Aku Madu Anakku

Aku Madu Anakku
Emosi


__ADS_3

"Pi, bisa antar aku ke rumah sakit nggak?" rengek Laras menatap sendu Reno.


Reno sangat antusias saat Laras meminta untuk mengantarkannya ke rumah sakit. Dia sudah berniat akan menjenguk Intan.


Hanya beberapa menit telah sampai di rumah sakit, Laras segera ke ruang rawat Rizky. Sementara saat ini Reno sedang akan menjenguk Intan.


Dia beralasan pada Laras akan memarkirkan motor sejenak.


"Coba mobil nggak di pake Saras, kan enak. Tapi nggak apa-apa dech, yang penting bisa bertemu Intan. Semoga saja Saras perginya lama, biar aku juga bisa lama di rumah sakit," batin Reno seraya melangkah dengan pasti ke ruang rawat Intan.


Intan dan Bu Mita sangat terkejut saat melihat kedatangan Reno.


"Bu, tolong usir dia dari sini. Aku nggak ingin ada masalah lagi dengan dia," pinta Intan pada ibunya seraya melirik sinis pada Reno yang mulai mendekat.


"Reno, tolong kamu jangan ganggu anak saya lagi! karena saya nggak mau, cucu saya terancam bahaya karena ulah istrimu itu!"Bu Mita mengusir Reno.


"Bu, saya kemari berniat baik ingin menjenguk Intan tapi kenapa malah di usir?" tanya Reno mengernyitkan alis.

__ADS_1


"Apa kamu tuli, mas! jadi nggak dengar yang barusan ibu katakan!" hardik Intan lantang.


"Intan, kamu sedang hamil nggak boleh marah-marah. Kasihan anakmu," Reno malah semakin menghampiri Intan.


"Mas, tolong pergi dari sini. Aku nggak ingin janin ini jadi korban kebengisan Saras. Beberapa saat lalu, istrimu kemari dan ingin melenyapkan janinku dengan meremas perutku, aku semprot saja matanya pake parfum. Mungkin saat ini matanya luka karenaku," Intan menjelaskan panjang lebar.


"Berarti Saras dari sini tanpa sepengetahuanku? kurang ajar dia lancang sekali ingin menyakiti janinmu, tenang saja. Aku pasti akan memberinya pelajaran!" Reno mendengus kesal.


"Baiklah, kalau begitu aku pulang dulu. Assalamu alaikum." Reno beranjak pergi dari ruang rawat Intan.


Dia melupakan jika belum menjenguk cucunya. Karena di pikirannya hanyalah rasa emosi pada Saras.


Sementara Laras gelisah mengharap kedatangan Reno.


"Ini papi mana, sih? kok nggak sampai juga?" gerutu Laras seraya berkali-kali menoleh ke arah pintu.


"Kamu sedang mencari siapa sih?" tanya Tara penasaran.

__ADS_1


"Papi, mas. Tadi aku kemari bersama papi, katanya sedang memarkirkan motornya. Tapi masa parkir motor kok lama sekali," ucap Laras seraya terus mengharap kedatangan Reno.


Tara hanya berhooh ria, saat ini pikirannya sedang tertuju pada Intan.


"Aduh, pasti Intan sudah gelisah karena pamit cuma sebentar. Tapi aku juga nggak tega jika Laras sendiri menjaga Rizky," batin Tara gelisah.


"Mas, sepertinya kok kamu sedang gelisah? apa kamu sedang ada janji dengan klien kantormu, sehingga tak tenang?" tanya Laras mengagetkan lamunan Tara.


"Iya, tapi nggak apa-apa. Kasihan kamu juga kalau sendirian di sini," ucap Tara menutupi rasa gugupnya.


"Maafkan aku ya, mas. Gara-gara aku, kerjaanmu tertunda dan terganggu," Laras tertunduk lesu.


"Hem, ya mau bagaimana lagi. Makanya kalau urus anak yang benar jadi anak nggak sampai sakit," tiba-tiba Tara berkata ketus.


"Mas, kok bicaranya kasar? aku juga selama ini merawat anak dengan sangat hati-hati, makannya juga sangat aku jaga," Laras sedikit tersinggung dengan perkataan Tara.


******

__ADS_1


__ADS_2