tak kerja ya tak bisa menafkahi aku."


Masih saja Monalisa memberikan pembelaan pada, Tara.


"Begini saja, kamu bekerja di kantor papah. Dan biarkan Tara mengerjakan pekerjaan rumah. Supaya dia tidak bisa keluyuran," saran Delta.


"Pah, masa memberi saran seperti itu? aku tidak akan mau, pah. Apa susahnya sih, papah pinjamkan dana. Jika suatu saat nanti dia berulah, tinggal minta saja perusahaanya, dan usir saja, Tara,"


Monalisa memberi sebuah ide bagi Delta. Sejenak Delta dan Monica saling berpandangan seolah saling meminta persetujuan.


Sejenak Delta terdiam saja seolah sedang berpikir, dan pada akhirnya Delta menyetujui permintaan Monalisa.


"Baiklah, Mona. kali ini papah akan membantumu, tapi seperti yang kamu katakan tadi. Jika ternyata suamimu tak berubah, semua dana yang papah berikan akan papah ambil kembali," Delta mengabulkan keinginan Monalisa.


"Baiklah, pah. Terima kasih atas kebaikan, papah." Monalisa memeluk Delta.

__ADS_1


"Memang berapa dana yang kamu butuhkan?" Delta menautkan alisnya.


"Hhemm kata, Mas Tara pernah berkata lima ratus juta, pah," jawab Monalisa.


Delta meraih ponselnya dan menunjukkannya pada Monalisa.


"Sudah papah transfer lima ratus juta ke nomor rekeningmu." Delta menunjukkan bukti transferannya pada Monalisa.


"Baiklah, pah. Kalau begitu aku pulang dulu, untuk memberitahukan kabar gembira ini pada, Tara." Monalisa bergegas bangkit dan pulang ke rumah.


Seperginya Monalisa, Monica protes dengan keputusan Delta dan pembelaan Desny pada Monalisa.


"Pah, kenapa pula memberikan uang itu? dan mamah, kenapa pula mendukung Tara? kalau begini sia-sia aku mendapatkan vidio itu, sia-sia aku menemui, Intan." Monica mengerucutkan bibirnya.


"Monic, apa salahnya kita memberi kesempatan untuk, Tara bisa berubah," pembelaan dari Desny.


"Monic, kamu tahu sendiri sifat Mona. Kami juga khawatir dia bertindak nekad kembali, pergi entah kemana, apa lagi saat ini dia sedang hamil," pembelaan Delta.

__ADS_1


"Ya sudah, lain kali nggak usah meminta bantuanku." Monica berlalu pergi dengan mengerucutkan bibirnya.


*******


__ADS_2