Aku Madu Anakku

Aku Madu Anakku
Jahatnya Saras


__ADS_3

Sementara di lain tempat, Saras sedang tertawa bahagia karena usahanya telah berhasil.


"Hhahhhaaaa, semoga nyawa Mas Reno tidak tertolong. Aku akan sangat bahagia jika mendengar kabar meninggalnya, Mas Reno."


"Aku telah mendapatkan ruko dan juga bengkel motor. Sudah begitu, aku dapatkan uangku kembali."


"Ini setimpal dengan apa yang kamu lakukan padaku, Mas Reno. Makanya jangan mencoba bermain denganku jika tak ingin seperti sekarang ini."


"Jika kamu baik pasti aku akan teramat baik, tapi jika kamu jahat aku pun akan lebih jahat."


Saras ngoceh sendiri seperti orang gila. Dia di bantu kedua temannya melancarkan aksi penusukan.


Satu temannya stanby di mobil, sedang dia dan satu temannya yang menghajar Reno. Dan yang menusuk Reno adalah Saras sendiri.


Rasa sakit hati Saras sudah sangat dalam pada Reno, makanya dia telah tega melakukan penusukan tersebut.


"Bos, anda hebat sekali. Bisa menyingkirkan satu orang yang telah menyakiti anda," tukas Rina.


"Ini belum seberapa, karena masih ada tarjet lagi yang harus aku singkirkan pula," tukas Saras menyeringai sinis.

__ADS_1


"Kami akan selalu siap membantu, bos. Jika akan beraksi katakan saja pada kami ya bos," tukas Rani penuh semangat.


"Ya gampang, pasti nanti aku kabari. Sekarang kalian istirahatlah karena sudah malam," pinta Saras.


Pagi menjelang, pagi sekali Saras mengajak kedua temannya menyambangi ruko Laras.


"Mba Laras, apa kami sudah siap menempati rukonya?" tanya Rindy menautkan alisnya.


"Sebentar lagi, Bu Rindy. Semalam kami habis di rampok, uang hasil penjualan ruko dari anda raib di bawa rampok. Saat ini papiku sedang di rawat di rumah sakit dan sampai sekarang belum sadar juga,"tukas Laras.


"Tolong cepat sedikit anda berkemas, karena kami sudah ingin menempati ruko ini. Permasalahan anda bukanlah tanggung jawab saya!"


Laras tak menyangka jika Rindy telah berubah sikap, pada awal transaksi jual beli, Rindy begitu sopan dan halus tutur katanya. Kini dia menjadi kasar dan sinis.


"Heran, padahal kemarin Bu Rindy tidak bersikap ketus seperti ini. Kenapa sekarang berubah?" batin Laras merasa aneh.


"Mba Laras, tolong cepat sedikit dong!" kata lantang dari Rindy.


"Baik, bu. Ini juga sudah berusaha cepat, tolong di maklumi karena saya berkemas-kemas sendiri, tanpa ada yang membantu. Bukankah sudah saya katakan jika semalam terkena masalah, jadi pagi ini terburu-buru."

__ADS_1


Laras terpaksa menelpon Bude Atin untuk meminta bantuan, karena tak mungkin dia menelpon Intan yang sedang sibuk di rumah sakit mengurus Reno.


"Ada apa, laras?"


"Bude-pakde, tolong bantu aku mengemasi semua barang-barangku," pintanya mengiba.


"Loh, di beresi kemana? lantas papimu mana?"


"Loh, apa Ibu Intan belum cerita jika semalam kami di rampok dan uang penjuan ruko ini di ambil. Perampok sempat menusuk perut, papi," tukas Laraa menjelaskan.


"Hey, kenapa malah asik mengobrol? buruan di kemasi barangmu, lama sekali sih!" tegur Rindy ketus.


"Pakde-bude, tolongin dong."


Rendy dan Atin segera membantu Laras memberesi semua barang milik Laras dan Reno.


Beberapa menit kemudian semua telah selesai, Rindy pun mengusir Laras untuk cepat pergi dari ruko tersebut.


*******

__ADS_1


__ADS_2