Aku Madu Anakku

Aku Madu Anakku
Atin Ngidam


__ADS_3

Reno mencoba memberi pengertian pada Laras, jika apa yang di katakan oleh Saras adalah suatu kebohongan. Walaupun dia mengetahui jika sebenarnya memang gal itu benar adanya.


"Nak, kenapa kamu masih ragu dengan apa yang, papi katakan? bukannya kamu tahu jika, mamimu adalah pembohong?"


"Iya, pi. Aku minta maaf, tak percaya perkataan, papi. Tapi sekarang aku percaya kok, dan takkan mengingat hal ini lagi."


"Ya sudah, sekarang lebih baik yang kamu pikirkan tentang masa depan, Risky. Karena sejak kamu berpisah dengan, Tara, dia sama sekali tak pernah memberi nafkah pada anakmu. Sekarang fokus pada usahamu saja."


Reno mencoba menasehati Laras, supaya dia tak usah memikirkan hal yang tak penting, tapi memikirkan masa depan anaknya saja.


Laras mencoba mendengarkan dan akan mempratekkan semua yang di nasehatkan oleh Reno padanya.


Sebenarnya dalam hati, Reno merasa bersalah karena telah menutupi aib masa lalu Intan.


"Maafkan, papi. Telah berbohong padamu, Laras. Semua yang, papi lakukan hanya ingun hubunganmu dengan ibumu baik-baik saja."


"Papi, nggak tega. Jika kalia baru bertemu tapi sudah harus terpisah kembali karena permasalahan ini."

__ADS_1


Reno hanya ingin memperbaiki kesalahannya tempo dulu pada, Intan. Walaupun keinginannya untuk kembali ke Intan tidaklah berhasil.


"Ya Allah, aku sudsh ikhlas jika Intan telah bersama pria lain. Hanya satu pintaku, buatlah dia selalu bahagia. Karena sudah begitu banyak air mata yang dia keluarkan," sepenggal doa Reno untuk Intan.


Kini Reno fokus dengan usaha bengkelnya sembari menunggu surat cerainya keluar dari pengadilan agama.


Laraa juga fokus menjalankan usaha toko sembakonya.


Berbeda situasi di apartement Rendy. Dimana saat ini dia selalu kewalahan menuruti ngidamnya, Atin.


"Loh kok ngeluh? ini kan demi anakmu, kalau nggak mau ya nggak apa-apa, asal jangan menyalahkanku jika kelak anak kita ileran," Atin mengecurutkan bibirnya.


Jika Atin sudah berkata seperti itu dan ngambek, Rendy sudah tidak bisa menolak permintaan Atin. Sesulit apa pun, Rendy mencari apa yang di inginkan oleh, Atin.


"Ya Allah, bukannya aku tak bersyukur istriku hamil. Tapi setidaknya jangan meminta hal yang aneh-aneh."


Kali ini Atin meminta buah kedondong, padahal sedang tidak musimnya buah tersebut. Hingga dia harus extra lama dalam mencarinya.

__ADS_1


"Alhamdulilah, akhirnya dapat juga buah kedondong." Rendy bisa bernapas lega setelah mendapatkan apa yang di inginkan oleh Atin.


Namun lagi-lagi Rendy harus menelan pil kekecewaan, Atin tak mau menerima buah tersebut.


"Aku nggak mau, Aku mintanya segera, tapi tiga jam berlalu baru dapat. Makan saja sendiri, aku lebih baik tidur saja." Atin menghentakkan kakinya pergi ke kamarnya.


"Astaghfiruloh alazdim, berikan hamba kesabaran ya Allah," Rendy hanya bisa mengusap dada seraya menghela napas panjang.


Jam dua dini hati, Atin membangunksman suaminya. Kali ini dia ingin makan rujak buah tapi Rendy yang buat sendiri.


Susah payah Rendy telah membuatkannya, lagi-lagi harus kecewa. Atin meminta Rendy yang harus memakan rujak buahnya sampai habis di hadapan Atin.


Padahal rujak di buat dengan cabe yang banyak sesuai permintaan Atin sendiri. Tapi pada saat telah jadi, malah Atin meminta Rendy yang memakannya.


Jika tidak di turuti, saat itu juga Atin menangis bagai seorang anak kecil.


******

__ADS_1


__ADS_2